Prvních 200 řádků.
Berhenti!
Jangan lari!
Kejar!
Berhenti!
Berhenti!
Berhenti!
- Jangan lari! Berhenti! - Jangan lari!
- Berhenti! - Jangan sampai dia kabur!
Kejar!
Berhenti!
Jangan lari!
Berhenti!
Jangan kabur! Cepat!
Nie Sangyu.
Selir Wen belum jelas hidup atau mati.
Pulanglah bersamaku.
Aku sudah mengatakan kepadamu aku tidak membunuhnya!
Ning Yuxuan, kita menjadi suami istri selama empat tahun.
Kenapa kau mendesakku seperti ini?
Kuulangi untuk yang terakhir kalinya.
Pulang.
Suami istri berpisah.
Pernikahan hancur.
Keduanya berada di jalannya masing-masing.
Suamiku, aku mengutukmu.
Kau akan sama sepertiku, putus asa seumur hidup,
menderita,
dan berakhir mengenaskan.
Nie Sangyu, apa yang kau lakukan?
Nie Sangyu!
(Rambutku baru menutupi kening, aku bermain bunga di depan pintu.)
(Kau menunggangi kuda-kudaan, berlari mengelilingi sumur.)
(Usia 14 tahun sudah menjadi istrimu, membuatku malu sampai sulit tersenyum.)
(Usia 15 tahun mulai merasa tenang, bersedia bersamamu selamanya.)
(Usia 16 tahun, kau meninggalkan rumah, menuju batu Yanyudui di Ngarai Qutang.)
(Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Bailu Chengshuang)
=Asmara Bunga Kembar=
=Episode 1=
Nyonya, kau sudah sadar?
Bagus sekali. Oh, minum obat.
Nona, kau siapa...
Saya Muxu.
Mu apa?
Saya adalah pelayan Nyonya Besar, Muxu.
Nyonya Besar?
Benar.
Anda adalah nyonya besar di Kediaman Adipati Tampan ini.
Nyonya,
apakah Nyonya tidak suka dengan nama saya?
Nyonya, jangan marah.
Jika tidak suka, Nyonya boleh mengganti nama saya.
Seperti kucai atau seledri. Apa saja boleh.
Nyonya jangan marah.
- Nona, bukan begitu. - Nyonya jangan marah.
Jangan seperti itu. Berdirilah. Ayo, berdirilah.
Nyonya Besar dan Kediaman Adipati yang kau katakan tadi
sama sekali tidak ada hubungannya denganku.
Apakah kau salah orang?
Nyonya.
Sepertinya ada yang salah dengan Nyonya.
Jangan-jangan kepala Nyonya terbentur saat jatuh ke jurang?
Jatuh ke jurang?
Siapa yang jatuh ke jurang?
Jangan-jangan aku sudah gila.
Nona, kelihatannya kau cukup sibuk. Aku juga sibuk. Aku pergi dulu.
Nyonya tidak bisa keluar.
- Ada banyak penjaga di luar. - Kenapa?
Itu karena Nyonya melakukan...
melakukan kesalahan. Jadi, Nyonya dikurung.
Adipati memerintah, tidak ada yang boleh keluar atau masuk.
Aku hanya pergi sebentar.
Baiklah. Aku tidak keluar.
Bicaralah baik-baik. Aku tidak akan keluar.
Tenang saja.
Begini, kita coba urutkan dulu kejadian ini.
Aku jatuh ke jurang, lalu datang ke tempat ini?
Iya.
Kenapa aku bisa jatuh ke jurang?
Sebelum itu, apakah ada sesuatu yang terjadi?
Saya tidak berani cerita.
Kenapa tidak berani cerita?
Nyonya yang menyuruhku mengatakannya.
Katakan.
Kejadian ini bermula dari seekor ayam.
Ayam?
Kau menunggangi kuda-kudaan,
berlari mengelilingi sumur.
Usia 14 tahun sudah menjadi istrimu,
- membuatku malu sampai sulit tersenyum. - Minggir, main di sana!
Kepala Pelayan Liu,
kenapa kau baru datang?
- Nyonya Besar sudah lama menunggu. - Baiklah.
Cepat bawa masuk.
Minggir dulu!
Entah apa lagi yang akan diperbuat Nyonya Besar kali ini.
Untuk apa aku meminta ayam?
Nama Nyonya adalah Nie Sangyu,
putri pertama Jenderal Besar Zhenyuan, Jenderal Nie Xiangyuan.
Nyonya jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adipati Ning Yuxuan
dan bersikeras menikahinya.
Nyonya juga memiliki panggilan lain, wanita terkejam di ibu kota.
Wanita terkejam?
Sudah datang.
Keluarkan ayamnya.
