Prvních 200 řádků.
Tidak! Tidak…
Jadi, jika kita tak bisa pulang,
lalu jika TARDIS tidak rusak, maka apa artinya?
Planet Bumi yang rusak, atau 2025 yang rusak?
Apakah kita diserang, tertabrak meteor, atau ditepis oleh ngengat raksasa?
Bayangkan ngengat sebesar itu!
Sungguh?
Karena orang tuaku berada di sana.
Jika ini hari Jumat, maka mereka pergi ke bar bersama teman-teman,
lalu ayahku menyanyi, orang-orang tertawa, kemudian seluruh ruangan itu menyanyi.
Apakah hal itu masih terjadi, Dokter?
Apakah mereka aman?
Kuharap begitu.
Kau harap?
Kemarilah.
Aku akan menemui ibu dan ayahmu,
dan membuat ayahmu tertawa.
Ibumu juga boleh bersiul tentang pantatku.
Aku pun akan menyanyi. Aku yang menyanyi.
Itulah janjiku.
Kau tak bisa berjanji.
Pandang aku.
Aku bisa.
Akan kulakukan.
Aku berjanji.
Baik…
Belinda Chandra, kita keluar dan dapatkan hasil Vindikator,
karena setiap hasilnya mendekatkan kita ke rumah.
Kita mendarat di mana?
Ini 500.000 tahun ke depan. Kita melompat, Sayang.
Itu lompatan besar.
Apa kita masih ada?
Maksudku… Maksudku aku, umat manusia.
Apakah masih ada manusia 500.000 tahun lagi?
Selalu ada umat manusia.
Manusia menjelajahi antariksa, dan menguasainya.
Pergi ke mana-mana, melintasi bintang-bintang.
- Mau lihat? - Tunggu.
Apa mereka masih berbahasa Inggris?
TARDIS akan menerjemahkan.
Cobalah.
Apa kita boleh berganti pakaian?
Teman, kau mulai menikmati petualangan ini!
Akhirnya. Ayo!
Apa…
- Baiklah! - Ayo.
Itu tampak keren.
TELEPON POLISI
Hai, kuharap kalian tak keberatan.
Namaku adalah Si Dokter, ini Belinda.
Kami hanya mampir.
Helm!
Kenakan!
- Patuhi saja. - Segel otomatis, nyalakan!
- Lalu, lompat! - Apa?
Melompat? Apa maksudmu? Kita tidak…
SUMUR
Tak apa-apa…
Lihat.
Astaga.
Kehidupan bersamamu ini…
Aku tahu.
Tapi…
Lihat.
Jelaskan diri kalian.
Sekarang juga.
Namaku adalah Si Dokter.
Ini Perawat Belinda Chandra.
Siapa komandan kalian di pangkalan?
Ketua Skuadron Chinchappa.
Pangkatku di atas Chinchappa. Lihat?
Mohon maaf.
Aku Ketua Peleton Shaya Costallion.
Tak dikabari tentang kehadiran kalian.
Itulah intinya.
Kami semacam pelanggan misterius.
Kini, kami hanya perlu menjalankan Vindikator…
Selesai. Sayang, Vindikator sudah selesai.
Kini, kalian bisa mengembalikan kami ke kotak biru kami,
yang berada di kapal kalian di angkasa.
- Secepatnya. - Bagaimana caranya?
Wah, apakah ini tes?
- Ya. - Ya.
- Ya… - Ya.
Ini Planet 6-7-6-7, atmosfernya bermuatan Radiasi Galvanis.
Itu akan melucuti mesin.
Kapal perlu meluncur turun dengan kecepatan mundur.
Itu akan butuh berapa lama?
Lima jam.
Jadi,
kita punya waktu lima jam?
Masih bisakah kita bernapas selama lima jam?
Bisa bernapas di dalam pakaian itu selama lima bulan.
Jawabanmu benar. Bagus.
Jadi, bayangkan aku tak tahu apa pun tentang misi ini.
Jelaskan kepadaku dari awal,
kalian sedang apa di sini?
Karena Radiasi Galvanis itu sulit.
Tak ada yang bisa hidup di planet seperti ini, tapi kalian kemari.
Untuk apa?
Pangkalan Koloni 15.
Operasi penambangan dasar dengan sumur merkuri
mengelupas selapis Karbon 46.
Sejak 15 hari silam, kami hilang kontak.
Pangkalan membisu.
