The King's Affection

The King's Affection (연모)

Stáhnout Indonesian titulky

Série 1

Informace o verzi

The Kings Affection S01 NF WEB DL Pahe in Complete
Komentář od ChoBot
Netflix Retail.

Tagy

web
Zveřejněno: 2022-01-01
Stažení: 17
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

SERIAL NETFLIX

Beri kekuatan sedikit lagi.

Kau sangat hebat, Yang Mulia.

Yang Mulia telah melahirkan seorang putra.

Yang Mulia?

Bayi kembar tidak diperkenankan lahir di dalam kerajaan!

Lagi pula, bagaimana bisa seorang pangeran akan diakui

bila dilahirkan bersamaan dengan anak perempuan?

Namun, Ayah…

Kuterima putrimu untuk menjadi menantu perempuanku

karena kau telah membantuku menjadi raja.

Bagaimana kau akan bertanggung jawab akan masalah ini?

Bila takhtaku dalam bahaya,

nyawamu dan para pengikutku tentu menjadi taruhannya.

Kau juga tahu hal ini.

Anak yang dilahirkan di dalam istana pada malam ini

hanyalah putra sulung Putra Mahkota.

Tidak akan ada yang tahu bahwa dia anak kembar,

jadi, tak perlu khawatir, Yang Mulia.

Tolong izinkan dia hidup.

Dengan terlahir sebagai perempuan…

itu bukan alasan yang pantas untuk mati.

Aku mohon ampuni dia.

Itu tak bisa kulakukan.

Dia putrimu.

Anak yang terlahir dalam waktu dan tempat yang sama dengan putramu.

Raja telah memberikan titahnya.

Tidakkah kita harus mengikutinya?

Tidak. Ini tak boleh terjadi.

Ayah dari anak ini

adalah kau.

Karena itu jawablah permintaanku.

Berikan jawabanmu sendiri.

Aku juga setuju.

Bila tak bermanfaat dalam kerajaan ini,

dia pantas dibuang.

Semua yang tahu tentang kelahiran itu harus mati.

Tidak ada yang boleh selamat tanpa seizinku.

Siapa kalian?

Tuan Sangheon?

Kau telah bekerja keras melayani Yang Mulia.

Di mana Tuan Putri?

Dia di kamarnya bersama tabib kerajaan.

Tuan Putri sedang dalam masa pemulihan.

Apa yang sebenarnya kau lakukan?

Berhenti!

Dia anak lelaki.

Dia lahir sesuai dengan kehendak Ayah.

Dia akan menjadi pangeran.

Di mana bayi perempuan itu?

Bayi perempuan…

telah meninggal.

Bayi itu langsung meninggal sesaat setelah dilahirkan.

Bakar bayinya.

Baik, Tuan.

Yang Mulia.

Cepat periksa dia.

Baik.

Bakar semua jasad ini. Jangan sampai ada jejak apa pun.

Denyut nadinya lemah.

Tolong bawa dia ke tabib terdekat setelah berhasil dibawa keluar.

Baik, Yang Mulia.

EPISODE 1

Kalian bisa masuk ke istana

serta melayani Yang Mulia bila lulus tes darah burung bayan.

- Bagus! - Ayo tendang!

- Ayo! - Yang Mulia!

Coba lihat teknik hebat miliknya.

Tidakkah calon raja kita sungguh berbeda daripada yang lain?

Bukankah begitu?

Benar sekali.

- Aku di sini! - Hentikan dia!

Masuk!

Kerja bagus!

Bagus!

Ayo kita pergi. Aku akan pergi.

Tunggu sebentar. Sepertinya aku bisa mengambilnya.

Aku tak peduli bila kau terlambat dan kena marah nanti.

Hei, I-wol!

Bisa berikan bolanya?

Terima kasih.

Ada apa?

Apa ada sesuatu di wajahku?

Bukan begitu.

Mengapa lama sekali mengambil bolanya?

Ada dayang berwajah sepertimu?

Itu benar. Bentuk kepala kami saja yang mungkin berbeda.

Namun, bila dilihat, kami seperti anak kembar karena mirip.

Bukankah begitu, Bok-dong?

Apa?

Benar.

Hentikan pembicaraan ini.

Anak kembar? Omong kosong macam apa itu?

Aku hanya heran.

Bila melihatnya, Ibu pasti akan kaget.

Ibu tak mau mendengar itu.

Bagaimana bisa wajah dayang mirip dengan wajah pangeran?

Ibu khawatir ada orang lain yang mendengar hal ini.

Jangan pernah kau bicarakan hal itu lagi.

Apa kau mengerti?

Ya, Bu.

Dia pasti putriku yang kukirim ke luar kota.

