Prvních 135 řádků.
Apa terjadi sesuatu?
Kau selalu seperti ini, tapi
entah kenapa kau tampak berbeda.
Gitu ya?
Apa kau mimpi yang aneh-aneh lagi?
Tidak juga.
Aku selalu ingin menanyakannya,
yang kau lihat, apa ya namanya?
Mimpi masa depan?
Tentang klien yang ke sini dan permintaannya,
kau sudah tahu sebelumnya, kan?
Ya.
Lalu apa itu? Indera keenam?
Aku gak tahu.
Bisakah kau selalu melihat hal seperti itu?
Sebelum kau datang ke sini, atau
sebelum jadi seorang detektif, apa yang kau kerjakan?
Yah, kau tak perlu menjawabnya.
Aku juga belum bilang padamu atau bos,
masa laluku sebelum datang ke sini.
Selamat pagi.
Pagi.
Selamat pagi.
Ada apa?
Muraki.
Iya.
Bos, kau kenapa?
Aku mempunyai permintaan.
River's Edge, Ookawabata Detective Agency
Original Work: "River's Edge, Ookawabata Tantei-sha" Author: Hijikita Yuho / Art: Tanaka Akio
Opening Song: by EGO-WRAPPIN'
'Muraki' ODAGIRI JOE
'Director' ISHIBASHI RENJI
'Megumi' KOIZUMI MAYA
WAKAMATSU TAKESHI
Music: MORI MASAKI
Cinematography: MIYAMOTO WATARU Lighting: TOMIKAWA HIDENOBU
English sub by arakira @d-addicts
Content Producer: GOKA KIMITAKA Producers: ASANO DAI / SUGIHARA NAMI
Chief Producer: NAKAGAWA JUNPEI
Director: ONE HITOSHI
Silakan. File.12: Bos Kita adalah Kliennya
File.12: Bos Kita adalah Kliennya
Ini aneh. File.12: Bos Kita adalah Kliennya
Lalu, apa itu?
Akhir-akhir ini,
aku dibuntuti oleh seseorang.
Seperti yang kau tahu,
selama siang hari aku biasanya selalu di sini.
Iya.
Aku mempercayakan penyelidikan klien padamu.
Tidak, kau selalu membantuku dengan jaringan informasimu.
Kadang-kadang aku juga ikut membantu, kan?
Ah, ya benar.
Dan menghabiskan malam hari
keluar minum-minum di suatu tempat di kawasan Asakusa ini.
Kau tahu, wilayah malam hari seseorang
semakin mengecil dengan bertambahnya usia.
Izakaya, bar, pub.
Sekarang aku hanya berlangganan di 7 atau 8 tempat saja.
Ya.
Dan kemarin malam juga.
Aku di bar di Kannonura,
minum-minum sampai tengah malam.
Tolong tagihannya.
Malam yang cerah, tanda-tanda musim semi.
Jadi aku ingin jalan-jalan di tepi sungai.
Karena itu, sudah kukatakan...
Bukankah kau hanya mabuk dan terpeleset?
Aku belum pikun.
Itu bukan hanya kemarin saja.
Aku merasa sudah diikuti selama seminggu.
Aku tahu karena aku detektif.
Ku pasti tahu hal-hal seperti itu.
Siapa ya kira-kira?
Hah?
Apakah ada seseorang yang dendam padamu?
Pastinya ada.
Jika kau bertahun-tahun bekerja sebagai detektif
ada banyak orang yang merasa tidak senang
dengan penyelidikan yang kau lakukan.
Dan mereka akan kehilangan keluarga atau pekerjaannya setelah kau menghadapinya
dengan bukti kecurangannya.
Dan masa lalu mereka yang kau gali.
Tidak heran jika
ada seseorang yang membenci detektif yang mengungkapkan
mereka.
Ini biaya penyelidikannya.
Kuserahkan padamu, Tuan Detektif.
Kerja bagus.
Jadi sudah seminggu, ya?
Ya.
Jadi, bagaimana dengan penyelidikanku?
Rutinitas keseharianmu teratur.
Gitu ya.
Tak ada yang istimewa di lingkunganmu dan tak ada orang yang mencurigakan.
Begitu.
Menurutku akan sia-sia saja jika melanjutkan penyelidikannya.
Tapi kau melihatnya, kan?
Iya?
Mimpi.
Kau selalu bermimpi sebelum pelanggan datang.
Kau mimpi apa?
Kali ini aku tidak mimpi apa-apa.
Jadi, mungkin cuma kesalahpahamanku.
Tagihannya.
Ya.
Dia juga.
Ya kan, seperti yang kubilang
kau hanya mabuk.
Mungkin juga.
Berhati-hatilah.
Baiklah, baiklah.
Oh, ya.
Sebagai imbalan karena sia-sia saja
tolong traktirin kita Sukiyaki dong.
Kenapa kau malah malak padaku?
Ayolah...
Datang, datang, pelangganku.
Hah?
Dia pelanggan yang baru-baru ini menjadi satpam. Dia gampangan.
Meski ke hotel, dia tidak melakukan seks apa pun.
Lalu apa yang kau lakukan?
Itu rahasia.
Dia sedang ke sini. Dia benar-benar asyik denganku.
Ke sini? Dia tahu kau kerja di sini?
Ya, tapi jangan khawatir, aku takkan bilang apa-apa
tentang klien maupun penyelidikan.
Soalnya kita punya kewa-kewa...
Kewajiban kerahasiaan.
Ya, yang itu.
Dah, aku pergi dulu.
Jika kau menyelidikinya
kau pasti menemukan hal yang hebat.
Benar juga.
No comments yet. Be the first to leave one.