Informace o verzi

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E43-NEXT
현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E44-NEXT
Komentář od Anangkaswandi

Tagy

other
Zveřejněno: 2022-09-08
Stažení: 24
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Tunggu sebentar.

Ibu membuatnya khusus untuk Haejun.

Dia membuat ini karena Haejun menyukainya.

Itu bukan untuk dia makan sendirian.

Aku tak pernah bilang akan memakannya sendiri.

Lenganku panjang.

Aku akan mengambilnya sendiri.

Tunggu.

Ini dia.

Astaga,

kenapa itu ada di sana?

Astaga!

Tidak!

Apa itu tadi? / - Apa yang terjadi?

Bukan apa-apa. / - Apa?

Apa yang terjadi?

Ini bukan apa-apa.

Apa yang terjadi?

Ada apa? Siapa yang melakukan ini kepadamu?

Kenapa Ibu berpikir itu ulah seseorang?

Kalian membuat kami khawatir.

Gyeongcheol, ayo. / - Tentu.

Sulit dipercaya. / - Makanlah.

Tentu. / - Bagus.

Astaga.

Maaf.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Itu tidak disengaja.

Hei, Ipar.

Kau sedang apa, Ipar?

Aku sedang bekerja.

Bagaimana denganmu?

Aku bermain gim di rumah.

Apa rencanamu malam ini?

Aku akan pulang.

Bagaimana kalau kita minum?

Kau tidak punya teman minum?

Bukan begitu.

Lalu? Kau tidak mau minum?

Sampai nanti.

Sampai jumpa. / - Sampai jumpa.

Kalau begitu, kami permisi. / - Baiklah.

Aku senang kau sering mengunjungi kami

bahkan setelah menikah.

Aku yakin itu karena Haejun suportif.

Kurasa kau benar soal itu.

Jika ada orang jahat di keluarga kita,

itu akan menghancurkan keluarga kita.

Terima kasih sudah mengatakan itu.

Kalau begitu, kami permisi.

Baiklah. / - Sampai jumpa.

Sampai jumpa. / - Sampai jumpa.

Sampai nanti. / - Jaga dirimu.

Hati-hati di jalan. / - Baiklah.

Astaga.

Kami juga harus pergi.

Kalian sedang mengobrol, aku segan berpamitan.

Kalian harus tinggal lebih lama.

Kau baru saja tiba.

Dia benar. Tinggallah lebih lama.

Yunjae selalu mengunjungi kami,

tapi kau tidak seperti itu.

Sudah lama kau tidak datang.

Dengarkanlah mereka dan tetap di sini.

Aku ingin bersama kalian lebih lama.

Kita harus tinggal lebih lama.

Andai aku bisa.

Tapi kami menikah tanpa persiapan, jadi,

barang Mirae masih ada di rumah orang tuanya.

Begitukah? / - Ya.

Apa kau harus mengambil barangnya hari ini?

Kami berdua harus bekerja besok.

Kalau begitu, pergilah.

Kenapa dia mengubah ucapannya seperti itu?

Itu hanya membuatku terlihat buruk.

Baiklah. Kalau begitu, pergilah.

Aku yakin Jungeun merasa sedih

setelah menikahkan kalian.

Dia benar.

Lantas, kau harus mengunjungi orang tuamu.

Terima kasih, Kakek. / - Astaga.

Aku akan tinggal lebih lama lain kali.

Tentu. / - Baiklah.

Sayang. Apa yang kau lakukan?

Mirae mungkin kecewa

jika kamarnya berantakan saat dia datang.

Ya. Kita akan makan malam dengan mereka.

Apa semuanya sudah siap?

Seharusnya mereka sudah datang.

Sudah siap.

Kami datang.

Mereka datang.

Kalian datang. / - Halo, Nenek.

Aku senang kau di sini.

Nenek. / - Hei.

Hei. / - Mirae?

Ibu!

Kami datang, Ayah.

Baiklah. Kabarmu baik? / - Ya.

Kau dari rumah mertuamu?

Ya. Ibu mertuaku membuatkan kami makan siang,

jadi, kami menikmatinya.

Kalau begitu, nanti saja makan malamnya.

