Informace o verzi

09 Jalinan Gapaian Perasaan
Komentář od Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tagy

other
Zveřejněno: 2016-01-16
Stažení: 24
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 175 řádků.

Atri.

Kamar yang hangat, makanan enak, teman yang sayangi Anda...

Semua itu hanya bisa didapatkan karena terlahir sebagai bangsawan!

Dan aku anggap takdir semacam itu hanyalah kekonyolan belaka, Pangeran Zen!

Tak peduli apa pandanganmu,

tapi aku masih cari jawabannya.

Atri!

Mungkin aku lebih bersyukur seandainya kau bukanlah seorang pangeran.

Kami semua, selalu inginkan jalinan yang nyata kepada setiap orang.

Di jalan yang tak bisa berhenti kami tapaki ini,

dan demi sesuatu yang terus meluap dari lubuk hati terdalam,

itulah yang kami cari selama ini.

ZainuddinAri mempersembahkan

perjumpaan yang sulit diterka

hajimari sore ha aimai

namun semua titik temu terkesan rapi

kirei ni narabetai keredo

sebenarnya ada kata yang khusus hanya untukmu

hountou ni tsutaetai kotoba dake

namun semuanya tertutup dan terbelenggu

kanamihotsurete ienai

perlahan kutarik napas

yukkuri suikomi

berdoa agar harapan baikku kan terus berlanjut

yasashii kibou ga zutto tsudzuku you ni

apa kau bisa lihat tempat ini?

mieru kana kono basho ni iru koto wo

apa tanda penunjuk di jariku bisa menuntunku padamu?

yubisaki ni egaita michishirube todoku kana

kuyakin di kala ku tertawa hari ini

watashi ha kyou wo waraeru you ni

dirimu pun kan tersenyum esok

anata ha ashita hohoende kitto

itulah harapanku

kitto ne

Cerita

Jalinan Gapaian Perasaan

Ups.

Bagaimana kondisinya?

Dia sudah bangun.

Kelihatannya dia masih sedikit mabuk.

Pastinya.

Aku harus selesaikan pekerjaan di ruanganku,

jadi maaf ya, tolong kau jaga dia, Obi.

Ya, buatku tak jadi masalah, sih.

Bagaimana keadaanmu, Nona?

Eh?

Ya?

Permisi, Kepala Ahli Herba, apa Obi ada di sini?

Memangnya di kamarnya tak ada?

Padahal aku menyuruhnya jaga Shirayuki.

Menjaganya? Apa terjadi sesuatu?

Eh? Oh, sebenarnya...

Dia pingsan setelah aku menjahilinya dengan arak yang kadar alkoholnya tinggi.

Ternyata, Shirayuki tak kuat meminumnya, ya.

Makanya, aku biarkannya istirahat sampai pulih.

Di kamarnya?

Eh?

Shirayuki juga tak ada di sana.

Apa?

Tapi, aku temukan memo untuk Zen.

Ya, tapi Obi sudah ditugaskan menjaganya, 'kan?

Tentu saja.

Kalau dia bersama orang yang ditunjuk pangeran, pasti akan baik-baik saja.

Hoi, apa Nona sudah baik-baik saja berjalan begini?

Eh? Gadis itu ada di bawah.

Siapa?

Itu lo, tunangannya Pangeran Zen.

Eh? Di mana?

Oh, jadi dia orangnya?

Rambut merahnya memang unik.

Ya, tak perlu sembunyi juga, sih.

Mantel, obat-obatan yang sekiranya sudah mau habis.

Eh, sebentar.

Aku tak bisa tunggangi kuda!

Kuda?

Oh ya, waktu itu aku pernah naik bersama Mitsuhide.

Wah, kalau aku punya kakak, mungkin mirip seperti Mitsuhide, ya.

Duh, yang kubutuhkan sekarang ini bukan kakak, tapi kuda!

Si nona benar-benar mabuk berat.

Lo? Kenapa harus kuda?

Apa Nona berniat pergi ke Tanbarun?

Oh, ada Tn. Haruka!

Kenapa kau tak menoleh?

Mana mungkin beliau muncul semudah itu.

Lagi pula, aku tak bisa jauhkan pandanganku darimu.

Jadi, hari ini kau tetap akan terus menjagaku, ya?

Ah, terima kasih.

Ya, meski lebih baik kalau tuanku yang menjagamu, 'kan?

Lo? Jadi, sama saja?

Kalau aku pinjam pangeran seharian, Tn. Haruka pasti akan sangat murka.

O-Oh, memang, sih.

Nona.

Cih, dia sudah tahu?

Toh, laporanku juga sudah selesai.

Bisa tunggu di sini sebentar?

