Prvních 200 řádků.
SERIAL NETFLIX
TIDAK DIKENAL
- Halo. - Hei.
Lama tak mengobrol.
Kalian siap?
Mari kita mulai!
Memulai apa, ya?
Memulai era baru.
Kita pernah bermusuhan.
Namun, persaingan
tidak perlu berlarut-larut.
Turnamen All Valley tinggal beberapa bulan lagi
dan tahun ini, yang dipertaruhkan lebih penting dari sebelumnya.
Kita tahu Cobra Kai akan menggunakan segala macam cara kotor.
Ada satu cara mengalahkannya…
Dengan menendang keras bokong mereka sampai mereka terberak-berak.
Usaha kita harus ditingkatkan.
Kami akan ajarkan
serangan yang lebih kuat dari semua serangan Cobra Kai.
Diserang lebih dulu?
Kita dahului mereka!
Itu tergesa-gesa. Kita akan merespons gerakan mereka.
Elang tidak pernah merespons,
tapi menukik dan menyambar sesuka hati.
Itulah rencana kita, merebut Valley.
Merebutnya dengan cara yang terukur dan terorganisasi.
Catuk lebih dulu!
Mari pemanasan dengan latihan fisik sederhana.
Ayo, berbaris!
Tarik napas dan ikuti aku.
Kuda-kuda!
Kaki kanan di belakang.
Siap-siap tendangan depan…
Aduh. Maaf.
Siap. Mulai!
Bagus. Incar giginya!
Hei. Kalian cuma asal tinju.
Kau tak ajarkan pertahanan?
Pertahanan terbaik adalah menyerang.
Astaga…
Kenapa ada batu di tengah dojomu?
Mulai!
Bagus. Terus berputar.
Jangan mendahului.
Tetap fokus.
Ayo, maju lebih dulu. Apa-apaan ini?
Tidak bisa begitu. Harus ada yang terprovokasi.
- Hei! - Sudah terprovokasi?
Lap kanan, lap kiri.
Berulang kali dilakukan pun tak akan cukup.
Teknik dasar kalian harus selalu dilatih.
Benar, yang bersih!
Pokoknya sampai terlihat gres.
Bereskan kaleng-kalengnya.
Kalau ada uang receh, itu punyaku.
Ayo, Bocah-bocah! Lebih cepat!
Bagus!
- Ayo, kalian bisa! - Yang benar saja.
- Nanti kita dituntut. - Karena apa?
Astaga. Aku mau muntah.
- Ayo! Gerakkan kaki kalian! - Jangan di perahu!
Jangan di perahu!
Mulai!
Sial.
Lihat, karena inilah kami tak latihan tanding di sini.
Nah, siapa selanjutnya?
Hei, serius, saat aku kuliah di ASU nanti,
cewek-cewek bakal antre karena tergiur olehku.
Ayahku ingin aku masuk Harvard,
tapi ASU itu Harvard-nya pesisir barat.
Kalian payah.
Andai kalian becus, kita bisa menang.
Sembarangan. Hawk berkhianat.
Miguel baru lepas dari kursi roda dan kau tetap kalah.
Paling tidak, aku masih di sini. Separuh rekan kita berhenti.
Lihat siapa yang datang.
Si bodoh itu tak ikut latihan. Kenapa boleh di sini? Aku tak paham.
Kau terlambat.
Aku tak berniat latihan.
Jika ingin masuk Cobra Kai…
Aku tak bilang mau bergabung. Aku butuh tempat menginap.
Kau boleh menginap di sini sesukamu.
Dengar, ini ide buruk.
Cobra Kai memang membantuku saat aku diserang di tahanan,
tapi aku tak sudi jadi pion di taruhan antara kau, Ayah, dan Pak LaRusso.
Bagiku, kau bukan pion.
Aku menganggapmu raja.
Ayahmu sangat berbakat, tapi dia menyia-nyiakannya.
Dia kuberi banyak kesempatan untuk kembali,
tapi dia memilih Diaz.
Bahkan menyebabkan bekas luka di dahimu.
Percayalah, kau lebih berbakat dibandingkan ayahmu.
Tinggal buktikan pada dunia.
Setelah semua yang terjadi, pikirmu aku peduli soal trofi konyol?
Bukan soal trofinya,
tapi soal menjadi juara.
Menang atau kalah,
reputasi itu akan mengikutimu seumur hidup.
Tanyalah ayahmu dan LaRusso.
