Informace o verzi

Welcome to Waikiki S01 NF WEBRip Pahe in Complete
Komentář od ChoBot
Netflix Retail.

Tagy

webrip
web
BRip
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (20)
Stáhnout Indonesian titulky
Translate with Pro
Show all subtitles
Zveřejněno: 2022-01-14
Stažení: 66
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Apa-apaan ini?

Air... Aku butuh air.

Apa ini?

Halo?

Ya, ini aku.

Maaf?

Maafkan aku.

Tolong beri kami waktu lagi,

kami akan bayar akhir minggu ini.

Maaf?

Lalu bagaimana dengan bisnis kami? Kau tidak bisa...

Halo? Halo!

Kenapa berisik sekali? Ada apa?

Aliran air akan diputus sebab kita belum membayar.

Apa?

- Kapan? - Segera.

Berengsek. Kalian pikir ini lucu?

Aku benci kelakar macam ini.

Hei, sungguh...

Dong-goo.

Segera nyalakan lagi airnya.

Joon-ki.

- Apa? - Ke arah sini.

Dong-goo. Berhenti bercanda dan cepat nyalakan airnya!

Bercanda, kepalamu.

Air mati karena menunggak.

Airnya dimatikan?

Makanya kusuruh bayar tagihan tepat waktu!

Apa aku ada pilihan? Kita tidak punya uang!

Berapa utang tagihannya?

- 420.000 won. - 420.000 won?

- Ya. - Banyak juga, ya?

Bagaimana mungkin CEO tak punya 400 ribu?

- Ini semua salahmu. - Apa?

"Guesthouse sebiru samudra"?

"Banjir turis dari Tiongkok begitu kita buka"?

"Cepat kaya dan bisa buat film"?

Apa aku bisa tahu THAAD akan jadi masalah?

Mana kutahu Asia Timur Laut...

Cukup!

Tahu jumlah bunga pinjaman kita?

Kita hampir bangkrut!

Bagaimana kelola usaha tanpa ada air?

- Bagaimana? - Jangan khawatir.

Kita bertiga pasti bisa mengumpulkan 400 ribu.

Dia benar. Keadaan tak akan memburuk.

Kita harus positif, Dong-goo.

Apa? Bersikap "Positif"?

Kau benar. Aku yang salah.

Aku hampir berbuat kesalahan.

Tamu jarang datang kemari,

bunga pinjaman tambah terus, kini tak ada air.

Aku pesimis tanpa alasan.

Kenapa bisa sebodoh ini?

- Aku harus berlutut? - Bukan itu maksudku.

- Dong-goo... - Apa?

- Dasar... - Hei!

Kenapa dilampiaskan pada Doo-sik?

Tidak apa-apa.

Ya, kurasa di sini aku yang gila.

Aku pasti gila karena mau memulai bisnis bersama kalian.

Semuanya salahku.

Apa? "Bersikap positif"?

Mati saja kau!

Semuanya gagal.

Itu... Dia benar-benar punya masalah dengan emosinya.

Tidak apa-apa. Sudahlah.

Apa kau menangis?

Kenapa menangis? Bersikaplah positif.

Apa?

Positif saja karena keadaan tak akan memburuk?

Kita akan celaka jika keadaan makin buruk!

Apa itu tadi?

Suara apa itu?

Ada bayi di sini?

Joon-ki! Doo-sik!

Ada apa?

- Ada masalah apa? - Ada apa?

- Ada apa? - Ada...

Kenapa? Ada apa di sana?

- Lihat saja. - Ada apa?

Ada apa?

- Lihat saja. - Apa?

Itu bayi. Boneka bayi.

- Dia bergerak. - Apa?

Dia bergerak.

- Dia menatap mataku. - Dia bergerak.

DUNIA BARU

Kenapa bisa... Kenapa dia ada di sini?

Apa dia anak tamu?

Sudah lama tak dapat tamu.

Karena itulah kita mabuk kemarin.

Bisa datang saat kita mabuk.

Menurutmu begitu?

Aku pingsan, tidak ingat.

