Reply 1994

Reply 1994 (응답하라 1994)

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Reply 1994 E16 ind WITH & IPOP
Komentář od leavest
Leavest @ http://idfl.me

Tagy

other
Zveřejněno: 2014-01-27
Stažení: 44
Pro sluchově postižené: Yes

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Sudah datang!

- Ya. - Ya, tunggu sebentar.

Seoul, 2013

Celupkan seperti ini...

Hei, sudah 20 tahun. 20 tahun.

Apa kalian masih begitu saling menyukai setelah punya 4 anak?

Kalian masih begitu saling menyukai?

Bukankah kau juga sudah 15 tahun?

Tunggulah sedikit lagi. Kau akan menemukan pesona yang baru.

Lebih tepatnya, sudah lebih dari 15 tahun.

Terserah apa itu 15 tahun atau 20 tahun,

bisakah kalian bersikap seperti teman saja sekarang?

Apa kalian harus pamer seperti itu?

Kenapa kau ikut campur kisah cinta orang lain?

Kau bisa memperlakukan istrimu seperti ini juga.

Siapa?

Ada apa malam-malam begini?

Siapa yang datang selarut ini?

Ayah dan ibu.

Ada urusan apa jam segini?

Apa terjadi sesuatu?

Tidak mungkin ada masalah! Mereka jauh-jauh datang ke sini pasti untuk mengomeli kita.

Astaga, ayah! Buka jaketmu! Sudah berapa lama sejak baseball berakhir?

Gadis ini. Kau tahu tidak betapa berharganya ini bagiku?

Bahkan jika aku mati, aku akan memakai ini!

- Halo! - Halo!

Hei, anak-anak. Karena ayahmu mendapat jaket ini dari klub, dia sangat menyukainya hingga memakainya saat tidur.

Dia pasti sangat bangga dengan ini.

Aigoo. Mereka masih terus bersama!

Oke. Oke.

Hei, duduklah. Duduklah.

Suara berisik apa itu? Kau dengar suara itu, kan?

Astaga, keluarga di lantai atas sudah mulai lagi. Selalu begini setiap akhir minggu!

Harusnya mereka didik anak-anaknya.

Mereka pikir apartemennya lapangan sepak bola? Keluarga macam apa mereka itu?

Kalau begitu tetangga di lantai atas kami

setenang kuil Buddha dibandingkan mereka. Kuil!

Ayah, apa yang membuatmu ke sini malam-malam?

Ada sesuatu yang aku lupakan.

Apa itu, ayah?

Aku juga benar-benar lupa.

Begitulah. Sekarang baru mengingat hal yang terjadi 20 tahun lalu

luar biasa, bukan?

Bukan sesuatu yang penting, hanya sebotol alkohol ginseng.

Alkohol ginsengku.

Kau tahu...

Di tahun 1994 saat Seoul Twins menang kejuaraan, aku merayakannya dengan membuat alkohol ginseng.

Kau ingat aku membuat sebotol besar alkohol ginseng?

Tapi, saat kami pindah,

Botol itu...

kami menitipkannya pada Na Jung dan benar-benar melupakannya.

Apa yang kau lakukan? Ambil alkohol ginsengnya agar aku bisa cepat pulang.

Apa yang kau lakukan? Cepat ambil, jadi aku bisa meminumnya lalu tidur!

Ayah, tapi... Akhir-akhir ini...

Apa itu...?

Dengan latihan... latihan akhir tahun dan

perdagangan saham dan sebagainya, aku tahu kau pasti lebih sibuk dibanding sebelumnya.

Apa ini waktu yang tepat untuk minum alkohol?

Astaga! Bocah ini! Lalu apa ini waktuku untuk menari seperti ini?

Apa yang kau lakukan? Ambil alkoholnya!

Aku ingin meminumnya sambil menonton berita olahraga.

Ah, astaga! Keluarga itu keterlaluan, sungguh!

- Oh, astaga! - Ya ampun!

Ah, kau ini, kau terlalu berlebihan!

