Ryuichi Sakamoto: Coda

Ryuichi Sakamoto: Coda

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Ryuichi Sakamoto-Coda 2017 JAPANESE 1080p BluRay H264 AAC-VXT
Komentář od SugijoDwiarso

Tagy

BluRay
1080
Zveřejněno: 2023-09-24
Stažení: 51
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Sudah pada bengkok dan rusak parah.

Aku dengar tentang sebuah piano yang selamat dari tsunami.

Aku ingin dengar suaranya.

Aku kagum, piano itu tidak hancur.

Tsunami mengapungkan piano itu.

Bisa kau lihat garis air di sisinya.

Dia terhanyut.

Piano ini mengapung? / Ya.

Hingga ke garis ini?

Aku merasa seperti sedang memainkan mayat piano yang mati tenggelam.

"Tenaga nuklir - Energi bagi Masa Depan yang Cerah"

Jumat, 11 Maret

Balai Kota Futaba

"Tak ada denyut nadi."

“Operator menara crane dipastikan tewas. Reaktor 1-4 stabil."

"Anda berada dalam radius 10 km dari reaktor. Jangan keluar."

Dari deretan pohon pinus itu.

Begitu ya.

Tsunami muncul dari sana.

Kau melihatnya?

Dinding air hitam

naik hingga ke mencapai atas pohon-pohon pinus.

Tidak boleh ada tenaga nuklir! Jangan bangun kembali reaktor!

Mereka bangun kembali PLTN-nya di Oi.

Masyarakat Jepang perlu bicara kepada mereka yang berkuasa.

Kita tidak boleh biarkan diri kita putus asa atau berpuas diri.

Kami orang Jepang terlalu berdiam diri selama 40 tahun terakhir.

40 hingga 50 tahun.

Itu memalukan.

Ini adalah demonstrasi pertama sejak dimulainya lagi pembangunan pembangkit itu.

Jadi ini hari yang penting.

Tidak boleh ada tenaga nuklir! Jangan memulai pembangunan lagi!

Kediaman Perdana Menteri, Tokyo

Lagi-lagi bencana nuklir dan Jepang sudah muak!

Jepang sudah muak!

Bukan hanya Jepang, tapi dunia!

Dunia bakal kiamat!

Ini adalah krisis!

Terdapat orang sungguhan di dalam pabrik saat ini,

mempertaruhkan hidup mereka untuk menjaga reaktor agar tidak runtuh.

Jika bukan karena mereka, kita semua akan tewas, para politisi,

demi semua orang!

Jangan ada lagi nuklir!

Aku menentang tenaga nuklir. Aku menentang pembangunan kembali pembangkit itu.

Sekalipun satu atau dua pembangkit, kita tidak boleh menyerah.

Kita harus siap-siap demi pertempuran panjang.

Begitulah yang kurasakan terhadap persoalan ini.

Di sini, di depan National Diet Building ,

orang-orang mulai tumpah ke jalanan.

Sejak kecelakaan nuklir itu,

iklim sosial dan politik di Jepang memburuk.

Aku bicara tentang isu-isu kontroversial secara terbuka.

Jika tidak mengeluarkan isi pikiranku aku akan merasa sangat tegang

Jika aku punya perasaan kuat terhadap sesuatu, aku tidak bisa menengok ke arah lain.

“Untuk mengenang para korban gempa bumi dan tsunami"

Selamat malam.

Saya Ryuichi Sakamoto.

Saudara sekalian pasti sangat kedinginan.

Jangan sungkan untuk terus bergerak agar tetap hangat.

Kuharap saudara menikmati musiknya.

Aku tidak pernah menyangka hal ini bakal terjadi.

Pikiran tentang kanker bahkan tidak pernah terlintas di benakku.

Jadi waktu aku didiagnosis...

Reaksiku seperti pada umumnya orang lain.

Aku tidak bisa menerimanya.

Rasanya masih seperti sebuah candaan,

jujur.

