Prvních 200 řádků.
Taeju, hei.
Artikelnya akan ditarik.
Aku sudah mengklarifikasi bahwa itu palsu,
jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Wajahmu tidak terlihat.
Tidak akan ada yang mengenalimu.
Halo? Taeju?
Foto itu pasti dari sesuatu yang dia rekam.
Entah bagaimana artikel ini bisa muncul.
Siapa yang kuberi tahu
soal perjanjianku dengan putri dekan?
Aku tidak pernah mengatakan apa pun.
Sangjun sedang membahas pernikahan
dengan putri dekan Universitas Seni Hankuk.
Aku tidak pernah memberi tahu siapa pun.
Tak akan ada yang memeriksa fakta ini,
jadi, aku yakin itu akan segera mereda.
Agensinya sangat keras jika menyangkut rumor,
tolong jangan khawatir.
Karena sudah terungkap, mereka harus bertemu.
Aku akan membahasnya dengan Sangjun.
Tolong beri tahu dekan dan keluarganya
bahwa mereka tidak perlu khawatir.
Halo?
Halo, ini ibu Sangjun.
Ya, halo.
Artikel aneh diunggah oleh reporter hari ini.
Apa kau melihatnya?
Aku melihatnya pagi ini.
Sekarang sudah dihapus.
Aku ingin tahu apa kau tahu
bagaimana mereka bisa tahu soal ini.
Kau tak bilang dia belajar piano di luar negeri.
Lagi pula, itu rumor, tidak perlu khawatir.
Tentu saja.
Kurasa itu juga menyusahkanmu.
Benar. Semoga harimu menyenangkan.
Aku akan menghargainya
jika kau menghapus nomorku dari ponselmu.
Aku sama sekali tidak menyukaimu, Kim Taeju.
Ada apa dengan informasi yang kau kirim?
Aku sudah mengirim surelnya.
Apa kau sudah gila?
Nenek Seran berusaha
menikahkan Sangjun dengan orang lain.
Wanita yang kulihat hari itu punya aura baik.
Kurasa mereka benar-benar saling menyukai.
Lalu? Apa yang kau tulis di informasi itu?
Apa yang kudengar dan lebih dari itu.
"Sangjun membicarakan pernikahan"
"dengan keluarga bergengsi,"
"tapi dia mengencani wanita"
"yang syuting acara ragam bersamanya."
Apa kau sudah gila?
Kenapa kau melakukan itu?
Aku ingin membantu Sangjun.
Tapi tanpa bukti yang mendukung,
Exclusive Dispatch tak mau menerima ceritaku.
Media kecil mau, dan memutarbalikkan ucapanku.
Astaga. Rahasiakan perbuatanmu ini.
Mengerti?
Baiklah!
Aku minta maaf untuk itu.
Dasar anak nakal!
Kau membuat apa?
Geotjeori, Ibu.
Mungkin itu mengembalikan selera makanku.
Kau mau mencobanya? / - Tentu.
Astaga, enak sekali.
Mari makan ini dengan daging rebus.
Tentu.
Aku membuatnya untuk Taeju, sial.
Ibu, tolong periksa apakah itu Taeju?
Apa itu Bring Together?
Halo?
Senang mendengar kabar darimu.
Begitukah? Tiga kandidat?
Tentu, terima kasih.
Ya, tolong kirimkan foto mereka.
Ada apa?
Layanan perjodohan
memilih bujangan yang cocok untuk Taeju.
Astaga.
Lihat betapa tampannya mereka.
Dua dari mereka pengacara
dan satu ahli otolaringologi.
Astaga, bukankah mereka tampan?
Mereka akan lebih cocok untuk Sorim.
Tapi dia punya Namsoo.
Seolah-olah mereka akan tertarik
dengan orang setua Taeju.
Jangan repot-repot mengincar orang yang salah.
Aku pergi.
Kita makan daging rebus untuk makan malam.
Sulit dipercaya.
Lihat saja nanti.
Dia akan membalasmu suatu hari nanti
saat kutemukan pria yang layak untuk dinikahi.
