Prvních 198 řádků.
Maksudku, kenapa tidak ada yang menghubungiku?
Who-joon si muka dua. Ini berita besar.
Hei, geser. Minggir.
[Jika kau terus bersikap manis, hidupmu akan berakhir.]
Apa itu caramu meminta maaf?
Minta maaflah kepada ibumu jika kau ingin meminta maaf.
Lalu kembali ke apartemen studiomu.
Shin-hyuk akan pindah kemari.
Kalian akan menikah?
Pasangan tinggal bersama bukan hanya untuk menikah.
Apa maksudmu?
Kau orang dewasa bukan hanya karena usiamu bertambah.
- Jika kau mau tinggal dengannya... - Hentikan.
Aku akan mengurus hidupku sendiri,
agar kau bisa menemukan jalan hidupmu.
Hati-hati di rumah.
Sampai jumpa.
Pastikan kau menjaga rumahku, ya?
Menjaga apa? Tak ada yang bisa diambil.
Halo?
Kau reporter?
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Dia bilang hanya boleh pergi ke tempat yang diperintahkan,
dan ini tempatnya?
Aku seperti bunga yang dia kirim ke bisnis baru.
Aku selalu datang berfoto tiap kali ada tempat baru buka.
Kenapa dia tidak membuat selebaran dengan fotoku dan membagikannya?
- Senyum. - Bagaimana bisa sambil mengunyah...
Halo.
Kau pasti sangat sibuk, tapi suatu kehormatan kau hadir di pembukaan.
Tentu.
Boleh aku berfoto denganmu?
- Apa? - Tentu.
Terima kasih. Dan tolong beri kami tanda tangan.
[adalah kata yang tidak cocok untuk menggambarkan tempat ini.]
Kau sangat jenaka seperti popularitasmu.
Aku akan siapkan kopi spesial kami
untuk kalian bawa sebelum pergi.
Baiklah.
Tidak.
Aku tidak bisa mengambil sesuatu secara gratis.
Apa?
- Terima kasih banyak. - Tentu.
Kartu kredit.
Apa yang kau lakukan?
50 kopi dan 50 kotak makan siang.
Ya, totalnya 750.000 won.
- Pembayaran langsung. - Baik.
Itu kartu kredit perusahaan, jadi, kita bisa menuliskannya sebagai biaya.
Ini kartumu.
- Terima kasih. - Tentu.
Aku melihat gadis itu kemarin. Florence atau semacamnya.
Florence? Ada grup bernama Florence?
Ada grup wanita yang bubar tanpa kesuksesan.
Ada anggota yang paling cantik, dan namanya...
In-hyung atau semacamnya.
Aku tak pernah melihatnya usai bubar, dan kurasa dia menemukan pria kaya
- untuk membiayai hidup mewahnya. - Astaga.
Aku melihatnya berbelanja di pasaraya.
Itu yang selalu terjadi pada selebritas wanita yang tidak sukses.
Benar sekali. Dia hanya wanita mata duitan, 'kan?
- Sial, yang benar saja! - Astaga.
Maafkan aku. Ini salahku.
Biar kubayar biaya penatu bajumu.
Kau tidak perlu membayarnya.
Kau bisa membelikanku kopi nanti.
Apa kau mata duitan?
Apa?
Maafkan aku. Ini salah paham.
Ini sebabnya tidak boleh memfitnah orang karena kesalahpahaman.
Apa katamu?
Itu hal yang sangat buruk.
Terima kasih atas pelajarannya.
Joon, ayo.
Aku tidak percaya ini.
Kami akan mengganti kerugianmu.
Tolong hubungi aku.
Permisi, kau Reporter Choi Hee-gun?
- Apa kau Nona Lee Geun-young? - Ya.
Halo, aku Choi Hee-gun dari "Attention".
Aku tidak membawa kartu nama.
Karena kita di industri yang sama,
tidak usah basa-basi dan langsung ke intinya.
Kenapa kau melempar sepatumu?
Apa karena sifat asli Who-joon yang kau sebutkan di surel?
Ya, benar sekali.
Jika kau memberitahuku alasan melempar sepatu itu,
aku mungkin bisa mengetahui sifat aslinya.
Beri tahu aku alasannya.
Nasib buruk itu dimulai di pembukaan akbar kelab JJ.
Sebelah sini!
[Kami dengar Who-joon ada di sana, jadi, kami meliput beritanya.]
- Who-joon! - Lihat kemari!
Lalu aku melihatnya bersama seorang wanita di ujung lorong.
Bukankah ini berita besar? Bukankah begitu?
Bisakah kau membiarkan itu?
Tidak, kurasa kau benar.
[Aku penasaran, jadi, aku terus mengawasi mereka.]
Permisi.
Kau tidak menjelaskan apa yang terjadi?
Aku mencoba menjelaskan.
Tapi aku tidak bisa menahan pengaruh miras,
jadi, aku muntah sedikit, tidak terlalu banyak.
