Prvních 200 řádků.
IBU - AKU - AYAH
BURUNG AMARAH
UNTUK SIAPA POHON ITU TUMBANG
KAKEK
Kayu.
AKU SAAT BAYI
Selai kacang, ya, selai kacang.
Aku suka selai kacang.
Kau dengar itu?
Ya, aku juga! Sebaiknya aku memeriksanya.
Ya, dilarang berburu.
Kenapa kau harus memakannya?
Gigimu akan membusuk.
Pemburu gelap! Di hutanku! Ini pasti seru. Permainan dimulai.
Halo, Anak-Anak! Tebak siapa?
Burung apa itu?
Dia marah karena sesuatu.
Dia bukan elang,
tapi seseorang pasti akan membayar untuk mengawetkannya.
Senjata, tidak! Apa yang akan kulakukan?
Toro, toro, ole!
Ayo! Hanya itu kemampuanmu?
Tembak!
Di sini!
Tembakan bagus.
Sekarang, mari kita coba dengan target bergerak.
Isi ulang. Ayolah.
Halo! Mencariku?
Terlalu lambat. Aku harus pergi.
- Di sana. Itu dia. - Marco. Polo.
- Cilukba! Di sini! - Kena kau.
Baik, kalian menangkapku dengan adil. Aku menyerah.
Namun, aku bohong!
Malam, Anak-Anak.
Apa kau...
Pergi...
Dan aku yang otaknya sebesar kenari?
Yang benar saja!
MENANG BESAR BAGI MINYAK BESAR
Pidato!
Baik. Sekarang, angkat gelas kalian
untuk kemenangan kita, untuk tim kita.
- Barb, masuklah. Bergabunglah. - Sebenarnya, Lance, kita perlu bicara.
Diberhentikan?
Kumenangkan kasus firma
nilai jutaan dan aku dipecat?
Satu hal lagi,
sejak kapan kita perlu peduli pada hak satwa liar?
Satwa liar tak memilih.
Satwa liar tak membayar pajak! Minyak besar menciptakan pekerjaan besar.
Kapan beruang ciptakan pekerjaan?
Barb, ayolah!
Lima belas tahun bekerja keras di firma ini
Dan kasus terbesar yang kau menangkan
kau memecatku?
Dipecat?
Tak bisa!
Sebenarnya, bisa.
Kita akan tuntut.
Menuntut satu firma hukum terbaik?
Bukan ide bagus.
Tenang, Sayang. Aku ada rencana.
Kau coreng mereka di media sosial?
Maksudku hal lebih dewasa.
Kakekku tinggalkan properti luar biasa
dekat perbatasan Kanada.
Kami akan membuat properti desa.
Lihat bajuku. Aku tak bisa. Aku gadis kota.
Kita takkan tinggal di sana. Kita akan jual.
Ambil untung besar. Kumulai firmaku sendiri.
Sukses balas dendam terbaik.
- Tidak... Tidak. Ya. - Itu dia!
Itu yang kita lihat!
"Burung Pelatuk Mahkota Merah Jambul. Diduga punah."
"Yang terakhir dijual di pasar gelap..."
Lihat ini,
500.000 dolar.
Astaga! Aku bisa membeli tuksedo suede biru itu
atau salah satu truk monster.
Aku hanya tahu burung itu di hutan di suatu tempat
menunggu kita menangkapnya.
Rumahku istanaku, dan tak ada yang menggangguku!
Ini akan hebat.
Kuakui, ini kali pertama
aku bersemangat.
Hati-hati!
Lance, lihat siapa yang datang.
Linda, kejutan yang menyenangkan.
- Boleh kami masuk? - Tentu.
Tommy, apa kabar?
- Ayahku ada di rumah sakit. - Aku turut prihatin.
Aku selalu suka ayahmu, meski dia membenciku.
Dia tak membencimu.
Tidak, dia bilang. Katanya, "Aku benci kau."
Sulit untuk salah paham.
Aku terbang ke Philadelphia pukul 22.00.
Aku butuh bantuanmu. Jaga Tommy sebentar.
Jika ini lain waktu, aku akan senang membantu,
tapi ini bukan lain waktu.
Maaf ayahku tak bertanya
apa itu nyaman bagimu sebelum dia alami strok.
Kami akan pergi besok pagi,
mulai proyek besar.
