Informace o verzi

Seni Pedang Daring: Alicization - 19
Komentář od Inisial ZA

Tagy

other
Zveřejněno: 2019-04-07
Stažení: 45
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 170 řádků.

Bicaralah. Tapi kalau menurutku terdapat kebohongan di balik perkataanmu,

kau akan langsung kutebas.

Tak masalah.

Selama keputusan untuk menebasku memang berasal dari dirimu sendiri.

Alasanku bicara begitu adalah,

karena di dalam dirimu terdapat perintah yang ditanam oleh seseorang tanpa kausadari.

Kesatria Perbawa dipanggil oleh sang Pendeta Tertinggi, yaitu Administrator,

dari atas surga untuk tegakkan aturan dan keadilan,

begitulah yang kalian percayai.

Tapi...

Alice, kau pasti tak ingat siapa yang sudah melahirkanmu ke dunia

ataupun siapa yang membesarkanmu.

Kalau itu katanya saat Kesatria Perbawa terpanggil ke dunia ini,

Dewi Stacia menyegel ingatan kita tentang surga.

Memang benar ingatanmu sudah disegel.

Tapi yang lakukan itu bukanlah Dewi Stacia, melainkan sang Pendeta Tertinggi.

Lalu yang disegel bukanlah ingatanmu mengenai surga,

tapi ingatan tentangmu yang lahir dan dibesarkan sebagai anak manusia di dunia ini.

Nama aslimu adalah Alice Zuberg.

Kau lahir dan besar di desa kecil sebelah utara Hinterland bernama Rulid.

Lalu saat berumur sebelas tahun,

kau menjelajahi gua di Pegunungan End

dan tanpa sengaja kau lewati perbatasan antara wilayah manusia dan Tanah Kegelapan.

Berarti, kau sudah langgar Indeks Tabu yaitu "Tak melewati perbatasan Tanah Kegelapan."

Alice Zuberg.

Itukah namaku?

Rulid. Pegunungan End.

Aku tak ingat sedikit pun.

Jangan paksakan diri untuk mengingatnya. Nanti kau bisa jadi seperti Eldrie.

Untuk apa bicara begitu sekarang?

Aku ingin mengetahui segalanya.

kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku

karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride

dan kan terus melawan takdir hingga akhir

unmei ni aragatte yuke

ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN

ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN

ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN

di suatu tempat di mana suaramu tak menggapaiku

kimi no koe ga todokanai basho de ha

kulawan aturan yang tak dikatakan seorang pun padaku

daremo oshiete kurenakatta yuganda Rule

perjalanan demi temukan kebenaran

osanai koro ni tsuyoku negatta

dari mimpi masa kecil kita yang indah baru saja dimulai

yume no arika wo sagasu tabi ha hajimatta bakari

waktuku tak boleh kusia-siakan dalam ratapi nasib

nageita jikan ha mou iranai

saatnya tuk lewati batasan diriku

genkai no kabe wo ima sugu kowashite

kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku

karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride

mau kupahami rasa sakit ini pun ingatanku takkan berubah

donna itami ni fureta to shitemo kawaranai kioku

sumpah ini kudekap saat pikiranku terbuka

shikai wo hirogete mitsuketa chikai wo daite

karena jalan tak pasti ini telah kupilih tuk menuju padamu

kumori naki me de eranda michi wo kimi ni tsunagu kara

membuat suaramu jadi terdengar

koe wo hibikasete

dan kan terus melawan takdir hingga akhir

unmei ni aragatte yuke

bangga akan diriku

proud of myself

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Segel Mata Kanan

Ayahmu adalah tetua Rulid, bernama Gasuft Zuberg.

Sayangnya, aku tak tahu nama ibumu,

tapi seperti yang kubilang tadi, kau punya adik perempuan bernama Selka.

Selka.

Sejak kau dibawa pergi oleh pihak Gereja Axiom, dia selalu khawatirkanmu.

Saat kau tinggal di Rulid kudengar kalau kau adalah genius dalam Seni Mulia.

Lalu dia pun ingin ikuti langkah kakaknya dan berjuang keras jadi suster yang baik.

Kau pernah bilang...

Kalau pemberontakan yang kau lakukan ini,

untuk memperbaiki kesalahan sang Pendeta Tertinggi dan lindungi wilayah manusia.

Ya, itu benar.

Tapi perintah utama yang diberikan Pendeta Tertinggi kepada kami Kesatria Perbawa,

adalah untuk bertahan dari serangan invasi Tanah Kegelapan.

