Informace o verzi

SousounoFrieren-10[1080pAV110Bit]
Komentář od sph21

Tagy

1080
Zveřejněno: 2023-11-11
Stažení: 108
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 155 řádků.

- Flamme. - Panggil aku Guru.

Ada apa?

Guru sungguh berpendapat itu cara kotor?

Frieren, ingat kata-kata terakhir Basalt?

Tidak.

Mereka memakai kata-kata untuk menipu manusia.

Benar. Mereka hanyalah monster yang bisa berbicara.

Seperti itulah makhluk yang kusebut Demon.

Mereka memakai cara kotor.

Maka itu, kita harus memakai cara yang lebih kotor.

Kalau harus memakai cara kotor demi mengalahkan Demon,

aku rela dicap buruk dengan senang hati.

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

Pendarahanku tak kunjung berhenti.

Inikah akhir hayatku?

Dengan begini, rencana kalian telah gagal.

Kurasa begitu.

Namun, Frieren tak akan bernasib baik.

Dia pasti sedang bertarung dengan Nona Aura.

Waktu itu, kami terpaksa mundur karena ada Grup Pahlawan,

tapi kini tak ada pahlawan yang melindungi Frieren.

Frieren memang ancaman bagi kami.

Namun, dibandingkan Nona Aura, level mana Frieren tak ada apa-apanya.

Jika melawan Aura secara terang-terangan,

Frieren pasti akan kalah.

Kalau begitu, Nona Frieren pasti akan menang.

Dia bukan tipe orang yang akan melawan Demon secara terang-terangan.

Dia akan membunuh Aura dengan menipunya.

Omong kosong. Seingatku,

Frieren sang Pembasmi selalu melawan kami secara terang-terangan.

Kenapa aku merasa seperti melewatkan sesuatu?

Mana anak ini lemah,

tapi aku kalah oleh banyaknya sihir yang dia lepaskan dengan kecepatan tinggi.

Jadi, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa kehabisan mana?

Kini aku paham!

Aku sungguh tak habis pikir.

Jadi, Frieren sama sepertimu?

Kotor sekali.

Kalian sungguh tak pantas disebut sebagai Mage.

Nona Frieren tahu betul akan hal itu.

Mengerikan sekali.

Desa Elf, ya?

Basalt the Throne,

salah satu Jenderal Demon dalam pasukan Demon King.

Dia mungkin memimpin pasukannya untuk menghancurkan desa ini.

Apakah kau yang membunuhnya,

Anak Sekarat?

Mana yang sangat besar.

Pasti kau kuat.

Kau melawan semua Demon ini secara terang-terangan?

Konyol sekali. Bodohnya...

Kenapa orang melawan mereka secara terang-terangan?

Padahal bisa lari, sembunyi, lalu menyergap mereka.

Masih banyak cara lainnya.

Aku tak tahu bagaimana rasanya menjadi Mage tangguh.

Kau seharusnya tahu.

Apa?

Kau seharusnya tahu bagaimana perasaanku.

Karena kau adalah

Mage yang jauh lebih tangguh daripada aku.

Kenapa kau berpikir demikian?

Itu berdasarkan firasatku.

Siapa namamu?

- Apa yang terjadi pada desa itu? - Dimusnahkan sepenuhnya.

Wanita dan anak-anak juga dibunuh.

Aku tak bisa lindungi mereka.

Padahal, aku yang paling kuat.

Kau memang bodoh, ya?

Andai jadi kau, aku pasti sudah lari tanpa berpikir panjang.

- Turunkan aku. - Tidak.

Kau punya bakat. Jadi, aku akan menjadikanmu muridku.

Dan kau pasti tahu betul akan hal itu.

Namun, andai tadi aku tak lewat, kau pasti sudah mati.

Sudah gagal melindungi desa itu,

kau hampir mati pula.

Itulah yang disebut mati sia-sia.

Kita dibuntuti.

