Prvních 172 řádků.
Sebelumnya di Viking...
Apa kau membunuh putra kita?
Aku tak yakin bajingan malang itu anakku!
Kita akan melintasi pegunungan itu dan menyerang Kattegat
dan mencabutnya dari cengkeraman Ivar.
Kalian menginginkan hal yg sama, tapi Kalian tidak bisa memiliki mahkota-nya
sampai kalian merebutnya dari Ivar.
Jika kau tak keberatan, Ubbe, sekarang saatnya aku pulang.
Saya harap saudaraku, Hvitserk, kembali dengan King Olaf.
Mereka tidak disini.
Aku masih tidak mengerti jika aku buat pilihan yg tepat.
Kita bisa bergerak menuju kematian kita sendiri.
Halo, Hvitserk. Ke mana tujuanmu dengan pasukan yg begitu besar?
Untuk menyerang Kattegat bersama King Olaf dan bersamamu.
Saudaraku!
Kita'kan perbarui dan perkuat pertahanan kota besar kita.
Kalian tak akan pernah bisa mengalahkan Kattegat!
Kami akan selalu mengalahkanmu! Para dewa mencintai kami!
Season 05 - E20 Resync and Translated by NamangGete_Watutedang
Season 05 - E20 Resync and Translated by NamangGete_Watutedang
Kami ikuti perintahmu dan menunjuk adipati di setiap distrik di bawah kendali-mu.
Mereka mengumpulkan pajak dan denda.
Masing-masing menyediakan 60 prajurit untuk pasukanmu.
Pandai besi!
Kau paham apa yg harus dilakukan.
Tentu aku paham.
- Aku langsung kerja. - Bagus. Bagus.
Jadi?
Kami melihat dua pasukan bergerak bersama.
Salah satunya dipimpin oleh Bjorn Ironside dan Raja Harald Finehair.
Kalian kenal mereka?
Pasukan lainnya dipimpin oleh raja atau earl kami tidak kenal.
- Bersama seseorang yg kita kenal. - Saudaraku, Hvitserk.
Ya, Rajaku.
- Apa kalian yakin? - Ya, tanpa keraguan.
Itu bagus, hah? Bukankah bagus, Freydis?
Rekan-rekan dewa-ku akhirnya mengizinkan aku tahu nasibku.
Sekarang semua saudaraku menentangku.
Sekarang aku tahu akulah "sang terpilih."
Ivar jelas telah siap terhadap pengepungan. Mungkin kita harus bernegosiasi dengannya.
Tidak, tidak.
Adikku benar.
Kita tak akan pernah lagi bernegosiasi dengan Ivar.
Tak ada gunanya.
Ada apa denganmu, Lagertha?
Aku hampir mati...
tapi terlahir kembali.
Kau berada di antara hidup dan mati. Apa yang diajarkan kepadamu?
Satu-satunya hal yang aku pelajari...
adalah tentang hidup tentang penderitaan.
Tidak ada jalan keluar darinya...
Itulah kebenarannya.
Yang terpenting... adalah bagaimana kita menghadapi penderitaan,
bagaimana kita menghadapi kebenaran.
Bagaimana aku beritahu anak-anakku bahwa hidup adalah tentang penderitaan?
Mereka akan mencari tahu sendiri.
Sebentar lagi kita akan mencapai Kattegat.
Di mana sekali lagi, saudara akan berperang melawan saudara...
dan dunia akan hancur.
Midgard akan dilanda perang selama tiga musim dingin.
Ayah akan membantai putranya.
Saudara akan basah kuyup dalam darah satu sama lain.
Ibu akan meninggalkan suaminya dan merayu putranya sendiri.
Fimbulvetr... Musim dingin dari semua musim dingin
akan mencengkeram dan mencekik Midgard.
Fenrir, serigala, akan menerkam matahari di antara rahangnya dan menelannya.
Dia akan memercik Asgard dengan darah kental.
