Prvních 200 řádků.
Ada saat pikiranmu kehilangan keseimbangan…
dan kau merasa tak bersemangat.
Hei!
Kau sungguh pikir sampah ini cukup bagus?
Kau merasa sepi dan penat.
Dan kau merasa depresi…
di masa kelelahan emosional ini.
Yeo Jeong-woo, terdakwa…
- Meninggal akibat pendarahan. - Dihentikan…
Dan mereka menemukan sidik jarinya.
Itu mustahil.
Bagaikan ada orang sengaja menghancurkan hidupmu,
hidup terasa kacau di masa seperti ini.
Dia memukul bolanya. Mereka membalik keadaan!
Kami menyebut ini "keterpurukan".
Dia merenung. Dia tak mampu bangkit dari keterpurukan.
Di pertandingan lalu…
Dan periode ini,
tak peduli kapan dan siapa…
PERUSAHAAN PEMINDAHAN MOVE STUDIO
MILMYEON ASLI BUSAN
…dan apa pun alasannya…
akan selalu terjadi.
IZIN PRAKTIK DOKTER
Ini…
IBU
Hai, Bu. Sekarang masih dini hari di sana. Kenapa Ibu sudah bangun?
Ibu menelepon karena khawatir.
Kau baik-baik saja?
Jangan khawatir.
Semua akan beres karena aku tak bersalah.
Tentu, harus begitu.
Ayahmu calon ketua Asosiasi Jantung Amerika.
Dia orang Asia pertama.
Pastikan tak membuat semua kerja kerasnya sia-sia.
Kadang, di saat titik terendah dalam hidupmu.
Seperti sekarang.
Siapa kau?
- Kau… - Kenapa kau…
Hei, aku hanya memakai bra olahraga.
Ini punya ibuku…
Aku…
Omong-omong…
Kau Yeo Jeong-woo, 'kan?
- Tidak, bukan. - Ya, kau Yeo Jeong-woo.
Kalau sudah tahu kenapa tanya?
Kenapa kau kemari?
Kau datang kemari untuk menemuiku?
- Enak saja. - Lalu kenapa kau di rumahku?
Kau pikir aku menyelinap kemari? Ini juga rumahku sekarang.
Ini…
Di sini?
Benar. Kau tinggal di mana…
Tak mungkin.
Tak mungkin.
Tak mungkin!
Sialan!
DOCTOR SLUMP
Ini aku.
Jeong-woo, aku baru akan meneleponmu. Pindahannya lancar?
Itu tak penting. Tidakkah kau bilang juniormu memberitahumu ke tempat ini?
- Apakah dia… - Hong-ran.
Hei, Ha-neul.
Setelah tumbang di jalan, kau pasti sudah sehat
karena mengajakku minum.
- Apa kabar? - Baik seperti yang kau lihat.
Kau beri tahu Kyung-min soal atap kami disewakan?
Ya, sudah kubilang, 'kan?
- Belum. - Sungguh?
Aku bertemu dia, dan dia sedang melihat aplikasi real estat.
Temannya harus pindah.
Lalu aku ingat ibumu cemas tak ada yang mau menyewa atapmu.
Jadi, kuberi tahu dia.
Kau seharusnya tak lakukan itu.
Jadi, juniormu itu teman Ha-neul,
dan aku menyewa kamar di rumahnya?
Benar.
Aku tak tahu itu rumah Ha-neul.
Kalian saling kenal, pasti agak memalukan.
Aku bukan malu. Aku putus asa.
Ini hal terburuk yang bisa menimpaku saat ini.
Apa hubungan kalian sebelumnya?
Semasa SMA, dia…
Cinta pertamamu?
Bukankah kubilang aku "putus asa"?
Dia bukan cinta pertama, tetapi musuh.
Bukan musuh biasa. Dia musuh terbesarku.
Apa yang terjadi sampai kau bilang itu?
Begini…
Kau begitu lagi.
Kau menggangguku.
TAHUN 2009
Astaga, kenapa dia?
Dia begitu lagi. Dia menelan lima saset kopi hari ini.
Aku mengamati. Dia telan lima saset dan pakai tujuh pensil.
