Madam Secretary

Madam Secretary

Stáhnout Indonesian titulky

Série 1

Informace o verzi

Madam Secretary S01E10 NF WEBRip NontonDrakor ID
Komentář od HaruGlory92

Tagy

webrip
web
BRip
Zveřejněno: 2018-12-18
Stažení: 52
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Pertempuran sengit berlanjut hari ini di sisi utara Irak

saat suku Kurdi Peshmerga coba mengusir para pejuang

dari Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS

dari area sekitar kota yang kaya minyak bumi, Kirkuk.

Delegasi dari pemerintahan Irak yang baru saja dibentuk

telah tiba di Ibu Kota.

Mereka akan menemui Menteri Luar Negeri, Elizabeth McCord

sebelum berlanjut ke Gedung Putih

guna meminta bantuan lebih untuk melawan pemberontak

kelompok Islam Sunni ISIS.

Permintaan mereka dilatarbelakangi oleh kemenangan pemberontak

di Provinsi Anbar, lokasi beberapa pertempuran sengit

selama sepuluh tahun keterlibatan AS di Irak.

Marinir kalah telak dalam dua pertempuran terpisah

untuk ambil alih Fallujah dari pemberontak Sunni di tahun 2004,

tapi kini kota sudah dikuasai oleh ISIS.

Presiden Dalton dilaporkan menimbang keputusan untuk mengirim kembali

pasukan AS dalam apa yang disebut pemerintah...

- Pagi. - Hai.

"Wajah serius Ibu".

- Bukan. - Jadi...

Jujur saja. Apa aku harus mencemaskan ISIS?

Biar Ibu yang mencemaskan ISIS.

Kau cemaskan soal membangunkan Ayah pukul 07.00 saja.

- Dia harus mengejar pesawat. - Baiklah.

Terus tutup diri Ibu.

Apa maksudmu? Kita selalu bahas banyak hal.

Apa rencanamu hari ini?

- Tentu saja bekerja. - Benar juga.

Apa mereka punya...

aturan berpakaian di sana?

- Ibu. - Apa?

Baik, aku akan melupakannya

karena hari Ibu sudah sangat berat dengan persoalan Irak, tapi...

demi perdamaian dunia,

bisakah Ibu berjanji padaku akan mengurangi sikap

pasif-agresif saat bicara dengan mereka?

Itu bukan "baju penyambut tamu" menurut Ibu.

Itu dia. Agresif. Tidak pasif sama sekali.

- Bu, aku tahu yang kulakukan. - Ibu tahu.

- Kau tampak sangat cantik. - Terima kasih.

- Hanya sedikit santai. - Hentikan.

Dihentikan.

KEMENTERIAN LUAR NEGERI WASHINGTON, DC

Selamat pagi, Bu.

Biasanya aku yang pertama tiba, tapi ini lima hari berturut-turut

kau tiba lebih awal dariku.

Hanya menyiapkan pidatoku untuk delegasi Irak.

Bukankah umumnya hanya pengambilan foto?

Apa ada yang salah dengan hasil kerja Matt?

Ada yang bisa kubantu, Nadine?

Aku tahu kau datang lebih awal untuk menyelidiki Menteri Marsh.

Aku tahu banyak hal tentangnya, jadi...

mungkin aku bisa membantumu.

Baiklah.

Kenapa di hari terakhir hidupnya,

dia mengubah rencana perjalanan dan terbang ke Venezuela?

Katanya ada urusan keluarga yang harus dihadiri.

Mungkinkah dia menutupi hal lain?

Mungkin terkait rencana pencalonannya sebagai Presiden?

Mungkin dia menemui calon donator atau peng...

Nadine, aku...

Aku sangat menyesal.

Kau yakin dia berniat mencalonkan diri?

Ya.

Aku tak tahu alasannya pergi ke Venezuela

selain yang dikatakannya padaku dan mungkin itu kebohongan.

Aku jelas bodoh, jadi...

Ternyata mungkin aku tak bisa membantumu.

Permisi.

Setiap enam bulan, ada sarapan protokol

untuk para Diplomat baru

agar mereka bisa belajar etika makan di pos barunya.

Sepertinya penggunaan uang pajak yang bermanfaat.

Ayo cepatlah.

Jika kau berada di Denmark dan disajikan ymer,

kau tak boleh protes rasanya seperti susu asam.

- Apa itu ymer? - Susu asam.

Intinya, kau harus siap makan ymer layaknya warga asli.

Bagaimana caranya? Jelas di atas kammerjunker.

Tentu saja. Lupakan soal ymer.

Kau yang terus menyinggung ymer.

Kita kemari untuk belajar soal pangsit babi Cina.

Itu yang terbaik di dunia.

Bersikap tenanglah seolah kau Diplomat.

Tunggu. Kenapa kau tak makan pangsit? Apa semuanya sudah habis?

- Aku menyuruhmu berjalan lebih cepat! - Aku belum minum kopi.

Sebenarnya Win sedang membantuku mengambilnya.

Win, tunanganmu?

Benar,dan dia ingin menemuimu.

Ya, itu takkan terjadi.

- Tunggu. Kalian membahasku? - Astaga.

Drama pangsit Cina.

- Sampai nanti. - Sisakan pangsitnya untukku.

Dia tak tahu apa pun soal kita, jadi, tenang saja.

Tentu saja, tapi di lantai berbeda.

Heboh sekali di dalam.

