The Bandit (Eskiya)

The Bandit (Eskiya) (Eşkıya)

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

The Bandit 1080p dan 720p YIFY
Komentář od hagrid49

Tagy

720p
720
1080
Zveřejněno: 2019-11-13
Stažení: 58
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

35 tahun yang lalu, satu komplotan bandit...

...diringkus oleh patroli Jandarmae di gunung Cudi.

Selama 35 tahun itu,...

...wabah penyakit dan kekerasan di penjara telah membinasakan komplotan itu.

Semua kecuali satu.

Bunda Ceran. Apa itu kau?

Ya, kau siapa?

Ini Baran.

Baran. Sang Bandit, kau kembali?

Aku kembali Bunda Ceran. Kenapa dengan desanya?

Airnya pasang dan menutupi semuanya Mereka bilang "Pergilah dari sini".

Semua orang meninggalkan desa. Tinggal aku sendiri.

Sudah kubilang agar jangan tinggalkan desa tapi mereka tetap pergi.

Semua hancur sejak kau dijebloskan ke penjara, kejahatan mengambil alih.

Tinggal yang lemah yang terinjak-injak.

Mana Mustafa, Ceran? Aku mau bertemu dia.

Pergi ke kota, sudah sejak lama.

Tempat ini benar-benar tamat. Segalanya tenggelam.

Yang berikutnya adalah pemakaman kita.

Ikutlah denganku, kau akan jadi santapan binatang buas disini.

Kitalah binatang buasnya. Kejahatan sudah dimana-mana.

Aku hanyalah wanita gila, aku tak bisa kemana-mana.

Kau hanya mencari petaka.

Kubilang hal yang sama pada ayahmu. Aku bilang mereka akan menjebakmu...

Ia tak mau mendengar. Ia pergi dan tak pernah kembali.

Jika kubilang jangan pergi. kau tetap pergi. Aku tahu kau akan tetap melakukannya.

Bawalah ini, Bandit. Ini akan melindungimu dari peluru.

Apa kau akan membunuhku, Bandit?

Iya Mustafa. Akan kulakukan.

Apa kau punya pistol?

Iya, aku punya.

Berikan padaku.

Kenapa kau melaporkanku, saudara Mustafa?

Kebodohan, kemiskinan, semuanya. Itu sungguh menyiksaku.

Aku tak bisa tidur. Kau menghantuiku setiap malam.

Aku dengar langkah kakimu di belakangku. Aku lelah untuk terus mengawasinya.

Orang-orang menyebutku mata-mata, aku sungguh kehilangan muka. Anakku bahkan menjauhiku.

Kenapa kau melakukannya?

Aku melakukannya demi seonggok emas. Terkutuklah ia yang memaksaku.

Siapa yang memaksamu?

Aku telah bersumpah takkan memberitahukannya, Tapi ini sudah tak ada gunanya lagi.

Berfo yang melakukan itu semua.

Berfo?

Berfo! Dialah yang menyuruhku untuk melaporkanmu.

Woe, Saudara Berfo...

Kenapa ia tega melakukannya?

Untuk mengambil Keje darimu.

Apa Keje pergi dengannya?

Ya, la pergi dengannya. Usai kau masuk penjara...

Berfo mengambil emasmu, kemudian ia berikan pada Ayahnya Keje.

Aku memohon padanya agar jangan lakukan. Kubilang Keje itu gadis idaman bandit.

Ia bilang, Bodoh! Aku melakukan semua itu demi Keje.

Ia mengambil emas dan Keje, kemudian ia menghilang.

Lalu kudengar kalau ia kabur ke Istanbul. Jadi, ini cerita 30 tahun yang lalu.

- Ayah Keje sendiri yang menyuruhnya pergi. - Ia menjadi milik Berfo.

Kamilah yang membuatmu dipenjara. Aku telah berbuat salah, aku amat kelaparan waktu itu.

Dan aku masih lapar saudaraku. Emas itu, benar-benar membawa nasib yang malang.

Semuanya kuhabiskan ke wanita malam dan perjudian, Semuanya.

Desa kita terendam oleh air dam. Semua orang lari tunggang langgang.

Seperti yang kau lihat, Aku bersyukur semuanya akan berakhir sekarang. Ayo, lakukanlah.

Bandit... Bandit.

Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi Bunuhlah aku...

Bandit!...

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Ini, mau rokok?

Coba saja satu, paman.

Tidak,.. tolong. Ambil saja.

Kau akan pergi kemana, paman?

Istanbul, mungkin.

Kelihatannya kau orang tua yang tersesat.

Ya ampun! Sialan! Polisi. Apa yang harus kulakukan?

Sampai jumpa nak.

Bawa tas ini ke garasi Kismet di Tarlabasi.

Bawa ini ke bengkel mobil Kismet.

Ya Allah, tolonglah!

Ini perkara hidup dan mati. Aku mohon padamu.

Aku akan membayarmu dengan uang yang banyak. Tolong lakukanlah!

- Berhenti! Polisi. - Ada apa ini?

Diam!

Sebentar, pasti ada kesalahan. Atas tuntutan apa ini?

Ayolah kawan. Kemana kalian mau membawaku?

Aku baru turun dari kereta menuju rumah.

Maaf, aku mau tanya? Apa yang sudah kulakukan?

Bersih?

Bersih.

Ia bersih, Inspektur.

Ayo, bicaralah!

Bicara apa bung?

Apa kau menjual kami?

Sumpah. Aku tak lakukan hal itu, Boss.

