Prvních 200 řádků.
Maaf aku terlambat.
- Tukang kopinya... - Menyerang kepalamu?
- Ada apa di sana? - Apa ini buruk?
Sebelum kujawab, apa kau punya pisau?
- Ya, beberapa. - Aku suka.
Itu sungguh...
rambut. Itu buruk, Rosa.
Kau mirip Edna di The Incredibles .
Maaf, jangan tikam.
Pacarku Jocelyn sedang praktik berbagai model rambut.
Dia sekolah Kosmetologi.
- Apa dia... lulus? - Sejujurnya, aku tak tahu.
Yah, ayo kita ke pembunuhan ini.
Kuharap ini pembunuhan keren.
Mamma Mia. Itu pai pizza berdarah.
Tak apa. Aku keturunan italia.
Bukan itu masalahnya.
Detektif. Pembersih itu menyala saat kami tiba di sini.
melumurkan darah di seluruh apartemen.
- Ini cukup keren? - Robot berdarah, Rosa.
Jelas awal yang baik, tapi butuh lebih
untuk disertifikasi keren.
- Siapa korbannya? - Namanya Andrew Adams.
Nama yang membosankan. Tidak keren.
- Dia wartawan investigasi. - Keren.
- Dia selidiki apa? - Peternakan ayam.
Berbalik dari keren,
tapi siapa yang temukan mayatnya?
Bosnya telepon polisi saat dia tak bekerja,
jadi dia ditemukan oleh Opsir Darrell.
Opsir Darrell? Kau sungguh membuat ini tak keren.
Ada lagi untukku? Jen?
Apartemennya terkunci dari dalam.
Misterius. Keren.
Dan alarmnya masih menyala.
Keren. Sulit dipecahkan.
- Ada kamera pengawas? - Ya.
- Banyak. Sudah di periksa. - Terlalu mudah.
Tak ada yang masuk atau keluar.
Jadi, siapa pun pelakunya adalah hantu.
Ya! Hantu!
Aku resmi menyatakan kasus ini... keren!
Aku suka jalan-jalan pertama di TKP.
Seperti tiba di kamp musim panas,
kecuali danaunya penuh darah
dan temanmu sudah mati.
Kurasa aku buruk dalam metafora.
Jadi setelah Adams pulang kerja,
orang yang mendekati pintunya hanya
pria pengantar ini?
Tapi dia tak pernah masuk ke apartemen.
Hei, Rosa. Lihatlah. Tiga digit!
Ada begitu banyak bukti, kita sampai tiga digit .
- Keren. - Sangat keren.
Tahu apa yang tak keren?
Korban pesan makan malam di House of Lettuce.
Tak mungkin dia tahu dia akan mati.
Tak ada yang mau selada untuk makanan terakhir.
Misalnya, makanan terakhirku...
adalah Permen Asam.
Itu selalu di sakumu?
Kita bisa mati tiap hari. Aku harus siap dengan caraku.
Aku bahkan tak bisa berpikir soal makan.
Baunya mirip pinggir topi Scully di sini.
Udara panas. Mempercepat pembusukan tubuh.
Kurasa bisa dibilang misteri ini
langsung pembusuk...
an.
Tidak. Siapa kau?
Aku Franco McCoy.
Aku menjalankan CSI dan forensik.
Kalian pasti detektif.
Aku tahu karena kau tampak kaku.
Kami pakai jaket kulit. Dan hoodie ini kumenangkan dari makan pizza besar.
Tolong bantu aku.
Jangan jadi bintang jelek di dekatku atau pasukanku,
sebab kadang mereka buat acara TV tentang kami.
Mereka sering buat acara
- tentang kami. - Sebutkan satu.
- Law and Order. - Tak tahu.
- NYPD Blue. - Tidak.
- Miami Vice. - Tidak.
- Hill Street Blues. - Lewat.
- The Wire. - Bodoh.
- Rizzoli & Isles. - Itu bagus.
Jika panas sebabkan baunya,
kenapa tak nyalakan AC...
Aliran udara seperti itu
akan mengacaukan semua partikel debu.
AC itu tetap mati, artinya bau di sini?
Hanya akan memburuk.
Tip: Sumbat hidung.
Yang ini dibuat khusus cetak 3-D
agar pas dengan "noster" ini.
Kau coba menyingkat "lubang hidung"?
Di CSI, kami tak mencoba.
Kami lakukan, Nak.
Baiklah. Cukup lumayan bertemu denganmu.
Kami akan berpaling dan mengabaikanmu.
- Jake. Kau tahu waktu apa ini? - Tentu.
Kesan pertama Jake dan Rosa.
