Prvních 200 řádků.
Hai, Sayang. Selamat pagi.
Aku hanya ingin membangunkanmu.
Hai, Charlie. Terima kasih.
Aku cinta kau.
Aku juga cinta kau, Sayang. Semoga harimu menyenangkan.
Alexa, nyalakan lagu Miss You Much.
Miss You Much oleh Janet Jackson.
Cinta kau.
Aku sangat mencintaimu.
Tak kusangka kita baru kenal satu tahun.
Aku merindukanmu!
Tak sabar bertemu denganmu.
Sayang, aku sangat terangsang.
Aku tahu. Aku juga!
Kutebak kau menari sebelum bekerja.
Kau tahu aku selalu begitu.
Kirimkan foto untukku.
Tak bisa! Ini komputer kantor.
Gila sekali!
Sampai jumpa nanti.
Aku cinta kau!
Danica, kau pasti bisa!
Telepon aku nanti malam!
Apa kita bisa Skype?
WiFi di sini belum bagus.
Maafkan aku.
Aku sudah minta Wi-Fi bagus selama sebulan.
Aku mengerti.
Aku tak bermaksud menyulitkanmu.
Aku tahu. Kau terlalu santai!
Terima kasih. Hei.
- Pagi. - Hari yang sibuk.
Senin pagi yang normal. Ini pesanan biasamu.
- Terima ini, Frank. - Uangmu tak berlaku di sini.
Kau tak perlu seperti ini. Aku harus bayar.
- Kata siapa, Danica? - Kata aku!
Bisnismu bisa bangkrut.
- Ambillah. - Mawarnya. Kubilang aku...
Bahwa kau punya pacar. Aku tahu itu.
Sampai jumpa besok.
Dah.
Dah.
Selamat pagi.
Terima kasih.
Dapat mawar dari pria kedai kopi.
Aku sudah bilang aku punya pacar.
Jangan bilang padanya...
Pacarmu sangat amat jauh.
Frank sudah mendekatimu...
Selama 3 tahun.
Pergilah dengannya!
Aku tak tertarik padanya.
Bisa berhenti membahas ini?
Aku harus tenang untuk rapat ini.
Terima kasih.
Lihatlah kotak mungil manis ini.
Ini parfum terbaru oleh Heather Day.
Judulnya "The List".
Hadir dengan gulungan kecil ini.
Lucu sekali, 'kan?
Dengan bulu dan tinta.
Ini untuk wanita menuliskan...
Daftar kriteria prianya.
Manis, 'kan?
Mereka memasarkannya...
Sebagai parfum wanita lajang.
Mereka meminta kita merancang...
Kampanye dan situs web.
Kita tak punya banyak waktu...
Karena mereka akan datang dari Paris...
Dalam sepekan untuk rapat.
Aku butuh ahli untuk ini.
Tapi aku akan berikan pada...
Tolong, gendangannya.
Tim Danica!
Danica.
Selamat.
Bagaimana perasaanmu? Aku tidak ingin tahu.
Kau bukan pilihan pertamaku.
Bercanda. Benarkah?
Kurasa tak perlu kuberi tahu, tapi ini jelas sangat penting.
Ya, aku tahu. Terima kasih.
Kau tahu evaluasi tahunanmu diadakan akhir bulan ini, 'kan?
Aku tahu betapa kau ingin menjadi Wakil Direktur senior, 'kan?
Dewan selalu menanti cerita sukses, terutama saat evaluasi.
Menurutmu bagaimana aku dapat pekerjaan ini?
Dan operasi dada ini?
Paham, 'kan?
Sejujurnya, seharusnya aku minta ukuran lebih besar.
Ya, sudah.
Aku tak akan mengecewakanmu.
Baiklah, mari mulai bekerja!
Hai, Kalli.
Selamat pagi.
Meskipun hanya kita yang lajang di dalam grup...
Tak berarti kita punya daftar pria idaman.
Kawan, aku tahu.
Mungkin kau tak perlu tulis di komputer kantor.
Dan mungkin kau tak perlu tulis di kamar mandi.
Aku mengidap sakit pencernaan. Ya, aku bosan.
- Lagi pula, aku cat ulang. - Dengan cat kuku?
Lagi pula, apa salahnya memiliki daftar?
Tahukah kau ibuku bertemu ayahku setelah dia menuliskan daftar?
Semua yang dia tulis di sana...
Ayahku memenuhi semuanya.
Coba lihat punyamu lagi.
- Ayolah! - Baiklah.
Baiklah.
Berikan padaku.
- Tinggi, tampan... - Ya!
Tubuh bagus...
Pekerjaannya bagus, profesional...
Tak pernah dipenjara, dan tak ada masalah mantan keluarga.
