Prvních 200 řádků.
Ayo, kita sudah sampai di Pondolem.
Ayo, Pondolem, Pondolem.
Ayo, Pondolem, Pondolem.
Hati-hati, Peter.
Sarapan atau bir?
Dimana Kantor Polisi Pondolem? Kantor yang baru?
Anda polisi? / Ya.
Itu dia. Tepat di depan kedai kami.
Itu baru diresmikan minggu lalu. / Oh begitu.
Bangunan yang di sebelahnya itu kantor yang lama.
Baiklah, terima kasih.
Semua anggota polisi sarapan di sini.
Beberapa diantaranya bahkan juga makan siang dan malam di sini.
Oh begitu.
Datanglah kemari saat istirahat.
Akan ku siapkan bir dingin dan ikan goreng.
Lihat saja nanti.
Permisi.
Siapa Senior PI di sini?
Anda siapa? / Satish Naik.
Aku dipindahtugaskan kemari.
Pak, masuklah. Selamat datang.
Silahkan duduk. Beliau akan segera kemari.
Oia...
Bukankah dia Vijay Salgaonkar?
Ya, Pak. Itu dia.
Dia tampak seperti orang baik-baik.
Tapi, penampilan bisa menipu, Pak.
Apa maksudmu? / Maksudku, yang dia perbuat...
...Memang masih tak bisa dipercaya.
Pak Vijay.
Tangkap dia, tangkap dia. Hey, hey, hey.
Pergilah.
Itu pengejaran yang hebat, Pak!
Hebat?
Mereka sudah mengeditnya untuk membuat penonton takjub.
Terlebih, musiknya juga mendukung!
Agar terlihat seolah hal genting sedang terjadi.
Tapi, sebenarnya tak ada apa-apa.
Kau perlu rasakan ketegangannya. Rasakanlah!
Pak Vijay, aku punya ide.
Kau tahu, kau harusnya buat film saja.
Maksudku, maka dunia akan tahu kalau kau...
Aku akan menunjukkan padamu dulu. / Tidak!
Pak Vijay! Tidak! Maaf, Pak!
Kerjaanmu sudah beres?
Ya, sudah. Ini, lihatlah.
Seperti biasa, Inspektur Gaitonde minta jatah sedikit.
Dan, TV Paman Pinto sedang bermasalah.
Bukan TV-nya yang bermasalah. Tak ada masalah dengan kabelnya.
Suruh dia beli yang baru. / Aku sudah bilang!
Lalu? / Bajingan.
Begitulah dia menyebutmu. / Dan kau membiarkannya?
Tidak, tidak! Aku sudah bilang padanya.
Aku bilang, kalau kau mau menghina Pak Vijay...
...Katakan hal yang logis.
Kau bisa menyebutnya tak berpendidikan, bodoh, DO-an kelas 4 SD...
...Atau anak yatim piatu. Tapi bajingan, jangan, jangan pernah.
Apa aku benar? Apa aku benar?
Baiklah kalau begitu. / Dengarkan aku.
Kau benar sekali. Aku akan memberimu bonus. / Bonus?!
Pak Vijay, jangan! Pak, jangan!
Dia sedang menunggu Pak Gaitonde.
Untuk apa? / Jangan tanya.
Dia memenjarakan putra semata wayangnya.
Apa salahnya?
Tak ada. Dia meminjam uang dari Perusahaan Perkreditan Swasta.
Dia membayar semua cicilannya tepat waktu.
Hanya saja dia tak dapat membayar cicilan terakhir.
Pak Gaitonde membawa pergi putraku 2 hari yang lalu.
Sekarang, Perusahaan Perkreditan juga mengatakan...
...Kalau cicilannya harus dibayar dengan bunganya dulu.
Dengan begitu, mereka akan melepaskan anakku.
Kenapa Gaitonde ikut campur dalam hal ini?
Karena pemilik perusahaan perkreditan itu adalah sepupunya.
Lalu, sudahkah kalian melapor pada Pak Prabhu?
Pak Gaitonde bilang...
...Jika aku melapor...
...Maka, dia akan membunuh anakku.
Lagipula, apa perlunya melapor?
Kalau begitu, Ajukan tuntutan ke pengadilan.
Pada siapa?
Putranya tidak dipenjarkan oleh perusahaan itu...
...Tapi Gaitonde.
Hanya ada satu solusi untuk membebaskan saudaramu.
Apa itu? / Habeas corpus.
Aku tahu apa yang harus kalian perbuat. Habeas corpus.
Apa? Hibbus...
Habeas corpus. Itu istilah hukum.
Bagaimana itu bisa membantu?
Putranya akan dibebaskan, karena...
Ini bukan kasus biasa.
Ini kasus menyangkut habeas corpus.
Dan jika mereka melapor ke pengadilan...
..Kalau putranya dipenjarakan secara ilegal...
...Maka, pengadilan akan langsung memerintahkan polisi untuk...
...Menghadirkan anak itu ke pengadilan.
Lalu, Gaitonde atau PI ataupun IG, tak bisa menolak perintahnya.