Lalu dia menjadi sangat marah, memarahiku, dan memperlakukanku...
Karena jurnalis sampah sepertimu.
seperti jurnalis sampah.
Yang lebih penting adalah
dia membuatku dipecat karena hal ini.
Apa?
Ini sifat aslinya, sangat berbeda dari reputasinya.
Kurasa aku harus mengungkap kebenaran ini ke seluruh dunia.
Jadi, apa yang kau harapkan dari ini?
Dipekerjakan kembali, tentu saja.
Apa pun sifat aslinya,
kurasa itu bukan alasan yang cukup untuk membuatmu dipekerjakan kembali.
- Apa? - Pikirkanlah.
Jika mereka menerimamu kembali setelah ini,
mereka tidak akan langsung memecatmu saat diminta Who-joon.
Kau sudah gila?
Aku menyuruhmu ke sana untuk makan, bukan memborong seluruh stok mereka.
Selain itu, kau membuat keributan dengan pelanggan?
Dia mengatai artis, jadi, aku hanya memarahinya.
Jika bukan tentangmu, seharusnya kau lupakan saja.
Memangnya kau siapa bisa memarahinya?
Aku harus membantu orang-orang di industriku.
Kenapa aku membuatmu tampak misterius jika kau keluar dan melakukan ini?
Kenapa kau ke kelab?
Apa itu juga untuk membantu kolegamu?
Aku tidak punya pilihan lain.
Akhir-akhir ini sepertinya kau tidak punya banyak pilihan.
Begitulah kau akan menjadi usang tanpa pilihan.
Bukankah kau sudah usang?
Jika aku sudah tua, tinggalkan saja aku. Apa masalahnya?
Beraninya kau menatapku seperti itu?
Apa kau sukses karena usahamu sendiri?
Aku yang memperbaiki tiap kali kau mendapat masalah.
Itukah alasanmu meninggalkan JJ dan In-hyung?
Untuk menjadikanku bedebah ini, untuk berbuat sesukamu kepadaku?
Jika kau masih membahas kejadian itu dan menyusahkanku,
kau harus sadar.
Kau tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa insiden itu.
Kau tahu itu.
Aku tidak akan menjadi bedebah seperti ini,
jika kau tidak meninggalkan mereka semudah itu.
Hei, ayo. Ayo pergi.
Kau mau ke mana? Hei!
Harganya 3.000 won.
["Attention": "Who-joon Bermuka Dua? Mungkinkah Kisahnya Benar?"]
[Lee mengatakan Who-joon membuatnya dipecat dari majalah.]
[Apa Who-joon punya kekuasaan sebesar itu?]
[Aku ingin menanyakan ini saat dia melampiaskan amarahnya.]
[Apa ceritanya benar dan merupakan keseluruhan cerita?]
Kapan aku melampiaskan amarahku?
Orang bisa sedikit emosional saat bicara.
Aku tidak percaya pria ini.
Hei.
Komentar?
Apa yang orang katakan? Bacakan beberapa.
["Berhentilah mengarang cerita. Tulis saja resumemu."]
["Kurasa pembenci telah berevolusi. Klaim pemecatan ini baru."]
["Dia mata duitan. Semua orang terkenal menderita karena orang mata duitan."]
["Orang berusaha mencari tahu siapa dia. Dia akan dikucilkan oleh dunia."]
Mi-jung, aku tidak akan sabar lagi.
Baiklah.
Begitu.
Baiklah.
Kenapa kau tiba-tiba ingin menjalani terapi infus?
Aku merasa lelah beberapa hari ini.
Aku akan malu jika pingsan saat pertemuan.
Pasti karena pertemuanmu di majalah itu.
Tidak. Lagi pula, majalah apa?
Jangan hiraukan dia. Lagi pula, dia tidak akan ada di sana.
Aku tidak yakin ini kekuatanmu atau kekuatan Pak Bae,
tapi dia sudah ditangani.
Sudah ditangani? Apa dia dipecat?
Astaga. Kukira itu yang kau inginkan.
Sudah habis.
Biar kupanggil perawat.
Mereka tidak perlu memecatnya.
[Jangan gunakan ketenaranmu untuk hancurkan hidup orang!]
[Jangan gunakan ketenaranmu untuk hancurkan hidup orang!]
Hei, Hee-gun. Lama tidak bertemu.
Kau sudah membaca artikelku?
Ya.
Tapi kau harus berhati-hati terhadap dia.
Sepertinya yang tersisa padanya hanya kebencian.
[Surel yang dia kirim ke wartawan sudah kuteruskan ke Ji-hyung, periksalah.]
Baiklah.
Aku tahu kau selalu menjagaku. Terima kasih, Hee-gun.
Apa itu Pak Choi?
Aku berniat memberikannya nanti.
Lihatlah.
Ya, Pak Bae.
Kami dalam perjalanan.
Apa?
Baiklah.
Joon, para reporter gempar karena wanita itu.
Dia menjadwalkan wawancara.
No comments yet. Be the first to leave one.