Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Umar bin Khattab - Episode 15
Komentář od Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tagy

other
Zveřejněno: 2014-07-15
Stažení: 94
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 167 řádků.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 15

Orang-orang muslim! Akui dan lindungilah aku!

Sudah ada keputusan antara aku dan kalian sebelum ini terjadi.

Orang-orang muslim!

Apa aku dikembalikan kepada orang-orang musyrik yang berbuat fitnah dalam agamaku?

Abu Jandal, rasul bersabda untukmu,

kami telah melakukan perjanjian dengan mereka,

kita beri apa yang mereka inginkan, dan mereka memberi kita janji.

Kita tak akan melanggarnya.

Ia menghiburmu seraya berkata:

"Bersabarlah, Abu Jandal, dan ikhlas, karena sesungguhnya Allah telah

menjadikan bagimu dan orang-orang lemah di sisimu kemudahan dan jalan keluar."

Itulah saudaraku, Abu Jandal, ia telah datang dengan terlambat.

Sekarang kita tak butuh ini lagi.

Karena siapa pun kaum Quraisy, yang datang kepada Muhammad

tanpa seizin pemimpinnya, maka mereka dipulangkan kembali.

Dan kaum muslimin yang datang kepada kaum Quraisy

maka mereka tak dipulangkan kepada Muhammad.

Apa kau yakin bahwa yang kauberikan untuk kaum Quraisy

melebihi yang kauberikan untuk Rasulullah?

Apa kau tak dengar apa yang kukatakan?

Katakan padaku.

Berapa kaum muslimin yang keluar dari agamanya sejak diutusnya Rasulullah,

dan berapa kaum Quraisy yang masuk Islam saat itu?

Kalian takut kalau orang-orang berpaling dari kalian,

hingga kalian buat perjanjian tersebut.

Sedangkan Rasulullah tak mengkhawatirkan sahabatnya

sebagaimana kalian khawatirkan sahabat kalian.

Sehingga ia menyetujui perjanjian tersebut.

Demi Allah sesungguhnya ini pengakuan dari kalian

terhadap lemahnya kebatilan yang kalian ikuti

dan memercayai Rasulullah dengan kebenaran yang disampaikannya.

Paling tidak, sahabat kita tak akan bertambah esok hari.

Kalau orang-orang terhalangi untuk hijrah kepada Rasulullah karena perjanjian tersebut,

maka mereka tak terhalangi untuk memeluk Islam,

sehingga kalian akan meninggalkan rumah kalian.

Seakan-akan aku dan kaum muslimin memadati dari dalam dan luarnya

hingga kota Mekah terasa sempit buat kalian.

Tunggu, Suhail bin Amr, sungguh aku akan menunggumu!

Kalian kurang ajar.

Bukankah kami sudah lepas ikatan kalian?

Atau mau kupasang rantai dan besi lagi?

Kita keluar sekarang?

Silakan, kami tak melarang kalian untuk keluar.

Kita boleh hijrah kepada Rasulullah?

Terserah kalian kalau ingin merasakan lelah pergi ke Yatsrib dan kembali ke Mekah.

Abu Bashir?

Kau kabur dari Mekah?

Antar aku kepada Rasulullah, Umar.

Aku sungguh tak akan kembali kepada kaum musyrik yang memfitnah agamaku!

Bukankah kautahu bahwa perjanjian kita dengan mereka adalah

mengembalikan orang yang datang kepada kami tanpa seizin pemimpinnya.

Antar aku kepada Rasulullah.

Hoi.

Dua orang ini keluar mencarimu karena perjanjian kita dengan kaum Quraisy?

Ia sudah keluar tanpa seizin pemimpinnya.

Perjanjian tetaplah perjanjian!

Kenapa aku dikembalikan kepada kaum musyrik yang memfitnah agamaku?

Kau sudah dengar perkataan Rasulullah, Abu Bashir.

Kita sudah mengadakan perjanjian dengan kaum Quraisy dan kau pun tahu

kalau agama kita melarang untuk berkhianat.

Karena sesungguhnya Allah membukakan bagimu dan kaummu yang lemah,

kemudahan serta jalan keluar.

Hoi.

Rasulullah, tugasmu telah terpenuhi,

dan Allah memerintahkanmu untuk menunaikan amanahnya.

Aku masuk Islam melalui kaumku dan aku tak ingin agamaku terfitnah,

sebelumnya kau telah berperang dengan kaum Quraisy

sedangkan aku dan teman-teman tak ada perjanjian dengan kaum Quraisy.

Aku akan pergi ke Saiful Bahr, dan kaum Quraisy tak menyukainya.

Sungguh kaum yang lemah akan menderita kalau mereka mewarisi sifat penguasa.

Akhirnya.

Akhirnya.

