Prvních 170 řádků.
Sebelumnya di Vikings...
Aku punya sesuatu untukmu.
Kau masih merasakan sakit. Di dalam sini.
Ini obat China.
Kau dan Ragnar butuh pasukanku.
Kita akan pergi ke Paris.
Musnahkan bangsa Kristen itu./ Ya!
Pernahkah kau bertemu Harbard?
Belum.
Mungkin Ibumu sudah.
Aku tak akan pernah ingin melupakan rupamu saat pernikahan kita.
Earl Kalf sudah mati.
Panjang umur Earl Ingstad!
Kau adalah pembuat perahu yang telah menolong Ragnar jadi terkenal.
Kenapa dia memusuhi orang sepertimu?
Karena aku membunuh orang Kristen peliharaannya.
Untuk pertemanan baru./ Skol!
Jika kita kehilangan Paris, kita akan kehilangan segalanya.
Kita harus pertahankan Paris apapun resikonya.
Saat saudaraku kembali,
segalanya akan diputuskan di sini.
Tunggu di sini.
Ini kuburan Earl Kalf?
Boleh kutanya kenapa kau membunuhnya?
Aku sudah berjanji.
Aku berjanji akan membunuhnya karena merebut kerajaanku.
Kurasa kau ingin pergi,
karena Earl Kalf sudah mati.
Tidak.
Aku berharap kembali ke Paris, denganmu dan Ragnar.
Kemarilah, Guthrum.
Aku akan segera pergi.
Erlendur juga ikut.
Kusarankan kau dekatlah dengan temanmu,
karena beberapa dari mereka akan mati dengan cepat.
Dan yang lainnya...
Yang lainnya akan mengkhianatimu.
Kau mengerti?
Erlendur...
Jika kau bersedia berbagi perahu dengan banyak wanita,
Maka kau boleh ikut denganku ke Paris.
Pertama,...
Aku ingin mengumumkan bahwa kita akan ke Paris tiga minggu dari sekarang.
Tapi hari ini adalah hari ini,
dan kita di sini mengadakan upacara penting,
yang mana kedua puteraku, Ubbe dan Hvitserk,
akan menerima gelang suci mereka.
Berlututlah.
Terimalah sajian ini dari tanah dan garam
untuk mengingatkan kalian bahwa kalian adalah milik bumi dan lautan.
Gelang ini menyimbolkan pertambahan usia kalian.
Juga untuk mengikat kalian untuk setia dan patuh padaku,
Raja dan Ayah kalian.
Setiap sumpah yang kalian ucapkan atas gelang ini harus ditepati,
atau kalian harus berkorban kehormatan dan ditempatkan ke Valhalla.
Kalian paham?
Ya, Ayah./ Ya, Ayah.
Kalian juga bersumpah?/ Ya, Ayah.
Ini!
Pakailah gelang kalian, adik-adikku!
Kemarilah.
Aku akan ajak mereka ke Paris.
Mereka terlalu muda.
Mereka ikut atau tidak, itu keputusanku,
dan mereka tidaklah terlalu kecil untuk sekedar melihat.
Lagipula, mereka lebih aman denganku daripada bersamamu seperti sebelumya,
sejauh yang kuingat.
Keluarga, para sahabat dan hadirin sekalian,
Aku memanggil kalian semua berkumpul karena aku telah membuat keputusan penting.
Alfred...
Duduk sini.
Aku akan mengirim cucuku, Pangeran Alfred, melakukan perjalanan spiritual ke Roma,
supaya dia bisa melihat kota suci dan bertemu Paus yang Agung.
Ide ini diberikan padaku atas usul Pastor Prudentius,
dia sendiri akan mengunjungi kota suci
dan bersedia menjadi pemandu Pangeran Alfred.
Kini, beberapa dari kalian akan bertanya,
kenapa mengirim Alfred dan bukan kakaknya?
Dan jawabanku adalah ini.
Kita semua tahu akan keadaan kelahiran Alfred.
Itu adalah kepercayaanku,
dan masih tetap kupercaya,
bahwa Alfred telah dipilih oleh Tuhan untuk hal besar.
