Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Umar bin Khattab - Episode 09
Komentář od Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tagy

other
Zveřejněno: 2014-07-07
Stažení: 103
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 9

Kita lihat, berapa lama kalian mampu hidup seperti ini.

Akhirnya, Abu Jandal! Aku selalu berkata:

Bukankah waktunya bagimu bebas dari belenggu ayah!

Ya, akhirnya aku bebas dari belenggu ayah.

Aku bebas dari belenggu ayah.

Sedikit dari mereka yang kembali, banyak yang masih berkeliaran.

Ya. Ya.

Mereka yang kembali hanya sedikit. Aku mencemaskan dampaknya.

Sekarang kita harus waspada. Kita harus membuat strategi.

Yang kucemaskan adalah kalau raja Habasyah memihak mereka

dan ini bisa memengaruhi perdagangan kita di sana.

Karenanya, strategi kita adalah, memenangkan raja Habasyah

dan membuatnya melawan mereka.

Bagaimana bisa, sedangkan ia baik pada mereka dan memberinya perlindungan?

Mereka berpaling dari agama kita maupun agamanya raja Habasyah.

Ia memiliki uskup yang ia sanjung.

Bagaimana kalau kita kirim orang yang pandai bicara dan berdebat.

Memintanya menyerang saudara kita di sana?

Bukan, tapi mengembalikannya, sehingga kita yang berurusan dengan mereka.

Siapa yang bisa mengemban tugas ini?

Akhirnya, waktumu tiba, Amr.

Dan sebentar lagi, waktumu akan tiba, Abu Sulaiman.

Aku tak menginginkannya segera tiba.

Baginda!

Sahabatku, Amr bin Ash. Tak perlu terlalu sungkan antara sahabat.

Perlindungan raja adalah kehormatan dan kebahagiaan.

Kulit binatang dari Mekah. Kau mengerti kesukaanku, Amr.

Silakan duduk, Amr. Apa kau sudah istirahat dari perjalanan panjangmu?

Bagaimana bisa aku tak sedang istirahat, sedangkan aku di istana kerajaan?

Amr, kau datang untuk bisnis atau sebagai muhajirin?

Tuhan melarangku datang pada Anda seperti mereka yang telah murtad dari kami.

Maksudmu, kau belum memeluk agama mereka.

Kalau harus kupilih agama selain agama kaumku,

akan kuambil agama Anda, Baginda.

Tapi mereka mengabaikan agama kaumnya,

dan tak mengikuti agama Anda.

Mereka mendirikan sebuah agama yang baik Anda maupun aku tak tahu.

Amr, itukah yang membuatmu datang padaku? Untuk mencela mereka?

Aku diutus pada Anda oleh pimpinan kaum mereka. Yakni ayah,

paman dan kerabatnya, memohon pada Anda untuk mengembalikan mereka.

Kaumnya lebih tahu apa yang mereka lakukan untuk melawan kaumnya.

Tapi mereka berkata berbeda.

Menurut Baginda, akankah mereka memberitahukan hal yang mencelanya?

Anda mengenal pimpinan dan tetua kami, atau di antaranya.

Mereka telah menjalankan bisnis di negeri Anda, membeli dan menjual,

membawa keuntungan bagi negeri Anda dan negeri kami.

Anda telah mengenal ketulusan dan kejujuran mereka.

Pernahkah mereka bohong pada Anda?

Mereka ini datang ke negeriku, memilihku daripada yang lain

dan takkan mengalami ketidakadilan.

Kau, orang Arab,

terkenal dalam memegang sumpah perlindungan.

Seseorang dapat memberikan perlindungan pada pembunuh pamannya sendiri

dan tak seorang pun akan melukainya.

Kau ingin aku melakukan hal yang menurut kalian di bawah nilai moral kalian?

Bagaimana mungkin, Amr?

Anda pilihan tetua kami jauh sebelum mereka datang pada Anda.

Beginilah bisnis dan persahabatan antara kami dan Anda berkembang.

Apakah adil, Baginda, kalau tetua kami yang membangun dari dasar,

kemudian mereka ini, yang mencaci ayah dan mencela tetuanya,

menikmati jerih payah tetuanya,

sambil menuduhnya jahil dan kafir?

Demi Tuhan, takkan kuserahkan mereka sebelum kupanggil ke sini

dan menanyai mereka di depanmu hal-hal yang kaukatakan tentang mereka.

Tidak, Baginda. Kumohon Anda tak melakukannya.

Kenapa tidak? Bukankah kau mengatakan yang sebenarnya?

Akankah aku diuji bersama mereka, Baginda.

Akankah aku dianggap sederajat dengan mereka?

Bukankah mereka sedarah denganmu? Bagaimana bisa kau berbeda?

Di setiap kelompok, ada yang rendah. Mereka yang terendah di antara kami.

Tidak, kau harus membuktikan perkataanmu.

Kalau mereka seperti yang kaukatakan, akan kuserahkan mereka padamu.

Kalau tidak, akan kulindungi mereka

dan kuperlakukan dengan baik selama mereka tinggal di negeriku.

Ia adalah Amr bin Ash, ahli dalam akal dan strategi.

Yang batil tak bisa berdebat melawan yang hak,

meskipun ia berakal.

Apa yang kita katakan besok ketika menemuinya?

Seperti perkatakannya, kita meninggalkan agama kaum kita dan tak memeluk agama Negus.

Kita katakan yang kita tahu, dan yang nabi perintahkan pada kita,

terlepas dari dampak yang diakibatkan. Kita takkan berbohong dan menghindar.

Ja'far, kau adalah sepupu nabi. Kau jadi juru bicara kita.