Kemudian semua pejuang dan dewa di Valhalla akan membuka tangan,
dan perang melawan raksasa dan ular dilepaskan melawan Midgard.
Odin dan serigala akan pertama terlibat dan pertempuran akan menakutkan.
Meskipun pada akhirnya, serigala akan menelan All-Father.
Itu akan menjadi kematian dari Odin.
Dan kemudian dunia akan terbakar dan para dewa akan mati.
Dan matahari akan menjadi gelap dan tak akan ada bintang di langit.
Dan bumi akan tenggelam ke laut.
"Ragnarok."
Itu hanya sebuah cerita.
Cerita adalah semua yang kita miliki.
- Serang gerbang. - Aku setuju.
Kita akan bagi pasukan dan menyerang kedua gerbang bersamaan dengan kekuatan penuh.
Jika kita membagi kekuatan, kita harus bisa saling mengenal.
Untuk saudaraku...
Untuk Halfdan.
Ivar, ada apa?
Aku perlu tahu bahwa kau telah memaafkannku.
Aku minta maaf.
Atas semua perbuatanku.
Aku minta maaf.
Aku mencintaimu, Freydis.
Kau tahu itu.
Dan aku juga mencintaimu.
Dan aku memaafkanmu.
Aku harus pergi.
Jaga dirimu.
Dan dirimu...
tercinta.
Kawal tembok!
Ayo!
Siap!
Pemanah, siap!
Pertahankan menara!
Usir mereka!
Siap di Posisi!
Siap di Posisi!
Bidik.
Siap!
Mereka mendekat!
Maju!
Pemanah!
Lepas!
Terus bergerak!
Pemanah!
Lepas!
Ayo!
Lepas!
- Tubruk! - Dinding perisai.
Tembak mereka!
- Tubruk! - Selamat datang, Bjorn.
- Tubruk! - Selamat Datang! Lepas!
Buka.
Ayo.
Serang!
Pemanah, lepas!
Buka!
Ya, Tuhan! Ya, Tuhan, Kenapa Engkau meninggalkanku?
Kenapa Engkau begitu jauh membantuku?
Karena Engkau telah menuntun aku ke dalam debu maut.
Maju! Tubruk!
Maju!
Lepas!
Ke tembok! Ke tembok!
Ayo! Ke tembok!
Lepas!
Tembak mereka!
Oh, kau tidak bisa membantu atau mendengarkanku, bukan?
Karena kau tak ada di sana.
Oh, kau tak ada.
Lepas!
Ayo! Panjat temboknya!
Konsentrasi tembakanmu! Ayo! Lompat!
Saudaraku! Kau terlambat. Sudah terlambat!
Tubruk lagi, kataku! Tubruk lagi!
Dorong!
Pergi ke gerbang lain.
Sekarang! Bakar mereka hidup-hidup!
Tubruk!
Ah...! Datang dan lihat! Datang dan lihatlah...
matinya umat manusia di atas pantai penuh mayat.
Kepala hancur, usus tercurah, daging hangus!
Datang dan lihatlah anak-anak muda merobek tenggorokan masing-masing.
Sungai penuh racun akan mengalir melewati setiap aula...!
Pemecah sumpah, perayu, pembunuh akan menyeberang melalui sungai-sungai itu!
Datang dan lihat! Datang dan lihatlah...!
Kita dikalahkan. Kita harus mundur.
Tidak! Bagaimana jika Bjorn berhasil?
Bagaimana jika dia berhasil membuka gerbang? Kita tidak bisa lari sekarang.
Kembali!
Tubruk!
Kembali! Tubruk!
Lagi! Lagi!
Bawa masuk!
Siap!
Tubruk!
Kembali!
Tubruk!
Lagi!
Lagi!
Tubruk!
Kembali!
Tubruk!
Lepaskan!
Perisai pelindung!
No comments yet. Be the first to leave one.