Informace o verzi

세작-매혹된자들-Captivating-The-King-E03-NEXT-NF
Komentář od Anangkaswandi

Tagy

other
Zveřejněno: 2024-01-27
Stažení: 15
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Kalian…

saling kenal?

Ya.

Kami kenal dekat.

Bukankah begitu?

Yang Mulia.

Anda kemari untuk bermain Baduk dengannya?

Benar.

Kau juga?

Ya.

Maaf, tetapi Yang Mulia harus mengizinkanku bermain hari ini.

Namun, aku datang lebih dahulu.

Aku lebih diutamakan.

Ini janji yang sudah lama kami buat.

Katakan kepada Yang Mulia.

Maaf.

Sebenarnya, aku ingin memaksa

bahwa janji kita harus diutamakan,

tetapi keadaanmu pasti akan jadi sulit. Bukan begitu, Mong-woo?

Aku akan mengalah hari ini.

Namun, lain kali tidak. Paham?

Baik, Yang Mulia.

Yang Mulia…

- Mundur. - Kau yang harus mundur, Nona.

Jika tidak,

akan kuungkap semuanya kepada Yang Mulia.

Sampai lain waktu.

EPISODE 3

Siapa namamu?

Hongjang.

Aku mau pinjam ruangan. Tolong keluar sebentar.

Bicara saja langsung.

Hongjang tahu semua karena kami sangat akrab.

Memang kau tahu aku akan bicara apa?

Aku akan keluar.

Silakan mengobrol.

Apa Ketua Dewan tahu

bahwa kau sering berpakaian seperti ini?

Lepaskan tanganku.

Jawab aku.

Kau sedang menginterogasi penjahat?

Interogasi?

Kau paham arti kata itu sebenarnya?

Jika ketahuan berpakaian begini,

kau akan dituduh tidak bermoral dan meresahkan masyarakat,

lalu diseret untuk diadili di pengadilan.

Kau akan disiksa habis-habisan sampai berlumuran darah.

Itulah interogasi.

Kini kau paham

tentang risikomu ini?

Ketua Dewan pun tak akan bisa menutupi kesalahanmu.

Dia pasti akan ikut berada dalam bahaya

karena gagal mendidikmu.

Kau mengancamku?

Aku bicara begini karena mencemaskanmu.

Namun, jika kau anggap ini ancaman, terserah.

Jadi, berhentilah berbuat seperti ini…

Nona!

Nona, ada apa?

Sepertinya dia sakit perut.

Akan ada rumor jika memanggil tabib.

Jadi, suruh pelayan mengantarnya sampai rumah.

Baik.

Hati-hati di jalan.

Bagaimana kau bisa mengenal

Pangeran Agung Jinhan?

" Mongwoo "?

Tadi Pangeran Agung memanggilmu begitu.

Kalian terlihat akrab.

Diakah alasanmu tak bisa menikah denganku?

Aku menolak menikah denganmu

karena kau tak pernah mendengarkan ucapan orang lain, tak bisa bermain Baduk ,

tidak seru, dan kurang ajar.

Jangan salahkan orang lain atas kekurangan dirimu.

Aku harus bagaimana agar kau menerima perasaanku?

Aku berbuat aneh dan tak bermoral.

Kau masih mau menikahiku?

Perasaanku kepadamu tak akan berubah.

Jangan pernah meremehkan perasaanku kepadamu

meski kau marah.

Aku bicara begini karena cemas. Hentikan ini semua.

Aku punya alasan

untuk melakukan ini semua.

Apa alasan itu

lebih penting daripada reputasimu?

Lebih penting daripada kehormatan keluargamu dan Ketua Dewan?

Ini demi keselamatan orang lain.

Jika alasannya sepenting itu,

maka tak masalah jika kulaporkan kepada ayahmu, kan?

Tuan, ini Hongjang.

Pelayan sudah datang.

Jadi, bagaimana?

Keputusan ada di tanganmu.

Tak kuduga harus berakhir seperti ini.

Lagi pula, kau memang tak bisa terus begini.

Kau sudah berusaha sebisamu.

Jangan terlalu sedih.

Terima kasih sudah berkata begitu.

Apakah Yang Mulia Pangeran Agung

masih mengganjal di pikiranmu?