Kau berikan barang seharga milyaran pada orang asing?

Polisi mengepungku. Aku bersumpah...

...aku tidak takut tertangkap. Ini demi keamanan barang itu.

Apa kau mata-mata polisi?

Apa kau bilang? Tas orang itu ada di sebelah sana.

Apa yang sudah kita lakukan? Bukankah kita mengirim 2 kurir...

...dan menyuap polisi di kurir yang palsu?

Bagaimana polisi tak mengejar umpan? dan malah menangkapmu?

Ini tugas pertamamu. Bicaralah! Apa kau mata-mata? Jujur!

Bawa ia masuk.

Maafkan aku nak. Aku kesulitan mencari tempat ini.

Itu dia! Itu orangnya!

Ini kali pertama aku ke Istanbul.

Barangnya aman.

Wow! Nyaris saja.

Apa-apaan itu tadi?

Cuma kecelakaan kecil. Aku minta maaf.

Ini. sesuai janjiku. Belilah tas yang baru.

Tidak, aku tak menginginkannya.

Ambilah, kau telah selamatkan aku, Terima kasih.

Tidak masalah.

Tadi hampir saja. Kau datang tepat waktu.

Huh?

Tak usah dipikirkan. Terima Kasih banyak.

Aku pamit.

Apa yang kau lakukan?

Cuma lihat-lihat.

Lihat apa?

Aku sekarang dimana?

Tarlabasi.

Baiklah.

Kau akan pergi kemana?

Aku sendiri tak tahu. Aku mencari tempat menginap.

Sebuah hotel?

Benar, tempat yang murah saja.

Ikutlah denganku.

Allah memberkatimu, kawan. Rasanya agak aneh.

Ikuti aku, paman. Jangan takut.

Aku melakukannya 4 kali.

Penting sekali.

Kalian berdua jangan membual.

Kau jangan sekali-kali percaya wanita. Mereka selalu membual.

- Bagaimana kerjanya? - Beres.

Aku hampir saja tertangkap.

Tunggu sebentar, paman.

Bagaimana kabarmu?

Baik, apa kau sedang sibuk?

Apa ada masalah?

Aku dapat kabar kalau abangku dipenjara.

Penjara tempat yang kejam.

- Emel! Kau bicara dengan siapa? - Cuma teman biasa, Bu.

Kalau begitu sampai jumpa.

- Sini bantu Ibu. - Santai bu.

Dasar jalang. Perempuan gatal kau.

Aku muak dengan tempat ini. Ayo.

Orang ini menunggumu.

- Siapa dia? - Cuma seorang orang tua.

- Kemana kau membawanya? - Ke hotel, tunggu aku.

- Siapa dia bilang tadi? - Kakek.

- Tidak? Dia masih hidup? - Tinggalkan Avarel, dasar bodoh.

Hotel termurah di Tarlabasi Naci si bencong akan melayani kita.

- Naci, kau masih punya kamar? - Untuk siapa?

- Aku mau memesannya. - Bayar dulu.

Kutanduk nanti kepalamu

- Punya kamar atau tidak. - Punya.

Berikan buat paman ini.

Siapa orang ini? Bagaimana aku tahu dia mampu membayar?

Kemal sang aktor masih nunggak sebulan.

Kau ini kenapa sih?

Berikan dia sebuah kamar, jangan buat aku marah.

- KTP? - Apa?

Hakan... bagaimana kabarmu bocah?

Sini, dia mau di belikan Nintendo.

Anak itu meludahiku. Kemari!

Ayolah, paman Kemal kau harus berobat.

Aku tidak apa-apa.

Tak apa-apa? kau makin memburuk tiap hari.

Kau harus ke dokter.

Kau jarang kelihatan akhir-akhir ini.

Aku sedang ada urusan.

Itu baru anakku.

Buruknya lagi pada saat awal syuting.

6 bulan yang lalu kalau tak salah, aku mendapat peran kecil.

Aku mulai batuk, dan tak sembuh-sembuh.

Akhirnya, mereka memecatku dan tidak memberiku gaji.

Aku benci para komunis tapi dulu mereka lebih baik.

Jika kau sakit, para komunis akan memboyongmu ke RS.

Kejadian semacam ini takkan terjadi. Terutama pada seniman macam kau.

Namun, komunis merah itu telah mengacaukan negaraku.

Jangan memulainya lagi Andrei Mishkin. Semua itu sudah berakhir.

Kau menyelamatkanku dari kesusahan tadi.

Tidak juga.

Teropongmu membuat polisi bertanya-tanya. Kubilang kalau aku suka mengintip.

Kenapa kau bawa benda itu?

Itu barang kenang-kenangan. Kau tinggal di hotel ini?

Ya.

Bukankah kau punya keluarga? Punya rumah?

Tidak. Lebih baik seperti ini. Kenapa kau datang ke Istanbul, paman?

Aku sedang mencari seseorang.

- Dimanakah seseorang itu? - Entahlah...

Apa maksudmu "entahlah"?

Aku tak tahu dimana dia.

Bagaimana caramu menemukannya di kota besar ini?

Akan kutemukan.

Paman, 10 juta orang hidup di kota ini.

Aku akan melihat semua 10 juta wajah itu jika bisa.

Kapan terakhir kali kau bertemu orang ini?

30,..35 tahun yang lalu.

Dan kau akan mencari seseorang yang tak kau jumpai selama 35 tahun di kota Istanbul ini?

More Indonesian subtitles for The Bandit (Eskiya)

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left