Prvních 200 řádků.
Halo.
Halo
Segera kesana.
Segera kesana.
Hai.
Aku Jennifer Hills. Kita sudah bicara minggu lalu.
Oh, ya, Nn. Hills.
Mockingbird Trail, 'kan?
Benar.
Aku rasa kau tidak tahu jalan kesana.
Tidak, aku tidak tahu.
Dengarkan.
Sedikit sulit.
Kuncinya.-/ Terima kasih.
Anak panah ini akan membawamu ke kota.
Sebelah sini.
Ada jalan berlumpur dan hutan.
Kabin pesananmu sungguh indah.
Tapi tempatnya lumayan terpencil.
Aku memang mencari ketenangan dan kedamaian.
Aku sebenarnya novelis dan memulai buku berikutnya disini.
Jika itu yang kau cari...
Ikuti saja peta ini.-/ Terima kasih.
Apa kabar, Bu?
Maaf. Aku tidak bermaksud menakutimu.
Tidak apa.
Aku sebenarnya tersesat.
Aku mencari Mockingbird Trail.
Mockingbird Trail? Ya, kau sudah salah jalan.
Benarkah?-/ Ya, kau sudah salah arah. Sekitar 10 mil di arah sana.
Ada disebelah kiri dari sisimu.
Belok kiri setelah kotak surat besar merah.
Oke, terima kasih. Aku rasa sudah melihatnya.
Kau tinggal di kabin di Mockingbird?
Ya.-/ Keren!
Asal kau tahu, kau terlihat sedikit panas(=seksi)
Mungkin aku harus mengeceknya untukmu.
Apakah rayuan itu berhasil padamu?
Aku tidak tahu. Apakah rayuan itu berhasil padamu?
Aku saja.-/ Tidak, aku saja.
Tidak, aku saja.
Oh, sial.
Maaf, salahku.
Aku menekan alarmnya.
Kau tidak apa?-/ Aku baik saja.
Coba cek celana dalammu, Johnny.
Kau yakin tidak apa?-/ Ya, aku bilang aku baik saja.
Oke.-/ Setuju?
Ambil saja kembaliannya.
Kau sungguh sial, Johnny.
Selamat jalan.
Bagaimana penulisannya? --Apa kau becanda?
Aku sudah harus kesini dari buku pertama.
Apa kau akan datang ke pesta Hertz?
Jen? Apakah aku membuatmu bosan? --Oh, maaf, ada sesuatu...
Hei.
Kau masih disana?-/ Barb, tunggu sebentar.
Jen, ada apa?-/ Nanti kutelpon kembali.
Yang benar saja.
Bagus sekali, Jennifer.
Tidak mau membilas.
Kau sudah mengecek penyumbatnya? --Aku sudah melakukannya.
Benarkah?-/ Ya.
Dengar, aku sudah kebingungan.
Baiklah, aku kirim seseorang. --Oke, oke.
Terima kasih.
Kau tetap disana?-/ Aku takkan kemana-mana.
Baiklah, aku akan kirim seseorang.
Ini akan memakan waktu lebih lama?
Tidak lama.
Apa masalahnya?
Bagus!
Masalah selesai.-/ Oh, terima kasih.
Maaf, kau baru saja menyelamatkanku dari mandi di danau.
Permisi, aku-- Permisi.
Tunggu, aku tidak...
Daratan menang 2 kali.
Enak saja 2 kali. Lihat kepalanya. Aku membuat matanya keluar.
Baiklah, mungkin 3 kali.
Tapi kau harus menghajar mulutnya jika ingin skor tambahan.
Bisakah kau matikan benda itu?-/ Kita bisa bermasalah dengan LSM.
Itu manusiawi, bodoh. --Ya, terserahlah.
Sudah kukatakan, Andy, benda ini akan menghasilkanku uang.
Kalian, 2 orang bodoh, ingin memancing atau apa?
Hei, bicara soal bodoh...
Kena!-/ Andy!
Baiklah, Stanley, kita semua ada disini.
Apa pertunjukkan utamanya?
Pertunjukkan utama-nya...
...adalah ini.
Apa yang kau lakukan kali ini, merekam dirimu semburkan api kentut?
Aku tidak tahu kenapa aku bergaul denganmu, tolol.
Aku merekam pacar Matthew disini saat sedang sendirian.
Pacar?
Matthew tidak punya pacar sejak dia masih menyusui.
Dia bersama gadis kota itu sendirian dan tidak berusaha bercinta dengannya.
Gadis kota yang mana?
Kau tahu gadis itu.
Yang waktu itu di pom bensin yang membuatmu malu.
Matt memperbaiki saluran airnya.
Dia bahkan memberinya ciuman karena sudah melayaninya.