Wanita tua itu.
Astaga.
Taeju, kau tidak butuh bantuan?
Aku baik-baik saja.
Aku harus masuk kelas.
Pergilah ke salon dan cuci rambutmu.
Aku baik-baik saja. Pergilah bekerja.
Tentu.
Sial, punggungku.
Hidup memang sulit.
Si ceroboh itu.
Kau lupa ponselmu lagi?
Apa-apaan ini?
Aku khawatir.
Kenapa kau di sini?
Kau membukakan pintu.
Kukira kau Sorim.
Keluar. Pergi! / - Apa-apaan ini?
Astaga.
Apa yang terjadi? Kau terluka?
Bukan apa-apa.
Pergilah. Keluar.
Setelah melihat lenganmu cedera?
Setidaknya kubantu mengeringkan rambutmu, ya?
Astaga.
Baiklah!
Aku akan melakukan sisanya sekarang.
Tunggu saja. Aku hampir selesai.
Astaga. Tapi rasanya menyenangkan.
Bagaimana rambutku?
Bagus!
Rasanya sejuk.
Kau terlihat cantik.
Sial.
Rumahmu terlihat rapi.
Sedang apa kau di sini,
padahal akan segera menikah?
Kuharap kau cemburu.
Kenapa aku harus menikah?
Mereka langsung menarik artikelnya,
jangan khawatir.
Bagaimana tanganmu bisa terluka?
Itu bukan urusanmu.
Bagaimana foto itu bisa bocor?
Salah satu kru produksi
yang mengerjakan pratinjau
mengunggah itu di akun media sosialnya.
Kenapa kau bilang akan berhenti?
Kau bilang akan memberitahuku nanti.
Karena aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Astaga.
Mungkin baterainya harus diganti.
Ada apa dengan ini? / - Sangjun.
Sembunyilah di kamar. / - Baiklah.
Tunggu. Ambil sepatumu.
Cepat!
Berikan kepadaku.
Ibu. / - Hei. Astaga, ini berat.
Sedang apa di sini pukul sebegini?
Hei, tanganmu kenapa?
Ini? Tanganku terjepit di pintu.
Aku sudah ke rumah sakit Geonu untuk berobat.
Ini bukan masalah besar, tapi sepertinya begitu.
Astaga, kau mengejutkanku.
Baiklah. / - Kau kehabisan kimchi, bukan?
Jadi, aku membuat geotjeori untukmu.
Astaga. Aku bisa mengambilnya sendiri.
Aku tahu kau tidak akan melakukannya.
Tidak ada kantong es di dalamnya,
jadi, kau harus memasukkannya ke kulkas.
Aku harus pergi.
Baiklah. / - Baiklah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa. / - Benar juga.
Tanganmu terluka. Mau kubantu bereskan?
Mungkin aku harus membersihkan kulkasnya.
Tidak usah. Pergilah. Aku bisa melakukan ini.
Kau yakin? / - Akan segera kubereskan.
Kalau begitu, aku pergi. / - Baiklah.
Sampai jumpa. / - Sampai jumpa.
Aku lupa membawanya ke yayasan lagi.
Di mana dia menaruhnya?
Kurasa tidak ada di sini.
Tidak ada di sini. Di mana?
Dia menaruhnya di sini? Kurasa tidak.
Di mana? Astaga.
Taeju,
di mana pakaian yang tidak kau pakai lagi?
Apa?
Astaga, aku tidak bisa menemukannya.
Astaga.
Astaga. / - Astaga.
Astaga, Bu Yu. / - Ibu!
Kau butuh bantuanku? / - Tidak usah.
Astaga, kau mengejutkanku.
Ibu. / - Astaga. Jantungku.
Ibu, berbaringlah. Kuperiksa tekanan darah Ibu,
jangan bergerak.
Kau harus pergi.
Lee Sangjun. / - Ya.
Kenapa bersembunyi di lemari putriku?
Maaf, Bu.
No comments yet. Be the first to leave one.