Polisi takkan menghadirkannya di pengadilan.
Karena Gaitonde memenjarakannya secara ilegal.
Kenapa kalian tak mencobanya? Aku kenal seorang Pengacara di Panaji.
Shirish Kamath. Nanti ku beri nomor teleponnya.
Bilang saja, kasus ini menyangkut Habeas corpus.
Aku akan bicara padanya juga.
Sedang membicarakan setan dan setan itu muncul!
Dia datang kemari.
Kalian harus pergi dari sini.
Pergilah lewat pintu belakang.
Hey, Martin! / Hmm...
Apa ada sepasang lansia kemari?
Tidak ada. / Kemana mereka pergi?
Bagaimana menurutmu?
Apa hanya kau satu-satunya yang bisa berakting?
Sekarang, bagaimanapun juga aku harus berakting.
Aku menyayangimu, Yah.
Ayo, dan usaplah air matamu, Yah.
Ini sapu tangannya.
Usaplah air matamu!
Sekarang kau bawa sapu tangan di sakumu?
Sumi! Aku tak perlu cemas!
Sekarang anakmu sangat bertanggung jawab. / Pak Vijay.
Pak Vijay!
Pak Vijay, boleh aku pulang? Ini sudah larut malam.
Terima kasih.
Halo? 'Mirage Cable'.
Ya, ya, ya.
Maaf, maaf, maaf, maaf.
Ya, akan ku kerjakan. Akan ku kerjakan.
Segera! Ya. Ya!
Tampaknya kau mendapat sedikit gangguan. Ada apa?
Sebenarnya, itu Bibi Saldanha...
...Pengeras suara dekat rumahnya tak berfungsi. Jadi, aku...
Kau baru menggantinya 3 hari lalu.
Aku lupa.
Bagus, pantas kau kena masalah.
Aku akan kesana secepatnya.
Apa lagi yang kau lupakan?
Halo, Aku... Aku...
Ya, beres, beres.
Tuan Shirodkar yang berusia 75 tahun punya sebuah permintaan untuk..
..Memutar film dewasa yang bagus hari ini.
Tapi, bukankah dia lumpuh?
Ayolah, Pak Vijay! Yang lumpuh hanya tangan kiri.
Sedangkan Shirodkar pakai tangan kanan.
Pergilah! Hus! / Tidak. Aku pergi.
Kita tak boleh kalah, Yah. Kita harus menang.
Aku menyayangimu, Yah.
Anakku.
Selamat pagi. / Selamat pagi.
Bagaimana belajarmu? / Baik.
Mana ibu? / Di dapur.
Mana kunci lemari besinya? Katakan!
Yang mana? Aku tak tahu. Kumohon, lepaskan aku.
Siapa yang tahu kalau kau tak tahu?
Vijay. / Vijay siapa?
Orang yang menodongku dengan wortel.
Dan tampaknya, diapun belum mandi.
Bau badanmu menusuk.
Aku akan mandi kalau kau panaskan airnya.
Lihatlah di kamar mandi. Sudah ada di sana.
Kau ikut juga. / Pergilah! Dasar nakal!
Pergilah!
Lalu, di mana Miss India?
Dia mungkin sedang latihan 'cat walk' di depan kaca.
Anu! / Aku datang Bu.
Selamat pagi, Ayah. / Selamat pagi.
Aku meneleponmu tadi malam, tapi tak tersambung.
Apa teleponnya bermasalah lagi? / Ya.
Kenapa kau tak beli ponsel saja?
Apa gunanya? Tempat itu pelosok.
Benarkah? Lalu, bagaimana bisa ponsel Jose dapat sinyal?
Bukan. Kau selalu beralasan agar bisa menjauh dari kami.
Kami bertiga tinggal sendirian di sini dan kau...
Sebentar, kalian itu bertiga, Kau tak sendiri.
Gak usah ngelucu.
Kau lebih suka di kantor dan nonton film daripada pulang.
Kau tak punya rasa tanggung jawab pada kami.
Setidaknya pikirkan kami.
Oke, baiklah. Kau mau apa?
Istriku tersayang! Bicaralah!
Kami ingin ke Panaji.
Untuk apa?
Berbelanja.
Kita baru berbelanja 6 bulan lalu.
Ya, kita sudah berbelanja.
Kau belikan pakaian paling murah, untuk menghemat uang.
Warnanya sudah pudar sekarang.
Jadi kali ini, kita belanja di sini saja daripada harus ke Panaji.
Tidak! Kami ingin ke Panaji.
Kami tak hanya ingin belanja.
Kami juga ingin nonton film.
Dan kami juga ingin makan pizza.
Dan es krim? / Ya, es krim juga!
Setiap orang melakukan ini untuk keluarganya. Apa yang kau lakukan?
Kau bahkan tak membelikan kami es krim!
Jangan bersikap bodoh!
Kau juga bisa beli es krim di Toko Martin!
Apa istimewanya dengan Panaji?
Kau menolak keinginan kami, Benar begitu?
Semuanya sepakat dan kau masih bilang tidak!
No comments yet. Be the first to leave one.