Prvních 200 řádků.
KARAKTER DAN LATAR BELAKANG YANG MUNCUL DALAM DRAMA INI...
...TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN FAKTA SEJARAH DAN HANYA FIKTIF.
PENGINAPAN PIL
DIKELOLA OLEH PEDAGANG TERBESAR DI UNJONG-GA, PEDAGANG PIL
PIL
PIL
Apakah kamu membawa banyak uang?
Tentu saja.
Baiklah. Kalau begitu, ayo kita mulai.
- Sial! - Ayolah!
Aku menang!
Bawa ini.
Ya ampun, kamu datang kembali, Pak Kim.
Kali ini aku membawa akta rumahku.
Terima ini, lalu biarkan aku ikut bermain satu ronde saja.
Tentu saja, aku izinkan.
Kali ini, kamu harus menang.
Tentu saja!
- Apa-apaan ini? - Itu punyaku.
Sialan, hei!
Anak-anak kelaparan dan istri yang tersiksa.
- Kamu siapa berani menghentikanku? - Ayah.
Jangan dekat-dekat denganku.
- Kamu tidak boleh pergi. - Sialan.
Seolah hal itu belum cukup, akhirnya aku harus mengikutimu kemari.
Jika kamu kemari lagi,
bukan akta rumahmu yang hilang tapi hidupmu yang akan hilang.
- Baik. - Siapa di sana?
Tangkap bedebah itu!
Seratus nyang .
Silakan ikuti jika bisa.
Tentu saja.
Aku rasa aku akan menang di ronde ini.
Ya ampun. Gu-taeng ?
Astaga.
GU-TAENG ADA DUA KARTU SEMBILAN POIN PADA TUJEON.
Aku bingung.
Bagaimana bisa aku mendapatkan banyak uang hanya dengan duduk saja?
Bukankah ini sangat menyenangkan?
Tangkap bedebah itu!
Pencuri! Dia pencuri!
Tangkap dia!
- Tangkap dia. - Hei!
Tunggu.
Di dunia ini tidak ada yang namanya menang tanpa alasan.
Permainan seperti ini membutuhkan bakat dan keterampilan.
SEPULUH, SEPULUH
Apa?
Jang-taeng ?
POIN TERTINGGI DALAM TUJEON, DUA KARTU POIN SEPULUH
Bukankah poin sepuluh itu...
...hanya ada dua?
SATU, SEPULUH
Astaga, bagaimana bisa?
Ini adalah ronde pertama di Hanyang.
SEPULUH
Apa yang bedebah gila ini katakan tadi?
Siapa kamu?
- Dasar kamu bedebah! - Bedebah itu harus dirajam!
Dasar kamu penipu!
Jangan pedulikan aku, lanjutkan apa yang sedang kalian lakukan.
Berani-beraninya kamu, bedebah tikus.
Jangan mendekat...
...atau akan aku gorok leher bedebah ini.
Tenang dulu. Ada apa dengan dirimu?
Uangku.
Hei, bangunlah.
Tenangkan dulu diri kalian.
Kenapa kalian harus seperti ini.
Hei!
Bedebah sialan...
- Apa-apaan ini... - Kamu perempuan?
Tangkap dia!
Apa? Kenapa lonceng jam malam sudah berbunyi?
LONCENG PENANDA JAM MALAM SUDAH BERLAKU
Aku bukan komplotannya.
Jangan berbohong!
Tolong pinjam kipasmu.
Bagaimana bisa perempuan itu...
EPISODE 1 ANTARA AKU DAN ALTER EGOKU
Yeo Hwa.
Yeo Hwa?
Apa dia pergi ke kuil leluhur?
Oh, tidak.
Astaga.
Sial.
- Nyonya! - Ibu datang.
- Astaga. - Ayo cepat.
Aduh.
Beres.
Ya ampun.
Ya ampun.
Ibu.
Apa kamu semalaman di sini?
Aku tidak pantas berduka sebanyak Ibu,
tapi memikirkan suamiku yang meninggal begitu tiba-tiba...
Aku tidak bisa bermalam di lantai yang hangat.
Konon, memiliki badan yang bersih dan rapi merupakan dasar dari kebajikan.
Mohon maaf.
Kamu sudah berkabung di kuil selama lebih dari sepuluh tahun,
kenapa masih saja belum memadai?
Aku akan melakukan yang terbaik untuk diriku dengan segenap hati.
Bagus.
Menurut buku pembelajaran dasar, kita harus menghapus kekacauan...
...dari pikiran kita dan fokus pada pelatihan moral.
Segala sesuatu mulai dari nada suara, ekspresi, cara berjalan kita...
...semuanya harus dijaga dengan hati-hati saat kita...
Baik. Aku akan baca ulang satu per satu isi dalam di buku Naehun...
Beraninya kamu memotong ucapan ibu mertuamu?
