Prvních 200 řádků.
KARYA ASLI HARUKI MURAKAMI
Saat dia membuka pintu, ada Katak.
Saat pria itu pulang ke rumah,
ada Katak yang sangat besar seukuran manusia yang bilang,
"Gempa bumi besar akan terjadi lagi. Kali ini di Tokyo.
Bantu aku mencegahnya,
untuk menyelamatkan Tokyo dari kehancuran."
Untuk menyelamatkannya,
Katak harus bertarung dengan cacing di bawah tanah yang dipenuhi kebencian.
Jadi,
dia mau pria itu membantu dia.
Akankah mereka berdua
mampu mengalahkan Cacing?
Yang bisa kita lakukan
adalah menunggu ceritanya terungkap.
Selamat pagi.
Jumlah orang yang tewas atau hilang hampir mencapai 2.800.
Pagi ini, operasi penyelamatan skala penuh sudah dimulai…
Apa asapnya masih muncul?
Sudah lebih dari sehari, 'kan?
Pusat gempa terletak di sekitar Kota Kobe dan Kota Nishinomiya.
Banyak yang tewas atau terluka saat apartemen berdesain pantai runtuh
dan ada lebih dari 8.000 bangunan rusak sehingga orang-orang terjebak di bawahnya.
Ada 1.803 orang.
Masih ada orang yang terjebak di bawah gedung…
Masih sulit dipercaya.
Jumlah area di Kota Kobe dan Kota Ashiya yang membutuhkan
penyelamatan meningkat menjadi 816. Pasukan Bela Diri sudah menyelamatkan…
Kemarin kau tak makan?
Aku ambil saja.
Semalam aku bermimpi.
Aku belum pernah bermimpi sejak kita menikah.
Itu mimpi buruk pertama setelah sekian lama.
Mimpi tentang apa?
Aku tak ingat.
Kami ada di Distrik Kota Nagata di Kobe.
Langit makin cerah. Api berkobar dari bawah.
Asap kebakaran terus mencapai ketinggian ini.
TEWAS 1.681 ORANG, HILANG 1.017 ORANG
Berikut ini nama-nama korban yang baru dikonfirmasi.
Hideki Takami.
Michio Tokaji.
Shino Ueno.
Kentaro Ninomiya.
Takeshi Morimoto.
Shinya Adachi.
Tomiko Adachi.
Berikutnya, Distrik Kota Suma, Kota Kobe.
Choi Su-gwang.
Kota Nishinomiya.
Sho Takai.
Takamitsu Kato.
Yuri Nakakita.
Kota Ashiya.
Miyo Mori.
Berikutnya, Distrik Kota Higashinada.
Haruka Kato.
Seiko Chujo.
Wataru Mori.
Jun Kudo.
Distrik Kota Nada
Kengo Hashimoto.
Motohiro Kisoi.
Aku pulang.
Mimei?
"Aku tak berniat untuk pulang lagi.
Terus terang saja,
tak ada apa pun di dalam dirimu yang bisa kau berikan padaku.
Kau manis dan baik hati,
tapi bagiku,
aku merasa seperti hidup bersama segumpal udara."
Tapi itu bukan salahmu.
Aku yakin ada banyak wanita yang akan lebih mencintaimu.
Jika ada barangku yang tertinggal, buang saja.
Halo. Aku Kamisu, paman Mimei.
Masuklah.
Maaf. Aku tak pernah tahu Mimei punya paman.
Tidak apa-apa.
Omong-omong, tentang surat yang dia tulis…
Aku sudah membacanya.
Baiklah.
Kalau begitu…
Harap diisi.
PEMBERITAHUAN PERCERAIAN
Kedua saksi sudah mengisi.
MIMEI KOMURA
Kau cukup tanda tangan di namamu.
- Soal pembagian harta… - Tunggu.
Semua ini begitu mendadak.
Biarkan aku bicara langsung padanya.
Karena akulah yang datang, aku yakin kau bisa paham maksudnya.
Ayolah.
"Anggap saja seperti mimpi buruk."
Begitulah ucapannya.
Apa alasannya? Aku tak mengerti.