Pola cipratan di dinding jauh
menunjukkan irisan pisau ke atas. Jake?
Luka di punggung berarti
dia tak lihat pembunuhnya. Rosa?
Laptop, dompet, kunci semua terlihat jelas.
Tak ada pembobolan.
Bukan perampokan. Jake?
Tapi menunjukkan pembunuhnya
menunggu Adam di apartemen.
Apa aku pakai kata "menunjukkan" dengan benar?
- Ya. - Bagus. Bisa beri tahu Amy?
Aku tak mau bilang aku dapat apa untuk penggunaan kosa kata bagus.
- Baiklah. - Hubungan seksual.
- Jijik. - Kita sudah dewasa.
Aku ibunya! Biarkan aku masuk!
Gunting batu kertas untuk yang harus bicara dengan ibu korban.
Setuju.
Ini soal peluang. Kenapa kau selalu menang?
Kau selalu pilih kertas.
Itu tak benar. Mulai lagi.
Sekali lagi.
Baik, sekali lagi.
Sekali lagi.
Sekali lagi.
Sekali lagi.
Baik, sekali lagi.
Sekali lagi.
Astaga, psikologi terbalik ini payah!
Nyonya? Detektif Peralta.
Ini Detektif Diaz.
Aku turut berduka cita.
Tolong katakan yang kau bisa. Tak ada yang katakan apa pun.
Kuharap aku bisa,
tapi kami baru memulai penyelidikan.
Apa ada orang yang kau pikir
mau menyakiti putramu?
Tidak! Semua orang menyukai Andrew.
Aku tak tahu kenapa ini terjadi. Kau harus temukan pelakunya.
Kami berusaha semampu kami.
Berjanjilah kalian akan cari pelakunya.
- Kami tak bisa... - Berjanjilah!
Andrew dia adalah duniaku.
Aku seorang ibu tunggal.
Aku berjanji.
Wow. Kau memang bodoh.
Maaf?
Kau sungguh berjanji pada keluarga korban kita akan pecahkan kejahatan?
Ayolah. Aku menghiburnya.
Tidak. Itu janji, dan bukan hanya dia.
Ya, Betty. Aku berjanji akan menemukan pembunuh temanmu.
Ya, kau bisa taruh suamimu.
Aku juga akan berjanji.
Oke, apa nomor teleponnya di kantor?
Kau punya pena?
Kau langgar aturan nomor satu
saat berurusan dengan keluarga korban.
- Apa yang kau pikirkan? - Entahlah.
Dia mengingatkanku pada ibuku.
Ibu tunggal menangis di lorong?
Itu kenangan terbaik masa kecilku.
- Jake. - Apa itu buruk?
Jangan berjanji, sebab jika kita tak pecahkan ini,
kau berikan harapan palsu, dan itu lebih buruk.
Biasanya, aku setuju denganmu,
tapi kita akan pecahkan kasus ini.
Kita punya banyak bukti. Sampai tiga digit!
Kita akan wawancarai teman, tetangga, dan rekan kerjanya. Ayo. Kita bisa!
- Kita Jake dan Rosa! - Juga Franco.
Kau bukan bagian dari ini, Franco.
Kau yang rugi.
KASUS #DG078PHS97 HARI KEDUA
Astaga.
Ibu Gothel mengeluarkanmu dari menara
untuk melihat lentera terbang ulang tahunmu?
- Apa? - Itu ejekan dari Tangled.
Charles dan aku menontonnya saat malam bro.
Keren. Tidak, Jocelyn belajar
menenun perpanjangan rambut.
Dia ingin aku cantik untuk bertemu orang tuanya malam ini.
Wow! Bergerak cepat. Saling bertemu orang tua.
Ya. Aku bertemu orang tuanya.
Aku belum bicara dengan ibuku sejak jujur padanya,
jadi... ini menyebalkan.
Aku tak mau bicarakan itu. Bisa alihkan topik?
Apa? Kau tak bisa bilang "ayo alihkan topik".
- Baru kulakukan. - Baik.
Aku bicara pada tetangga.
Korban adakan pesta tiga malam sebelum kejadian.
Aku bicara ke semua tamu.
Mereka semua punya alibi, jadi aku tak dapat apa-apa.
Kau bagaimana?
Tidak bagus. Aku bicara pada rekan kerja,
teman, dan keluarga.
Tak ada yang punya motif.
Si brengsek bodoh. RIP.
Kau janjikan mereka akan temukan pembunuhnya?
Ya, bibinya. Dia juga ingatkan aku pada ibuku. Namanya Karen!
- Jake! - Dengar, tak apa.
Apartemen ini penuh bukti forensik.
No comments yet. Be the first to leave one.