Prvních 120 řádků.
Aku tidak sabar menunggu hingga kedua saudari itu bertemu lagi.
Pasti akan menjadi momen yang sangat mengharukan!
Ya, semuanya berjalan sesuai rencana.
Asahi!
Asahi!
Dia terlihat sangat panik.
Demi melindungi saudara yang tidak sedarah,
dia bersedia melakukan perintah musuh bebuyutannya.
Orang seperti ini langka.
Dia memang orang yang seperti itu.
Kalau begitu, dia dan aku sangat mirip.
Namun, mungkin akan ada orang yang datang dan ikut campur.
Jin Kuzuhara. Dia dan aku tidaklah mirip.
Takkan kubiarkan kau bertindak sesukamu.
Kenapa kau kemari?
Hanakaze melapor padaku setelah menyadari pergerakan aneh
saat dia dalam perjalanan mengabarimu soal rapat darurat.
Kau sudah lihat situasinya, maka biarkan aku pergi.
Aku tidak bisa.
Tahukah kau kenapa gadis yang tinggal denganmu itu diculik?
Tsukishiro memberi tahu Janome di mana tempat tinggalmu.
Dia jugalah yang membunuh pengurus mayat.
Kabar ini sudah dikonfirmasi.
Kau kira akan kubiarkan kau pergi sendiri
di saat aku tahu ini merupakan jebakan?
Aku akan menyelamatkan Asahi dan membalaskan dendamku.
Mustahil.
Pilihlah sekarang.
Pertama, balas dendam demi keluarga dan anggota klanmu.
Kedua, menyelamatkan gadis yang kau pungut.
Jika kau memilih balas dendam, aku akan membantumu.
Selama kau masih mencemaskan keamanan gadis itu,
kau tak akan bisa menang.
Daripada membiarkan Janome mendapatkan darahmu,
lebih baik aku membunuhmu di sini.
Kenapa?
Kau tak mau menghunuskan pedangmu?
Kau merasa ragu saat membunuhku.
Apa yang bisa kau lakukan saat menghadapi musuh yang punya sandera?
Aku akan menjadikan tuan putri kecil ini
sebagai kurban hidup untuk para iblis.
Pikirkan baik-baik apa yang ingin kau lakukan
dengan nyawa yang baru saja aku ampuni.
Sawa, kau sedang apa?
Rahasia.
Bijinya akan dimakan.
Tidak apa-apa, bagikan saja untuknya.
Bagaimanapun, burung adalah teman kita.
Aku tidak punya teman.
Teman akan ada untuk seumur hidup.
Bahkan burung pun memilih teman dengan hati-hati.
Apakah aku akan mendapatkan teman?
Sawa anak yang baik, kau akan baik-baik saja.
Saat waktunya tiba, kau akan terpilih.
Tunggulah hingga waktunya tiba.
Takeru, Sawa, waktu makan siang sudah hampir tiba!
Baik!
Apa yang kalian berdua bicarakan?
Rahasia!
Rahasia?
Nana.
Tempat ini?
Janome! Apa kau di sini?
Janome!
Lepaskan Asahi!
Aku tidak bisa bicara, penglihatanku kabur.
Aku tidak hidup maupun mati. Aku juga tak tahu apa pun.
Hanya bisa melihat hati yang bercahaya dan kesunyian.
Oed’ und leer das Meer.
Jangan main-main!
Tanah Terbuang, tanah pemakaman bagi orang mati.
Ini puisi karangan orang Inggris
yang bisa menggambarkan situasi negara saat ini dengan sempurna.
Omong kosong apa yang kau bicarakan?
Asahi baik-baik saja.
Dia akan baik-baik saja selama kau bersikap patuh.
Jangan terlalu membenciku.
Bagaimanapun, berkat aku, kini kau bisa bersama Asahi selamanya.
Hidup bersama di ruang bawah tanah ini.
Untuk menemui teman lamamu, silakan kemari.
Nana.
Kau bukan hanya tidak bisa balas dendam,
namun, juga tidak bisa menolong Asahi.
Sekarang kau adalah burung dalam sangkar.
Kenapa kau mengkhianati kami?
Demi mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya.
Seluruh karya seni di ruangan ini hanya barang tiruan.
Sama seperti negara ini yang hanyalah sebuah kebohongan.
Aku tidak peduli pada hal itu.
Kau membunuh ayah, ibu dan kakakku.
Itulah fakta bagiku!
Biarkanlah negara tandus yang penuh kebohongan ini
menunjukkan wajah aslinya
dengan usaha kita berdua.
Sangat segar.
Hatiku juga ikut merasa sakit.
Jika tidak ada orang munafik yang menjual negara,
maka kita tidak perlu melakukan hal ini.
Saat mengingat aku pernah menjadi komplotannya,
aku pun merasa sangat menyesal.
Akan kugunakan darahmu untuk meningkatkan metabolisme negara.
Sebelum semuanya terlaksana dan selesai,
kau bisa tinggal bersama gadis itu di sini.
Menurut Tsukishiro, itulah keinginan gadis ini.
Asahi tak akan mungkin mau hidup tanpa arti seperti ini.
Lalu, apa yang kau lakukan sebelumnya?
Bukankah kau juga membuatnya hidup tanpa arti?
Sudahlah, apa pun jawabannya, itu tidaklah penting.
Bagaimanapun, kami harus membiarkan Asahi tetap hidup untuk saat ini.
Lagi pula, jika dia mati, dia takkan bisa balas dendam padamu.
Meskipun penelitiannya belum selesai,
namun, selama darahnya masih cukup, kita bisa memproduksi obat baru.
Dalam beberapa tahun ke depan,
saat kami bisa menggandakan darah biru dengan sempurna,
aku baru akan membebaskanmu.
Hari di saat kau membebaskanku akan menjadi hari kematianmu!
Baik sepuluh atau dua puluh tahun lagi, aku akan membunuhmu!
Lakukan saja sesukamu.
Aku tak tertarik pada hal yang menantiku
setelah kita menyelamatkan negara bersama-sama.
No comments yet. Be the first to leave one.