Perjalanan ini akan menjadi persiapan
untuk rancangan masa depan yang telah digariskan Tuhan padanya.
Aku berharap, Ayah, engkau membicarakan ini padaku terlebih dahulu.
Perjalanan ke Roma penuh bahaya tak terduga. Anak ini masih terlalu kecil.
Ya, aku sadar akan bahayanya,
karena itulah aku juga berharap kau mendampingi puteramu
supaya kau bisa melindungi dan membuat dia nyaman.
Anakku,
orang beriman sepertimu tak akan menolak sebuah perjalanan spiritual
menuju pusat takdirmu,
bahkan langsung bertemu dengan keturunan St. Peter.
Tidak. Siapa yang akan memimpin pasukan kita melawan Mercia
dan mengembalikan tahta Sanga Ratu?
Oh, tak usah cemaskan itu. Aku sendiri yang akan memimpin.
Berapa lama perjalanan ke Roma?
Pastor...
Tanya dia sekali lagi.
Berapa lama waktu perjalanannya?
Yang Mulia, kita akan berjalan sekitar 12 mil sehari,
dan seluruh perjalanan itu adalah 1.100 Mil.
Itu akan sangat melelahkan.
Hanya kakimu yang lelah, Yang Mulia,
tapi di akhir perjalanan itu,
jiwamu akan dipenuhi oleh kegembiraan dan kebahagiaan.
Mmm.
Shh!
Biar aku yang simpan obatku.
Kau tak perlu menyuapiku seperti anak kecil.
Tapi kau seperti anak-anak ketika memakan obat ini,
dan seseorang perlu pengendalian, dan itu tak bisa kau lakukan.
Lantas bagaimana aku mendapatkannya ketika aku di Paris?
Mudah saja. Bawa aku bersamamu.
Aku ingin ikut.
Aku tak mau tinggal di sini.
Kau bilang aku boleh lakukan apa yang kumau,
tapi kau menahanku di sini seperti tikus di dalam kandang.
Tidak.
Hanya itu satu-satunya cara kau dapatkan obatmu.
Dan kau mungkin butuh aku untuk hal lain juga.
Hal lain apa?
Aku bisa bahasa Frankia.
Kau bisa?
Biar kutanya satu pertanyaan.
Aku ingin tahu hari kematianku.
Kau akan mati di saat orang buta melihatmu.
Benarkah?
Jangan berdusta padaku.
Mau percaya atau tidak itu terserah padamu.
Tapi ketika waktunya tiba,
kita berdua akan tahu apakah itu benar atau salah.
Jangan buang waktumu menengok ke belakang. Kau tak mengarah ke sana.
Kencangkan ikatan!
Seimbangkan perahunya!
Jadi, Floki,
bagaimana perasaanmu?
Aku senang.
Aku merasa di antara teman-teman.
Itu karena kau di antara teman-teman, Floki.
Kau dan kami, kita sama. Aku merasakannya.
Tapi, jujurlah,
tidakkah kau lebih memilih bersama Ragnar?
Hmm?
Tidak.
Aku di sini dengan teman baru. Yang mencintai para Dewa sama sepertiku.
Dan tak akan mengkhianati mereka.
Cincin itu lagi. Aku tak mengerti. Di mana kau menemukannya?
Aku ambil dari pengelana yang mencoba membunuhku.
Kini kau paham?
Sigurd, ada apa?
Tak ada.
Saudaramu tak ada. Kau tak punya teman bermain,
mainlah dengan keponakanmu, Siggy.
Kau mau keluar?
Kau kotor sekali.
Kau tak pernah mandi?
Ibu!
Jangan takut.
Tetap awasi!
Kita keluar arah. Kita harus mengarah ke Selatan.
Semuanya, cari kapal rekan lain.
Amin.
Amin.
Selamat jalan, pengelana suci.
Semoga Tuhan melindungi dan membahagiakanmu
di perjalanan jauhmu,
dan semoga kau menikmati buah-buahan-Nya.
Alfred,
No comments yet. Be the first to leave one.