Rambo III

Rambo III

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Rambo III 1988 REMASTERED 1080p BluRay x264 DTS-SWTYBLZ-AAC-RARBG
Komentář od La_Llorona
Manual translate. Cocok untuk versi Remastered.

Tagy

BluRay
x264
1080
TS
Zveřejněno: 2019-06-28
Stažení: 254
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

AMERIKA SERIKAT THAILAND

KEDUTAAN AMERIKA SERIKAT

Sama sama.

Kau kenal dia?

Rambo! Rambo! Rambo! Rambo! Rambo!

John!

John Rambo!

Sulit dipercaya.

- Kau datang darimana? - Washington, senang melihatmu lagi.

Ya, senang melihatmu juga.

Kau mau menceritakannya?

Soal apa?

Soal pertarungan tongkatmu di gudang kota Bangkok.

- Kau melihatnya? - Ya.

Dan kini aku menjumpaimu bekerja di Biara.

Mereka mengijinkan aku tinggal, membantu dan memperbaiki keadaan.

Dan pertarungan tongkat itu?

Aku bertarung demi uang tambahan.

Ya, aku melihatmu memberikannya kepada para biarawan.

Kau tahu banyak.

- Kolonel, siapa mereka? - Mereka lah alasanku kemari.

Bob.

Ini Robert Griggs. Dia petugas lapangan kedutaan lokal kami.

John Rambo.

Sebuah kehormatan. Yah, kau tak mudah ditemukan.

Kenapa kau masih melacak?

Nah, seperti kata kolonel, pria baik sulit ditemukan.

John, aku mau kau lihat beberapa foto ini.

Aku belum tahu seberapa besar pengetahuan mu tentang Afghanistan.

Kebanyakan orang bahkan tak mampu menemukannya di peta.

Tapi lebih dari dua juta warga sipil, sebagian besar petani beserta keluarganya,

telah dibantai secara sistematis dengan menyerang tentara Rusia.

Setiap senjata baru...

... termasuk senjata kimia, digunakan untuk membantai orang-orang ini.

Mereka sangat sukses di banyak tingkatan.

Aku berasumsi bahwa saat ini statusmu diluar perang.

Setelah sembilan tahun berperang, pasukan Afghanistan mendapatkan misil rudal

dan mulai menahan serangan udara, kecuali untuk satu wilayah,

50 mil melewati perbatasan.

Rupanya, komandan Soviet disana sangat brutal,

seperti yang ditunjukkan oleh foto-foto itu.

Ia berhasil menahan semua bantuan dari luar.

Jadi... kami ingin...

selidiki masalahnya secara langsung.

Lalu apa urusanku?

Mereka meminta ku bergabung.

- Kau tak mau bergabung? - Iya.

Dan aku memintamu bergabung, John.

- Aku sudah pensiun. - Apa maksudmu?

Artinya perang ku telah berakhir.

Tadi katamu dia prajurit hebat.

Nah, Kolonel, sepertinya kita berjalan menuruni tangga itu.

Jangan tersinggung. Dia hanya mengikuti perintah.

- Misi ini penting. - Kau pikir kita telah membuat perbedaan?

- Jika tidak, aku tak akan pergi. - Tidak sebelumnya.

Itu waktu yang berbeda.

Ikut denganku, John.

Aku tak tahu pendapatmu soal tempat ini, tapi aku menyukainya.

Aku senang tinggal disini, bekerja disini. Aku suka memiliki sesuatu.

Kau memang memiliki sesuatu, tapi bukan ini.

- Kapan kau akan berkeyakinan penuh? - Apa maksudmu?

Kau bilang perangmu telah berakhir.

Sekarang, mungkin yang ada diluar sana, tapi bukan dalam dirimu.

Aku tahu alasanmu kemari, tapi bukan begitu caranya.

Kau mungkin berusaha, tapi memang sulit melepaskan jati dirimu.

- Kau pikir aku ini apa? - Seorang pasukan berani mati.

Tidak lagi. Aku tidak mau.

Terlalu buruk, itulah yang membuatmu dilema. Biar aku ceritakan sebuah kisah.

Ada seorang pematung, dan dia menemukan batu ini, batu istimewa ini.

Dia bawa ke rumah dan mengerjakannya selama berbulan-bulan hingga selesai.

Dia tunjukkan ke temannya sambil bilang bahwa dia membuat patung bagus.

Pematung itu bilang dia belum menciptakan apapun, patungnya selalu ada disana.

Dia hanya membersihkan potongan-potongan kecil.

Bukan kami yang menciptakan mesin tempur ini.

Kami hanya menghaluskan tepian kasarnya.

Kau berusaha sekuat mungkin untuk mengenali siapa dirimu sebenarnya,

hingga memiliki keyakinan penuh.

Kurasa aku belum siap.

Hmm.

Yah, aku harus pergi.

Berjanjilah untuk menemuiku ketika sampai di Amerika Serikat, ya?

Aku janji, Kolonel.

Maafkan aku... Tapi kadang memang beginilah aku.

Aku mengerti.

Berlindung!

Jatuhkan senjata kalian dan tetap di tempat!

Kalian tak bisa kabur!

Kami tak akan menyerang kalau kalian tidak kabur!

Jatuhkan senjatanya!

Kalian tak punya kesempatan kabur!

Jatuhkan senjatamu! Sekarang!

Rambo.

- Ada yang tidak beres. - Apa yang terjadi?

Soviet mencegat tim di seberang perbatasan.

Dari informasi yang kami dapatkan, Trautman beserta anak buahnya

telah dibawa ke pos komando regional.

Lalu apa tanggapanmu?

Kami tak bisa berbuat apa-apa, maafkan aku.

Kurasa seharusnya kau paham.

