Informace o verzi

삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E31-NEXT
Komentář od Anangkaswandi

Tagy

other
Zveřejněno: 2023-01-18
Stažení: 18
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Dia hamil?

Ini terjadi pada wanita yang kesulitan makan

karena mual.

Tolong beri dia vitamin pranatal

dan pastikan dia makan apa yang bisa dia telan.

Pak?

Apa?

Dia akan mengantuk

dan tidak ingin makan.

Tolong jaga dia baik-baik.

Benar. Terima kasih, Dokter.

Kenapa kau tidak memberitahuku...

bahwa kau hamil?

Kenapa?

Geonu?

Sorim mengencani

duda kaya

yang putrinya berusia 20-an.

Apa? / - Apa?

Seorang pria dengan putri berusia 20-an?

Lalu berapa usianya?

Jeongsuk, di mana Sorim sekarang?

Namsoo, bagaimana kau tahu siapa pacarnya?

Karena putrinya adalah pacarku.

Apa? / - Apa?

Dia mendekati ayah pacarku

untuk membalasku.

Apa? / - Astaga.

Untuk membalas dendam kepadaku,

dia berusaha menjadi ibu mertuaku.

Apa?

Aku tahu ini sulit dipercaya.

Jadi, tanyakan sendiri kepada Sorim.

Dan tolong beri dia pengertian.

Apa masuk akal jika dia menjadi ibu mertuaku?

Kau sedang bermain-main?

Aku bicara jujur.

Sorim tidak mungkin

membuat rencana kekanak-kanakan.

Sepertinya kau salah paham.

Kenapa kau tidak pulang dan tanyakan sendiri?

Sampai jumpa.

Pergilah sebelum kau membawa kesialan.

Sial.

Melihatmu

menjawab pertanyaanku soal cara Sorim dibesarkan.

Suruh dia menjauh

dari ayah pacarku.

Dasar kau...

Lihat siapa yang bicara.

Lihat siapa yang bicara, Berengsek.

Dasar berengsek!

Namsoo datang jauh-jauh untuk mengatakan ini.

Pasti ada kebenaran di balik pernyataannya.

Kakak.

Sedang apa kau di sini?

Apa ada yang sakit?

Apa? Bukan begitu.

Omong-omong, kenapa kau kemari? Kau sakit?

Aku pusing saat di kantor,

jadi, dokter memberiku infus.

Ponselku jatuh di UGD, jadi, aku mau mengambilnya.

Begitu rupanya.

Bukankah kau ahli ortopedi?

Ya. Kita bertemu lagi.

Apa Nona Sorim kakakmu?

Ya, dia adikku.

Begitu rupanya.

Sekarang kau bekerja di rumah sakit lain?

Apa? Tidak, bukan begitu.

Bagaimana keadaanmu?

Kau baik-baik saja?

Kau harus berbaring sampai infusnya habis.

Itu hanya pusing.

Tidak perlu pergi ke UGD.

Apa? Hyeonjeong?

Apa...

Jang Hyeonjeong?

Apa itu pacarnya?

Bagaimana kau bisa mengenal Profesor Jang?

Benar juga. Kami seperti teman

yang berlatih di militer bersama.

Aku pernah melihat kalian berdua di kafe.

Apa dia pacarmu?

Tentu saja bukan.

Dahulu aku mengikuti salah satu kuliahnya.

Kami berjanji untuk bertemu hari ini, tapi...

Kalian berdua pergi saja lebih dulu.

Aku akan mengantarnya pulang.

Hyeonjeong, kau yakin baik-baik saja?

Ya. / - Bukankah ponselmu jatuh?

Ya, terima kasih.

Kau harus pergi lebih dulu. / - Tentu.

Sampai jumpa di rumah. / - Benar.

Hyeonjeong, jaga dirimu.

Tentu. / - Sampai jumpa.

Apa dia...

kakak keduamu?

Ya.

Bagaimana ini?

Tidak ada yang bisa kita lakukan.

Istirahatlah lebih lama. / - Geonu.

Kau pernah bertemu Muyeong?

Di klinik.

Tapi bukan itu yang penting.

Berbaringlah dan istirahat lagi.

Tunggu. Mereka berdua pasangan, bukan?

Entahlah.

Kau pernah melihat mereka bersama di kafe.

Minum kopi bersama belum tentu berkencan.

Bagaimana kalian bisa berteman?

Kami sudah lama kenal.

Saat kuliah, kami satu klub mendaki.

Periksa ponselmu dahulu. / - Baiklah.

Sorim, bisa jawab teleponnya?

Ada apa?

Kenapa?

Ibu dan ayahku meneleponku beberapa kali.

Kurasa mereka khawatir

karena tidak bisa menghubungimu.

Permisi sebentar. / - Tentu.

Hai, Ayah. Ayah meneleponku?

Ya, Sorim. Di mana kau sekarang?

Aku dalam perjalanan pulang.

Benarkah? Kalau begitu, ayo pulang bersama.

Datanglah ke restoran dulu.

Apa? Ayah, apa ada masalah?

Tidak. Kemarilah saja.

Baik.

Apa kata ayahmu?

Dia menyuruhku datang ke restoran kari.

Astaga.

Astaga. / - Astaga.

Bagaimana jika itu benar?

Astaga.

Kenapa Sorim belum datang?

Ibu. / - Astaga.

Sedang apa di sini?

Hei, Sorim belum pulang?

Ada apa?

Telepon Sorim dan suruh dia segera pulang.

Apa yang terjadi? / - Astaga.

Kau masih tidak ingat

kau mendaftarkan pernikahanmu

dengan Sangjun?

Tidak.

Astaga, aku tidak percaya ini.

Sangjun tidak datang?

Aku tidak mau ada dia, aku melarangnya datang.

Hei, kau ingat Namsoo? Cho Namsoo.

Cho Namsoo? Tentu saja. Dia berengsek.

Jadi, kau ingat Sorim putus dengannya.

Astaga.

Ada apa dengan si berengsek itu?

Astaga.

Kuharap tidak ada hal buruk.

Maaf sudah merepotkanmu hari ini, Pak Shin.

Panggil saja aku Pak Muyeong.

Sampai jumpa, Pak Shin.

Ayah.

Hei, masuklah. Cuacanya dingin, ya?

Ya...

Apa ada masalah?

Apa? Cuacanya dingin. Minumlah teh hangat dahulu.

Ini. / - Baiklah.

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Mari minum teh hangat

dan pulang nanti.

Apa ini soal Taeju?

Aku tidak mencemaskannya.

Tentu saja tidak. Aku tahu Taeju sudah membaik.

Lalu apa?

Sorim.

Beberapa saat lalu,

Namsoo mampir.

Apa?

Aku hendak ke sauna dengan ibu dan nenekmu...

saat Namsoo datang.

Apa katanya?

Apa yang dikatakan bedebah itu?

Namsoo, apa ada masalah?

Kau tampak agak sedih.

Tidak ada masalah.

Pak Shin pulang larut.

Kurasa dia masih bersama Nona Sorim.

Sorim bukan guru

yang dihormati atau semacamnya.

Bisa berhenti memanggilnya seperti itu?

Kurasa ada yang salah denganmu hari ini.

Ada apa?

Masalahnya adalah...

ada seorang wanita yang dulu kukencani.

Mantan pacarmu?

Aku bahkan tidak mau menyebutnya mantanku.

Kami hanya bertemu sebentar.

Kurasa dia salah paham.

Dia berubah menjadi penguntit.

Astaga.

Dia ke kantorku dan menunggui rumahku.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left