Prvních 138 řádků.
Tidak!
Sini kamu!
Terima ini!
Awas kamu, Eris!
Eris, ototmu keras!
Eh, jangan sentuh!
Kalian berdua, hentikan, dong!
Apa, sih? Sekarang sedang bagus-bagusnya.
Tunggu. Nanti gantian, deh.
Tuan Rudeus, sedang apa di sini?
Hobiku adalah meneliti tingkah laku manusia.
Tapi ini bau sedang berahi.
Eh? Mana mungkin?
Barangkali ada orang mesum penyuka kuping hewan yang berekspresi cabul.
Tuan Rudeus, aku berterima kasih atas bantuanmu sebelumnya.
Aku merasa bersalah menjebloskanmu ke penjara karena salah sangka.
Namun, jika macam-macam pada putriku...
Mohon maaf sebesar-besarnya!
Deru pepohonan menyembunyikan embus napas
Kita percaya masing-masing tanpa tahu nama satu sama lain
Bagaimana?
Secercah sinar mentari yang menembus semak belukar
Terasa layaknya kehangatan ibunda
Wahai alam yang diwariskan oleh orang-orang kuno
Dadaku yang terpatri kini meronta
Wahai suara, wahai peri-peri pohon
Beri tahu aku kata-kata yang ingin engkau dengar
Kenapa cuma aku?
Berjalanlah melewati kabut
Sebelum kita berkelana bersama
Two!
Three, two!
Namaku Eris.
Cobalah.
Nama aku Minitona.
Namaku Tersena.
Kalian berdua jago!
Eris yang bebal mengajar bahasa!
Sebagai guru aku sangat bahagia.
Tona, sudah saatnya tidur.
Nona Eris, terima kasih mau berteman dengan putriku.
Apa mereka merepotkanmu?
Tidak, kok! Tona yang anak baik!
Eris, sesak banget, meong!
Cincin itu adalah bukti suku Doldia.
kau dapat dari mana?
Ini?
Ghyslaine memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku yang kesepuluh.
Ghyslaine?
Oh, iya! Kalau tidak salah, Ghyslaine itu suku Doldia, 'kan?
Oh, aku sampai lupa bertanya.
Apa Anda mengenalnya?
Dia berbadan tinggi dan mirip Anda.
Dia masih hidup, ya?
Padahal aku kira dia sudah jadi mayat di suatu tempat.
Sebentar. Apa Anda punya hubungan dengannya?
Dia meninggalkan desa dan tugas melindungi hutan agung serta hewan suci.
Ayah?
Dia adalah aib suku kami.
Kamu...
Ayo pulang, Tona.
Ayah, sakit, meong!
Eris!
kau kenapa, sih?
Ghyslaine adalah guruku! Aku paling menghormatinya!
Ghyslaine itu hebat!
Dia hebat! Sangat hebat!
Kalau aku teriak minta tolong, dia langsung menolongku.
Kakinya sangat cepat! Pokoknya dia hebat!
Ghyslaine...
Dia tidak seharusnya disebut begitu...
Ghyslaine dihormati?
Itu tidak mungkin terjadi.
Ghyslaine...
Eris, kita sudahi bahasan ini.
Kenapa, Rudeus?
Apa kau benci Ghyslaine?
Aku juga suka Ghyslaine, kok.
Tapi Ghyslaine yang kita kenal sepertinya berbeda dengan yang dia kenal.
Apa benar Ghyslaine menjadi orang yang hebat?
Setidaknya, aku juga menghormatinya.
Ghyslaine.
Eris.
Aku mau tahu lebih banyak tentang Bibi Ghyslaine.
Bibi Ghyslaine?
Ghyslaine adalah adik Ayah.
Oh...
Ghyslaine adalah guru berpedangku yang baik hati dan kuat.
Dia selalu menyelamatkanku di saat genting.
Tapi Ayah selalu berkata jangan menjadi seperti Ghyslaine.
Ayah menyuruh berlatih pedang agar jiwa semakin tangguh.
Tapi aku tidak suka berlatih pedang.
Kalau tidak mau, jangan dilakukan.
Tapi Ayah selalu marah.
kau sama sepertiku, ya.
Sama dengan Eris?
Aku benci belajar.
Karena itu aku berterima kasih pada Ghyslaine.
Dia membimbingku ke jalan berpedang.
Eris, tolong ajari aku teknik berpedang Bibi Ghyslaine!
Tona, itu berbahaya!
Sama sekali tidak, meong!
Asal Eris yang mengajari!
Tapi nanti dimarahi Paman Gyes.
Aku mohon, Eris.
Boleh.
Ikuti aku.
Aku akan mengajarimu sampai paham betapa hebatnya Ghyslaine!
Mantap, meong!
Perlu kau tahu, aku galak, lo.
Silakan saja, meong!
Sudah kubilang jangan menyerang asal-asalan!
Semangat, Tona!
Hei, lihat dengan benar!
Seberapa sering aku suruh,
putriku menolak berlatih pedang.
Jadi, apa benar guru Nona Eris adalah Ghyslaine?
Iya, Ghyslaine sang Raja Pedang yang sangat disukai Eris.
Ghyslaine meraih tingkat raja?
Benar. Dia juga murid ilmu sihirku.
Ghyslaine belajar sihir? Tuan Rudeus pintar bercanda.
Bercanda, 'kan?
Aku serius.
Dia juga belajar calistung.
Si Ghyslaine mau belajar?
Manusia dapat berubah.
Tona, kau hebat bisa mahir hanya dalam tiga bulan.
Tentu saja. Eris akan segera aku balap, meong!
kau terlalu naif.
Jahat! Kembalikan, meong!
Musim hujan akan segera berakhir.
Benarkah? Berarti kami bisa lanjut ke kota selanjutnya, ya?
Apa aku bisa bertemu monster yang belum pernah kutemui?
Eris, kau tidak mau di sini selamanya?
Tidak bisa karena aku punya tempat untuk pulang.
Seusai musim hujan, aku akan pergi.
Karena tidak ada kegiatan, aku membuat ini untuk mengisi waktu.
kau memang imut, ya!
No comments yet. Be the first to leave one.