Prvních 200 řádků.
"Diterjemahkan Oleh Jacks Saragi GC"
Hanya satu makhluk yang mampu mengukir hidup untuk dirinya sendiri di setiap habitat Bumi.
Makhluk Itulah kita.
Di seluruh penjuru dunia kita masih memakai kecerdasan kita untuk bertahan hidup di tempat2 liar,
Jauh dari cahaya kota, berhadapan dengan alam natural (alami).
Ini adalah Planet Manusia.
Hutan adalah alam yang paling kuat, kompleks dan misterius.
Hutan memang nampak berlimpah,
Tapi untuk manusia, hutan merupakan lingkungan mengejutkan yang tak bersahabat.
Meskipun, secara sejarah, peradaban besar muncul di sini,
Tidak satupun bertahan oleh waktu.
Hutan menolak untuk ditaklukkan
Dan menghukum siapapun yang hidup tidak berdasarkan hukumnya.
Bahkan hari ini, ada beberapa orang yang menjaga rahasia
Bertahan hidup di dunia liar ini.
Ini adalah cerita yang luar biasa
Yang orang-orang menyebutnya rumah hutan hujan.
Hutan hujan tropis menutupi hanya 2% dari permukaan planet...
... Tapi mereka merupakan rumah bagi 1/2 dari semua spesies di Bumi.
Masalahnya adalah, banyak dari kehidupan berada di puncak-puncak pohon,
Cara dunia keluar dari jangkauan kita.
Memanfaatkan kekayaan Kanopi dari dasar hutan sangat menantang,
Mengambil protein yang cukup merupakan perjuangan sehari-hari.
Para Matis Brasil merupakan pemburu yang sangat terampil
bahkan seminggu terakhir hanya sedikit daging untuk diputarkan.
Benin lapar dan ia bertekad hari ini perburuan akan lebih sukses.
Pengelola katak pohon memasukkan racun ke dalam aliran darah untuk menyucikan tubuh mereka,
Mempersiapkan aksi.
Para Matis juga meneteskan jus tanaman berbahaya ke dalam mata mereka
Mempertajam indra penglihatan dan pikiran mereka agar fokus saat berburu.
Benin dan yang lainnya memanggil kekuatan roh-roh binatang.
Berburu hewan Kanopi dari dasar tanah
Butuh kekuatan membara...
... Empat meter panjangnya sumpitan,
Di bentuk presisi untuk pertajam desain lebih dari ribuan tahun.
Melihat hewan dikerapatan vegetasi sangatlah sulit,
Para Matis mengandalkan pendengaran untuk mencari mangsa...
... Dan menggunakan Mimikri untuk memancing mangsa ke dalam jangkauan.
Mereka mampu meniru semua sepuluh spesies monyet yang terdapat di hutan-hutan ini.
Monyet Howler merespon.
30 meter di depan, monyet makan di pohon ara.
Mencetak anak panah dengan gigi piranha
Memastikan ujung panah beracun masuk ke tubuh korban.
Tidak seperti senjata api, sumpit lebih senyap
Dan bisa menembakkan tanpa menakuti monyet.
Benin buat tembakan pertama, dan sekarang monyet berpencar.
Setelah ditembak, monyet harus dilacak
Sampai racun pohon anggur curare bereaksi.
Monyet ini sudah lemah, tapi bersembunyi dan harus dipaksa keluar.
Mereka menembak kembali.
Namun monyet terjebak pada pokok anggur sekarang dan tidak ada pilihan selain pergi dan mengambil.
Satu monyet terjatuh, tapi ini hanya awal.
Sebagai salah satu pemburu tercepat,
Merupakan tugas Benin untuk menembak mati setiap monyet2 yang lolos.
Dia menembak yang lain, tapi meleset.
Benin menembak kembali, kali ini mengenai target.
Monyet akhirnya berhenti...
... Dan Benin membidik sasaran untuk terakhir kalinya.
Delapan monyet. Menjadikan hari yang indah.
Apabila terlalu sering mereka akan kembali dengan tangan kosong.
Berburu di Kanopi sangatlah sulit,
Orang harus menemukan sebagian besar makanan mereka di atas tanah.
Tapi mengais hidup di dasar hutan hampir tidak ada yang mudah.
Sifat kompleks dunia misterius ini sangat sulit untuk dikuasai,
Pembelajaran harus dimulai sejak dini.
Orlando dari suku Piaroa di Venezuela.
Ia seperti anak-anak yang lainnya,
Hanya hidup di hutan memaksanya untuk mengurus dirinya sendiri.
