Prvních 199 řádků.
Di dunia ini, selain Petualang dan Pribumi
ada juga ras yang sejenis dengan manusia.
Contohnya adalah goblin.
Meski kecerdasannya terbatas, mereka itu kuat dan cepat berkembang biak.
Mereka juga sangat keji dan brutal.
Satu goblin tak sekuat Petualang level menengah atau atas.
Tapi jumlah dan variasi mereka tak bisa diremehkan.
Sebagian besar dari bagian timur laut kepulauan ini dikuasai oleh mereka.
ZainuddinAri mempersembahkan
Log Horizon
Tindakan yang berbalik meningkat
Ya kita siap untuk bagian lucunya
Tipu muslihatmu sia-sia KARENANYA DENGARLAH INI!
Login dengan karaktermu Hancurkan hal yang tak kausukai
Kebisingan datang namun kita siap mengangguk Bagaimana dengan penawar untuk yang tersesak dan terhipnosis
Robek kebohongan yang menutupinya Sekarang siapa yang pengecut
Seperti warna-warni bunga, mendekap rasa sakit yang hidup
Sakimidareta hana no youni azayaka na itami daki
Langkahi kota yang masih berdiri, buang ucapanmu yang membingungkan
Tatazumu machi wo nukete mayoi no serifu wa sute
Suarakan aku 'tuk kembali
Kaeranai koe yo hibike
Kita ucapkan Wow Wow Wow Wow
Database Database Hanya hidup di dalam Database Wow Wow
Dinding fiksi meretak di dalam kepalaku Dan candu duniaku masih menyebar
Di dalam Database Database Aku berjuang di dalam Database Wow Wow
Tak peduli meski tak ada harapan Sementara kegilaan dari sistem bertumbuh
Database Database Hanya hidup di dalam Database
Database Database Ucapkan Wow Wow Wow Wow
Jadi, bagaimana?
Kalau hanya menghadiri salah satunya saja,
kurasa tak baik untuk kita.
Pertemuan makan malam dengan Tuan Darte,
makan siang dengan kesatria-kesatria muda,
lalu makan malam dengan Tuan Kiliva dari Tsukuba dan serikat akademik, ya?
Serikat akademik tampaknya terlalu berat untukku.
Sama denganku.
Biar aku yang menghadirinya.
Crusty, bagaimana dengan kesatria-kesatria muda?
Acara dansanya pasti menyenangkan.
Ya, kurasa tak buruk.
Kalau begitu aku akan makan malam dengan Tuan Darte.
Apa Anda baik-baik saja, Tuan Crusty?
Padahal Anda harus berhadapan dengan para bangsawan muda dan pujiannya.
Baru saja aku menemukan perisai sempurna yang kuat dan tak terpecahkan.
Jadi kalian bisa tenang.
Perisai?
Perisai dan Kebebasan
Perisai dan Kebebasan.
Putri Lennesia, sudah waktunya Anda tidur.
Jangan yang itu, Elissa!
Aku tak mau memakai piama berbahan sutra.
Itu 'kan piama yang jahat.
Masih meributkan hal itu?
Bagaimana dengan yang ini?
Yang begini baru bisa disebut piama tidur!
Sekali-sekali, tolong piama sutranya dipakai. Kalau tidak, nanti aku dimarahi.
Ya, lain kali!
Padahal para pria mendengar rumor kalau Anda itu putri yang anggun dan melankolis.
Aku tak melankolis, tapi hanya muram.
Aku tak anggun, tapi tak punya motivasi.
Kalau Anda malas-malasan terus,
tak akan ada pria yang tahan dengan sikap Anda.
Ya, tapi...
Maafkan aku, Tuan Kiliva.
Sebenarnya aku sudah punya janji.
Janji?
Oh, dengan Putri Lenessia.
Senang sekali bertemu dengan Anda.
Aku Crusty, seorang Petualang.
Sekian dariku.
Anu, janji yang Anda maksud?
Janji tadi hanya alasan.
Kalau Anda terganggu, aku minta maaf.
Tak apa-apa.
Dia memang tak terlihat seperti orang jahat, tapi ini merepotkan.
Barusan Anda berpikir kalau aku ini merepotkan, bukan?
Eh?
Malah sejak pertama kita bertemu, Anda berpikir kalau ini merepotkan, bukan?
Bagaimana Anda bisa tahu?
Entahlah. Kenapa aku bisa tahu, ya?
Dia membaca pikiranku.
Bagaimana kalau kita minum teh?
Sejak pagi para bangsawan selalu mengejarku.
Ta-Tapi...
Aku tahu kalau Anda enggan bersamaku.
Tapi saat ini aku adalah orang penting di istana ini.
Kalau kita berdua minum teh,
kita akan memiliki alasan untuk bolos dari pertemuan atau jamuan lain.