Sekalipun kalian berhasil kalahkan semua Kesatria Perbawa,

bahkan sampai kalahkan sang Pendeta Tertinggi,

setelah itu, lalu siapa yang akan lindungi wilayah manusia?

Kalau begitu, aku tanya padamu.

Kalau kau sebagai Kesatria Perbawa yang punya tenaga penuh,

apa kau sungguh yakin mampu halau seluruh serangan

dari pasukan Tanah Kegelapan?

Ketua Dewan, bisa kau bicara serius pada Pendeta Tertinggi?

Makhluk dari Tanah Kegelapan sedang kumpulkan pasukannya.

Kalau hanya kami yang melawannya, takkan sanggup.

Sudah kubilang, 'kan!

Mencari cara untuk melawan mereka itu tugas kalian para Kesatria Perbawa!

Aduh, berisik banget, sih!

Kalian hanya perlu patuhi perintah saja, tahu! Dasar!

Memang benar, paman...

Komandan Bercouli juga punya keraguan yang serupa.

Tapi meski begitu,

faktanya memang hanya kami yang siap bertarung membela wilayah manusia.

Tapi itu adalah situasi yang diciptakan oleh Administrator.

Sang Pendeta Tertinggi takut

akan munculnya pasukan di wilayah manusia yang lebih hebat dari kekuatannya.

Karena itu

para bangsawan tingkat tinggi yang seharusnya pertama kali bergerak ketika perang terjadi,

dibiarkan hidup dalam kemalasan dan kemewahan sehingga jiwa mereka ternodai.

Tapi bukan berarti semua sudah terlambat.

Sebelum pasukan Tanah Kegelapan mendekat,

kalau kita bisa dirikan pasukan terbesar di wilayah manusia...

Hal itu tak mungkin dilakukan!

Kau sendiri yang barusan bilang, 'kan!

Para bangsawan di dunia ini sudah ternodai!

Ya, itu benar. Tapi tak semua bangsawan berakhir seperti itu.

Di antara bangsawan tingkat bawah dan rakyat jelata

ada banyak orang yang ingin lindungi dunia ini.

Rakyat jelata?

Benar.

Kalau mereka diberikan kumpulan senjata yang disimpan di menara ini,

dan mengajarkan mereka teknik pedang serta Seni Mulia yang sudah kalian kembangkan,

bukan hal mustahi mendirikan pasukan besar dalam waktu setahun.

Tapi dengan keadaan sekarang, hal itu mustahil untuk diwujudkan.

Karena pasukan yang tak bisa dipaksa setia pada Administrator,

baginya sama menakutkannya seperti pasukan Tanah Kegelapan.

Berarti, kesimpulannya hanya satu.

Kita hanya bisa hancurkan kekuasaan Administrator,

lalu memaksimalkan waktu yang kita punya,

dan bangun pasukan bertahan yang mampu menahan serangan musuh.

Dengan adanya minion kegelapan di sini...

Hal itu sudah jadi fakta kuat kalau Pendeta Tertinggi sudah menipu kita para pelayan setianya.

Apa bisa kutemui?

Kalau aku setuju untuk membantumu dan ingatanku sudah kembali,

apa aku bisa bertemu dengan Selka, dengan adikku lagi?

Bisa, kok.

Tapi tolong dengarkan aku baik-baik.

Yang akan bertemu dengan Selka nanti, bukanlah dirimu yang sekarang.

Saat ingatanmu kembali nanti,

kau akan jadi Alice Zuberg yang tak pernah jalani Ritual Synthesis.

Sehingga di saat yang sama, diri Alice Synthesis Thirty sang Kesatria Perbawa akan menghilang.

Selka. Selka.

Tak bisa kuingat baik wajah ataupun suaranya.

Tapi ini bukan pertama kalinya aku ucapkan nama itu.

Mulutku, suaraku,

hatiku mengingatnya.

Alice.

Aku memanggilnya berkali-kali. Setiap hari, setiap malam. Selka. Selka.

Ternyata benar. Aku punya keluarga.

Punya ayah dan ibu.

Serta punya adik kandung.

Berada jauh di sana tepat di bawah langit malam ini.

Saat kau bilang kalau kami Kesatria Perbawa diciptakan oleh Pendeta Tertinggi,

aku sudah menduga kalau itu mungkin benar.

Aku, sudah curi tubuh dari gadis bernama Alice Zuberg.

Lalu dengan seenaknya hidup selama enam tahun terakhir, begitu, 'kan?

More Indonesian subtitles for Sword Art Online

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left