Prvních 200 řádků.
18 Juli, Tahun 372 di Kalender Manusia
Empat puluh tujuh!
Lima puluh!
Yang suaranya bagus hanya tiga tebas dari lima puluh kali tebasan, ya.
Eh, kalau ditotal semua jadi 41 tebasan, ya?
Sepertinya yang traktir Air Siral kali ini adalah kau ya, Eugeo.
Kau sendiri hanya 43 kali totalnya, 'kan.
Sebentar lagi juga kususul.
Ayo, giliranmu sekarang.
Kirito.
Ya, ya.
Sudah satu tahun tiga bulan.
Setiap harinya aku ayunkan kapak seperti ini.
Aku tak tahan.
Mau protes juga percuma, 'kan.
Menebang pohon Gigas Cedar ini adalah Panggilan kita soalnya.
Ya, aku juga tahu itu, tapi pekerjaan ini sungguh tak beri rasa puas.
Eh, pohon ini nyawa sebelumnya berapa, sih?
Kalau tak salah, sekitar 235.590.
Hanya berkurang 50.
Setelah berjuang selama dua bulan tanpa henti hanya berkurang 50 dari 235 ribu?
Kalau begini sih, mau ditebas selamanya juga tak bakal pengaruh!
Pohon ini terkenal akan daya tahannya yang kuat, sih.
Enam generasi sebelum kita sudah berusaha menebangnya selama 300 tahun.
Butuh 18 generasi lagi sampai berhasil ditebang, sekitar 900 tahun, lah.
Kau ini, ya.
Aduh, duh.
Kenapa teladan banget, sih?
Harusnya kau pikir bagimana cara kita penuhi tugas yang tak adil begini!
Apaan, sih? Hentikan!
Sialan!
Sekarang gantian!
Awas kau.
Bagaimana? Menyerah?
Berani juga kau, ya!
Rasakan ini!
Pembalasan!
Hentikan dong, Kirito!
Di sini?
Ayo! Kalian malas-malasan lagi, ya?
Gawat.
Hai, Alice.
Sudah selesai belajar Seni Mulia?
Hari ini cepat juga ya, selesainya.
Cepat selesai, apanya?
Sama seperti biasanya, kok.
Kalau kalian punya banyak tenaga untuk main
mungkin perlu kuberi tahu Kakek Garitta biar waktu menebang kalian diperpanjang, ya?
Jangan! Kumohon jangan!
Aku bercanda, kok.
Ayo
kita makan siang.
Hari ini panas sih
jadi, cepat dimakan sebelum membusuk, ya.
Ya!
Ya!
Kue pai kali ini rasanya enak banget!
Kemampuan memasakmu sepertinya sudah meningkat ya, Alice!
Apa iya? Aku sih masih merasa ada yang kurang.
Meski begitu
karena bekal makan kali ini sangat enak, harusnya bisa lebih lama kita nikmati, ya.
Kenapa ya, kalau cuaca panas jadi lebih cepat membusuk?
Kok tanya kenapa?
Pas musim dingin kita bisa taruh daging mentah di luar dan tak cepat membusuk, 'kan.
Karena suhu saat itu dingin, 'kan.
Itu dia! Kalau suhunya dingin, pasti bekal kita bakal tahan lebih lama, 'kan?
Apa kau mau pakai Seni Terlarang Pengubah Cuaca untuk bikin salju?
Yang ada keburu Kesatria Perbawa dari Gereja Axiom muncul dan membawamu pergi.
Es.
Kalau kita punya cukup banyak es, pasti bekal kita bakal tahan lama.
Lalu kita jadi bisa nikmati makanan enak ini lebih lama!
Itu jawabannya! Es!
Ayo kita cari es!
Kau itu, ya.
Sekarang musim panas, di mana coba kita bisa temukan es?
Di pasar Centoria mana ada.
Eh.
Kalian ingat kisah tentang Bercouli sang pahlawan?
Kisah yang mana?
Yang itu, lo.
"Bercouli dan Naga Putih Utara."
Bercouli sang pahlawan, menyusuri Sungai Rul ke arah utara.
Di dalam gunung, dia temukan Naga Putih tertidur di atas tumpukan harta.
Lalu dia ambil pedang indah dari tumpukan harta tersebut, lalu tiba-tiba...
Menurut kisah itu, di dalam gua gunung itu ada bongkahan es yang besar, 'kan?
Kalau kita ambil pecahannya...
Kau ini...
Idemu boleh juga.
Ayolah! Kalian tahu 'kan, aturan desa menyatakan...
"Anak kecil dilarang pergi bermain di gunung tanpa pengawasan orang dewasa." Ya, 'kan?
Tapi mencari es itu tak termasuk pergi bermain.
Kalau makanan bisa jadi lebih tahan lama, para penduduk desa juga akan tertolong, 'kan?
Jadi, hal ini bisa diartikan sebagai pekerjaan.
Aku setuju.
Tak salah sama sekali.
Tapi pergi ke Pegunungan End bukan hanya langgar aturan desa
melainkan juga larangan itu, 'kan?
"Itu" apa?