Bagaimana denganku?

- Bagaimana denganmu? - Kau bisa mengikutkan aku?

- Kau tidak serius? - Oh, ya, aku serius.

- Itu tak bisa dilakukan secara resmi. - Maka buat tidak resmi.

Jika memang bisa dilakukan, aku ingin kau tau

bahwa jika kau tertangkap, atau hal ini bocor

kami menolak partisipasi atau bahkan tak pernah menganggap kau ada.

Aku sudah terbiasa.

Aku akan kembali.

Kau mau beli? Banyak senjata disini.

Tidak, aku mencari Mousa Gani.

- Siapa namamu? - John Rambo.

Tunggu disini.

Mereka menjual banyak senjata di Afghanistan.

Banyak ranjau darat.

Ranjau darat dimana-mana.

Aku Mousa Gani. Apa yang kau inginkan?

- Aku dikirim oleh Griggs. - Oh.

Kau tak seperti pria yang dikirim Griggs sebelumnya.

Kelihatannya kau bukan orang militer.

- Memang bukan. - Siapa kau? tentara bayaran?

- Bukan. - Kau bukan militer atau tentara bayaran.

Apakah kau? Turis yang tersesat?

Aku bukan turis.

Maaf.

- Kau tahu dimana orang Amerika itu? - Iya.

Di benteng Soviet, dekat desa Khost, 30 mil melewati perbatasan.

Tn. Griggs mengirim persediaan yang kau minta.

- Kau mau lihat sekarang? - Ya.

- Apa ini yang kau minta? - Ya.

Sebelumnya tak pernah lihat. Apa ini?

Detonator.

Dan ini? Untuk apa ini?

- Ini cahaya biru. - Apa fungsinya?

Menyala biru.

Aku paham, bisa kau sampaikan berapa banyak orang yang bersama kita?

Tak ada tim penyelamat. Hanya aku.

Hanya kau? Ayo. Ini tidak beres.

Aku tak bisa membawa satu orang ke benteng. Kau butuh bantuan banyak orang.

Griggs bilang kau akan menerimaku, bawa aku masuk.

Aku harus mengambil persediaan medis.

Kalau tidak diambil, nanti banyak yang mati. Apa kau paham?

Yah, aku tak tahu siapa kau sebenarnya,

Tapi dari cara pandangmu, Sepertinya kau tak punya pengalaman perang.

Ayo. Benar begitu?

Aku beberapa kali menembak.

Beberapa kali menembak?

Ayo.

Mungkin sebaiknya kau pulang saja, dan pikirkan secara matang.

Aku sudah memikirkannya.

Kau sudah memikirkannya?

Nah, ini pilihanmu.

Tapi biar kuberi tahu, kau takkan mampu menangkap orang Amerika sendirian.

Kalau gagal, jangan salahkan aku. Aku tak mau bertanggung jawab.

Terdengar familiar.

Namaku Kolonel Zaysen, komandan regional sektor ini.

Kau sadar kalau kau orang Amerika pertama yang tertangkap Di Afghanistan?

Selamat.

Aku yakin kalau kau memasok senjata ke pasukan pemberontak.

dengan misil rudal untuk menghancurkan pesawat Soviet.

Kalau aku mau diinterogasi, aku ingin diinterogasi oleh atasanmu.

Disini, aku tak punya atasan.

Aku berkuasa penuh.

Disini kau sendirian ...

ditinggal oleh pemerintah mu.

Kau mau apa?

Kerja sama.

Sektor ini telah dikendalikan penuh selama lebih dari lima tahun.

Ada sedikit hal yang ingin kulakukan.

Seperti yang kau bilang, tanpa tantangan.

Bila kau memberikanku informasi lebih...

soal misil rudal yang akan kalian kirim,

ini bisa memberi jalan keluar bagi kita berdua.

Bagaimanapun, pada akhirnya, Semua orang menginginkan perdamaian.

- Ternyata Kremlin punya selera humor. - Tolong jelaskan.

Kau bicara kedamaian sambil melucuti dunia,

dan hadirnya kau disini, memusnahkan kelompok manusia.

Kami tidak memusnahkan siapa pun.

Kurasa kau terlalu cerdas untuk mempercayai propaganda tolol itu.

Dan sekarang, dimana misil rudal itu?

- Aku tak tahu soal misil rudal. - Tentu kau tahu.

Tapi sepertinya kau tak memberi kita jalan keluar.

Kau berharap simpati? kau yang memulai perang, maka hadapilah.

Memang, hanya masalah waktu sebelum kita mencapai kemenangan penuh.

Kau tahu, tak ada kemenangan!

Tiap hari, mesin persenjataan kalian semakin memburuk,

pejuang dengan persenjataan payah.

Faktanya, kalian meremehkan lawan.

Kalau kau belajar sejarah, maka kau tahu mereka takkan menyerah pada siapapun.

Mereka lebih baik mati daripada menjadi budak tentara penjajah.

Kalian takkan mampu mengalahkan orang-orang semacam itu.

Kami sudah mencoba, kami sudah punya Vietnam! Sekarang giliran kalian.

Jadi... kau mau mengujiku. Baik.

Ini Afghanistan.

Alexander Agung berusaha menaklukkan negara ini, kemudian Jenghis Khan,

lalu Inggris, sekarang Rusia.

Tetapi orang-orang Afghanistan berjuang keras, mereka tak pernah kalah.

Musuh kuno mendoakan orang-orang ini. Kau mau dengar?

Sangat bagus, Dikatakan: "Semoga Tuhan membebaskan kita dari racun ular kobra,

gigi harimau dan pembalasan orang Afghanistan. "

Kau paham artinya?

More Indonesian subtitles for Rambo III

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left