Benar, itu pasti dia.

Dia dititipkan di kuil kecil di luar kota.

Aku harus temui pengawal yang membawanya.

Untuk berjaga-jaga,

carilah anak yang dilihat putraku.

Baik.

Kepintaran dan sifat berani Pangeran

sangat mirip dengan Yang Mulia.

Aku dan para pengajar yang lain merasa sangat terhormat

bisa mengajari dan melayani Pangeran seperti ini.

Kau tak perlu katakan itu di hadapanku.

Ayah dengar kau lebih suka

langsung turun ke lapangan sepak bola

dan bermain dengan petugas di luar dibandingkan membaca buku.

Apakah itu benar?

Bila perkataan Guru bahwa aku mirip dengan Ayah itu bohong,

tentunya hal tersebut benar, bukan?

Apa?

- Kau tidak boleh masuk. - Minggir!

Keributan apa ini?

Maafkan kami atas hal ini, Yang Mulia.

- Cepat seret dia keluar. - Ya.

- Apa yang kalian lakukan? - Guru!

Lepaskan tangan kalian dari tubuh pria itu sekarang!

Kami mendapat perintah dari Raja untuk menangkap Guru Kerajaan.

Apa?

Putra Mahkota telah datang.

Apa tujuan Ayah menangkap Guru Kerajaan?

Dia guru dari cucu Ayah, dan melayani dengan sepenuh hati.

Mohon batalkan keputusan Yang Mulia.

Dia membuat petisi yang tak masuk akal dan memecah para pengikut kita.

Sudah pasti dia tak pantas untuk menjadi guru bagi Pangeran.

Apakah hati tulus yang mencemaskan rakyat dan negara

menjadi pemecah kerajaan ini?

Dia memfitnahku dan pejabat lain.

Dia juga telah menghiraukan tawaran Yang Mulia untuk masuk ke kerajaan.

Apa ini semua bukan kesalahan fatal?

Aku khawatir akan luka hati

Pangeran yang masih muda karena masalah Guru Kerajaan ini.

Sampai hukuman dijatuhkan,

bagaimana bila kita larang dia ke istana?

Laksanakanlah.

Apa kau baik-baik saja?

Gantilah bajumu sekarang,

dan mari kembali ke istana, Yang Mulia.

Guru tak ke istana beberapa hari ini.

Ayah dan para pengajar lain menutupi kabar Guru sampai sekarang.

Tidak ada pilihan selain keluar dan mencari tahu sendiri.

Kalau begitu, kembalikan saja bajuku.

Kita sudah dekat di gerbang masuk utama.

Aku harus menggunakan bajumu agar bisa menyamar.

Naikkan tubuhmu sedikit lagi.

Benar. Sedikit lagi.

Sedikit lagi.

- Turunlah. - Apa?

Cepat turun.

Kudengar Yang Mulia mencariku.

Kau akhirnya datang.

Kita sangat mirip.

Benar, bukan?

Dia memang terlihat mirip.

Bawakan bajunya.

Bagaimana bila ada yang melihat?

Siapa yang akan melihat?

Cepat bawakan bajunya.

Apa masih belum selesai?

Kita tak punya banyak waktu. Cepat pakai dan keluarlah.

Sekarang berikan bajumu kepadaku.

Apa? Bagaimana bisa aku memberi baju yang kotor itu kepadamu?

Tunggu. Buatlah suaramu lebih rendah dan berat.

- Apa? - Di mana bajumu? Di sana?

Berhenti.

Sepertinya dia bukan pelayan Pangeran.

Dia dayang baru, dan sedang mendapat tugas.

Aku hanya membantu mengarahkan dia saja.

Kau bisa pergi ke arah sini.

Bagaimana dengan Pangeran?

Dia baru saja lolos dan keluar istana.

Yang Mulia, bagian Dapur Kerajaan datang

- membawakan camilanmu. - Cepat jawab!

Bawakan kemari.

Kami membawakan sikhye dan maejakgwa kesukaan Yang Mulia.

Baiklah. Kalian boleh pergi.

Kau mau ikut makan?

Tidak.

Tidak, Yang Mulia.

Jangan begitu. Ayo makan bersama.

Tidak, Yang Mulia.

Rasanya manis, ya?

Aku dengar kau datang dari istana Pangeran.

Bagaimana kabar Pangeran?

Apa dia membenciku karena pergi

tanpa pamit kepadanya?

Aku tak membencimu, tetapi khawatir kepadamu.

Kau bukan orang yang pantas dibenci.

Yang Mulia?

Benarkah ini Yang Mulia?

Bagaimana kau bisa kemari?

More Indonesian subtitles for The King's Affection

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left