Prvních 200 řádků.
Ayo pergi saja.
"Episode 32"
Tetap saja, kita tidak bisa pergi seperti ini.
- Berjanjilah satu hal. - Apa?
Jangan beri tahu ibuku bahwa kamu putra Grup Taesan.
Apa?
Cepat ikuti aku.
- Kenapa mereka sudah pergi? - Lepaskan aku.
Astaga.
Astaga.
Itu mereka.
Sungguh pasangan yang serasi.
Tidak perlu malu.
Dia ibumu dan berhak penasaran.
Dia seharusnya tidak menanyakan itu, padahal baru mengenalmu.
Astaga. Hyo Sim, kamu bisa sedikit jelek saat marah.
Kurasa rumor itu benar.
Tolong jangan tertawakan ini. Aku serius sekarang.
Ini sebabnya aku tidak mau kamu bertemu ibuku.
Tapi aku tidak keberatan.
Jangan berdebat dengan ibumu soal ini.
Jika dia tetap tidak setuju,
katakan saja kamu mengencani Kang Tae Ho dari Grup Taesan.
Tidak mungkin.
Dia mungkin menginginkan menantu yang akan mempermudah hidupnya.
Aku sangat mengerti.
Dia seharusnya menginginkan pria yang dicintai putrinya,
bukan menantu yang bisa dia manfaatkan.
Kenapa Hyo Sim marah
padahal pemuda itu tidak peduli?
Baiklah.
Aku tidak akan memberitahunya jika itu yang kamu inginkan.
Bagaimana?
Ini sudah larut, jadi, kamu harus pulang.
- Bagaimana denganmu? - Aku akan bicara dengan ibuku.
Jaga dirimu. Sampai jumpa besok.
Jangan meributkan ini dengan ibumu.
Aku baik-baik saja.
Astaga!
Bu Chae, halo. Sudah lama tidak bertemu.
Anda baik-baik saja?
Berkat perhatian Anda,
aku bisa pindah dan baik-baik saja.
Begitu rupanya.
Omong-omong, sedang apa kalian di sini?
Itu? Kami sedang berjalan-jalan.
Omong-omong, Hyo Sim, siapa pemuda itu?
Apa dia pacarmu?
Bu Kkeut Soon, akan kuberi tahu lain kali.
Saat ini, aku harus bicara dengan ibuku.
Lantas, sampai jumpa. Udaranya dingin, jadi, jangan lama-lama.
Hyo Sim, jangan seperti itu dan ceritakan tentang dia.
Siapa dia?
Apa dia pria yang akan kamu nikahi?
Ibu, kita harus bicara.
Bicara soal apa, Anak Nakal?
Tae Ho datang jauh-jauh untuk menemui Ibu,
dan begitu cara Ibu memperlakukan tamu?
Tamu apanya?
Dia pencuri yang mengincar putri ibu.
Jangan bicara seperti itu tentang pria yang kusukai.
Bagaimana bisa memperlakukan orang yang disukai putri Ibu dengan buruk?
Ibu tahu betapa memalukannya itu?
Kamu dipermalukan?
Maksudmu kamu malu karena ibumu?
Benar. Ibu membuatku malu.
Apa? Ibu tidak percaya padamu.
Dia datang jauh-jauh demi putri Ibu.
Bukankah setidaknya Ibu harus berterima kasih?
Kenapa ibu harus berterima kasih?
Yang benar saja. Kenapa dia menyukaimu?
Dia jelas punya motif tersembunyi.
Dalam hal apa? Apa yang dia inginkan dariku?
Penampilanku biasa saja dan tidak terlalu manis.
Keluarga kita tidak kaya
dan aku punya ibu yang bermulut kasar.
Dasar kamu...
Aku menghabiskan sebagian besar hariku bekerja bercelana olahraga,
tapi dia tetap sabar dan peduli padaku.
Dia bahkan menghiburku saat aku membutuhkannya.
Siapa di zaman sekarang
yang meminta restu orang tua hanya untuk mengencani seseorang?
Tapi karena Ibu adalah ibu dari wanita yang disukainya,
dia berusaha membuat Ibu senang dan meminta makanan.
Tapi Ibu tidak bisa memberinya makanan
dan bertanya berapa penghasilannya sebulan.
Manusia yang baik tidak akan pernah melakukan itu.
Apa? Manusia yang baik?
Anak orang lain sama berharganya dengan anak Ibu sendiri.
Dia pria yang mencintai putri Ibu sendiri.
Kenapa Ibu bodoh sekali?
Apa katamu? Bodoh?
Kamu menyebut ibu bodoh?
Ya. Aku bilang Ibu bodoh. Apa yang akan Ibu lakukan?
