Prvních 200 řádků.
Sebelumnya di Legacies...
- Hope, bawa aku. - Aku tak bisa.
- Siapa kau? - Seluruh dunia telah melupakanku,
dan kekasihku telah melanjutkan hidup.
Kirim aku kembali, dan aku akan menjadi penjahatnya.
Panggil aku Kepsek.
Aku akan membuatmu bangga.
Aku akan menghancurkan Hope Mikaelson.
Para monster itu kembali. Entah bagaimana atau kenapa
- atau apa itu akan berhenti. - Aku pernah melakukan sihir hitam.
Katamu kau punya sesuatu yang bisa membantu.
Kurasa ini berhasil.
Ya, benar.
Aku tahu cara mengembalikan memori Malivore semuanya.
Kau ingat dia. Itu mengubah semua, 'kan?
Entahlah.
Pernah punya memori saat tak yakin
kalau itu benar-benar terjadi atau hanya mimpi?
Nalarmu tak bisa menerimanya, jadi, kau melupakannya.
Kau yakinkan diri itu hanya imajinasi.
Bagaimana kalau itu bukan mimpi?
Bahwa itu nyata.
Melapor untuk tugas gerbang!
Aku membawa bantuan.
Kau memulai hari baru,
lengkap dengan semua yang tak pernah kaupikirkan,
terbebani dengan pilihan yang tak seharusnya dibuat,
semua mengharapkanmu berbuat benar.
Jadi,
ini menyenangkan, 'kan?
Bersama-sama lagi.
- Bagus. - Luar biasa.
Kalian tak saling berbicara
karena memperebutkan cinta
dari pria yang sama...
Kita lebih berevolusi dari itu sebagai wanita.
- Tentu. - Benar sekali.
Bagus. Karena, jujur,
aku amat baik-baik saja.
Gajiku bagus. Pikiranku jernih.
Semua gangguan mental hanyalah imajinasiku
yang disebabkan dua vampir manipulatif
yang akan tetap menjadi musuhku.
Kenapa dengan Sebastian?
Kepsek ingin kita mengajaknya
agar dia tak berkeliaran.
Tapi setelah dengan sengaja membuatku berpikir aku tak sehat,
takkan kubiarkan itu terjadi.
Maafkan MG.
Takkan pernah.
Dia tak berniat menyakitimu.
Dia merahasiakan sesuatu.
Itu tak keren.
Bukan hanya dia yang begitu.
Aku juga tak berniat menyakitimu.
Ya, itu tak keren.
Itu yang kupikirkan?
Ya.
Ini.
Aku tak butuh lagi.
Terima kasih.
Lihat kita.
Pikiran dan hati yang jernih.
Kekuatan intelektual
mengalahkan emosi.
Bergerak maju dengan harga diri.
Inilah definisi sejati kekuatan wanita.
Aku bangga dengan kita.
Halo, para penyihir.
Siapa kau?
Sebuah jawaban untuk sebuah jawaban.
"Ada dua bersaudari.
Yang satu melahirkan yang satunya.
Lalu yang satunya,
melahirkan yang pertama.
Siapa mereka?"
- Mereka... - Siang dan malam.
Mereka Siang dan Malam.
Sebagai hadiahnya, ketahuilah bahwa kalian
berada di hadapan penguasa tanah kuno.
Yang maha suci
dan maha agung sphinx.
Biasanya orang-orang lebih terkesan.
Ini semester yang melelahkan.
Prohibere.
Invisique.
Lihat? Kekuatan wanita.
Sambungkan ke Kepsek Vardemus.
Akan kutunggu.
Hei. Kabar baik.
Kami menangkap monster lain, sphinx,
kalau itu ada dalam kumpulan Malivore-mu.
Artinya zombie itu mungkin sudah mati terlindas, 'kan?
Kalau Malivore mulai mengirim dua monster langsung,
yang berarti... Baik.
Selamat pagi juga.
