Prvních 200 řádků.
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Apa itu?
Kalian!
Ikuti aku, ayo.
Demi Tuhan, apa yang terjadi?
Si Ular.
Berikan pisau itu.
Damião?
Si Ular.
Si Ular kembali.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Bagaimana kau keluar dari gereja?
Bagaimana kau bertahan di sini selama ini?
Musuhmu menawanku.
Tidak. Itu tidak mungkin.
Wajahnya pun sama, Mateus.
Sama dengan Yang Terpilih.
Dia berubah wajah agar kita bingung. Jangan percayai penglihatanmu.
- Dia bukan manusia. - Entah dia apa,
tapi aku tahu dia nyata.
Kenapa dia membiarkanmu hidup?
Tunggu.
- Kau bekerja sama dengan Si Ular? - Tentu tidak!
Dia ingin aku menyampaikan pesan.
Pesan apa?
"Berkat tak akan datang."
"Berkat tak akan datang"? Apa artinya?
Kematian, Mateus.
Kematian tak akan datang kemari.
Awalnya aku tak paham,
tapi katanya, dosa yang kalian tutupi tak akan pernah hilang.
Yang Terpilih perlu tahu ini.
ENAM BULAN KEMUDIAN
"Lúcia, percayalah. Infeksi itu sungguh terjadi.
Kita harus kembali ke sana, atau kau akan mati.
Kumohon, jawab teleponku."
Lúcia, tenang.
Dia pasti melebih-lebihkan.
Mau lihat hasil tesnya?
Aku berjanji akan siap hari ini.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Meski kau sudah kembali ke Aguazul beberapa bulan,
kurasa aku tak akan terbiasa denganmu.
Jika merepotkan, aku bisa tidur di klinik.
Kau tahu itu bukan pilihan.
Yang Terpilih menentukan nasib rumah ini.
Angkat penderitaanku ini, Bapa!
Bunuh saja aku.
Penyembuhan itu membuatnya merana.
Itu akibat menyembuhkan orang luar.
Yang Terpilih butuh bantuan medis.
- Aku bisa membantu. - Tidak.
Sudah saatnya kau paham
- status doktermu tak berarti di sini. - Cari Lorenzo!
Cari Lorenzo, bawa dia kemari.
Di mana Lorenzo?
Maaf, Lúcia,
tapi kau harus dikarantina.
DEPARTEMEN KESEHATAN
POLISI
- Ayo, bergerak. - Lúcia?
Amanda, apa yang kau lakukan?
Lekas!
Lúcia!
Bajingan. Kau apakan aku?
Masuk. Cuma aku yang bisa membantumu!
Membantuku? Kau memberiku hukuman mati.
Ayo, Lúcia. Masuk ke mobil! Cepat.
Lorenzo?
DONASI
Lorenzo?
Tuan.
Hei, Tuan.
Dilarang tidur di sini.
Kau tersesat?
Permisi, anak penyembuh itu tinggal di desa ini, 'kan?
Dia adikku.
Ibu kami sudah membawanya pulang untuk hari ini.
Aku mencoba datang lebih awal.
Tapi aku sangat lelah.
Sangat lemah.
Aku menemuinya sebagai upaya terakhir.
Ada apa denganmu?
Apa isi tas itu?
Obat dilarang di Aguazul.
Aku dokter.
Aku datang dari jauh
karena butuh bantuan adikmu.
Dokter mencari penyembuhan?
Aku sekarat.
Saat kau sekarat,
dan sudah mencoba semua pengobatan tradisional,
apa lagi pilihanmu?
Aku bisa menanyai ibuku,
tapi aku tak berjanji.
Aku juga mau imbalan.
Apa pun yang kau mau.
Aku mau kau periksa ibuku.
Dengan cara dokter.
Periksa saja.
Jangan berikan obat. Paham?
Racun tak boleh memasuki tubuh kudus.
Sepakat. Tak ada racun.
Aku berjanji.
Namaku Lorenzo.
Santiago.
Santiago!
Hei, Bodoh, kau minum-minum lagi, ya?