Bahkan petualangan kecil ini membawa mereka jauh ke dalam dunia hutan.
Karena hanya 2% dari sinar matahari yang mencapai dasar hutan,
Sungguh mengherankan ada beberapa tanaman tumbuh dan ini berarti terdapat beberapa hewan.
Protein sekitar sini sangat sedikit dibandingkan di gurun...
Dan kebanyakan yang ada di sini mengandung racun.
Membedakan makan malam berbahaya adalah keterampilan hidup yang penting.
Beberapa makhluk memiliki lebih dari satu reputasi jahat dibandingkan yang mereka cari.
Tarantula raksasa, seukuran piring makan,
Laba-laba terbesar di dunia.
Sulit untuk membayangkan makanan yang kurang menarik,
Tetapi pemakan yang memilih-milih tidak bertahan lama di hutan.
Lagipula, Orlando mengatakan tarantula lezat,
Dan menangani hewan berbahaya yang datang dengan teritorial.
Sejak umur lima tahun,
Anak Piaroa tahu persis kemana untuk berburu laba-laba...
... Dan dalam beberapa jam dapat menangkap secukupnya untuk di makan.
Tapi mereka harus berhati-hati diantara kedua taring besar
Dan bulu laba2 ditendangkan bagi penyerang siapapun.
Jika bulu laba2 bersentuhan kulit atau dihirup, bulu laba2 menyebabkan reaksi yang buruk.
Orlando menjadi buruk.
Namun tumbuh di hutan, dia pergunakan untuk kegelisahan kecil.
Tarantula yang terbaik disajikan terpanggang, seperti marshmallow.
Semua bulu harus dikeluarkan sehingga tidak tersangkut ditenggorokan.
Dan ketika mereka mulai menciut,
Yaitu udara keluar dari sendi laba2, laba2 panggang hampir selesai.
Tarantula rasanya agak seperti kepiting
Dan dengan sedikit bumbu, mereka memakannya.
Orlando dan teman-temannya bertahan hidup
Tergantung bagaimana cara mendekap setiap kesempatan di hutan.
Manusia hutan sangat bergantung pada lingkungan mereka,
Mereka menjadi bagian alami dari hutan
Dan membentuk ikatan yang luar biasa dengan alam.
Sangat sedikit orang hidup sangat erat dengan hewan dibandingkan Awa Guaja
Dari Amazon timur.
Mendidik berbagai makhluk di setiap penjuru hutan,
Awa merupakan penjaga hewan obsesif.
Dan beberapa hewan mereka hargai lebih dari yang lainnya.
Seperti Matis, berburu monyet sangat penting untuk kelangsungan hidup Awa,
Menyediakan hampir 1/2 protein mereka.
Tapi hubungan ini membuktikan lebih dari sekedar makanan.
Emwi tidak hanya memakan monyet, dia mencintai hewan tersebut.
Hampir semua keluarga Awa menjaga jumlah hewan monyet peliharaan.
Ada delapan spesies yang berbeda di desa.
Awa menunjukkan kelembutan luar biasa untuk monyet kecil,
Percaya bahwa mereka lebih ke manusia daripada hewan.
Emwi merupakan ibu yang setia, baik untuk anak-anaknya dan monyetnya.
Bagi Emwi dan Awa yang lain,
Menyusui monyet hanyalah cara alami untuk membantu anak yatim yang membutuhkan.
Merawat begitu intim si hewan mereka membunuh secara reguler
Mungkin muncul pertentangan,
Tapi Awa percaya untuk segala sesuatunya yang mereka ambil dari hutan,
Mereka harus kembalikan.
Ketika hidup kita terjalin begitu dalam dengan hewan dan tumbuhan,
Mereka pasti menjadi sumber inspirasi.
Mungkin kasus paling spektakuler budaya meniru alam
Ditemukan di antara orang-orang Papua Nugini.
Jauh di dalam hutan,
Burung jantan surga yang hebat pamerkan bulu2nya untuk betina agak sedikit membosankan
Tapi dia bukan hanya satu-satunya yang menonton.
Geling adalah pemburu burung surga,
Dan bulu2 burung berharga yang dia cari.
Mendambakan bulu2 ini sudah berlaku turun-temurun
Tapi adakalanya rusak satu bulu harus diganti.
Burung surga begitu sulit di buru, bagaimanapun, Geling tetap perlu bantuan.
Peke mencari bulu ekor panjang dari putri raja ASTRAPIA,
Dan dia memakai buah untuk memancing mereka masuk.
