Prvních 200 řádků.
Sebelumnya di Bang Bang Baby...
Alice mencintai ayahnya lebih dari siapa pun di dunia.
Hidup bersamanya bagaikan mimpi, setiap hari istimewa.
Kau adalah putri kecil Ayah,
selalu dan selamanya.
Namun, takdir merenggut mimpi itu.
Ayah!
Saat dia tumbuh dewasa, Alice menjadi gadis yang pemalu dan penyendiri.
Temannya hanya satu, Geremia.
Tak ada yang boleh memojokkan Ali.
Semua memanggilnya Jimbo.
Namun, suatu hari, hidupnya mendadak berubah.
Ali, kau tak apa?
Ingat ayahku? Dia mungkin tak benar-benar mati.
Alice berangkat mencari ayahnya.
Aku tahu cepat atau lambat kau akan kunjungi keluargamu. Makan!
Sampai akhirnya dia menemukan ayahnya.
Putri, tak sehari pun berlalu tanpa aku memikirkanmu.
Kini impiannya yang hancur mungkin hidup kembali.
-Ibu berpura-pura dia mati? -Mereka penjahat!
Tak akan kumaafkan!
Kau bukan ibuku lagi!
Kehidupan lamanya berakhir.
Hanya kau milikku di dunia, aku butuh bantuan.
Lalu kehidupan barunya dimulai.
Kehidupan yang sembrono, penuh tantangan dan kegembiraan.
-Barone! -Siapa itu Barone?
Hadir.
Gadis pemalu dari sebelumnya tak ada lagi,
Alice sudah berubah, selamanya.
Itu Alice-ku.
Namun, musuh-musuh ayahnya mengejar, kejam, dan haus akan balas dendam.
Sepertinya takdir mau memisahkan mereka lagi.
Putri.
Ayah!
Mari kita lupakan yang lainnya dan pergi bersama!
Ayahnya berjanji kepadanya, "selalu dan selamanya".
Dia ingin memenuhinya, dengan cara apa pun.
Bagaimana kau tega?
Di taman hiburan itu, kau sudah membuat kesepakatan, ya?
Aku membantumu, mengambil risiko dibunuh untukmu.
Lalu apa yang kau lakukan? Mencelakaiku?
Aku berusaha memercayaimu.
Aku ikut denganmu kemari,
tetapi kau lihat hasilnya.
Maafkan aku, Alice.
Andai bisa memutar waktu, akan kuubah semua.
-Aku cuma mau memperbaiki keadaan. -Maka kembalikan hidupku!
Aku tak bisa.
Kau tak tahu cara memperbaiki keadaan. Kau hanya merusak semuanya.
Ini hal baik pertama yang kulakukan untukmu!
Peluang kita memiliki kehidupan yang kau mau.
Kita ganti nama, pindah kota.
Kau dan aku, di rumah baru yang bagus.
Alice, coba pikirkan.
Aku bukan musuh, kau paham?
Musuhmu dunia yang jahat ini.
Dunia memalukan...
yang mengasuhmu bagai ibu, lalu meninggalkanmu.
Meninggalkanmu di sana, dalam debu, seperti pel tua.
Mencabik-cabik jiwamu.
Menjauhkanmu dari semua orang.
Lalu apa imbalannya?
Tanah kuburan, andai mujur, jika tidak, jadi pakan babi.
Kau bilang ini salahku.
Namun, aku korban, sama sepertimu.
Pria yang mau menyelamatkan diri bersama miliknya paling berharga...
putrinya.
Aku mencintaimu, Putri.
Kau juga mencintaiku.
Seorang ayah harus bagaimana agar dicintai putrinya?
Dia harus pantas.
Kini bagaimana?
Lakukan satu hal terakhir sebelum kami membawamu pergi.
Pergi ke pertemuan untuk bersaksi sesuai rencana,
tetapi memakai ini.
Mereka memutuskan semua seluk beluk 'Ndrangheta di sana,
peluang ini tak boleh disia-siakan.
Dapatkan jackpot ratusan juta rupiah bersama PASUKAN88!
Kau di sini!
Aku belum melihatmu sejak prosesi.
Akan kuantar kau pulang, nenekmu sangat marah.
Ayahmu tak bisa ditemukan.
Ayo.
-Ada apa? -Tak apa-apa.
Maafkan aku...
soal ayahmu, pernikahannya...
Tunggu.
Alice...
Pertemuan akan dimulai, harus bilang apa? Bercanda?
Dari mana kau semalaman?
Keliling, aku ingin sendirian.
Di mana ayahmu?
Bagaimana aku tahu?
Secara kebetulan kalian berdua menghilang. Kau bantu dia kabur?
Tidak, kubilang aku tak tahu apa-apa.