Jangan berada di tengah pegawai pemerintahan dan makanan gratis.

Sayang, ini Matt.

- Matt yang terkenal. Win Barrington. - Senang jumpa denganmu.

Aku tahu aku tampak seperti stereotip berjalan. Bukan begitu?

Pelobi mariyuana medis yang membawa makanan.

Daisy sudah bercerita banyak tentangmu padaku.

- Benarkah? - Ya.

Pangsit?

PM Arif ada di sebelah kananmu...

Tapi Hasan, Menhan, sudah sebal kaum Sunni menjadi perdana menteri,

padahal populasi Shia tiga kali lebih banyak.

Dia pasti kesal jika ditempatkan di sebelah kanan Arif

selagi Menteri Perminyakan baru, Barakat, seorang suku Kurdi, ada di kiriku.

Benar?

Kau membuatku bingung sekarang.

Suku Kurdi satu-satunya rombongan pendukung Barat yang bisa dipercaya.

Benar. Juga pejuang paling efektif untuk melawan ISIS.

Itu sebabnya ada alasan Barakat

harus ada di posisi kedua terbaik, yaitu di kirimu.

Untunglah mereka tak berada di satu pesawat selama 15 jam.

Jika tidak, mereka pasti gelisah.

Jika mereka tak bisa berfoto bersama,

entah bagaimana mereka membentuk tentara terintegrasi untuk melawan ISIS.

Fakta bahwa mereka datang kemari bersama-sama adalah pertanda baik

dan foto itu akan mengirimkan sinyal persatuan yang penting.

Jika pemerintahan baru mereka tak runtuh saat seseorang bersikap konyol di foto.

- Bu, putrimu datang. - Aku bisa melihatnya. Hai.

Mungkin mereka ada di bawah, jadi, akan kusuruh naik.

- Bagus. Hai. Kau sedang rehat? - Baik, Ibu benar.

- Mari selesaikan hal itu. - Kau mau kuliah lagi?

- Tidak lucu. - Maaf.

Tentang bajuku.

Manajerku menyuruhku ganti baju.

Ia bahkan memakai istilah "terlalu santai".

Jika Ibu mau menyombong, lakukan saja sekarang.

Ibu tak mau menyombong. Ibu tak berharap itu benar.

Baik, jika aku mendengarkan Ibu,

maka aku takkan meminta 50 dolar dari Ibu sekarang.

- Meminta 50 dolar? - Aku tak bisa pulang sejauh itu.

Aku harus melewatkan lebih dari separuh jam kerjaku.

Semua baju formalku juga kotor.

Entah apa Ibu punya uang tunai.

- Aku tak merencanakan ini. - Bagaimana dengan kartu kreditmu?

- Kurasa ini bisa disebut darurat. - Sudah maksimal.

Kartu kredit daruratmu sudah mencapai maksimal?

- Ibu. - Apa ada hal darurat yang Ibu lewatkan?

- Bisa kita tak membahasnya? - Ibu berhak menanyakan

- uang kita dipakai untuk apa. - Bu?

- Baik. To... - Bu, delegasi Irak telah tiba.

Terima kasih.

- Jangan memandangku begitu. - Ibu selalu salah di hadapanmu.

- Ini melelahkan. - Ibu ingin aku pindah?

Tidak. Astaga.

Bisakah kita bahas ini nanti?

Atau mungkin tidak sama sekali. Jika kau tak mau, maka tidak usah.

Ibu tidak mau. Baik. Ibu sayang kau.

- Kita tak ada masalah? - Tentu.

Bagus.

Menlu McCord sudah tiba.

Di mana aku bisa beli blus seharga 50 dolar dekat sini?

Kurasa tidak ada.

Walau toko suvenir di bawah menjual kaus

bertuliskan "Kementerian Bingung".

Astaga. Waktuku hampir habis. Aku pasti akan dipecat.

Baik...

Aku punya blus lebih yang kusimpan untuk Ibumu.

Mungkin itu bisa dipakai?

Baik. Terima kasih.

Sia-sia saja aku merendahkan diri.

Itu latihan bagus untuk berkarier di Washington.

- Tidak tertarik. - Gadis pintar.

"Win."

- Nama yang bodoh... - Hai, Matty.

Win.

Hai.

Daisy tak ada di sini.

Jelas sekali.

Mungkin ia ada di ruang pers di bawah.

Aku tak datang untuk bicara dengannya hari ini.

Karena kau datang untuk pangsitnya?

Aku datang untuk bicara denganmu.

Kenapa begitu?

Ini tentang Daisy.

Kau dan Daisy.

Boleh aku masuk?

Baik.

Bagaimana dengan yang ini?

Agak terlalu mirip Dolly Madison.

Pelayan tak punya pilihan.

Aku penyambut tamu.

Tidak lama jika kau tak pergi. Baik, kau akan memakai ini.

Terima kasih. Andai kau asistenku.

Aku tidak mau.

Blake, ada telepon terkait Pasar Daging?

Apa?

Ini hari pertama periode sepekan

saat Kementerian mencocokkan para Diplomat

dengan pos mereka di luar negeri.

Aku tahu itu.

Aku hanya tak tahu istilah "Pasar Daging."

Setiap tahun, beberapa Diplomat tak senang dengan pos mereka

dan menelepon ke sini untuk mengeluh.

Bukankah itu urusan Biro SDM?

More Indonesian subtitles for Madam Secretary

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left