Prvních 200 řádků.
Bukan bubuk protein, minum sesuatu untuk otakmu.
Ini bukan salahku. Freddy menendang wanita di sana.
- Siapa yang menang? - Diam!
Situasi Freddy ini rumit.
Karan bilang apa?
Belum kuberi tahu.
Wow!
Kau akan ikut lokakarya di Goa untuk film yang mungkin tak kau bintangi.
Bagus sekali.
Aku dengar cerita setiap orang lewat
- Kau hendak ke mana? - Menjauhimu.
- Dharma tak membayari tiketmu. - Aku bukan pengemis. Jangan cemas.
- "Dharma…" - Bagaimana jika berita ini tersebar?
Freddy lebih mencemaskan citranya. Takkan tersebar.
Kawan.
Kuharap nasibmu tak sama dengan Jaraj Saxena…
Jangan bilang begitu.
Kau tahu? Aku tak mau ke Goa. Mari kita batalkan.
Ide bagus.
KJo juga akan menjadi musuhmu, dan kita bisa bersatu dan menghajarnya.
Dia sarkastis. Jangan dibatalkan. Ayo pergi!
Hei, sudah beres? Kita harus mengejar penerbangan.
- Kejar punyaku. - Kukejar jika kau punya.
Pergilah.
Kalian semua siap?
Dalam film baruku, Karishma Talvar dan Aasmaan Singh
akan menjadi pasangan
di Barbaad Mohabbat.
Aku tak cuma membuat kisah cinta, tapi akan ada adegan laga.
Malah ada berita terbaru,
ini akan menjadi film dewasa pertama Dharma Productions.
Kekerasannya akan dahsyat.
Dan kisah cintanya tak cocok untuk anak-anak.
Mereka serasi, Pak. Terlihat seperti pasangan yang hebat.
Selesai.
Nomor satu
Aku datang untuk bertarung
Aku tidak tunduk pada siapa pun
Aku ini badai yang kuat
Api yang berkobar, aku bersemangat
Aku ini misil pelacak panas
Tak ada orang lain yang seperti aku
Mereka menyuruhku mengubah sikap ini
Tapi kebiasaan lama sulit hilang
Dengarlah, Bintang yang Bersinar
Perkataanku ini
Di dunia yang luas dan kejam ini
Aku akan jadi nomor satu!
Ya, aku akan jadi nomor satu!
Kau tahu aku nomor satu!
- Goa! - Bar!
- Selamat datang. - Makasih.
- Terima kasih. - Tak perlu melakukan ini. Ayolah.
Karishma! Apa kabar?
Apa kabar?
- Hei! - Ini Parvaiz, temanku.
- Halo. - Hai!
Apa ini?
Air alkali hitam.
Diam!
- Bagaimana cuaca di atas sana? - Diamlah.
Hei, kau bertemu pengarah keintiman?
Aku sudah mencarinya. Tak bisa kutemukan.
- Kutelepon Karan. - Ya.
Sayang!
Karishma, apa kabar?
Hore!
Makasih sudah menjawab, Karan. Ini Jaraj Saxena.
Kau apakan Karishma? Aku akan menghubungi polisi!
Jangan! Ini cuma alat penyaruan.
Aku bisa pakai nomor mana pun, jadi siapa pun.
Dan, kau memblokir nomorku.
Jadi, aku ingin mengejutkanmu.
Berapa kali harus kublokir nomor keparat ini?
Karan? Halo?
Bajingan! Berengsek! Aku akan menghabisimu!
- Karan? - Sialan! Maaf. Karishma!
Hai. Rupanya kau.
- Maaf, kupikir orang lain. - Siapa?
- Lupakan. - Oke, Karan.
Kami di hotel dan tak bisa menemukan pengarah.
Aku lupa. Maaf.
Pengarah keintiman batal datang. Dia akan bercerai.
Apa? Jadi, haruskah kami pulang?
Tidak, sudah kuurus. Kutemukan penggantinya.
- Temui dia di gubuk. - Oke, Karan. Makasih.
Sebentar, Karishma, apa Aasmaan ada di sana?
- Aasmaan, Karan. - Pak Karan.
- Hai, Pak. - Hai, Aasmaan!
Kudengar kau menandatangani kontrak tiga film dengan Freddy?
Apa kontraknya eksklusif?
Tidak, Pak. Saya sudah bicara dengannya. Sekarang sudah beres.
Kau yakin?
Ya, saya yakin.
Tidak yakin.
Makasih sudah mematikan lagu itu.
Telingaku berdarah.
Aku harus merawat telingaku!
Nenekku pun tak mendengarkan lagu kuno.