Apa?
Hyo Sim, kamu!
Terpesona oleh seorang pria
tidak memberimu hak untuk bicara seperti ini kepada ibu.
Bodoh, katamu?
Bagaimana itu bukan bodoh?
Bukan begitu cara Ibu memperlakukan seseorang
yang datang menemui Ibu demi putri Ibu.
Apa? Apa itu? Bagaimana bisa kamu...
Pokoknya, jangan khawatir karena aku tidak akan menikah.
Apa?
Aku tidak akan menikahi siapa pun, entah itu Tae Ho atau orang lain.
Kenapa tidak?
Kamu harus menikahi orang yang lebih baik daripada Tae Ho itu
jika ada.
Ibulah alasanku tidak mau.
Apa?
Ibu tidak akan memperlakukan menantu Ibu dengan lebih baik.
Kenapa aku harus menikah dan membuat hidup lebih sulit
untuk putra orang lain?
Aku tidak akan pernah menikah,
dan aku akan menjauh dari hidup Ibu mulai sekarang,
jadi, jangan memanggilku lagi.
Dasar anak nakal.
Kamu! Hyo Sim!
Hei!
Sun Soon.
Apa yang terjadi?
Aku hendak mengikuti Hyo Sim masuk,
tapi tidak jadi setelah mendengar kalian bertengkar.
Omong-omong, kenapa Hyo Sim pergi begitu saja?
Apa yang baru saja terjadi?
Sulit kupercaya.
Astaga.
Astaga!
"Vila Uicheon"
Untuk kesekian kalinya, aku baik-baik saja.
Bagaimana mungkin kamu baik-baik saja?
Ikut aku ke dalam.
Yang benar saja. Kubilang aku baik-baik saja.
Sulit kupercaya.
Tidak sakit.
Ayolah. Aku tidak akan menyebut ini cedera.
Pak.
Apa tidak sakit karena aku dari keluarga Taesan?
Kenapa kamu berkata begitu?
Apa hubungannya ini dengan kamu berasal dari keluarga itu?
Kamu yakin?
Tidak ada hubungannya dengan latar belakangku?
Tentu saja tidak.
Kamu pikir aku jatuh cinta padamu dan menikahimu
karena aku tahu siapa kamu?
Bagaimana aku tahu
jika kamu tidak memberitahuku siapa kamu?
Kamu biasa tidur di luar kantor lamaku.
Syukurlah kalau begitu.
Meskipun kamu tahu, apa boleh buat.
Apa maksudmu?
Mulai hari ini, aku tidak ada hubungannya dengan keluarga itu.
Kenapa tidak?
Aku sudah memutuskan saat melihat Pak Yeom memukulmu.
Aku akan memutuskan hubungan dengan Grup Taesan.
Aku tidak akan kembali sampai aku mati.
Ini sudah berakhir selamanya.
Sungguh?
Maafkan aku, Bu Jang.
Aku kehilangan kendali tadi.
Aku keterlaluan di hadapanmu.
Untuk itu, aku minta maaf lagi.
Jika kamu tidak memukulinya,
aku akan melakukan sesuatu sendiri.
Aku tidak peduli. Aku tidak akan menemuinya lagi.
Lalu kamu akan meninggalkan Nona Tae Hee?
Apa lagi yang bisa kulakukan?
Keluarga mana yang mau menerimanya jika dia sudah menikah?
Dia mendaftarkan pernikahan mereka meski tahu itu!
Bu Jang.
Tuntut agar pernikahannya dibatalkan.
Kamu tahu seperti apa Tae Hee.
Kita beruntung jika dia tidak bertindak lebih jauh.
Pergilah. Aku harus tidur.
Kepalaku.
Kepalaku terbelah dua.
"60 Ayam"
Kamu tidak mau tidur, Pak?
Kembalilah ke dalam.
Biar kubersihkan sebentar.
Astaga.
Halo?
Halo?
Halo, Ibu. Ini menantu Ibu.
Aku sungguh minta maaf atas kejadian tadi.
Aku minta maaf karena datang dengan tangan kosong.
Aku ingin membawakan sesuatu yang Ibu suka lain kali aku berkunjung.
Apa yang Ibu suka?
Ibu tidak perlu khawatir tentang Tae Hee.
Aku menyadari betapa kasarnya dia kepada Ibu.
Aku akan memberinya pelajaran sebelum kunjungan kami berikutnya.
Jangan terlalu khawatir.
Beraninya kamu meneleponku.
Siapa yang kamu panggil "Ibu"?
Tutup teleponnya sekarang juga!
Astaga, Ibu.
Lihat pukul berapa ini.
Aku akan sering menelepon Ibu.
Tidur yang nyenyak, Ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.