Bagaimana jika kukatakan, Charlie memenuhi semua kriteria?
Bagaimana jika kujawab, kau tahu dari mana?
Ya?
Danica, ibumu di saluran dua.
Terima kasih.
Kau bicara dengannya. Pasti akan menarik.
Ayo, angkat.
- Hai, Ibu. - Hai, Sayang.
Dengar, Ibu butuh bantuanmu.
Mengenai saudarimu. Dia sudah dibebaskan.
Bu?
Ibu tahu tahu kau tak ingin Ibu berpikir...
Bahwa kau terlalu baik untuk beri bantuan ke keluarga.
Terlebih setelah Ibu mengorbankan segalanya...
- Untuk menguliahkanmu. - Ibu...
Ibu, aku tahu, tapi...
Mengungkit kebaikan.
Kau tahu, dua pekerjaan...
Menghadapi Buckwheat. Kau tahu dia seperti apa, 'kan?
Harus kuakui, Ibu lakukan semua karena Ibu sayang kalian.
Kau tahu, Ibu sayang saudarimu.
Tapi, dia... Entahlah, dia hanya...
Tak masalah. Kini, dia sudah lebih baik.
Syukurlah, dia sudah tak memakai narkoba.
Ibu, apa yang bisa kubantu?
Sayang, bisa bantu aku? Apa kau bisa tolong jemput dia?
Dia minta dijemput dengan mobil, tapi mobilku sedang tak beres.
Jika kau bisa jemput, Ibu sangat menghargainya.
- Jangan! - Pukul berapa?
Pukul berapa? Sayang, itu penjara. Dia di sana selama lima tahun.
Kau bisa ke sana kapan pun, seperti lirik lagu.
Baiklah. Aku akan jemput saat pulang kerja...
Dan aku akan tiba di rumahmu pukul 18.00.
Untuk apa dibawa ke rumahku?
- Ibu! - Kau ingat terakhir kali...
Dia menginap di sini, semua tembagaku dicuri?
Entah bagaimana cara dia mengambilnya dari tembok...
Atau cara dia mengambilnya dari pemanggangku QVC favoritku!
Biaya perbaikannya sebesar 35.000 dolar.
Kau tahu dia dapat berapa dari penjualan tembaga itu?
29,95 dolar.
- Kacau sekali. - Katamu dia sudah bersih.
Maksudku dia cukup bersih untuk tinggal di rumahmu.
Karena kau punya apartemen dan tak punya kabel tembaga.
Bu, tapi aku punya pemanggang.
Kalau begitu, simpan semuanya atau dia akan mencuri segalanya.
- Dah, Sayang. - Aku tidak bilang setuju.
Saudarimu sungguh akan tinggal bersamamu?
Sepertinya begitu.
Aku tak tahu di mana Tanya dan aku lelah berjalan!
Ya, benar begitu.
Kurasa Tanya sudah dapat tumpangan.
- Makanlah! - Aku tak lapar.
Tanya!
- Antikondom selamanya. - Apa?
- Tanya! - Astaga.
Hai, Saudariku!
- Siapa dia? - Itu saudariku.
- Kakak, apa kabarmu? - Hei, Sayang.
Pukul bokongku!
- 9 bulan lagi kau dapat keponakan. - Apa? Sudahlah, Bung.
- Baiklah, aku pergi sekarang. - Ya, benar begitu.
Hei, jangan tinggalkan aku! Aku masih mau pulang dengan kalian.
- Apa dia O.J.? - Aku hampir selesai.
- Ya, ke kiri. - Itu benar Bronco putih.
- Aku tahu dia O.J. - Ya, Bung.
- Aku tidak peduli. - Ke kanan. Ke kiri.
Ya, benar begitu.
Aku masih mau pulang dengan kalian. Jangan tinggalkan aku, ya?
- Tunggu. Kami hampir... - Saat aku orgasme, kau bilang...
Astaga, sumpah...
- Makan ini! - Aku tidak lapar.
- Aku vegetarian. - Apa?
- Aku tak mau makan. - Kau akan memakannya hari ini.
Ini bukan babi, tapi daging panggang!
Berhenti menonton mereka!
Tak bisa kutahan. Seperti menonton reuni "Love and Hip-Hop".
- Astaga, apa mereka bertengkar? - Aku tidak tahu!
Apa kita harus menolong Tanya?
Harus ada yang menolong si pria.
- Yang benar saja? - Astaga.
Kukira kau melukaiku. Sepertinya tidak.
Dia datang.
- Astaga, mobil ini bagus! - Terima kasih.
Apa kalian punya pencuci tangan atau obat kumur?
Kawan, kau harus mandi!
- Kenapa dia tak mengantarmu? - Aku tidak kenal dia.
No comments yet. Be the first to leave one.