O-Orang ini orang yang jahat!
Anda harus berhati-hati, Tuan Putri.
Kau benar, dia bisa membaca pikiranku...
Bukan itu yang kumaksud.
Lawan kita adalah seorang Petualang.
Mereka itu orang-orang yang misterius.
Ya.
Aku tak ingin berbicara banyak
tapi Anda harus menjaga sikap Anda sebagai anggota keluarga bangsawan Cowen.
Ya.
Keluarga bangsawan, ya?
Dia sangat cantik seperti biasanya.
Begitu anggunnya.
Meski aku menerima pujian,
setengahnya ditujukan untuk ayahku.
Dengan dandanan yang pas, siapa pun bisa cantik.
Padahal mengganti pakaian saja aku malas.
Sampai kapan aku akan seperti ini?
Aku kalah!
Wah, serangan Anda memang hebat!
Kuharap Anda bisa melatihku nanti.
Pertandingan persahabatan?
Ya, aku diundang mereka.
Mengejutkan, ya.
Apanya?
Bukankah hal seperti itu merepotkan?
Tidak, kok.
Aku hanya ingin mengenal orang-orang Pribumi lebih jauh lagi.
Pembohong.
Padahal sedang mencari orang yang kuat.
Crusty?
Oh, itu Putri Lenessia.
Bagaimana rasanya setelah melawan mereka?
Bagi seorang Petualang seperti Tuan Crusty, pasti tak ada yang lebih kuat.
Tidak, mereka semua cukup berbakat.
Barusan juga aku hampir kalah.
Oh.
Ya, sulit untuk berkompetisi di sini dan meraih peringkat pertama.
Putri Lenessia!
Putri, bisakah Anda memberikan hadiah pada orang terkuat dari kesatria pemberani di sini?
Hadiah?
Hak menemani Anda untuk pertemuan malam ini.
Boleh juga!
Oke, ayo lakukan!
Eh?
Aku mengerti.
Itu memang perisai yang sempurna.
Tapi apa yang direncanakan tuan Cowen pada Petualang?
Siapa tahu kalau negoisasi dengan mereka bisa dilakukan?
Omong-omong, apa kita belum menemukan keberadaan Kesatria Izumo?
Karena itulah kita bisa memanfaatkan para Petualang.
Apalagi mereka itu tak bisa mati.
Wah, wah. Kalian berdua sedang bersama.
Ketemu!
Sang Jenius dalam petak umpet!
Hei, main petak umpet bareng, yuk!
Wah!
Sang Jenius petak umpet hebat!
Ini bukan petak umpet.
Teori Anda telah menyangkal adanya peluang Pribumi untuk berkembang!
Sangkalan Anda terhadap peluang dari teoriku bisa menghambat perkembangan kita!
Yang kalian maksud dari perkembangan itu apa?
Bukankah lebih baik kita mulai dari makna tersebut?
Itu sama saja lari dari masalah!
Kurasa di setiap dunia tetap ada perdebatan.
Apa kaubilang?
Kalian paham?
Aku ini memikirkan kesejahteraan para Pribumi.
Kak Shiroe?
Tidak, tidak. Anda itu sama sekali tak-
Minori?
Kami akan masuk ke dungeon,
tapi bisakah aku bicara denganmu sebentar?
Oh, maaf.
Saat ini aku sedang ada pertemuan.
Oh, begitu, ya?
Maaf, tapi kau tak perlu cemas.
Aku akan menghubungi lagi nanti.
A-Aku kalah!
Hebat!
Jelas saja dia yang menang.
Menghadapi pendekar pedang ternama memang melelahkan.
Apa itu sindiran?
Tentu saja bukan.
Tolong bangunkan aku setelah beberapa waktu.
Kalau Anda terlihat oleh orang lain...
Tak masalah.
Lagi pula aku ini Petualang yang barbar.
Aku yakin para bangsawan menganggap ini sebagai hal yang natural.
Rasanya tak adil.
Barusan Anda berpikir kalau ini tak adil, 'kan?
Bagaimana dengan Anda?
Mejanya terasa dingin dan nyaman, loh.
Jadi yang Anda maksud adalah itu?
Ya, yang itu.
Petualang itu bebas.
Bebas?
Makan sesuka mereka,
tidur sesuka mereka,
dan bergerak sesuka mereka.
Tapi...
Untuk bebas, kami memerlukan resolusi.
Bebas.
Di sini!
Baru satu jam kita sudah begini.
Kita sudah mengulangnya berkali-kali.
Kenapa kita tak bisa menang?
Gara-gara kalian tak memulihkanku dengan benar,
aku menerima luka dari mereka!
Jangan berkata seperti itu!
No comments yet. Be the first to leave one.