Baginda!

Salam untuk Anda, Baginda.

Kalian telah mengerti yang dikatakan sahabat kalian.

Terangkan padaku agamamu ini, di mana kau keluar

dari agama kaummu, tak pula memeluk agamaku, juga agama yang lain.

Baginda.

Dahulu kita jahil, menyembah berhala,

memakan bangkai, berbuat dosa, tak menjaga ikatan saudara,

dan bersikap buruk pada tetangga. Pepatah kita adalah "yang kuat itu yang benar".

Situasi ini berlanjut hingga Tuhan mengirim kita,

dari golongan kita, seorang utusan di mana nama baik,

kejujuran, ketulusan dan sifatnya telah dikenal baik.

Ia menyeru kita untuk meyakini Tuhan, Yang Esa dan satu-satunya Tuhan,

bersatu dalam menyembah-Nya, dan untuk berhenti menyembah berhala

di mana kita dan nenek moyang kita terbiasa menyembah selain-Nya.

Ia memerintahkan kita selalu berkata benar

jujur, dan baik pada saudara.

Ya, Baginda. Ia mendorong kita agar baik pada saudara,

kepada tetangga, memelihara kehidupan dan tak menumpahkan darah, menjauhkan diri dari dosa,

sumpah palsu, mencuri hak anak yatim yang dipercayakan pada kita,

dan membuat tuduhan palsu terhadap wanita terhormat.

Ia juga memerintahkan untuk mengabdikan penyembahan kita hanya pada Tuhan,

yakni pada-Nya tanpa sekutu dalam bentuk apa pun.

Kita memberinya tanggapan yang baik, yakni memercayainya

dan mengikuti perintah suci ini yang disampaikannya pada kita.

Tapi kaum kita, menyerang dan menyiksa kita

memaksa kita agar kembali pada penyembahan berhala.

Setelah dikalahkan, ditindas dan dilarang menjalankan agama kita,

kita mencari perlindungan di negara Anda, memilih Anda daripada penguasa lain,

berharap dalam perlindungan Baginda, kita takkan dianiaya.

Sudahkah kau mempelajari sesuatu dari wahyu-Nya?

Ya, Baginda.

Bacakanlah padaku.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

QS. Maryam: 5-15

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

يَا زَكَرِيَّا

Hai Zakaria,

إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى

sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya,

لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

قَالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا

Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul

وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua."

قَالَ كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ

Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku;

وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kau sebelum itu, padahal kau (di waktu itu) belum ada sama sekali."

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً

Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda."

قَالَ آيَتُكَ أَلا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kau tidak dapat bercakap cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kau sehat."

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ

Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka;

أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

hendaklah kau bertasbih di waktu pagi dan petang.

يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.

وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا

Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak,

وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً وَكَانَ تَقِيًّا

dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa), dan ia adalah seorang yang bertakwa,

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah dia orang yang sombong lagi durhaka.

وَسَلامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ

Kesejahteraan atas dirinya pada hari dia dilahirkan, dan pada hari dia meninggal

وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

Ini datang dari sumber yang sama dengan wahyu Isa.

Kau boleh pergi sekarang.

Aku bersumpah, aku takkan menyerahkanmu pada siapa pun.

Takkan kubiarkan seorang pun berencana melawan kalian.

Amr, inikah yang kausebut kebodohan?

Kupikir kau bijak dan cerdas.

Tidak. Demi Dia yang mengirim Injil, kecerdasanmu tak mengecewakanmu

akan tetapi kau keras kepala.

Amr, kaummu memilihmu untuk misi ini

karena mereka sadar akan kecerdasan, pendapat dan keahlian berdebatmu.

Jangan kecewakan kami.

Berikan aku kesempatan kedua, Baginda.

Hanya satu kesempatan sebelum kaubuat keputusan akhir.

Tidakkah kau menyerah? Kenapa tak kaukatakan hari ini semua yang ingin kaukatakan?

Aku hanya manusia. Aku mengerti bahwa mereka saudaraku sendiri

dan merasa iba pada mereka.

Kemudian kulihat wajah Anda dan kurasa Anda mengasihani mereka.

Aku sadar bahwa meski dengan pendapat terbaikku takkan melelehkan es di hati Anda.

Berikan aku kesempatan lagi besok,

akan kuberikan Anda hal yang mampu memberantas mereka semua.

Dasar, Amr! Apa yang ia inginkan?

Kita pikir, ia berpendapat dan kita juga.

Besok akan kita ketahui.

Sekarang, Amr. Mereka ini kaummu sendiri. Mereka telah kembali.

Apa yang ingin kaukatakan hari ini?

Baginda, mereka mengatakan sesuatu yang sangat serius tentang Isa.

Tanyakan mereka tentangnya.

Kalian dengar yang teman kalian katakan. Apa jawaban kalian?

Pandangan kami sesuai yang diajarkan oleh nabi kami,

"Isa adalah pesuruh dan utusan Tuhan. Ia ruh-Nya dan kalimat-Nya

dianugerahkan pada perawan Maryam."

Apa yang kaukatakan tentang Isa tak melewati kebenaran

melainkan selebar batang ini.

Kalian boleh pergi sekarang. Kalian aman di negeriku.

Siapa pun yang melukai kalian akan ditindak.

Takkan kulukai seorang pun dari kalian meski demi segunung emas.

Berikan kembali hadiahnya. Aku tak memerlukannya.

Tuhan tak meminta sogokan dariku ketika Dia memberikan takhtaku kembali.

Omar Bin Khattab ( Series ) Full subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left