Lepaskan dia!
Dia tak ada kaitan dengan itu!
Masa depan keluarga dipertaruhkan, masa depanku!
Tak akan kubiarkan dirusak oleh anak sepertimu!
Kubilang lepaskan dia!
Semua baik-baik saja?
Semuanya baik.
-Paku karatan. -Donna Lina...
Paku yang menonjol harus diketuk dengan palu.
Ayo pergi.
-Mobil sudah menunggu. -Aku harus pergi, Ibu.
Perayaan berakhir malam ini,
besok kau dan aku akan pulang.
Ada Dynasty, tak boleh kita lewatkan.
Donna Lina.
-Hari besar sudah tiba. -Sudah lama kutunggu.
Di mana Santo?
Sampai semua sudah beres, baru akan kutunjukkan.
Kuberi tahu sesuatu,
untuk memenangkan permainan ini, kau butuh putramu.
Permisi dahulu.
Atas nama leluhur kuno, tiga kesatria Spanyol,
Osso, Mastrosso, dan Carcagnosso, kuberkati tempat ini.
Jika sebelumnya dipakai oleh polisi dan pengadu,
kini kuakui sebagai tempat yang kudus, suci, dan keramat.
Semua ucapan tetap dalam lingkaran ini.
Siapa pun yang bicara di luar akan dinyatakan tragediatore,
dan dianggap pengkhianat.
Silakan.
Terima kasih dan salam untuk semua yang hadir.
Hari ini hari bahagia,
dua keluarga, musuh dalam kabut Milan,
di bawah matahari Calabria, menjadi satu keluarga...
keluarga Ferraù dan teman kami, keluarga Barone.
Donna Lina, kau sudah terbukti menjadi orang yang terhormat,
kepala keluarga yang layak,
dan aku meminta agar kau diterima dalam kelompok orang-orang bijak ini,
atas nama Garibaldi, Mazzini, dan La Marmora.
Atas nama Garibaldi, Mazzini, dan La Marmora,
kunyatakan pemungutan suara dimulai.
Jangan sekarang, Alice.
Gadis ini datang jauh-jauh untuk ayahnya,
kita harus dengarkan dia.
Bicaralah.
Terima kasih.
Namaku Alice Barone.
Aku putri Santo Maria.
Akan kuceritakan dari awal.
Saat usiaku enam tahun, ayahku ditembak
di depan mataku.
Selama 10 tahun, aku percaya dia sudah mati.
POLISI MENDENGARKAN
Bagiku, ayahku seperti pahlawan super, kuat, berani.
AYAHKU BERKHIANAT
Lalu kutemukan dia masih hidup dan dipenjara.
Aku cuma mau membantunya.
JIKA DIA BICARA, KALIAN DIPENJARA.
Gadis yang malang...
kisah ini membuat kami sedih,
tetapi kau harus ceritakan lain kali
karena ayahmu tak muncul.
Franco!
Ciccio!
Jangan mendorongku!
-Cepat! -Kau masuk lebih dahulu.
Bagus, mainkan sesuatu untuk gadis ini.
HANYA ADA SATU SOLUSI
AKU AKAN MEMBUNUH AYAHKU
Apa yang terjadi?
Musik apa ini?
Tunggu sebentar.
Ada apa, Donna Lina? Kau tak suka lagu ini?
Aku suka lagunya, masalahnya adalah pemusiknya.
Kepala keluarga yang harus mainkan.
Kepala keluarga sudah pernah sumbang.
Kami mau dengar anak-anak.
Kau membesarkan pengkhianat, Donna Lina.
Kau bahkan tak pantas untuk mencium kaki Santisti yang terhormat.
Untungnya, di tengah rawa ini,
tumbuh sekuntum bunga.
Ayo pergi.
Apa yang terjadi?
Mereka memojokkanku dengan anak-anak bermain musik.
Kau dengar, bukan?
Kau pikir mereka perhatikan sesuatu?
Kurasa tidak.
Namun, mereka bahas hal penting di antara mereka. Aku tak dengar apa-apa.
Maaf.
Yang penting kau tak ketahuan.
Sudah bicara dengan ibumu?
Aku butuh waktu.
Tak bijak jika tetap di sini.
Akan kuberi tahu dia malam ini.
Di pinggir kota, ada kuil dengan Madonnina.
Kita jumpa di sana
begitu semua berakhir.
-Keren sekali! -Benar.
Apa yang kalian lakukan?
Kau tak akan bilang apa-apa?
Nereo, kau tak akan bilang apa-apa?
Kau tak akan bilang apa-apa?
Pergi dari sini atau kuhajar dengan tongkat ini, anak sial!
Nanti kupotong-potong kalian! Pulanglah!
Berengsek.
No comments yet. Be the first to leave one.