- Santiago... - Simpan omong kosongmu.
- Entah kenapa aku mengasihanimu. - Kasihan? Ya, benar.
- Dia tak akan bisa membantu jika begini. - Tuhan menuntun tangannya.
Kau sudah gila, Santiago.
Aku tahu tindakanmu, tak akan tertipu.
Aku juga dokter, tapi aku sadar.
- Yang Terpilih menerimaku. - Mengasihanimu.
Karena kau membawa pesan Si Ular, kau dianggap bagian dari rencana ilahi.
Aku menjaga keselamatannya, dan aku tak percaya kepadamu.
Aku tak memahamimu.
Aku sudah lari jika tak mau di sini.
Aku tinggal karena yakin di sini lain
dan Yang Terpilih di sini ada tujuannya.
Silakan berpura-pura menjadi bagian kami,
tapi kau tak akan pernah jadi bagian Aguazul.
Jangan kira aku lupa perbuatanmu, Pendosa.
Aku cuma mau membantu.
Jika kau lebih suka nyawa adikmu di tangan pemabuk,
bukan masalah.
Kau bisa menyentuh Yang Terpilih setelah melangkahi mayatku.
Angelina?
Angelina?
Kau bisa mendengarku?
Apa yang terjadi, Dokter?
Dia sangat lemah.
Dia memberikan terlalu banyak darah.
Dia butuh waktu makin lama untuk pulih dari transfusi.
Kenapa terkejut, Dokter?
Semua hidupku sudah mati untukku.
Imaculada,
aku menyuruhmu beristirahat.
Kenapa belum tidur selarut ini?
Sama sepertimu selarut ini.
Bekerja.
Kau sedang kesakitan?
Butuh sesuatu?
Ya.
Terima kasih untuk semua perawatanmu.
Anak-anakku jadi merasa lebih baik.
Namun, waktuku tak lama lagi.
Putraku menyelamatkan nyawamu.
Tak ada obat untuk kankermu, bukan?
Aku sangat bersyukur kepada Yang Terpilih.
Aku amat bersyukur...
diberikan kesempatan kedua untuk hidup
dan bekerja di tempat sakral ini.
Aku senang kau berterima kasih kepada putraku.
Kau begitu baik kepadaku.
Dalam banyak hal.
Kini, aku harus memintamu membantuku menolong putraku yang kudus.
Kau tahu sendiri, putraku...
menderita tiap kali menyembuhkan.
Aku menemukan cara untuk menyembuhkannya.
Tuhan memberitahuku.
Apa yang kau inginkan dariku?
Darahnya menjadi kotor usai tiap penyembuhan.
Itu cobaan yang dituntut Tuhan.
Kita harus menemukan darah bersih
dari tempat jauh untuk memperbaharui darahnya.
Ini akan menjadi misimu mulai sekarang, Cintaku.
Berjanjilah kepadaku...
mesias kita akan selalu didampingi wanita bak malaikat.
Ya.
Kau di sini, Dokter.
Kau tak pernah ke bar.
Kukira kau tak minum miras.
Sudah lima tahun.
Itu penyebab kankerku.
Kini kankerku sudah hilang.
Sudah tak sakit?
Aku merasa...
lebih baik.
Kita harus mencari orang lain untuk darahmu.
Aku tak butuh itu.
Kau harus menerima kenyataan.
Atas izinmu, aku akan mencari wanita lain.
Kau?
Kau mungkin saudaraku, Santiago, tapi kau tak punya keilahian.
Tuhan tak akan membantumu menemukan wanita yang tepat.
Jangan putus asa.
Bapaku sudah memilihnya, dan kau tahu siapa itu.
Maksudmu, dokter itu?
Dia tak akan kembali dan tak setara yang sebelumnya.
Ya, dia berbeda.
Karena itu dia spesial.
Bapaku akan membawakan Lúcia, Santiago.
Sudah ditakdirkan.
Tak ada alasan meragukan takdir.
Ke mana kau membawaku, Berengsek?
Menurutmu?
Cuma satu orang yang bisa menolongmu.
No comments yet. Be the first to leave one.