Ya.

"Merah, dalam sekilas cahaya, di balik senja tanpa semilir angin."

"Merah" itu maksudnya si nona.

Apa "sekilas cahaya" di sini maksudnya pertemuannya dengan Pangeran Zen?

Sepertinya kau tak sadar kalau masih ada orang selain dirimu yang mengawasinya, ya?

Siapa bosmu?

A-Apa yang kaubicarakan?

Aku temukan tabung itu tergeletak di tanah, makanya langsung kubuang.

Oh?

Ya, selengkapnya kau ceritakan saja ke penjaga istana, ya.

Obi!

Baik, saya permisi.

Cara yang aneh untuk kumpulkan rekan, ya.

Apalagi butuh waktu yang lama.

Ya, tapi kalian sendiri yang mau repot-repot.

Tentu.

Ka-Kau baik-baik saja?

Yang pasti, lebih sehat darimu, Nona.

Aku-

Nona pasti tahu dari pangeran kalau banyak orang yang akan memata-matai dari belakang, 'kan?

Padahal tak ada untungnya juga buat mereka!

Oh, tapi ada banyak dari mereka yang tetap berkeras kepala, 'kan?

Nona, boleh kutanya pendapatmu tentang bagaimana sosok tuanku sebagai pangeran?

Menurutku, Zen banget, deh.

Eh? Memangnya "tuanku banget" itu bagus?

Tentu saja.

Baru pertama bertemu saja dia sudah sombong,

dia cintai kerajaannya,

dia juga punya Kiki dan Mitsuhide.

Zen adalah pangeran dari lahir, dan banyak orang yang jalani hidup karenanya, 'kan?

Lagi pula, saat aku berimu libur,

aku juga sudah siap kalau kemungkinan kau takkan kembali lagi ke sini.

Maaf saja, ya.

Menurutku, bukan hanya Nn. Kiki dan Tn. Mitsuhide,

tapi Nona juga termasuk bagian di mana beliau bisa disebut sebagai pangeran.

Dan pangeran itu...

Bagaimana caranya aku bisa kurangi bebannya?

A-Apa?

Ternyata tak lucu.

Nona?

Selama ini, aku terus dengar rundungan yang ditujukan kepada Zen karena dia bersamaku.

Aku terus tambah kekhawa-

Nona!

Kenapa jadi emosi begitu?

Me-Meski aku sudah tentukan di mana tempat tujuanku,

makanya aku emosi karena tak tahu cara mencapainya!

Contohya, waktu hukuman atas insiden Laxdo!

Berarti, Zen,

apa sebaiknya aku lepas saja tanggung jawabmu terhadap Benteng Laxdo selama enam bulan?

Padahal kejadian itu selalu terpikir olehku, tapi apa pengaruhnya kalau aku ke sana?

Oh, begitu, jadi Nona berencana pergi ke Benteng Laxdo?

Makanya, dari tadi Nona bicara sendiri soal mantel, obat-obatan dan kuda.

Ze-Zen hanya bilang kalau semuanya pasti baik-baik saja.

Padahal dia bilang begitu sambil tahan emosinya.

Berlagak sok tenang.

Kita jadi balik lagi bahas tuanku, deh.

Menurut pandanganku juga, selama ini Nona selalu memasang kedok "sok tenang".

Kalau Nona tak tahu caranya, lebih baik langsung dicari saja, 'kan?

Nona ini bukan tipe orang yang hanya bisa meratap dari balik jendela, 'kan?

Hanya saja, aku tak bisa tinggal diam kalau Nona berencana pergi ke sana sendiri.

Soalnya, ada orang mencurigakan di sekitar Nona.

Ya, kau benar.

Sama seperti tuanku,

dia ini tipe orang yang selalu terburu-buru ambil tindakan kalau tanpa dicegah.

Dan kemungkinan, saat sedang sendiri, dia pun tak sadari sifatnya itu.

Kalau Nona memang ingin ke sana, aku bisa mengantarmu, kok.

Tapi begini-begini, aku sudah beberapa kali ke sana, lo.

Eh?

Tuanku dan dua pelayannya juga merasa khawatir,

dan mereka yang di benteng juga sudah banyak membantuku,

makanya aku mampir ke sana sewaktu diberi libur.

Dan, inilah hasilnya.

Ini jenis tanaman sikirit yang hanya bisa tumbuh di bawah salju.

Katanya, itu tumbuhan herba langka.

Lalu, si cebol... Shuka, ya?

Dialah yang memetiknya.

Shuka?

Lalu, ini laporan perkembangan kesehatan para prajurit, ya?

Wah, detail sekali.

More Indonesian subtitles for Snow White with the Red Hair

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left