Prvních 200 řádků.
Gang-hwa. Bangun!
Ini sudah siang. Cepat bangun.
- Tidak... - Kau sudah terlambat! Cepat.
Cepat. Aduh!
- Hei! Kuahnya tumpah... - Sebentar saja...
Selamat malam...
- "Selamat malam" apa? Cepat bangun. - Sebentar saja...
Ini lucu sekali. Astaga.
Aku pilih wanita yang dingin kepada semua pria.
Aku pilih pria yang perhatian.
MANA YANG AKAN KAU NIKAHI?
Pria yang perhatian ke semua wanita?
- Aku... - Kalau begitu kau...
Benar sekali.
Astaga.
Hei, apa ini?
Kau tahu kenapa kita gagal bisnis?
Waktu yang kami lalui bersama,
tiba-tiba berhenti tanpa diduga.
Biar aku saja.
Kenapa? Aku berusaha belajar memasak.
- Terlalu asin. - Begitu?
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Aku berharap waktu suamiku yang terhenti karena aku
bisa berjalan kembali.
- Cho Gang-hwa. - Sampai jumpa.
Pacarilah Oh Min-jeong.
Coba kau ganti posisinya.
Bagaimana jika kau yang pergi meninggalkan Yu-ri sendirian?
Apa kau senang jika Yu-ri terus merasa bersalah karenamu
dan bersikeras mempertahankan perasaannya untukmu?
Apa kau benar temannya Yu-ri?
Benar.
Sampai mati aku akan terus memihak dan memikirkan Yu-ri.
Karena itu aku begini.
Dasar bodoh. Pecundang.
MIN-JEONG
Ya, tekan saja. Ayo hubungi dia!
Cepat tekan, dan temui dia.
PANGGIL
Astaga, Cho Gang-hwa, ke mana perginya nyalimu?
Aku tahu kau menyukainya.
Maaf.
Maafkan aku.
Aku pasti sudah tidak waras.
Saat aku tidak dapat melihatnya,
apa yang sedang dia pikirkan?
Bodoh.
Dasar bodoh.
KISAH YANG TIDAK BISA KULIHAT
Ada apa?
Ada apa, Gang-hwa?
Apa ada masalah?
Kau terus
di sampingku selama ini...
Kau
melihat semuanya?
Bagaimana bisa
kau menahan dirimu?
Kau sudah...
melihat semuanya?
Maafkan aku, Yu-ri.
Jangan begitu...
Maafkan aku, Yu-ri.
Jangan begitu...
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
GANG-HWA, KAU DI MANA?
GANG-HWA
MEMANGGIL GANG-HWA
Nomor yang Anda tuju sedang tak dapat dihubungi.
Kau sudah sinting?
Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?
Aku juga baru tahu.
Jika Gang-hwa tahu,
dia tidak akan bisa menerima ini.
Cho Gang-hwa. Tunggu sebentar.
Ada apa denganmu?
- Kenapa ekspresimu seperti itu? - Kau tahu semuanya, bukan?
Apa?
Tahu apa?
Bahwa selama lima tahun,
Yu-ri selalu ada di sampingku.
Bagaimana kau tahu?
Gang-hwa...
Katanya tak ingat apa-apa.
Katanya saat bangun, dia berada di rumah duka.
Cho Gang-hwa kasihan sekali.
Yu-ri tidak bisa mengatakan apa pun.
Apa?
Setelah Yu-ri meninggal,
Gang-hwa sangat menderita.
Dia menyalahkan dirinya.
Benar. Dia menderita sekali.
Memikirkannya membuatku...
Yu-ri melihat semuanya.
Karena itu dia berbohong.
Dia takut Gang-hwa akan menyalahkan dirinya lagi.
Hyeon-jeong.
Kasihan Yu-ri. Sebaiknya kita bagaimana?
Min-jeong.
Selamat malam.
Apa kalian melihat Seo-woo dan Gang-hwa?
Ibu!