Mungkin hanya kau yang tak mengerti.
Apa?
Semua yang tertera di surat itu menjelaskan semuanya.
Satu-satunya kebenaran…
adalah ini.
Tanda tangani.
MIMEI
Kudengar kau cuti panjang.
Ya.
Sepertinya kau akan pergi ke suatu tempat.
Kenapa kau berpikir begitu?
Sangat jelas.
Pernahkah kau ke Hokkaido?
Belum pernah.
Maukah kau ke sana?
Kenapa?
Sebenarnya,
ada paket kecil yang mau aku kirim ke Kushiro.
Paket yang personal dan aku tak mau itu diperlakukan kasar.
Paket kecil?
Ini.
Temui adikku di Bandara Kushiro
dan berikan itu padanya.
Maka dia akan mengurus perjalananmu.
Juga,
tunggu di luar gerbang bandara sambil memegang kotak itu.
Jadi, adikku tahu kaulah orangnya.
Baiklah.
- Itu dia! - Terima kasih sudah menunggu.
Lama tak berjumpa.
KANTOR PUSAT KERANGKA REKONSTRUKSI GEMPA BUMI BESAR HANSHIN
ADA 5.244 ORANG TEWAS
Hei.
Pak Komura. Maaf. Apa aku membuatmu menunggu?
Kau…
Aku Keiko Sasaki. Kakakku bekerja denganmu.
Hai. Senang berjumpa denganmu.
Maaf, aku tak memperhatikan.
Tidak, salahku karena terlambat.
Ini temanku, Shimao.
Senang bertemu denganmu.
Kita pergi?
Kudengar istrimu meninggal. Pasti berat bagimu.
Apa?
Tidak, dia tak meninggal.
Tapi begitulah kabar dari kakakku.
Kami hanya bercerai. Dia baik-baik saja sepengetahuanku.
Sungguh?
Kenapa aku harus bohong?
Tidak mungkin aku salah dengar informasi sepenting itu.
Maaf karena ucapanku sangat tak sopan.
Tidak.
Tidak penting yang mana informasinya. Keduanya sama saja.
Aku sungguh minta maaf.
Tidak apa-apa. Jangan cemaskan itu.
Ya. Ini.
Kuberikan paketmu dulu.
Begini…
Jika tak keberatan, bisakah kau memegangi ini sekarang?
Apa?
Aku mudah lupa.
Jika aku menghilangkan ini, kakakku akan marah padaku.
- Tapi… - Itu benar.
Kau sangat pelupa, Keiko.
Maka kuberikan padamu nanti saja.
RESTORAN MARSH UTOPIA
Kau tak keberatan makan ramen?
Apa?
Ya.
Kushiro sangat dingin, 'kan?
Lumrah lihat orang tertidur dalam keadaan mabuk
dan akhirnya mati kedinginan di jalanan.
Ya.
Selumrah itu?
Jadi, berhati-hatilah.
Apa?
Siapa nama istrimu?
Apa?
Rasanya canggung memanggil dia istrimu.
Begini…
Namanya Mimei.
Mimei?
Bagaimana kanjinya?
"Mi", seperti dalam "belum", dan "mei", seperti dalam "nama".
Namanya artinya "belum punya nama".
Apa kau serius?
Ayahnya agak aneh.
Dia bermaksud memberinya nama yang tepat saat menemukan nama aslinya.
"Ayahku tak bisa memutuskan," begitu ucap Mimei sambil tertawa.
Ayah yang menarik.
Bukankah seolah menunda selamanya?
Silakan.
Meski aku sudah di sini, rasanya tak seperti aku sudah pergi jauh.
Aneh, 'kan?
Apa kau mau pergi jauh?
Ya.
Aku mau.
Tapi
kau tak bisa kabur dari dirimu sejauh apa pun kau pergi.
Sama seperti bayanganmu.
Hei, bolehkah aku bertanya lagi tentang Mimei?
Silakan.
Kapan dia pergi?
Lima hari setelah gempa bumi. Jadi, sekitar dua pekan lalu.
Apa itu ada kaitannya dengan gempa?
No comments yet. Be the first to leave one.