Cepat ambillah!

AHHHH. Aku tak bisa menahannya lagi. Ayah, ayo kita ke atas.

Keluarga di lantai atas pasti sudah gila.. Ayah, ayo ikut denganku!

Tidak, kenapa aku harus ikut campur pertengkaran keluargamu? Aku tidak mau pergi!

Pernahkah kau dengar pertengkaran yang terjadi karena tetangga ribut? Ayah, jika aku pergi sendirian, bagaimana jika aku diserang?

- Kenapa kau seperti ini? - Ikutlah denganku kali ini saja.

Ohh, aku tidak tahu-menahu.

Ayolah ayah. Kumohon ikutlah denganku.

Aku akan kembali! Aku akan kembali setelah bertengkar!

Tapi Joon, bisakah aku minum secangkir kopi?

Ya, Ibu. Tunggu sebentar.

Ah, terima kasih!

Ibu, kau masih lama di sini?

Aku harus pergi sebentar.

Kami akan pergi setelah mendapatkan alkohol ginsengnya.

Kau mau kemana?

Menemui seseorang yang kau kenal dengan baik.

Aku akan segera kembali.

Aku akan kembali!

~ Mungkin ini hanya terlalu cangung ~

~ Tapi bila terlalu sulit buatmu untuk menanggungya ~

~ Aku akan ada disini menantimu ~

~ Jika kau kehabisan nafas saat mendatangiku, ~

~ jalan sajalah seperti saat kau mengalami kesulitan ~

February, 1996

~ Kita masih harus melalui perjalanan sangat panjang. ~

~ Jadi, jangan terburu-buru. ~

Episode 16: Cinta, Ketakutan I Reply 1997

Hei, anak anjing!

Hei, apa yang kau lakukan di cuaca sedingin ini! Harusnya kau menunggu di dalam.

Kau sibuk, Sunbaenim?

Ya, aku sibuk. Ayo masuk. Aku akan membelikanmu secangkir kopi.

Kedai kopinya mungkin sudah tutup.

Aigoo, pasti ada jalan. Ikuti aku!

Ini...

Aigoo...

Jadi, kenapa kau datang kesini mencariku di rumah sakit?

Beritahu saja. Aku siap mendengarkan.

Jika kau tidak memberitahuku, aku pergi. Na Jung sedang menungguku.

Sunbaenim.

Aku kembali kuliah.

Aku mengajukan surat masuk kuliah dan

aku mulai belajar lagi.

Aku tahu.

Aku sudah tahu tentang itu.

Asisten dosenmu adalah alumni dari SMAku.

Dia memberitahuku minggu lalu.

Lalu, kenapa kau tidak bilang apapun padaku?

Aku menunggumu memberitahuku secara langsung.

Hei, tapi kau memberitahuku lebih lama dari yang kubayangkan.

Kupikir aku mentormu.

Kupikir kau akan memberitahuku saat itu juga.

Tetap saja, kau orang pertama yang kuberi tahu.

Belum ada yang tahu.

Oh, terima kasih. Terima kasih.

Tapi...

Kenapa (kau kembali kuliah)?

Setelah kupikir-pikir, aku sadar bahwa aku bahkan belum mencobanya.

Jika aku memang tak bisa melakukannya setelah berusaha setengah mati dan ingin berhenti,

setidaknya aku harus mencobanya dulu.

Tentu saja!

Setidaknya kau harus mencoba lauknya dulu sebelum mengeluh; jika tidak, kau akan dipukul ibumu.

Musik adalah sesuatu yang selalu kau miliki dalam hidupmu.

Jika menurutmu ini bukan jalan yang tepat, kau selalu bisa beralih ke musik.

Ya.

Dulu aku tidak tahu harus memulai dari mana.

Sekarang aku tahu apa yang harus kulakukan.

Ah, aku...

Minggu kemarin, aku bahkan bergabung dengan band jurusan kedokteran.

Ah, aku juga bermaksud menghubungimu karena ingin memberikanmu sesuatu.