“Aku menderita kanker tenggorokan stadium 3.”

“Jika memburuk maka bakal menyebar ke kelenjar getah beningku."

"25/7/14 - Suhu tubuh turun. Itu buruk. Perawatan dimulai hari ini."

Sejak aku memulai karir pada usia dua puluhan,

Aku tak pernah berhenti bekerja. Tidak selama seperti sekarang ini.

Aku merasa terkoyak.

Setiap hari,

Aku ingin tahu apakah aku boleh kembali bekerja.

Mungkin aku ingin sekali bekerja?

Aku tidak yakin.

Kini setelah satu tahun menjalani pengobatan, Aku ingin tahu apakah hal itu bermanfaat bagiku

dengan tidak berkarya seperti ini.

Di samping itu...

Aku perlu melakukan semua yang kumampu

untuk mencegahnya kambuh.

Jika tidak kutindaklanjuti dengan pengobatan secara penuh,

aku pasti bakal menyesalinya.

Akan sangat disayangkan jika tidak bisa memperpanjang hidupku, jika aku mampu.

Mulutku tidak bisa menghasilkan air liur yang cukup.

Aku memiliki kapasitas menelan 70%.

Berat.

Aku ketahuan.

Ya ampun.

Aku rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalanku lemah.

Aku harus menjaga mulutku tetap bersih.

Di sekitar sini

tulangnya tampaknya sudah mati.

Begitu tulangnya mati,

dia tidak mampu ber-regenerasi.

Aku sedang mengerjakan musik untuk sebuah film

yang disutradarai oleh seorang yang begitu aku hormati

dan dia adalah Alejandro Gonzales Inarritu

dan ini adalah film karya dia berikutnya.

Aku tak sanggup menolak tawarannya

sebab aku sangat menyukainya.

Aku suka film-filmnya

Dan itu sebuah tantangan besar untuk bisa bekerjasama dengannya.

Seharusnya aku harus dalam semangat yang lebih sehat

namun aku tak sanggup bilang begitu padanya, sebab aku begitu menghormatinya.

Aku terus-menerus melawan keterbatasanku sendiri.

Bekerja 8 jam sehari belum pernah jadi masalah bagiku selama ini.

Aku jelas tidak akan berhasil mengejar tenggat waktuku.

Aku menjadi sangat gugup. Aku nyaris menyerah.

Sejujurnya aku tidak tahu

tersisa berapa tahun lagi.

Bisa jadi dua puluh tahun, sepuluh tahun,

atau jika kambuh akan menguranginya jadi hanya satu tahun.

Aku tidak menganggap remeh apa pun.

Tapi aku yakin bahwa aku ingin wujudkan lebih banyak lagi karya musik.

Musik yang jika kutinggalkan tidak akan membuatku malu -

karya yang punya arti.

Pada tahun aku didiagnosis menderita kanker,

aku sedang menggarap album baru.

Semua harus dihentikan jadi aku bisa fokus pada pengobatan.

Atau lebih tepatnya ditunda.

Jadi, kutinggalkan semua gagasan untuk mengerjakannya pada saat itu

dan kuputuskan untuk mulai dari awal lagi.

Aku sangat suka dengan penggunaan paduan suara organ Bach pada karya Tarkovsky.

Aku ingin sesuatu semacam itu.

Niatku masih agak kabur.

Pemikiranku agak samar, tapi ada sesuatu dalam nada itu.

Dari sinilah aku akan memulai.

Tapi aku tidak bisa begitu saja meniru cara Tarkovsky menafsirkan Bach.

Itu tidak benar.

Kurasa, aku perlu menulis paduan suara karyaku sendiri.

Dunia ini penuh dengan suara.

Kita tidak terbiasa mendengarnya sebagai "musik".

Tapi suara itu sungguh menarik, secara musikal.

Jadi aku punya keinginan kuat untuk menggabungkannya ke dalam karyaku,

mencampurnya dengan instrumen menjadi satu lanskap suara.