Kau ingat? Kau tak minum, 'kan?

Aku tidur cepat karena ada syuting.

Kita periksa dahulu tas itu.

- Mungkin ada nomor telepon. - Haruskah?

Kosong.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Mungkin pergi sebentar. Tasnya ada.

Apa itu masuk akal?

Orang tua macam apa

yang pergi tinggalkan bayi?

Dia menangis.

Lakukan sesuatu!

- Apa? - Apa saja.

Kenapa... Kenapa kau menangis? Apa kau lapar?

Atau popokmu harus diganti?

- Apa ini? - Apa?

Tunggu sebentar.

Sial, dia buang air besar!

Aku...

akan memulainya.

Ada apa? Apakah BAB-nya ke mana-mana?

Bukan, dia... Masalahnya...

Dia tidak memilikinya. Tak ada apa-apa di situ.

- Dia bayi perempuan. - Lantas?

Aku tahu dia seorang bayi,

namun entah apa aku boleh mengganti popoknya begini.

Kau memang pria yang sopan.

- Kau pria terhormat, ya? - Apa?

Hentikan omong kosong ini dan ganti saja popoknya!

Baiklah!

Maaf.

- Tisu basah. - Tisu basah!

Cepat, berengsek!

Beri aku satu.

Tisu basah. Aku butuh lagi!

- Lagi, lagi! - Ini.

Astaga. Popok!

- Popok, sekarang! - Ini!

Baik, semuanya beres.

Kerja yang bagus.

Ya...

Tidak sulit rupanya.

Tisu basah...

Tisu basah!

Hei, Nak.

Aku sudah beri susu formula dan mengganti popokmu.

Kenapa kau masih menangis?

Apa kita telepon polisi saja?

Bagaimana jika dia anak tamu?

Benar. Tunggu sehari.

Kantor polisi tak ramah bayi.

Berisik.

Kita tak punya tamu atau air...

Kini mengurus bayi juga?

Hal macam ini tak bisa dibuat-buat.

Punggungku.

Astaga, punggungku...

Apa? Dia tidak menangis!

Ini gila!

Melegakan sekali.

Apa?

- Menangis lagi? - Tadi berbuat apa?

Ulangi lagi!

Berdiri. Ayo!

Aku hanya berdiri dan...

meliukkan pinggang, luruskan,

- Ulangi terus! - Kau mau aku terus melakukannya?

Ya. Nanti nangis lagi.

Mustahil aku begini terus.

Kini giliranmu. Ini sangat melelahkan.

Lihat pukul berapa sekarang. Aku ada syuting film. Permisi.

Katamu syuting nanti siang.

Ini dengan Raja industri film, Park Sung-woong.

Aku harus tiba cepat untuk bersiap.

Sampai nanti.

Kau masih ada waktu lama sebelum pergi!

Doo-sik.

Aku ada pekerjaan paruh waktu.

Mau ke mana? Kerja apa?

- Di swalayan. - Tidak boleh.

- Tidak bisa. - Sampai nanti!

Jangan tinggalkan aku!

Ini membuatku gila.

Halo? Hai, Soo-ah, ada apa? Ada mau bahas hal penting?

Sekarang juga?

Baiklah. Bagus.

Bagus.

Kau tampak cantik. Bagus.

Senyum.

Yang terakhir.

Selesai. Kerja bagus, Soo-ah.

Terima kasih.

UTANG 12.316.340 WON JATUH TEMPO. HARAP BAYAR.

Soo-ah. Aku datang.

Hai, sudah datang?

Kenapa ada bayi?

Masalahnya, saat kami bangun tadi pagi, ada tamu...

Entahlah. Kisahnya panjang.

- Semangat. - Terima kasih.

Aku serius. Hanya kau cahaya dalam hidupku, Soo-ah.

- Kau mau bicara apa? - Itu...

Kita putus.

Apa?

Putus? Apa maksudmu?

Hanya... Pokoknya kita putus saja.

More Indonesian subtitles for Welcome to Waikiki (Eulachacha Waikiki / 으라차차 와이키키)

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left