Mohon maaf, Ibu.
Astaga.
Kamu harus mengurangi makanmu,
untuk berlatih lebih keras lagi mengendalikan nalurimu.
Apa?
Mulai hari ini, kamu hanya akan makan satu kali sehari.
Hindarilah makan daging dan segala sesuatu yang manis.
Itu...
Baiklah.
Astaga!
Aku tidak bisa buang air besar jika hanya makan sayuran sehari sekali,
itu justru hanya membuat jiwa dan ragaku semakin kotor.
Sial, aku benci ini.
Ya ampun.
Bahkan sekarang, sepertinya aku mulai merasa lapar.
Apa yang harus aku lakukan, Yeon Sun?
Astaga.
Kenapa? Kamu menakutiku.
Kamu tidak penasaran kenapa aku terluka?
Bagaimana mungkin aku menanyakan pertanyaan seperti itu?
Entah lonceng jam malam berbunyi atau matahari mulai terbit,
yang terpenting adalah Nyonya tidak tertangkap.
Sepertinya ada yang janggal dari nada bicaramu.
Janggal?
Mengkhawatirkanmu akan menyedot nyawaku atau membuatku batuk darah,
itu tidak penting, Nyonya tidak perlu khawatir.
Aku bukan siapa-siapa.
Aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan Kkot Nim.
Dia setiap hari datang untuk menjahit, tapi akhir-akhir ini tidak ada.
Tentu saja Nyonya penasaran.
Setiap kali mendengar bunyi gedebuk di kejauhan,
aku pun bertanya-tanya apakah Nyonya terluka saat melompati tembok.
Hanya mendengar gonggongan anjing tetangga pun membuatku bertanya-tanya...
...apakah Nyonya benar-benar tertangkap.
Tapi yang paling penting, Nyonya pulang dengan selamat.
Benar sekali. Satu-satunya wanita yang kamu layani ini,
sekali lagi kembali ke rumah dengan selamat.
Tolong berhati-hatilah, Nyonya.
Alasan apalagi yang akan Nyonya gunakan jika pulang dengan tangan patah?
Astaga, hari ini benar-benar menegangkan.
Pedang beterbangan ke sana kemari,
lalu lonceng berbunyi saat aku masih di Unjong-ga...
Pedang?
Nyonya baru saja perang pedang?
Apakah aku bilang, pedang?
Astaga, tidak. Apa kamu bercanda Yeon Sun?
Omong kosong apa yang kamu ucapkan?
Tapi,
akhirnya aku mengetahui sesuatu...
...bahwa aku bisa menghabisi 17 pria.
Nyonya!
Ya ampun, kamu membuatku terkejut.
PASUKAN PERTAHANAN IBU KOTA.
PASUKAN YANG BERTEMPAT DI PUSAT KOTA UNTUK MELINDUNGI IBU KOTA DAN RAJA.
Baiklah, Petugas Park Soo Ho.
Kamu menduduki peringkat pertama dalam ujian dan berasal dari keluarga bergengsi,
lalu datang kemari setelah menyelesaikan masalah pajak beras di Provinsi Jeolla,
yang mana membuat aku berpikir aku bisa mempercayaimu begitu saja.
Betul. Aku hanya menjalankan perintah saja.
Baiklah.
Pekerjaanmu.
Tugas pertamamu adalah untuk menangkap penipu,
tapi apa yang terjadi?
Sesuai perintah,
aku menangkap pria yang mengganggu publik.
Penyelidikan berada di bawah yurisdiksi Biro Kepolisian,
jadi aku mengantarnya ke sana.
Setiap kantor kota sangat ingin menangkap orang ini,
dan kita, Pasukan Pertahanan Ibu Kota, bisa menahannya,
tapi kamu malah membawanya ke mana?
Biro Kepolisian?
Dia akan diadili oleh hukum, jadi tidak perlu khawatir.
Oh, begitu.
Kamu akan membuat Konfusius bangga, ya?
Ada makanan orang lain yang disajikan di mejamu,
lalu kamu merasa tidak ingin memakannya. Begitu?
Wah, luar biasa sekali.
Benar-benar hebat.
Astaga.
Ada keributan di tempat perjudian.
Masalahnya tidak terlihat sepele, melihat bagaimana tempatnya diganggu,
membuatku berpikir kita harus meningkatkan keamanan di Ibu Kota.
Kenapa kamu membicarakan itu padaku,
dan tidak melaporkannya ke biro kepolisian?
Atau kamu tangkap orang yang mencurigakan itu,
lalu mengirimnya lagi ke biro kepolisian?
Kalau begitu,
aku akan melaporkan kembali ketika ada kemajuan dalam penyelidikan.
Astaga.
Kenapa aku selalu bersama para bodoh ini?
Apa kamu kena marah?
No comments yet. Be the first to leave one.