- Berapa anggota koloni? - Ada 35 orang.
Serdadu 3, ada tanda kehidupan?
Nihil. Tak ada gerakan.
Kubah tidak rusak.
Kita tak bisa mencari detak jantung karena radiasinya, maka masih ada harapan.
Harapan tidaklah relevan.
Terima kasih.
Semua serdadu, maju.
Bilik kedap udara hanya memuat enam orang.
Dokter dan Belinda bersamaku, juga Serdadu 1, 2, 3.
Serdadu 4 sampai 9, menyusullah.
Serdadu 10, berjagalah di luar.
JUMLAH PERSONEL MAKSIMUM 6
Tim Dalam, buka helm.
Singkirkan perangkat jet.
Serdadu 2, serang. Tangani Lorong Satu.
Ancaman apa pun terhadap nyawa kau diizinkan membunuhnya.
Aku terus berpikir,
planet ini tak berpenghuni, tapi mereka menambangnya.
- Mungkinkah ada kehidupan di bawah tanah? - Mustahil. Radiasinya menembus segalanya.
Sampai ke intinya.
Seluruh planet ini dingin, tanpa kehidupan, dan mati.
Kalian sebaiknya tetap pakai itu.
Aku cuma tak menyukai penampilanku, Sayang.
Aku datang dengan damai.
Tak pantas jika kau memanggilku Sayang.
Baiklah, Manis.
SISTEM GAGAL
Ada jasad.
- Jangan menyentuhnya! - Dia mungkin masih hidup.
Baiklah, tidak. Maaf, itu… Dia sudah lama mati.
Kurasa lehernya patah.
Atau…
seluruh tubuhnya patah.
Astaga.
Yang ini tertembak di punggung.
Tembakan laser.
Pasti ada pertikaian.
Tapi kenapa?
Nihil di sini.
Yang ini patah lehernya.
Yang ini ditembak dengan laser.
"Chalona Rosani."
Maafkan aku, Chalona.
Kami akan menemukan hal yang menimpamu.
Mereka memecahkan semua cermin.
Di tiap ruangan. Tak ada cermin.
Kau benar. Di sini juga.
Apa pun pelakunya pasti kuat.
Setengah koloni ditembak, setengahnya lagi diserang.
Pertikaian macam apakah itu?
Bagaimana jika tak ada penyintas?
Kita akan berbuat apa?
Hal yang seharusnya dilakukan sejak awal.
Tembak tempat ini dari orbit.
Ada detak jantung!
Siagakan senjata.
Satu detak jantung, di dalam ruangan itu.
- Mungkin penyintas. - Mungkin pembunuhnya.
Mungkin keduanya.
Skuadron, jaga jarak aman.
Bisakah kalian membawaku pulang?
Manis, kami bisa melakukan apa pun keinginanmu.
- Jangan mendekat. - Dokter, berhati-hatilah.
Aku punya seorang putri di Monpasso.
Dia bersama kakeknya. Baru berusia dua tahun.
Aku hanya ingin menemuinya.
Itu Sal. Aku menembaknya. Memang.
Tapi dia ingin membunuhku.
Kau. Jangan bergerak.
Pandang aku tiap saat. Kau mengerti?
Ya.
Siapa kau?
Namaku Aliss Fenly. Aku hanya ingin pulang.
Terkonfirmasi pada manifes.
Aliss Pabba Fenly, 28. Warga Monpasso.
Satu putri, Pelody.
Semuanya harus tetap terdengar. Tanpa percakapan pribadi.
- Baiklah. Mengerti. - Ya.
Tahun berapa pun,
bahasa isyarat masih membuat orang paranoid.
Hai, namaku Si Dokter.
Aku tak membutuhkan dokter, hanya ingin pulang.
Aliss, jelaskan kejadiannya. Kenapa kau membunuh wanita ini?
Tapi mereka…
Mereka semua menggila.
Setiap orang menggila, dan terjadinya begitu cepat.
Tapi kau tidak menggila?
Itu adalah Sal. Dialah temanku.
Tapi dia hampir membunuhku dengan tangan kosong.
Aku belum pernah menembak seumur hidupku, tapi mau bagaimana lagi?
Aku hanya koki.
Aku sudah 12 bulan berada di sini, memasak untuk mereka. Hanya itu.
Tapi itu pun bukan memasak.
Aku hanya membuka protein yang dikemas, lalu menambahkan garam.
No comments yet. Be the first to leave one.