Perpaduan sonik baik yang kacau atau pun yang menyatu.

Itulah yang ingin kudengar saat ini.

Ini perpaduan yang bagus.

Inilah yang kucari.

Menurutku, ini akan berhasil.

Kedengarannya sangat 80-an, 'kan?

Tokyo mengalami perubahan mulai sekitar pertengahan tahun 70an.

Saat itulah kota ini mulai mewakili sebagai yang terdepan di tataran global,

secara teknologi dan budaya.

Kota ini menjadi wilayah yang futuristik.

Waktu itu tahun 1984 dan aku di sini di Tokyo.

Tokyo, atau lebih tepatnya Jepang, pada dasarnya menjadi milik dunia

negara kapitalis paling maju.

Teknologi tampaknya berkembang pesat dengan sendirinya.

Roda gigi bergerak semakin efisien.

Beberapa kemungkinan mulai bermunculan melampaui cakrawala

imajinasi manusia, seperti kita ini.

Aku bukan mengatakan "Kembali ke Alam, ke zaman pra-modern".

Aku tidak tertarik untuk melawan arus.

Aku tertarik dengan erosi teknologi,

seperti kesalahan atau suara bising.

Apa manfaat penggunaan komputer?

Yang utama, ia mampu bermain cepat, frase-frase yang sulit bagimu.

Misalnya...

Sebenarnya tidak terlalu sulit.

Tapi jari manusia tidak mampu bergerak begitu cepat secara mekanis.

Jadi kami biarkan komputer melakukan itu.

Silakan.

Ini sangat cepat.

Aku tidak bisa mengikuti.

Komputer memungkinkanmu mencipta musik meski kau tidak bisa bermain piano.

Kau hanya butuh ide, dan kau tidak perlu harus berlatih selama beberapa dekade.

Aku mencoba berpikir secara sinematik, sebagai sebuah eksperimen.

Aku ingin membuat komposisi seolah-olah untuk sebuah film yang belum dibuat.

Itulah yang kulakukan sekarang.

Seperti halnya Tarkovsky memperlakukan suara air,

bukan hanya air tetapi juga angin atau langkah kaki

menambahkan tekstur audio yang bagus.

Dia punya kecintaan dan rasa hormat yang mendalam terhadap suara sesuatu.

Soundtrack -nya penuh dengan rekaman lingkungan hidup.

Suara-suara itu begitu terintegrasi ke dalam karyanya.

Film-film karyanya benar-benar mengandung lanskap suara yang rumit.

Dalam artian tertentu, dia adalah seorang musisi.

Setelah berpikir panjang,

Kuputuskan untuk membuat musik

dengat semangat soundtrack Tarkovsky.

Andai aku bisa membuat album seperti itu, aku bakal sangat senang.

Tidak menghasilkan suara.

Ini terlalu tebal.

Saat aku membuat komposisi untuk film,

Aku menuruti visi orang lain.

Aku secara pribadi dibatasi, secara musikal.

Namun kendala itu juga bisa menjadi sumber inspirasi.

Sering kutemukan beberapa kemungkinan baru bagi diriku sendiri yang tidak pernah kutahu keberadaannya.

Semuanya dimulai dengan "Merry Christmas Mr. Lawrence".

Nagisa Oshima adalah seorang sutradara yang sangat kukagumi.

Dia berkata, "Mainlah dalam filmku."

Aku sangat senang.

Seharusnya aku berkata "Ya", namun karena masih muda dan emosional

Aku jawab, "Hanya jika kau izinkan aku yang buat musik filmnya juga."

Berkarya di film selalu datang secara tiba-tiba.

Seperti yang terjadi pada "The Last Emperor".

Produser Jeremy Thomas menelepon dan berkata, "Datanglah ke Beijing minggu depan."

Ryuichi Sakamoto: Coda subtitles in other languages

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left