Kau menceritakan kisahmu.
Tapi sekarang,
dengan memori itu,
aku senang kau kembali.
Seandainya semuanya merasa begitu.
Beri mereka waktu.
Sebenarnya,
itu rencanaku.
Aku akan pulang untuk melakukan riset
cara menutup gerbang itu dengan bibiku dan teman-temannya.
Baik. Perjalanan pulang ini,
pulang-pergi atau
satu arah?
Jujur, aku tak tahu.
Maaf aku tak punya jawaban yang pasti.
Jelas, aku peduli denganmu dan juga Hope.
Posisiku sulit.
Aku tak ingin menanyakan ini,
tapi langsung saja.
Siapa yang kau pilih?
Aku masih tak tahu, karena aku bukan dia.
Aku hologram prismatik dari alam bawah sadarmu.
Kau tahu yang aku tahu.
Cari tahu sendiri.
Ya, tapi dia di perpustakaan, melakukan riset,
- dan menghindariku. - Maka kau tahu di mana dia.
- Aku harus bilang apa? - Dengar.
Lihat aku.
- Kau masih menginginkannya? - Tentu.
Tapi semua menginginkannya.
Bahkan Malivore juga.
Seandainya aku bisa menyerahkanmu.
Bagaimana kalau bisa?
Kau tak perlu duduk bersamaku.
Pasti kau punya kegiatan lain.
Aku akan tetap bersamamu.
Baik, tapi kau sudah bersamaku
selama 22 jam.
Kalau monster melewati gadis-gadis itu,
siapa yang melindungimu?
Kau saudaraku, bukan pengawalku.
Aku akan melindungimu, Ian.
Aku berutang kepadamu.
Karena Hope?
Kau tak berutang apa pun.
Biarkan aku melakukan ini.
- Hai. - Hai.
Bisa kita bicara?
Ya. Aku akan pergi.
Hei.
Aku punya ide gila.
Ini ide yang amat gila.
Tapi ini bisa berhasil, 'kan?
Kurasa bisa.
Tapi ini butuh sihir hitam
dan kita tahu bagaimana perasaan ayahmu
kalau kau melakukannya.
Masalah hidup-mati.
Dia akan menerimanya.
Secara teknis,
ini memungkinkan.
Bagus.
Trisula ini
akan berguna.
Yakin kau siap?
Yang seharusnya melakukan aksi berbahaya
- adalah Hope. - Bagaimana pendapatnya?
Bahwa kita sudah gila
dan tak perlu sok pahlawan.
Bagaimana meyakinkannya?
Hanya ada satu cara.
Hope!
Jangan pergi.
Aku membutuhkanmu.
Aku harus mencari tahu
- cara menutup gerbang. - Aku ikut.
Aku tak mau kehilanganmu lagi.
Aku mencintaimu, Hope Mikaelson.
Landon, aku juga mencintaimu.
Tentu.
Sial.
Kau harus mencari Hope?
Apa yang sedang terjadi?
Ini kebalikan dari kekuatan wanita.
Atau berpikir dengan jernih.
Ada dua Landon?
- Yang satunya adalah... - SimuLandon.
Aku menggunakan prisma itu untuk mewujudkan bawah sadarku,
lalu Josie mengubahnya menjadi golem.
Tunjukkanlah.
Kepsek Vardemus membantu kami.
Kami memakai trisula untuk mengikat
pikiran, tubuh, dan roh SimuLandon dengan mantra.
Mantra apa?
Jangan khawatir.
Dia memberiku jam pasir ajaib yang mencegah efek samping apa pun.
Josie, Ayah akan marah besar kalau kau melakukan sihir hitam.
Aku melakukan yang diperlukan untuk menutup gerbang itu.
Dia akan menjadi umpan.
Sphinx akan membawanya.
Aku tak mau.
Aku ingin bersama Hope.
Kita harus bicara dengannya
tentang ruang pribadi.
No comments yet. Be the first to leave one.