Dia belajar sampai habiskan pensil.
Astaga. Siapa yang peduli apa yang dia kerjakan?
Tak ada.
Namun, setelah melihat tipe pelajar yang ini,
bisa melihat tipe yang berbeda itu menarik.
- Kalian berlawanan. - Benar.
Berlawanan bagaimana?
Bagaimana menjelaskannya? Soal caramu belajar.
Tepat.
Kau tampak santai.
- Baik. - Ha-neul belajar seperti buldoser.
Kurang lebih begitu.
"Sedang belajar!"
"Matematika, bahasa Inggris, IPS, IPA!"
- "Akan kuselesaikan semua!" - Hei!
- Kau berisik. - Maaf.
Lihat betapa menakutkannya dia.
Bagaimana jika dia mengalahkanmu di UTS? Aku khawatir.
Kenapa? Dia tak akan pernah bisa.
Apa? Lalu kenapa kakimu gemetar?
Jujur. Kau juga khawatir, 'kan?
Kalian tak kedinginan? Aku membeku.
Cuaca sangat cerah.
Kenapa kau gigit kukumu?
Apa?
Besok akan ada pemeriksaan kuku. Kalian tak tahu? Dasar jorok.
Astaga.
Astaga.
Siapa yang masih memeriksa kuku?
Dia jelas khawatir. Pasti.
Pasti Jeong-woo yang juara.
Mustahil! Pasti Nam Ha-neul.
Kalian sedang apa?
Kami penasaran soal siapa peraih nilai tertinggi UTS.
Jadi, kalian bertaruh?
Ya, dan persaingannya sangat ketat.
Astaga.
Semoga sukses, Jeong-woo.
Nilai UTS yang kalian nantikan akhirnya keluar.
Astaga, kalian sebahagia itu?
- Kim Do-hyeon. - Ya.
- Joo Yeong-ha. - Ya.
- Kim Mu-geun. - Ya.
- Chan-yeong. - Ya.
Yeo Jeong-woo.
Ya.
Astaga.
Baiklah. Siapa berikutnya?
Min-jun.
PERINGKAT
- Jeong-woo! - Tak apa?
Hei!
Ada apa?
Bernapaslah!
Hei!
- Dia tak bernapas! - UKS!
- UKS! - UKS!
Baiklah.
Perhatikan kakinya. Astaga.
Ada apa?
Bernapaslah, Jeong-woo!
- Awas! - Di mana UKS?
Ke kanan!
- Belok! - Belok!
Jeong-woo marah dan pingsan karena juara dua.
Jadi, karena itu dia ke rumah sakit.
Itu dia.
- Dia tampak sehat. - Aku tahu. Ada apa?
Ambulans datang, tetapi dia tak apa.
- Benar. Dia tampak sehat. - Konon pingsan. Dia tak apa.
Pingsan karena UTS? Dia gila.
Insiden itu
memicu insting kompetitifku yang terpendam.
Setelah insiden itu,
dia mulai balas dendam secara kekanakan.
Aku pergi dulu. Kau santai saja.
Aku menelan dua saset.
Astaga. Bagus, Jeong-woo!
Bagus!
- Dia pintar. - Itu temanku.
Apa dia gila?
Jadi?
Apa yang terjadi?
Kami saling bersaing, lalu…
Lupakan.
Ayolah. Kau berhenti saat mulai seru.
Kau mau buat aku penasaran?
Bukan itu.
Inti ceritanya adalah aku tak senang bertemu dia lagi.
Jadi, mari sudahi.
Kenapa? Aku mau tahu cinta pertamamu.
- Cinta pertama? - Kau selalu membicarakannya.
Kau mungkin jatuh cinta setelah sering bertengkar?
Itu tidak benar.
Maka kau bisa telepon saja. Kenapa aku kemari?
Begini…
- Aku punya kekhawatiran. - Kekhawatiran?
Apa itu?
Aku agak depresi.
Apa? Depresi?
Kita berdua sama.
Semua orang saat ini depresi.
Melihat usaha kerasmu mengubah topik pembicaraan,
dia pasti cinta pertamamu.
Ceritakan.
No comments yet. Be the first to leave one.