Aku tidak bisa menepati janjiku kepadanya.

Mau bagaimana lagi?

Namun…

entah mengapa hatiku sesakit ini.

Itu wajar.

Kau terpaksa menghentikan perasaanmu. Pasti akan teramat sakit.

Nona…

Waktu kuajak bermain Baduk ,

dia menolakku dengan berbagai alasan.

Namun, dengan Kim Myung-ha,

dia bahkan sudah berjanji dan menentukan tanggalnya.

Apa yang dirahasiakannya dariku, pasti diceritakan kepada Myung-ha, kan?

Apa…

Apa dia tahu namanya juga?

Aku tak peduli dengan hal semacam itu.

Yang Mulia, aku Sang-hwa.

Aku membawakan Anda teh.

Taruh saja di situ.

Apa permainan Baduk Yang Mulia tak berjalan lancar?

Bukan begitu.

Kau bahkan tak bisa main Baduk . Jangan berlagak paham.

Baik.

Namun,

mengapa Anda sangat kesal begini?

Apa ada masalah dengan Mong-woo tadi siang?

Jangan-jangan…

Yang Mulia kalah lagi dari dia?

Astaga.

Aku bahkan belum sempat duduk di depan papan Baduk -nya.

Dia sudah punya janji temu,

jadi, aku pulang.

Apa-apaan itu?

Apa arti helaan napas kurang ajarmu itu?

Maaf. Bukan apa-apa.

Apa?

Beraninya kau…

Begini, maksudku…

Yang Mulia bergegas karena terlalu senangnya,

tetapi tidak sempat bermain sama sekali. Yang Mulia kesal karena itu, kan?

Yang Mulia pasti sangat menyukainya.

Ya. Aku menyukainya.

Bukan hanya sekadar suka,

tetapi benar-benar menyukainya.

Bagiku, dia hanya penjudi yang suka mengembara di jalan.

Apa yang membuat Anda menyukainya?

Dia memercayaiku…

saat yang lain tidak.

Saat yang lain mengecam dan menyumpahiku,

dia membelaku.

Ada aku juga.

Sang-hwa, kau tangan kananku.

Haruskah aku mencarinya dan menyeretnya ke sini?

Tidak usah.

Kami janji akan bertemu lagi saat turun mongwoo .

Bagaimana jika dia lupa dan tidak datang?

Tidak mungkin.

Aku sudah memiliki jaminan yang dia mau.

Apa Yang Mulia baru kembali ke istana?

Ya.

Aku permisi.

Omong-omong…

Bagaimana permainan Baduk -nya tempo hari?

Sejujurnya,

kami tidak sempat bermain.

Dia…

Mong-woo punya urusan penting mendesak

yang mengharuskannya ke luar kota.

Jadi, aku pun pergi setelah Yang Mulia pergi.

Urusan penting yang mendesak?

Apa dia tertimpa musibah?

Aku tak tahu karena dia tak bilang kepadaku.

Namun,

katanya dia tak akan bisa kembali ke kota untuk waktu lama.

MONG-WOO

Mulai hari ini…

kau adalah Mong-woo.

Kau manghyeongjiu -ku,

Mong-woo.

Kau sedang senang?

Tentu saja.

Rasanya lega sekali. Bebanku selama ini akhirnya hilang.

Tolong simpankan itu dahulu.

Saat hujan gerimis turun,

aku janji akan mengambilnya.

Katanya dia tak akan bisa kembali ke kota untuk waktu lama.

Tidak masalah.

Dia sudah janji.

Aku akan menunggunya.

Buka gerbangnya!

Ada laporan mendesak dari Uiju!

Paduka Raja.

Sekretaris Kerajaan Sif Malam ingin menghadap.

Suruh dia masuk.

Cepat panggil para pejabat Dewan Pertahanan Perbatasan!

Baik, Yang Mulia.

Mengapa Paduka mengumpulkan Dewan Pertahanan Perbatasan?

Ada laporan dari Uiju.

Katanya tentara militer Dinasti Qing ditempatkan di dekat perbatasan kita,

dan sebagiannya sudah menerobos masuk ke Uiju.

Laporannya dibawa langsung oleh magistrat dari Uiju?

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left