Besok adalah hari besar bagi Geling.
Klan-nya akan tampil di Sing Sing,
Dimana reputasinya dan kehormatan desanya
Akan dinilai dari kualitas bulu koleksinya.
Semua pagelaran Sing Sing tentang bersaing
Untuk melihat pakaian bulu siapa yang terbaik,
Dan Geling tahu jambul tidak membanggakan bisa mengeluarkannya dari pagelaran.
Antara burung dan manusia,
Pakaian paling menarik akan mendapatkan banyak perhatian,
Meskipun Geling mungkin berlebihan tentang penaklukannya.
The Mount Hagen Sing Sing
Dunia hutan terbesar bertemakan gaun pesta mewah.
Dihadiri oleh ratusan suku,
Salah satu dari even nasional terbesar di Papua Nugini.
Di tengah kericuhan, Geling menempatkan sentuhan akhir bagi pakaiannya.
Di New Guinea, kesombongan laki-laki adalah sesuatu untuk dipamerkan.
Bagaimanapun tiap2 klan memiliki gaya sendiri...
... Hampir semua memakai bulu burung surga sebagai mahkota kemuliaan mereka.
Dalam penampilan mereka, dan bahkan kekasih (burung) mereka menari,
Paralel antara manusia dan hewan terlihat jelas.
Mereka burung2 dari bulu.
Keduanya menggunakan bulu berharga ini untuk menampilkan kebugaran dan kecantikan.
Mengambil bagian tengah panggung, giliran Geling untuk tampil.
Hubungan mendalam dengan burung surga bermula sejak 40 ribu tahun yang lalu...
... Dan mulai terlihat tanda2 memudar.
Geling mulai mengekang,
Dan wanitanya tidak cukup kagum sebagaimana kemewahan yang mereka gunakan...
... Tapi dia tidak akan membiarkan hal itu mengacaukan bulu2nya.
Sifat beragam dari hutan hujan mempengaruhi orang2 yang tinggal di sini
Perjalanan tiada akhir
Dan sering menyesakkan nafas.
Untuk suku Bayaka di cekungan Afrika Kongo,
Suara dari hutanlah yang paling menginspirasi mereka.
Apakah memakai sungai sebagai kotak drum...
... Atau menggabungkan suara2 hewan menjadi lagu karya mereka...
... para Bayaka menganggap musik menjadi hadiah terbesar mereka dari hutan.
Tapi ada sesuatu hal lain ditemukan di sini yang Bayaka menghargainya amat tinggi.
Jadi mereka sangat siap mempertaruhkan nyawa mereka untuk itu.
Tete dan Mongonje sedang berburu,
Tetapi bukan daging yang mereka cari.
Madu merupakan emas cair bagi Bayaka,
Dan mereka pergi sangat jauh untuk mengumpulkan madu.
Menggunakan tali rambat khusus,
Tete membuat baju zirah untuk membantunya mencengkeram pohon 40 meter ini.
Memanjat seperti ini butuh keterampilan, kekuatan dan stamina,
Terutama pada suhu panas tropis.
Sementara Tete naik, Mongonje mempersiapkan seikat daun pengasap
Untuk membantu menenangkan lebah.
Satu jam berlalu dan Tete membuat kemajuan yang pesat.
Bahkan dia masih punya cara untuk teruskan.
Kabar bahwa madu ditemukan menyebar dengan cepat,
Dan istri Tete serta anak-anak datang untuk menonton.
Akhirnya Tete berhasil ke puncak pohon
Tapi untuk melangkah lebih jauh dia harus lepaskan pengaman tali rambat.
Tete sadar sepenuhnyai betapa berbahayanya mengumpulkan madu yang dia lakukan,
Tapi Bayaka percaya bahwa keberanianlah yang menjadikannya manusia,
Dan gula sangat langka di hutan ini
Madu merupakan nutrisi terbaik yang Tete dapat sajikan untuk keluarganya.
40 meter ke atas, dan tidak terikat, Tete tidak boleh salah meletakkan kaki.
Dan lebah2 mulai menyerang.
Dia berhasil sampai ke sarang,
Tapi ia harus segera mengambil madu sebelum diserang oleh lebah2.
Asap cukup membantu, tapi Tete masih di sengat.
Akhirnya Tete mencapai emas.
Keranjang pertama turun ke keluarga Tete...
... Dan bahkan ribuan lebah yang marah tak dapat menghentikan perayaan.
No comments yet. Be the first to leave one.