Aku akan ke atas dan mengemas barang.

Baiklah. Pergilah beristirahat.

Akan kupanggil saat makan malam. / - Ya.

Hyeonjae, ayo. / - Baiklah. Kami akan ke atas.

Ya. / - Astaga.

Setelah Mirae datang bersama suaminya,

rasanya rumah ini penuh.

Benar.

Jadi, aku akan pergi malam ini.

Kau mau ke mana?

Menemui adik ipar Mirae. Usia kami sama.

Apa kalian berdua menjadi akrab?

Ya. Kami pernah bertemu.

Kalian berdua bukan sekadar ipar.

Kalian juga sepupu.

Dia benar. Kalian sepupu.

Maksudku, dia sepupu dari pihak ibu.

Siapa di antara kalian yang lebih tua?

Akan tahu setelah kami menetapkan hierarki.

Aku yakin aku lebih tua.

Bagaimana jika tidak?

Astaga. Kau harus mentraktirnya minum.

Aku yakin aku lebih tua darinya.

Ini kamarku.

Aku sudah lama tidak kemari.

Astaga, aku lelah sekali.

Kenapa kau ingin tetap di rumah orang tuaku

padahal kau sangat lelah?

Karena mereka tidak mau kita pergi.

Saat Yunjae menyemburkan air ke wajahmu tadi,

aku sangat terkejut.

Memikirkannya membuatku ingin melakukannya.

Aku merasa bersalah soal itu.

Aku teringat perbuatanmu saat bulan madu.

Air mengenai wajah bisa sangat menjengkelkan.

Benarkah?

Kau merasa kasihan kepadaku?

Ya.

Aku tidak mengatakan apa pun saat itu,

tapi aku terkejut.

Dia marah kepadaku karena tak memberitahunya.

Maksudmu, saat di kantornya?

Aku tahu.

Kau sudah membantunya.

Kau harus berhenti. Kenapa kau melakukan itu?

Aku tidak bisa bilang akan menghentikannya.

Dia akan berpikir aku berubah setelah menikah.

Tak mungkin semuanya sama setelah menikah.

Sayang, sudah sewajarnya keadaan berubah.

Astaga.

Hyeonjae selalu berusaha mengakaliku.

Apa yang terjadi tadi?

Begini. Aku menendang kakinya lebih dahulu.

Maksudku, dengan lembut.

Tapi meski aku menendangnya,

dia seharusnya menahannya.

Dia tidak bisa membiarkannya,

jadi, dia menginjak kakiku.

Itu mengejutkanku,

dan akhirnya aku meludahkan air ke wajahnya.

Kau tampak senang.

Kau senang menjahili Hyeonjae?

Aku juga senang.

Maksudku, dia tidak bisa menginjak-injakmu

hanya karena kau baik.

Pikirkan saja kejadian hari ini.

Dia seharusnya minta maaf atas kejadian itu

begitu melihatku.

Jika dia tidak bisa minta maaf kepadaku,

dia bisa minta maaf kepadamu.

Hyeonjae tak menghormatimu sebagai kakak.

Kenapa dia harus menghormatiku? Aku tak butuh.

Kenapa tidak?

Jika ingin dihormati olehnya,

aku harus lakukan sesuatu untuknya.

Bukan itu yang kuinginkan.

Kau ada benarnya.

Kau cukup praktis.

Aku penasaran kenapa kau bermain saham.

Kau harus bertahan dengan kontradiksi

dalam sifat manusia.

Kau pandai bicara.

Setelah kau menyiram wajah Hyeonjae,

aku merasa jauh lebih baik.

Jadi, kita merasa lebih baik sekarang,

tapi Hyeonjae mungkin agak kesal.

Mirae juga bisa kesal.

Menurutku, saat sudah menikah,

kau paling terpengaruh oleh pasanganmu.

Itu pernikahan yang tepat.

Benarkah? / - Tentu.

Hei.

Menunggu lama? / - Tidak, kau tepat waktu.

Kakakmu dan kakakku ada di rumahku sekarang.

Lalu bagaimana kau bisa bebas?

Bukankah seharusnya kau bersama keluargamu?

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left