Paman! Ayo beli buku mewarnai ini.
- Belilah. - Aku tidak mau.
Paman, aku belum makan seharian. Aku lapar. Belilah satu.
Kubilang aku tidak mau. Enyahlah! Pergi! Cepat!
Paman! Belilah buku mewarnai ini.
Kumohon. Tolonglah.
Aku tak bisa mewarnai!
Bajingan!
Aku tak tahu apa-apa.
Akan kutendang bokong…
Harimu buruk, ya?
Kau menjual apa?
Aku tak menjual. Aku dijual.
Apa?
Entahlah.
Avtar, bukan?
Bagaimana kau tahu namaku?
Di pesta sukses tempo hari… Pamannya Aasmaan, bukan?
Kau di sana?
Aku datang, tapi tak datang.
Seharusnya aku membeli buku mewarnai itu.
Dia pergi?
Pengganti apanya? Aku bisa mengajari kalian keintiman.
Apa? Tanya wanita mana pun di Byculla. Aku sudah memberi mereka kepuasan.
- Ya, Sukhi? Yang tak puas, mengarahkan. - Dia terpuaskan.
Kalian telat.
Tapi kalian benar.
Mereka yang tak terpuaskan mulai mengarahkan.
Inilah aku. Karena permintaan Karan, kutinggalkan liburan keluargaku.
Khusus untuk kalian! Jadi, mari kita mulai, ya?
Saya menghargainya.
- Harus, Nona Talvar. - Pak, Aasmaan.
Kita berkenalan nanti. Omong-omong…
- Siapa ini? - Dia teman saya, Pak. Parvaiz.
Oke. Baiklah.
Entah kau mengatakannya atau tidak
Mata ini menyatakan
Cinta, wahai kekasihku
Wahai kekasihku
Oke. Baik.
Mereka pendukungku dalam perjalanan cinta
Kaulah pantai kesetiaan
Terima kasih. Sekarang…
Aku merindukanmu dan mataku memanggilmu
Kaulah yang kukagumi dalam mimpiku
Walau seluruh dunia ada di sekelilingku Aku akan tetap membutuhkanmu
Kau alasanku…
Sudah cukup!
Cukup!
- Hentikan! - Kau pantai…
- Masih ada lagi? - Tidak, Pak.
Mau menyanyi? Kau penyanyi?
Oke! Mari kita serius sekarang. Dengarkan baik-baik.
Aku akan mengajarkan keintiman.
Mungkin tampak mudah di layar, tapi ini tugas berat.
Dan untuk itu, kalian akan berlatih.
Yang pertama, pencerminan.
Cermin, cermin, di dinding Aku tampan, keren, dan tinggi
Karena yang penting adalah sudut pandang.
Pikirkan dirimu saja. Jangan usik aku.
Siapa kau?
Permisi. Boleh berfoto?
Penggemar!
Ayo, Semuanya! Tersenyum!
Paman, kenapa kau ikut berfoto? Fotokan kami.
"Penggemar"!
Hanya bercanda.
- Makasih. - Sama-sama.
Orang aneh.
Dia tampak familier.
Hei, Kawan! Oper bolanya!
Tak apa, semua itu hanya di kepalaku
Apa kau benar-benar ingin tahu Apa yang ada di benakku
Kau tak tahu apa niatku
Dunia tidak menyukaiku Dan aku tidak menyukai dunia
Hei, kau tak tahu apa niatku
- Astaga! - Apa yang terjadi?
Hei, Gemuk! Apa masalahmu?
Masalah?
Kau dapat ini dari mana?
- YouTube. - Kau pernah dengar itu?
Persetan dengan YouTube! Ini laguku!
Jadi, kau DJ Adam? Hebat!
Tak mungkin itu lagunya.
DJ Adam apanya?
Tenang, Paman. Jangan berteriak. Kau bisa terkena serangan jantung.
Mundur, Dinosaurus!
Jangan menyentuhku, Keparat!
Apa? Kau mau melawanku, Kakek?
Jadi, dia ingin bertarung?
Ayolah, Monty.
Tunjukkan cara kerjanya. Habisi dia.
Monty! Mon…
- Siapa kau? - Siapa aku?
Kau mengenaliku sekarang? Aku ini Jaraj Saxena.
Mau main bola basket?
- Terserah kalian, tapi aku tak suka ini. - Pergi!
- Enyahlah! - Monty berengsek!
Apa itu?
Avtar, untuk bertahan di Bollywood, kau harus olahraga tiap hari.
15 tahun. Tak libur sehari pun.
No comments yet. Be the first to leave one.