Orang Mekah berpesan agar kita menemui Rasulullah dalam keadaan bertalbiah dan bertakbir.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Jangan khawatir, tak akan ada keburukan yang menimpa kita.

Kita hanya berperang dengan kaum Quraisy,

dan harta rampasan perang ini.

Dan itu pun berasal dari harta dari rumah kita yang dirampas oleh kaum Quraisy.

Di hadapan kalian ada orang yang akan mengantar kalian ke Mekah,

dan kami tak ingin lihat kalian berada dalam perdagangan Quraisy di kemudian hari.

Semua ini gara-gara anakmu, Abu Yazid.

Kenapa kausalahkan anakku?

Ia hanya seorang.

Tapi ia anaknya Suhail bin Amr.

Walid bin Walid saudara Khalid bin Walid.

Ayyas bin Rabi'ah dan Salamah bin Hisyam mereka paman Ikrimah.

Mereka tidaklah baik.

Tak baik kau berkata seperti itu!

Kami menganggap perjanjian itu hanya memberatkan Muhammad untuk mencegah mereka keluar.

Perjanjian itu lagi!

Anggaplah kita dalam tanggungan Muhammad,

dan kita katakan wahai keluarga Abu Yazid,

kami sudah mengambil dari Muhammad apa yang belum ia berikan.

Sekarang perjanjian itu berat untuk kita. Kalau seperti ini akan hancur perdagangan kita.

Dengan begitu, kita tak menuduh Muhammad.

Ia berkata aku telah menepati janjiku dan mereka bukan tanggunganku!

Kenapa harus seperti ini, dengar pendapat mereka!

Bagaimana kalau kita utus kelompok untuk mencari mereka?

Apa kita harus berperang?

Di mana kau akan dapatkan mereka?

Karena kita akan berurusan dengan pembesar Arab.

Kalau kalian cari mereka, maka kalian tak akan mendapatkannya,

dan kalau kalian mencegah, mereka akan muncul pada waktu dan tempat yang ditentukan.

Abu Yazid,

kau menuduh kami seperti itu, ketika kau membuat perjanjian,

sekarang bebaskan kami dari perjanjian itu!

Dengarlah pendapat kami!

Apa kau yakin bahwa yang kauberikan untuk kaum Quraisy

melebihi yang kauberikan untuk Rasulullah?

Tunggu, Suhail bin Amr, sungguh aku akan menunggumu!

Anakku Abu Jandal, ia sudah memperlihatkan tekadnya kepadaku,

dan ia anak yang cerdas.

Kau tertawa, sedangkan seharusnya kau menangis.

Walid saudaranya Walid, aku tak pernah lihat tekadnya sebelum ini.

Sungguh aku mengingkari perbuatannya dan bangga kepadanya.

Pasti bisa.

Pasti bisa.

Muhammad, kami diutus oleh kaum Quraisy untuk bicara kepadamu

tentang Abu Bashir beserta kelompoknya.

Mereka mempersempit serta menghalangi perdagangan kami.

Dan kaum Quraisy telah membuat perjanjian denganmu di Hudaibiyah,

bahwa kau akan mengembalikan kaum Quraisy yang datang kepadamu tanpa seizin pemimpinnya.

Dan kaum Quraisy telah membatalkan perjanjian tersebut.

Dan meminta kepadamu dengan penuh kasih sayang.

Kecuali kau melindungi kelompok tersebut,

dan memasukkan mereka dalam perjanjianmu,

maka kami tak akan membutuhkan mereka lagi.

Ammar.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Rasulullah mengucap salam serta mengajak kalian tinggal di Medinah bersamanya.

Karena kaum Quraisy telah membatalkan perjanjian mereka

serta mengajak kalian untuk beribadah kepada Allah dan silaturahmi dengan kalian.

Allahu Akbar.

Di mana Abu Bashir?

Sejak kemarin keadaannya seperti ini.

Apa kau tak istirahatkan unta ini?

Tak perlu, kita masih mampu.

Celakalah kau!

Bukankah sudah kukatakan untuk istirahatkan unta ini!

Sekarang untanya tak bisa jalan.

Aku tak ingin kakiku terluka,

dan di jalan Allah ia terluka.

Tunggangi unta ini.

Kau saja yang bawa.

Saudaraku, Abu Jandal.

Saudaraku, Abdullah.

Apa yang kaukatakan, Umar?

Astagfirullah.

Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.

Demi Allah sungguh pendapatku merasa terbimbing kalau kau berkata, Abu Bakar,

sehingga kita laksanakan perintah Rasulullah karena pendapatnya sesuai dengan wahyu Allah.

Aku pernah marah menentangnya.

Celakalah kau, Umar.

Omar Bin Khattab ( Series ) Full subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left