Family: The Unbreakable Bond

Family: The Unbreakable Bond (패밀리)

Stáhnout Indonesian titulky

Specials

Informace o verzi

패밀리 — Family The Unbreakable Bond — Episode 4 — tvN > HDTV (NEXT)
Komentář od whoevencare
Runtime [𝟬𝟭:𝟭𝟮:𝟬𝟴] — Original Release by 𝘿𝙄𝙎𝙉𝙀𝙔+ // Disinkronisasi ulang untuk HDTV NEXT

Tagy

other
Zveřejněno: 2023-05-05
Stažení: 22
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Carly Young adalah anggota Serikat.

THE UNBREAKABLE BOND

FESTIVAL TEATER

Melalui drama,

kau memiliki niat...

Episode 4

untuk meningkatkan emosi anak-anak

dan memberi mereka rasa pencapaian.

Tentu saja aku tahu.

Aku sangat mengerti.

Ya, tentu saja.

Terima kasih atas usahamu.

Ya, selamat sore, sampai jumpa.

Kwon Minseo.

Kenapa kau menciumnya?

Pak Song terkejut sampai minum obat penenang.

Minseo.

Kau hanya boleh mencium Ayah.

Hanya Ayah.

Mengerti?

Ada apa denganmu?

Kenapa mencium bocah yang membencimu?

Kau kenapa? Apa yang kau pikirkan?

Hentikan.

Jika Boseok mencium orang lain,

hatiku akan meledak.

Aku menciumnya demi bertahan hidup.

Minseo.

Kau baru delapan tahun, masih bisa lolos dari masalah.

Tapi bagaimana jika orang tua Zorro menuntutnya, Yura?

Siapa yang akan menuntut ganti rugi dalam drama anak kecil?

Benar, bukan?

Tidak.

Jika terjadi kepada anakku, aku pasti menuntutnya.

Tentu saja.

Kita harus bertemu orang tuanya dan setidaknya minta maaf.

Minta maaf untuk apa?

Tunggu sebentar.

Bukankah itu dia?

Benar, 'kan?

Itu benar dia.

Apa kau pulang sendirian, Boseok?

- Ya. - Jadi, orang tuamu

belum tahu yang terjadi kepadamu hari ini.

Belum.

Boseok, apa kau tidak lapar?

Kau berakting keras tadi.

Tante akan traktir makanan enak. Mau ikut?

Masukkan ke mobil.

Bawa dia.

Sekarang.

Ayo cepat.

Bantu dia.

Boseok.

Ayo pergi.

SUP IKAN LOACH

Inilah yang kubutuhkan.

Benar, bukan, Ayah?

Berhenti berdebat denganku.

Restoran yang kau maksud ala Daejeon.

Sup loach favorit ibu adalah

ala Namwon.

Kau tidak tahu apa-apa.

Aku lebih tahu selera makan Ibu daripada siapa pun.

Ibu menyukai tempat ini

karena ini mirip ala Daejeon, Bodoh.

Berhenti berdebat

dan makan saja.

Berhenti berdebat. Jihoon benar.

Benar, bukan?

Lihat? Aku benar.

Lantas? Apa kau senang?

Omong-omong, ke mana perginya anak-anak?

Apa Boseok sudah membaik?

Itu tidak masalah.

Makan bersama membuat kita menjadi keluarga.

Daejeon membuat sup loach terbaik.

Provinsi Chungcheong.

Ayah.

Kenapa dia begitu keras kepala?

Kenapa lagi? Aku dapat dari Ayah.

Aku akan beri tahu Ibu tentang kejadian hari ini.

Ibuku benar-benar menakutkan.

Semua orang akan mengejekmu.

Kau mungkin kehilangan semua temanmu.

Apa kau menyesal menciumku sekarang?

Tidak pernah.

Tapi kenapa?

Kenapa kau menyukaiku?

Bagaimana bisa tidak jatuh cinta kepada anak tampan sepertimu?

Bukankah itu alasan yang cukup?