Sudah lama aku menyiapkannya untuk kuberikan padamu. Tunggu sebentar.

Dimana ya...

Ini. Ini untukmu.

Apa ini?

Tak bisakah kau tebak dengan melihatnya?

Ini buku rangkuman! Rangkumanku!

Aku ingin memberikannya padamu saat kau mulai belajar di jurusanmu itu.

Apa gunanya jika aku hanya menyimpannya?

Mulai sekarang, baca ini dengan rajin dan belajarlah.

Tapi, jangan tunjukkan ini pada anak-anak lain.

Aku bahkan berbohong pada juniorku bahwa aku menghilangkannya. Mengerti?

Ya.

Hei, kukatakan ini sekarang, kau tahu betapa takutnya aku saat tahu kau akan berhenti?

Ah astaga, dasar bocah.

Ya, aku juga sudah...

Di saat seperti itu, mungkin aku aku butuh sesuatu yang menenangkanku.

Orientasi Mahasiswa Baru Kedokteran Umum

Usia 20 tahun di Seoul.

20 tahun adalah usia dewasa dan

Seoul adalah kota yang tidak kukenal.

Usia yang tidak polos lagi dan kota yang tidak bersahabat dan mengerikan.

Perang, yang dikaitkan dengan berbagai koneksi telah dimulai dan

aku berdiri sendirian di medan perang yang tidak kukenal.

Halo! Fakultas Kedokteran Hebat! Semangat angkatan '94!

Saya Lee Jung Soo!

Lahir tahun 1975, baru lulus dari SMA,

Alumni SMA Sang Moon ke 74, Saya memberi hormat pada anda sekalian, senior!

Oh! Ya, minumlah!

Minum! Minum! Minum!

Hei. Apa yang kau lakukan?

Ah, tak apa, tak apa, tak apa. Sudah cukup.

Kau bisa berhenti minum.

- Dia adik kelasku. - Apa...

Sang Moon? Aku juga dari Sang Moon.

Jika aku tidak peduli dengan sesama alumni SMA Sang Moon, lalu siapa lagi?

Aku tidak mau!

Hei, kami mengadakan pertemuan alumni setiap bulan di ruang kendo. Kau harus datang, oke?

Ya, Sunbaenim! Ini sebuah kehormatan!

Tepuk tangan!

Mana bisa kau melakukan itu? Siapa yang tidak mempunyai adik kelas?

Jika kau melakukan itu lagi, aku takkan membiarkannya.

Huh?

Siapa selanjutnya?

Halo! Fakultas Kedokteran Hebat! Semangat angkatan '94!

Saya Jo Jae Hyun, si imut!

- Kau memang imut! - Dia imut, imut.

Saya lahir di awal tahun 1976 dan lulusan SMA Sains Hansung. Mohon bimbingannya.

- Hei, minum! - Minum. Minum!

Hei, cukup, cukup! Sudah cukup minumnya.

Ah, apa maksudmu? Hei, dia bahkan belum minum setengahnya.

Hei, dia adik kelasku. SMA Sains Hansung.

Hei. Apa guru Kim Ki Jin baik-baik saja?

Ya, dia baik-baik saja, Sunbaenim.

Apa kalian akan memudahkan adik kelas kalian?

Lakukan dengan benar, huh? Mulai sekarang, jika ada yang menyisakan minumannya, kau...

Akan kuambil tongkat dan kupukul...

Dia Hyung yang mengerikan. Dengarkan dia, mengerti?

Tampangnya saja mengerikan.

Selanjutnya.

H-A-L-O! Halo! Fakultas Kedokteran Hebat!

Semangat angkatan '94! Nama saya Sung Byeong Hoon!

Lahir tahun 74, saya mengulang, lulusan Pusat Belajar Jongroe.

Oh, benarkah? Minum ini. Ya? Ini.

Ah!

Apa ini? Kau bilang kau takkan memudahkan!

Dia adalah adik kelasku dari Pusat Belajar Jongroe.

More Indonesian subtitles for Reply 1994

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left