Mereka lebih kuat daripada jenderal yang kaubunuh.

Mereka lucu, ya?

Mereka terus menyembunyikan mana

dan jelas berniat untuk menyergap kita,

tapi begitu melihat kita adalah Mage,

mereka dengan bangga menunjukkan diri.

Mereka licik dan memakai cara kotor,

tapi punya rasa kebanggaan yang konyol saat berurusan dengan sihir.

Mage manusia,

tinggalkan Elf itu.

Kau akan membiarkanku pergi kalau aku menurutimu?

Perintah Demon King adalah membantai

seluruh Elf.

Aku tak peduli dengan nyawamu.

Begitukah?

Frieren,

aku tahu betul bagaimana perasaan Mage tangguh.

Aku pun tahu persis bagaimana perasaan para Demon ini.

Mereka bangga dan yakin

pada sihir yang telah mereka pelajari selama hidup.

Dengan kata lain, itu keangkuhan dan kecerobohan yang tak berguna.

Frieren, berbeda denganmu,

para Demon ini mengira aku lemah.

Mereka adalah Mage hebat yang amat mumpuni,

tapi mati karena lengah.

Kau membatasi jumlah mana yang terpancar dari dirimu untuk menyembunyikan kekuatan?

Betul.

Aku memanfaatkan kekeliruan mereka dalam menilai mana-ku untuk membunuh mereka.

Ini adalah metode yang kotor dan hina

dan menodai kemuliaan ilmu sihir.

Lukamu sudah tampak membaik.

Mau mulai berlatih sekarang?

- Flamme. - Panggil aku Guru.

Demon telah merenggut segalanya dariku.

Aku juga.

Saking bencinya, aku ingin membinasakan mereka.

Aku juga.

Tapi aku suka ilmu sihir.

Aku juga suka.

Jadi, kita tak butuh orang lain memakai cara kotor

yang menodai ilmu sihir.

Aku harus berbuat apa untuk berlatih?

Coba pancarkan kurang dari sepersepuluh jumlah mana yang biasanya kaupancarkan.

Sesuai dugaanku, kau menyembunyikannya dengan baik.

Elf mana pun bisa melakukan ini.

Nah, teruskan itu sambil belajar teknik dasar.

Kita akan meningkatkan mana dasarmu.

- Itu saja? - Gampang, 'kan?

Tapi sampai kapan aku harus menyembunyikan mana-ku?

Kalau terlalu lama, ini melelahkan.

Lakukan selama yang kulakukan.

Seumur hidupmu.

Kau akan menipu Demon seumur hidupmu.

Lügner sudah mati.

Kini, seluruh algojomu sudah tiada.

Kau sudah gagal, Aura.

Ya, sayang sekali.

Tapi kalau aku bisa mengalahkanmu di sini,

itu akan jadi suatu prestasi.

Dalam pertarungan ini,

kau membebaskan banyak prajurit abadiku dari kendaliku.

Apakah cerdas

menghabiskan begitu banyak mana di hadapanku?

Scales of Obedience.

Begitu kedua roh ditaruh di atas timbangan ini,

entitas dengan mana yang lebih besar akan menguasai yang lain.

Aura mampu menggunakan sihir berisiko ini

berkat jumlah mana-nya yang luar biasa.

Umumnya, mana meningkat

seiring berjalannya waktu berlatih seseorang.

Berdasarkan mana yang terpancar dari tubuh Aura,

aku bisa menilai bahwa dia adalah Demon yang sudah hidup lebih dari 500 tahun,

dan sebagian besar hidupnya dia dedikasikan untuk berlatih.

Lima ratus tahun, ya?

Itu waktu yang sangat lama, bahkan untuk seorang Demon.

Dia pasti tak terkalahkan hingga kini.

Semua informasi ini bisa kudapatkan hanya dari mana yang dia pancarkan.

Meskipun begitu, Demon tak pernah menyembunyikan mana.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left