- Tak bisa kau bawa? - Tidak. Aku punya krisis keluarga.
Kau jarang bertemu putramu.
Sudah saatnya kau maju dan melakukan tugasmu.
Maafkan aku, Linda, waktunya sangat tak tepat.
Aku tak bisa melakukannya. Maaf. Aku mau tapi tak bisa,
dan itu sudah final.
- Aku tak bisa apa-apa. Kau lihat. - Ya, tapi...
Aku tak suka anak-anak...
bahkan saat aku masih kecil.
Aku butuh Xanax. Aku merasa akan migrain.
Hei, Tommy.
Tommy, lepaskan penyuara jemalamu.
Dengar, bukannya aku tak menghargai drumnya
karena itu
luar biasa, tapi bisakah kau turunkan beberapa desibel?
Baik. Aku tak akan bermain lagi.
Sudah puas, Lance?
Lance. Apa yang terjadi pada Ayah?
Kau tak mau aku di sini.
Satu anak yang kau mau dalam hidupmu pacarmu.
Kau tahu? Vanessa bukan anak kecil. Dia jauh...
lebih tua darimu. Hei...
Dengar, ibumu benar.
Kita jarang bersama belakangan.
Anggap perjalanan ini kesempatan mengakrabkan diri.
Obrolan bagus.
PINE GROVE PINTU KELUAR BERIKUTNYA
Kita sudah sampai.
Di sini, maksudmu di antah-berantah?
Tunggu saja.
Ayo. Lihat ini!
Murni, tak tersentuh.
Aku tak sabar bawa buldoser dan mulai membangun.
Menarik, 'kan?
Hore.
Begini, Sayang,
jika rumah di lokasi ini tak melipatgandakan investasi kita
entah apa.
Biar kutunjukkan.
Lance, sepatu ini...
Sepatuku tak cocok untuk itu!
Baik, jadi, pintu depan di sini
lalu... Ini dia!
Plafon berkubah dua lantai, pemandangan sungai indah
membuka ke dapur yang canggih.
- Luar biasa! - Memang, 'kan?
Ada lima batang!
Lima batang, itu luar biasa.
Ayo!
Tempat ini harus diasapi.
Pekemah, bagaimana aku mencintaimu?
Biar kuhitung caranya.
Ada batangan granola, keripik jagung, es krim, kue kudapan, kacang jagung,
dan sebagainya.
DENDA 10.000 DOLAR DUA TAHUN PENJARA KARENA PERBURUAN LIAR
Panggangan siap.
- Jangan unggah itu. - Terlambat.
Tagar panggangan ayah gagal.
Ini waktunya minum kopi.
Bisa buatkan makiato dobel?
Tentu.
- Hai. - Hai.
Selamat datang.
Kau pasti cucu Ben Walters.
Bagaimana kau tahu?
Karena kau sangat mirip dengannya.
- Kakekku? - Datang tiap musim panas.
Ajari memancing di sini.
Yang benar saja.
Sial, di mana sopan santunku?
Sam Bartlett, Jagawana negara bagian
- dekat propertimu. - Lance Walters.
- Ini tunanganku, Vanessa. - Hai.
Itu putraku Tommy,
setengah anak mitos, ponsel pintar.
Aku mampir saat patroli.
Ada pemburu gelap burung di area ini
jika ada orang mencurigakan, tolong beri tahu aku.
Baik.
Kau bangun rumah?
Batu pertama besok.
Warnanya sangat biru.
Luas 465 meter persegi dan tiap fasilitas.
Lalu aku menghiasnya.
Ya, benar.
Luas 465 meter persegi untuk tiga orang? Semoga tak sempit.
Tidak, bukan untuk ditinggali. Maksudku...
Tinggal di sini? Yang benar saja.
Ini investasi. Kita akan jual.
Begitu rupanya. Bukankah itu akan menutupi lanskapnya?
Tanah pemerintah di sini.
Ya. Tak ada tetangga yang bisa dikeluhkan.
Jika kau bangun sesuatu yang sedikit lebih sederhana
kau lestarikan pohon tua ini dan jadi jauh lebih berpikiran hijau.
Ini tanahku, jadi, aku cukup yakin bisa bangun sesukaku,
tapi tenang, ada pohon untuk kau peluk.
Beri tahu aku jika kau melihat pemburu gelap
No comments yet. Be the first to leave one.