Yah,
setelah mereka bekerja sama, peluang menang mereka besar.
Bukan mereka saja yang bekerja sama.
Sial!
Maaf. Aku masih belum terbiasa memasukkan sandinya.
Sistem alarm baru ini payah.
Seharusnya Ayah beli versi pendeteksi wajah.
Halo, aku Amanda LaRusso.
Maaf, itu alarm palsu.
Sandinya "Outlander".
Baik.
Aku suntuk, Daniel.
Kukira sistem keamanan baru akan membuatku tenang,
tapi aku justru makin gelisah.
Para bedebah cilik Cobra Kai itu harus dibui.
Terutama Tory si psikopat.
Kalau dia, tak pantas diampuni.
Sayang, kita masih bisa melapor ke polisi.
Ini sudah kita bahas.
Sam tak perlu mengingatnya lagi.
Reputasi bisnis kita juga jangan sampai rusak lagi.
Situasinya memang tak ideal.
Ada anak dilempar dari jendela kita.
Daniel, jika setahun lalu kau bilang
keselamatan keluarga kita terjamin jika menang turnamen karate,
aku akan mengira kau bercanda.
Ternyata benar. Seperti di The Twilight Zone.
Yakinlah, Amanda, aku pun ingin semua kembali normal.
Jika kerja samaku dan Johnny berjalan,
kami berpeluang besar mengakhiri semua ini.
Lalu bagaimana kerja samanya sejauh ini?
Setidaknya kami belum baku hantam.
Wah. Kemajuan.
Yakin Kreese akan menutup Cobra Kai jika dia kalah?
Dia pasti kalah.
Samantha juga ikut bertarung.
Tak masalah meski dia ingkar janji setelah kalah.
Warga Valley akan jadi saksi bahwa Cobra Kai tidak efektif,
terutama Robby.
Makan malam sudah siap.
Hidangan utama malam ini adalah fajita dan sayur panggang.
Kusajikan pico de gallo
beserta tortila dari jagung dan tepung.
Wow. Kelihatannya lezat, Johnny.
Terima kasih, resepnya dari situs Chili's.
Agar cita rasanya autentik.
Autentik bagi siapa?
Kita orang Ekuador, bukan Meksiko.
- Ibu! - Cicipi ini.
Saus mangga pedas.
Seperti di negeri asal.
Terima kasih.
Jadi, bagaimana hari pertama latihan?
Yah, baru hari pertama.
Perlu ditingkatkan.
Senang kau dan Daniel bekerja sama.
Aku ingin pastikan Miggy aman.
Kondisi punggungku baik sekali. Ibu tak perlu cemas.
Dia ibumu, pasti akan selalu cemas. Tenang, aku akan memantaunya.
Miguel, ceritakan.
Bagaimana rasanya karate bersama pacarmu?
Kalian sering latihan duel?
Syukurlah kau dan Sam balikan.
Dia manis.
Bukan cuma aku yang balikan dengan mantan. Ya, 'kan, Sensei?
Dia kencan dengan kekasihnya.
Mantan yang pergi?
Benarkah?
Itu bukan kencan.
Dia merendah. Hei.
Kuambilkan foto keren Sensei dan Sensei tampil…
Bukannya Sensei tak keren,
tapi dia harus tampil istimewa untuk wanita istimewa.
- Ceritakan soal sushi-nya. - Tak perlu dibahas.
Baiklah, entah kenapa Sensei malu-malu.
Kami ke restoran sushi karena kami kira Ali suka sushi.
Kami pesan dragon roll…
Tolong jangan salah paham.
- Kami teman lama, cuma bertukar kabar. - Baiklah.
Carmen, saat ada insiden di rumah LaRusso malam itu,
aku berencana menemuimu…
Johnny, sebaiknya hubungan kita tak perlu terburu-buru.
Mengingat situasi yang terjadi dan masih berlanjut,
kita jalani pelan-pelan saja.
Tidak apa?
Ya. Tentu saja.
Kita jalani pelan-pelan.
PROPERTI PRIBADI DILARANG MASUK
Wah, Carla. Biar kubantu.
Biar kubawakan.
Sudah.
Terima kasih, Pak Silver.
Ayo, katakan.
- Katakan! Cobra Kai… - Tak pernah mati.
Sudah pasti.
Apa maumu?
Tak ada maksud mencari ribut.
Ingin bertukar kabar saja.
Untuk mengenang masa
lalu.
Permisi.
No comments yet. Be the first to leave one.