Seo-woo, kenapa di sini? Ayah di mana?
- Gang-hwa tidak ada di sini? - Ya, tadi pergi.
- Apa? - Dia pergi
ke sana.
Suatu tempat.
Dia pergi ke mana? Kau tahu?
- Ke rumah sakit. - Ya, rumah sakit.
Dia pergi ke rumah sakit.
Pihak rumah sakit menghubunginya.
Karena aku sudah pikun,
jadi sering lupa.
- Apa? - Apa?
Seharusnya anak-anak bermain dengan ayah mereka hari ini,
tapi karena Ha-jun tidak mau lepas dariku mereka bermain tanpa Ha-jun.
Pantas kau bersama Ha-jun.
- Kenapa kau tak bilang Min-jeong? - Maaf.
Setelah aku, Gang-hwa, dan Seo-woo bermain bersama,
tapi dia menerima panggilan dari rumah sakit.
Dia menitipkan Seo-woo dan pergi.
Aku datang karena tidak bisa menghubungi Gang-hwa.
Dia tak bisa menjawab panggilanmu karena keadaan mendesak.
Kenapa
kau tidak memberitahuku?
Percuma aku memberitahumu.
Ini hanya akan menyakitkan kita.
Apa tidak menyakitkanmu
saat melihatku
berusaha melupakanmu?
Apa kau baik-baik saja?
Tentu menyakitkan.
Sangat sakit.
Senyum yang kau perlihatkan untukku kini kau perlihatkan kepada orang lain.
Tangan yang pernah kugenggam kini digenggam orang lain.
Tempat yang seharusnya milikku kini menjadi milik orang lain.
Menyakitkan.
Maaf.
Maafkan aku.
Tapi bagiku,
melihatmu menangis sendirian
jauh lebih menyakitkan.
Di rumah yang kosong tanpa diriku,
kau bangun sendirian,
makan sendirian,
mengasuh anak seorang diri.
Kau menangis
sendirian.
Itu sangat menyakitkan
hingga membuatku tak cemburu sama sekali.
Hatiku sakit saat melihatnya,
tapi anehnya aku merasa lega.
Seharusnya
aku yang menanggungnya.
Walau sangat menyakitkan,
seharusnya aku bisa menahannya.
Sudah cukup menyakitkan.
Kau sudah cukup menahannya.
Aku tidak dapat bernapas.
Kenapa kau setega ini?
Kembalikan Yu-ri. Dasar berengsek. Kembalikan.
Hanya satu yang kuinginkan saat itu.
Aku berharap kau melupakanku dan melanjutkan hidupmu.
Jangan salahkan diri sendiri.
Kau sangat menyukai Min-jeong.
Aku mengetahuinya.
Walau orang lain tidak tahu,
aku mengetahuinya.
Gang-hwa.
Aku bukan istrimu lagi.
Lupakanlah aku.
Kenapa Gang-hwa datang selarut ini?
Aku juga tidak tahu.
Kejadian Yu-ri hidup kembali
adalah sebuah berkah untuk kita.
Tapi tidak bagi Gang-hwa dan istrinya.
Aku merasa bersalah dengan istrinya.
Kenapa kau merasa bersalah?
Kita tidak meminta posisinya sebagai ibu Seo-woo atau istri Gang-hwa.
Aku sudah sangat bersyukur Yu-ri bisa hidup kembali.
Benar, tapi...
jika tahu akan begini,
saat Gang-hwa meminta izin untuk menikah lagi,
aku seharusnya menentangnya.
Lupakan saja.
Jika kembali ke saat itu, aku akan tetap menyuruhnya menikah lagi.
Aku tidak bisa melihatnya menderita lagi.
Karena itu kau kabur saat pertama kali melihatku?
Kau tidak ada niat
untuk bertemu denganku?
Karena aku, Seo-woo terjebak di kulkas.
Bagaimana bisa aku bertemu denganmu?
Terjebak di kulkas?
Kenapa itu
No comments yet. Be the first to leave one.