Kau melakukan ini agar aku minta maaf,

tapi aku tak akan minta maaf.

Jika marah, pukul saja aku.

Pukul aku!

Kupikir kau membenciku.

Aku berusaha, tapi tidak bisa.

Tidak ada alasan membencimu.

Boseok.

Minumlah

Ayo minum sepuasnya

Masih terbuka.

Boseok, berapa nomor ibumu?

Biar Tante hubungi.

Aku sudah meneleponnya.

Anak yang baik.

Kau meneleponnya sebelum dia khawatir.

- Aku pergi dulu. - Baik.

Kenapa aku selalu sakit perut saat keluar?

Ayah, panggil aku jika tidak ada tisu.

Lakukanlah, Jihoon.

Masa depan anak kita bergantung pada ini.

Berapa harganya?

Harganya 325.000 won.

Baiklah.

Ayo bayar 25.000 won

dan minta 300.000 won darinya.

Jangan bernyanyi terlalu keras demi skor.

Terus menjilat Dohoon, mengerti?

Tentu saja.

Jangan khawatir.

Jihoon, jangan pakai vibrasi.

Itu bisa agak mengganggu.

Aku sudah tahu.

Jangan langsung bicara,

tunggu waktu yang tepat.

Mirim, aku sudah menumpang dia

selama lebih dari 20 tahun.

Tiga ratus ribu?

Mudah bagiku.

- Mirim. - Ya?

Aku baik-baik saja.

Apa kau baik-baik saja?

Baik.

Ayo pergi.

Cek mik.

Kwon Dohoon yang tampan.

Kwon Dohoon yang mulus.

Kwon Dohoon yang kekar.

Ini makin menarik.

Bagaimana dengan duet, mau?

Baik.

Idolaku yang terhormat.

Mentorku, sinar matahari keluarga.

Lagu ini untuknya.

Ayo, Jihoon.

Gawat.

Nona Park sakit.

Dia hampir tak bisa bicara.

Apa? Lalu kami?

Ayah yang minta kemari.

Malaikat Maut menghampiri Nn. Park.

Bagaimana aku bisa bernyanyi?

Kalian bergembiralah.

- Ayah. - Ayah.

Ayah.

Ayah.

Astaga, dia sudah pergi.

Mari nikmati sendiri.

Lupakan.

MEMBATALKAN

- Ayo kita bergembira. - Jihoon.

- Bagus. - Jihoon.

Aku ingin dengar lagumu.

- Benar. - Ya.

Tidak, Yura.

Ayah meninggalkanku demi seorang wanita.

Minat bernyanyiku menghilang.

Bernyanyilah untuk Bboongbboong.

Benar. Berhentilah melebih-lebihkan.

Bernyanyilah. Sudah lama aku tak dengar.

Ayo, Jihoon.

Aku bilang tidak mau.

Ayah tidak boleh begini kepadaku.

Yura. Dohoon.

Ibu menyuruhku mencegah Ayah berkencan dengan siapa pun.

Itu wasiatnya.

Jika Ayah seperti ini...

Apa ada yang bisa menyembuhkan lukaku?

Luka makin parah jika tak dirawat

Aku takut akan cinta, Manusia, dan sendirian...

Ibu meninggalkan wasiat?

Ya.

Aku suka lagu itu. Kenapa dimatikan?

Jadi, Ibu memberimu wasiat?

- Apa katanya? - Barusan kukatakan.

Ayah tak boleh menikah lagi.

Kenapa kau menyela?

Bukan itu ucapannya kepadaku.

- Apa? - Dia menyuruhku mencarikan wanita lain.

Bahwa Ayah tak harus hidup sendiri.

Apa yang kau bicarakan?

Mau berdebat denganku lagi?

Gunakan akal sehatmu!

Kenapa Ibu memberimu wasiat

saat putra sulungnya aku?

Apa yang kau...

Aku juga putranya.

Ibu lebih menyukaiku daripada kau.

Seolah kau segalanya.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left