Omong kosong!
Tidak, dia--dia melakukannya, Johnny. Dia menciumku.
Hei, Matthew...
Jangan berani bohong padaku.
Ini dia. Bersiaplah.
Oh, seksi.
Hei, ini rekaman bagus.
Kau sungguh mesum, kawan.
Bagaimana kau bisa melakukannya?-/ Aku menunggu sampai malam.
Dia pantas menjadi tontonan. --Ya, ya.
Dan dia menyukaiku.
Ayolah, Matthew.
Gadis itu bahkan tidak pedulikan Johnny? --Apa?
Sialan.
Aku bisa jinakkan bokong itu jika aku mau.
Ayolah, Johnny. Kau kenal gadis itu.
Gadis kota yang sombong.
Gadis kota seperti itu tidak bisa dijinakkan.
Omong kosong. Biar kujinakkan.
Kuberitahu sesuatu...
Akan kubuat jalang itu bertekuk lutut.
Ya dan dia sudah membuatmu bertekuk lutut.
Menurut kalian aku tidak mampu?
Kuberitahu sesuatu...
Jalang seperti itu...
Dia keluar hanya untuk satu alasan pasti.
Pamer payudara di jendela seperti itu agar dilihat semua orang.
Ayolah, kau tahu.-/ Tidak, tidak.
Dia tidak seperti itu, Johnny.
Mereka semua seperti itu.
Dia itu jalang kota sombong. --Benar sekali.
Sial, Matthew.
Kau tidak tahu berbuat apa pada gadis itu.-/ Benar sekali.
Tapi kau beruntung.
Karena aku temanmu.
Biar kutunjukkan caranya.
Halo.
Foto yang bagus, 'kan?
Selamat malam.
Keluar dari sini. Keluar dari sini sekarang!
Itu sungguh tidak sopan, 'kan? Senyum manis untuk kamera, Nona.
Kalian sebaiknya keluar dari sini sekarang.
Aku sudah menelpon polisi.
Oh, dia sudah menelpon polisi.
Kau sudah menelpon polisi atau akan menelpon polisi?
Aku sudah menelpon mereka. Mereka sudah kesini sekarang.
Kau memakai telpon yang mana?
Matthew bilang kau menjatuhkan ponselmu di WC.
Ayo kita panggil. Dimana anak itu?
Matthew, cepat kesini!
Ayo.-/ Kesini, Nak.
Masuklah, Nak.
Tidak apa. Masuklah sekarang.
Ayolah, Nak. Kesini.
Matthew ini bilang kau tidak bayar atas perbaikan WC-mu.
Itu tidak benar. Dia langsung lari.
Biar kuatasi.-/ Dia pemalu, 'kan?
Lihat itu, Matthew. Lihat itu. Lihat tepat ke arah situ.
Tunggu sebentar.
Jangan khawatirkan soal itu sekarang.
Apa yang dilakukan gadis cantik sepertimu disini sendirian?
Aku sedang menulis.
Aku penulis.-/ Oh, dia penulis.
Pacarku akan segera tiba. Dia menuju ke kabin ini.
Benarkah? Oh!
Sial, aku tidak tahu kau punya pacar. Kita sebaiknya pergi dari sini.
Kami tidak ingin mengganggu kencan malam-mu.
Kencan malam!
Biar kuberitahu sesuatu, manis.
Tidak mungkin ada pria yang masih waras...
...membiarkan gadis cantik sepertimu diluar...
...sendirian.
Dia akan datang.
Malam hampir berakhir.
Kesini.
Kesini, minumlah denganku. Ayo.
Kesinilah, gadis cantik.
Kesini, minumlah denganku.
Tidak.
Oh, kena!
Aku tidak mau.
Ada apa? Kau terlalu sombong untuk minum bersama kami?
Lihat?
Kumohon, aku tidak ingin minum.
Kenapa benda ini disini?
Karena ini sudah dibuka.
Sialan, kawan. Kalian memang benar.
Dia terlalu sombong untuk minum bersama kita.
Menurutmu kami ini apa? Kumpulan kotoran?
Aku tidak bilang begitu.
Benar sekali, jalang ini seorang penulis.
"Tidak seorangpun mau menerima telpon jam 2 subuh."
"Ketika usiamu 15 tahun, itu artinya telpon iseng."
"Ketika usiamu 21 tahun, itu telpon dari pacarmu yang mabuk."
"Tapi setelah 25 tahun, itu biasanya berita buruk."
"Itulah caraku mengetahui Ayahku meninggal."
Ayah siapa yang meninggal?
Bisakah kalian tinggalkan aku sendiri?
Tidak!
No comments yet. Be the first to leave one.