Prvních 200 řádků.
SERIAL DRAMA INI HANYA FIKSI DAN TIDAK TERKAIT
DENGAN LOKASI, ORANG, ORGANISASI, LATAR, DAN PERISTIWA SUNGGUHAN
SELURUH AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DI KONDISI YANG AMAN
Aku tak punya
satu pun foto ibuku.
UPACARA PENERIMAAN UNIVERSITAS HANKOOK 2016
MENDIANG KIM EUNMIN PENGIRING JENAZAH GWON SEONYUL
Ibu Seonyul
meninggal.
Seorang pria berlari masuk dengan menggendongnya.
Letakkan dia di sini.
Bantu aku.
Bu, bisa dengar aku?
Bu, bisa dengar suaraku?
Kenapa kau kemari?
Apa kau di sini untuk menemuiku?
Minta maaf.
Baru saja hari ini...
Aku dihukum atas kejahatanku di pengadilan.
Tidak.
Minta maaf kepada putraku.
Saat aku memikirkannya,
kau tidak pernah
meminta maaf kepadanya.
Kau hampir membuatku kaget.
Baik. Setuju.
Tapi...
berapa harganya?
EPISODE 11
Apa ini?
Seonyul.
Dia datang.
Kim Eunmin.
Tidak mudah bagiku
untuk datang kemari.
Aku
masih tak bisa memaafkan suamimu
yang merenggut Gunwoo dariku.
Sejak dia membunuh putraku hari itu,
hidupku terombang-ambing.
Seolah aku sudah mati.
Tapi
aku datang untuk memberi tahu ini.
Aku akan membantu
putramu.
Setidaknya itu yang bisa kulakukan.
Bukan kepadamu sebagai istri Gwon Jiwoong,
tapi sebagai ibu Seonyul
aku berjanji.
Maka...
kumohon...
tenanglah di sana.
Sedang apa kau di sini?
Jangan pikirkan hal lain.
Fokus untuk menghantar ibumu.
Apa kau kemari
untuk melihatku seperti ini?
Beri dirimu kesempatan untuk sedih.
Biarkan dirimu menderita.
Sampai jumpa setelah itu.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
DATA GUNWOO
- Sedang apa kau di sana? - Ini.
Aku hanya mengemas beberapa barang.
Ibu Seonyul meninggal.
Hei...
Apa kau melayat?
Kau tahu siapa ayahnya.
Dia sengaja mendekatimu, mengganggumu,
dan menghancurkan hubungan kita.
Ini yang dia inginkan.
Dia bekerja untuk Kim Joon.
Dia berbahaya.
Apa kau tahu pemikiranku saat kemari?
Bicara denganmu seperti ini...
sulit bagiku.
Kau harus fokus pada pekerjaanmu.
Aku akan fokus pada urusanku.
Permisi, Bu?
Ya?
Kau belum mau pulang?
Aku masih punya pekerjaan.
Pulanglah dulu.
Kerja bagus.
- Bersulang! - Bersulang!
Profesor, aku melihat segmenmu.
- Kau sangat keren! - Aku ke toko buku kemarin
- dan bukumu sangat laris! - Profesor, aku menghormatimu!
- Hormat! - Astaga.
Lihat pujian yang kalian berikan karena kutraktir.
- Bukan begitu. - Tidak.
Aku kebetulan punya pertanyaan!
Bagaimana kami bisa hidup seindah hidupmu?
Aku hidup sebagai diriku.
Maka percayalah kepada diri sendiri melebihi siapa pun.
Begitulah cara mempertahankan harga diri.
Kalian akan bisa bangkit lagi setelah kejadian sulit.
Kita mungkin tak punya koneksi, tapi punya harga diri.
Untuk harga diri!
- Bersulang! - Bersulang!
Ini ayam lezat pesananmu!
Perhatian, Semuanya.
Beri salam kepada adikku.
- Halo. - Halo. Selamat menikmati.
- Terima kasih. - Ini ayam panggang!
- Kulitnya sangat renyah. - Keju dan ayamnya sempurna!
Hei, cepat cicipi.
Kerak nasinya juga enak.
Apa kabar, Goeun?
Kau pasti sibuk.
Maaf aku datang tanpa menelepon.
- Duduklah. - Baik.
Kau mau minum?
Tidak perlu. Aku sudah minum tadi.
Lalu, ini.
Kudengar kau pingsan dan aku bahkan tak menjengukmu.
Maafkan aku.
Pikirkan anak-anak dan jaga kesehatanmu.
Jika kau ingin melihat Soohyun
kembali mengajar
dan menerbitkan buku lain.
Karena kau sudah dipulangkan,
mau makan malam keluarga? Sudah lama tidak makan bersama.
- Myunghee. - Ya?
Jangan berusaha terlalu keras.
Aku akan melakukan yang Soohyun inginkan.
Aku akan menghormati pilihan Soohyun.
Tetap saja
sebagai orang dewasa di keluarga,
bukankah kita harus menghentikan anak kita dari berpisah?
Jika Soohyun adalah putrimu,
bisakah kau mengatakan hal yang sama?
Kurasa...
aku harus pergi.
Jaga dirimu.
Aku juga
akan menyuruh Soohyun bercerai.
Jika Soohyun adalah putriku.
Sejujurnya,
aku sangat menyukai Soohyun.
Dia menantuku,
tapi dia luar biasa.
Namun,
aku adalah...
ibu Suho.
Soohyun.
Saat itu,
kita semua menderita.
Bisakah sekali saja
kau memaafkannya?
Ibu.
Ibuku
sangat mengalami kesulitan.
Dia bertahan demi aku.
Kumohon
jangan mengatakan
hal lain.
Aku akan mengunjungi Ibu setelah perasaanku tenang.
Hati-hati di jalan.
Jaga ibumu
dengan baik.
PURENEBOM
Ibu?
Kenapa kau datang sepagi ini?
Aku membelikan Ibu mantel.
Yang benar saja.
Berhenti mengkhawatirkan Ibu.
Lihat. Ibu baik-baik saja!
Cobalah.
Kenapa kau beli barang yang sangat mahal?
Ibu tampak sangat cantik.
Ibu, pastikan untuk tetap hangat.
Baik, terima kasih.
Benar juga! Tunggu sebentar. Ibu bungkuskan sedikit lauk.
Astaga.
Aku minta Ibu tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi.
Kenapa membuang-buang uang untuk biaya rumah sakit?
Ibu sangat berterima kasih kepada pemuda yang membawa Ibu ke rumah sakit.
Apa Ibu...
- sangat mengenalnya? - Ya.
Dia datang kemari setiap kali memikirkan sup ibunya.
Bagi Ibu, dia terlihat menderita ketimbang kelaparan.
Anehnya, Ibu terus mengkhawatirkannya.
Dia masih muda, tapi terlihat begitu lelah dan sedih.
Kutunggu di mobil.
Baik.
Bapak pasti sibuk bersiap untuk pemilu.
Apa itu penting sekarang? Bukankah kubilang akan menjadi ayahmu?
Kudengar...
ibumu sadar sesaat.
Apa dia mengatakan sesuatu?
Aku tak melihatnya
pada saat-saat terakhirnya.
Lupakan semuanya sekarang.
Kuharap kau juga merasa tenang.
Aku juga akan seperti itu.
Kau melalui banyak kesulitan merawat ibumu yang sakit.
Pak Kim.
Aku ingin tahu lebih tentang
kecelakaan ibuku.
No comments yet. Be the first to leave one.