Baik, Nyonya Besar.
Keluarlah. Ayo, keluar.
Ke...
Kau...
Lancang!
Kalau sampai ayam ini cacat, nyawamu pun tidak cukup untuk menggantinya.
Ini semua salah saya. Mohon Nyonya Besar bermurah hati.
Baiklah.
Pelayan.
Jadikan lukisan bunga plumku ini sebagai stempel bunga
untuk diberikan kepada Banxia.
Nyonya Besar. Ampuni saya!
Nyonya Besar!
Ampuni saya, Nyonya Besar! Ampuni saya!
Adipati, Nona Xue! Tolong saya!
Nyonya, ampuni saya! Adipati, Nona Xue!
Di mana Adipati?
Tolong saya!
Apakah sarang burung walet di dapur masih hangat?
Nona Xue!
Aku sedang bertanya kepadamu.
Nyonya, jangan khawatir.
Adipati pergi ke Aula Pemerintahan. Mungkin akan pulang terlambat.
Nyonya, makanlah dulu.
Tidak.
Tolong saya!
Aku akan menunggunya.
Ini terlalu mengerikan. Jangan membicarakan hal ini lagi.
Kita ganti topik.
Coba ceritakan tentang suamiku. Dia orang yang seperti apa?
Adipati sangat fokus pada politik.
Sebagian besar waktunya dihabiskan di Aula Pemerintahan.
Adipati adalah pemuda yang sukses. Dia orang kepercayaan Kaisar.
Selain itu, Adipati juga pria tertampan di seluruh ibu kota.
Tuan.
Ini adalah laporan kasus terkait tentang pencegahan banjir di Tenggara.
Silakan Tuan melihatnya.
Pencegahan banjir?
Sekarang sudah musimnya. Kasus banjir makin sering terjadi.
Rakyat yang tertimpa musibah hidup dalam kesusahan.
Bantuannya butuh proses panjang, wilayah yang dijangkau juga luas.
Jadi, aku merasa,
sebaiknya kita membuat rencana lebih awal.
Sepertinya kita memang harus sedia payung sebelum hujan.
Tuan Ning memang sangat teliti.
Tidak. Oh, iya, Tuan.
Aku punya sebuah permintaan.
Katakan.
Ada kabar bahagia di rumah, aku butuh izin selama tiga hari.
Aku mengundang Tuan dan yang lainnya untuk datang ke pesta pernikahanku.
Kuizinkan. Pergilah.
Terima kasih.
Tuan Liu, laporan mendesak dari Kementerian Kehakiman.
Sekelompok bandit muncul di kota bagian Selatan.
Bandit?
Benar.
Bagaimana bisa?
Kalau begitu, dia adalah pejabat yang baik.
Setelah melakukan kejahatan sebanyak itu,
kau pikir kau bisa lepas dari jeratan hukum?
Ada begitu banyak jalan di dunia ini. Kau malah memilih menjadi bandit.
Karena sudah menjadi bandit, kau pasti sudah tahu hari ini akan tiba.
Sepertinya suamiku adalah seorang pahlawan pemberantas bandit.
Pasti ada banyak wanita yang menyukainya, 'kan?
Benar.
Kemarin adalah pernikahan Adipati dengan selir.
Selir?
Istrinya ada di sini. Kenapa dia menikah lagi?
Selama empat tahun, ini pertama kalinya Adipati mengangkat selir.
Nyonya pasti sedih.
Kuberi tahu,
semua pria berwajah tampan pasti tidak setia.
Apakah semua sudah diatur dengan baik?
Sudah.
Jumlah pengawal sudah ditambahkan.
Di tengah tamu undangan, juga sudah disisipkan pengawal kita.
Selama beberapa tahun ini, para bandit sudah ditekan.
Yang masuk dalam jebakan juga tidak sedikit.
Hari ini adalah hari pernikahanku.
Semoga para bandit tidak melewatkan kesempatan baik ini.
Adipati.
- Nyonya Besar! - Adipati!
Adipati tidak mengizinkan siapa pun masuk.
Nyonya Besar tidak boleh masuk.
Nyonya Besar!
- Tidak boleh masuk! - Anda tidak boleh masuk!
Nyonya Besar!
Adipati sudah bilang tidak boleh masuk!
Tidak boleh ma...
Kau benar-benar akan menikah dengannya?
Guibai,
apakah ini sistem keamanan yang kau maksud?
Sampai siapa pun bisa menerobos masuk.
Aku tidak setuju. Aku tidak mengizinkanmu menikahinya.
Kembali ke kamarmu. Aku adalah nyonya di kediaman ini.
Aku tidak mengizinkanmu menikahinya.
No comments yet. Be the first to leave one.