Sudah jelas, 'kan.
Larangan di Indeks Tabu.
Kita tak bisa langgar Indeks Tabu, 'kan?
Eugeo, yang tertulis di Indeks Tabu kan begini...
Indeks Tabu, Buku Pertama, Bab Tiga, Ayat Kesebelas.
"Engkau dilarang lewati Pegunungan End yang lingkari Kekaisaran Manusia."
"Melewati" di sini maksudnya itu, masuk ke Tanah Kegelapan yang ada di sisi lain pegunungan.
Jadi, masuk ke gua tak termasuk melanggar.
Tapi kan...
Aduh!
Oke, jadi! Hari libur nanti kita pergi cari Naga Putih.
Eh, bukan. Mencari gua es maksudnya!
Ya!
Kita janjian ketemu di gerbang utara pukul 7, ya.
Ya! Jangan ketiduran, ya!
Kau juga!
21 Juli, Tahun 372 di Kalender Manusia
Dasar. Jadi, kita yang bawa barang-barang...
Ya, tak apa-apa, 'kan.
Karena mungkin kita tak bisa lagi jalan- jalan keluar bareng Alice begini nanti.
Alice kan anaknya kepala desa
pasti nanti dia disibukkan dengan pelajari banyak hal.
Ya, dia tak diberikan tugas Panggilan
agar bisa fokus melatih kemampuan Seni Mulianya, sih.
Apalagi, dia harus jadi panutan di desa.
Jadi, mungkin dia bakal dilarang main sama laki-laki.
Ayo!
Kalian berdua lagi bisik-bisik apa, sih?
Ya, bukan apa-apa, kok! Ya, 'kan?
Ya.
Kami sedang bahas kalau kita harus kembali ke desa sebelum bel malam bunyi.
Oh?
Benar juga.
Pas Solus tepat lurus di atas kita, langsung pulang, ya.
Karena sudah sepakat, ayo lanjut!
Oh ya, apa kau tahu?
Saat desa ini pertama kali dibangun
terkadang ada roh jahat seperti Goblin dan Orc suka muncul dari dalam pegunungan
dan mencuri hewan ternak ataupun anak kecil.
Apaan, sih? Mau menakut-nakuti, ya?
Aku tahu, kok.
Akhirnya, Kesatria Perbawa datang ke Centoria dan usir mereka pergi, 'kan?
Sejak saat itu, di hari yang cerah
kau bisa lihat Kesatria Naga Perak terbang di atas keliling Pegunungan End!
Itu mustahil, 'kan?
Gua.
Inikah gua Pegunungan End yang dimaksud?
Pokoknya, kita harus coba masuk dan lihat dulu ke dalam.
System Call.
Generate Luminous Element.
Adhere!
Eh, tadi kau bilang kalau bongkahan esnya ada di muka gua, 'kan?
Memang aku bilang begitu, ya?
Ya!
Eugeo?
Coba bawa cahaya mendekat.
Nah? Kelihatan, 'kan?
Serius? Pantas dari tadi terasa dingin banget.
Di luar padahal sedang musim panas, tapi di dalam gua ini musim dingin.
Pasti ada es di sini!
Ya, ayo kita masuk sedikit lagi.
Eh, kalau benar ada Naga Putih, bagaimana?
Ya, kita harus lari, 'kan.
Tenang saja. Kita hanya ambil es, pasti Naga Putih juga beri izin, kok.
Tapi kalau bisa dapat satu sisiknya lumayan, sih.
Oi, kau omong apa?
Habisnya, kalau kita bisa bawa bukti pernah ketemu naga sungguhan...
Ini es!
Ada! Benar ada es ternyata!
Pasti di depan sana ada lebih banyak!
Itu kan...
Kalau es sebanyak ini, pasti semua makanan di desa jadi lebih tahan lama, ya.
Bukan hanya itu.
Malah kita bisa bikin musim dingin bohongan di desa!
Hoi, jangan tiba-tiba berhenti, dong!
Apa itu?
Apa sebenarnya...
...itu?
Tulang Naga Putih?
Sudah mati?
Eh.
Di sini banyak bekas goresan.
Lalu ujungnya juga terpotong rapi.
Apa ini bekas pertarungan?
Tapi makhluk apa yang bisa membunuh naga?
Ini bekas tebasan pedang.
Yang membunuh naga ini adalah manusia.
Tapi
Bercouli sang pahlawan saja hanya bisa kabur, 'kan.
Kalau Kesatria Perbawa?
Jangan-jangan, Kesatria Perbawa dari Gereja Axiom
membunuh Naga Putih yang merupakan pelindung manusia?
Aku tak tahu.
Mungkin juga ada kesatria yang kuat di Tanah Kegelapan.
Tapi kalau begitu
harusnya pasukan dari kegelapan mampu seberangi Pegunungan End ini.
Apa yang kaulakukan, Kirito?
Sumpah berat banget!
Ini jangan-jangan...
Ya, benda yang katanya coba dicuri oleh Bercouli.
Pedang Mawar Biru.
Percuma. Berat banget.
No comments yet. Be the first to leave one.