Prvních 200 řádků.
Ada tamu tak diundang datang ke Jeju setiap April.
Seolah cemburu akan datangnya musim semi,
hujan pakis pun turun.
Tamu tak diundang ini datang setiap musim semi.
Ia pun selalu membawa temannya.
EPISODE 8 HUJAN PAKIS DI JEJU
Halo.
Apa kalian
kembali berpacaran?
Ayolah, Ayah.
Kenapa Ayah menanyakan itu?
Bukan begitu, Pak.
Maafkan aku… Maksudku…
Sampai jumpa.
Kau dari mana…
Apa?
Ada apa?
- Bukankah kau… - Bu.
Apa Jalur Olle Jeju sesulit ini?
Kukira berjalan bisa meredakan sakit otot,
tetapi itu tak berhasil.
Tubuhku sangat sakit.
Aku tidur siang saja.
Kau mau makan?
Tidak, terima kasih.
Kenapa Ayah makan acar boga bahari dengan miras? Itu asin.
Ingin pamer kalau Ayah duda?
Nyalakan lampu saat minum. Di sini gelap sekali.
Siputnya dibumbui dengan baik Cocok untuk dikukus.
Juga tidak asin.
Cocok dengan miras. Coba saja.
Ini.
Ada mentimunnya.
Kau tahu Ayah tak makan mentimun.
Apa harus ditambahkan?
Mentimun itu bahan dasarnya.
Singkirkan saja jika Ayah tak suka.
Ayah tak pakai jahe karena kau tak suka.
Ayah juga tak suka jahe.
Benar.
Sudahlah, kau pergi saja.
Ayah ingin minum sendiri, tetapi kau merusak suasana.
Sudahlah.
Aku akan campur nasi dan memakannya sendiri.
Omong-omong…
Apa Ayah masih
membencinya?
Ya.
8 TAHUN LALU
Ayah!
Jangan lakukan ini!
Ayah!
Buka pintunya, Ayah!
Ayah…
Ayah!
Buka pintunya!
Kumohon…
Jangan lakukan ini!
Ibu sakit?
Kau mengagetkan saja.
Kenapa Ayah gugup?
Kenapa?
Apa yang kau inginkan?
Ibu sakit?
Ibumu?
Kenapa dia sakit?
Kenapa Ayah ambilkan Ibu air?
Ibu bisa ambil sendiri.
Ayah tak boleh ambilkan ibumu air?
Ini dia.
Mereka hampir memergokiku.
Aku bilang "hampir'.
Kita harus beri tahu mereka.
Mereka berhak tahu.
Astaga, sudahlah.
Mereka hanya akan membesar-besarkannya.
Ini bukan soal hidup dan mati.
Apa maksudmu?
Ini soal hidup dan mati!
Di sini. Ini. Jantungmu.
Kata mereka itu bom waktu.
Jangan buat situasinya lebih buruk.
Jika aku mati, biarlah.
Aku tak takut.
- Ko Mi-ja! - Astaga.
Kenapa kau berkata begitu?
Astaga.
Sial.
Astaga.
Sam-dal bertemu ayah Yong-pil tadi.
Apa?
Apa yang terjadi?
Dia mengatakan sesuatu?
Tidak, anak-anak kita sudah tak berpacaran lagi.
Apa dia melabraknya soal pergi ke daratan utama bersama?
Apa Sam-dal di kamarnya?
Tidak, biarkan dia.
Kurasa dia tak mau membahasnya.
Aku takut ini akan terjadi.
Seharusnya kita pindah
jika tahu Sam-dal akan kembali.
Itu yang dahulu aku sarankan.
Kenapa kau masih cemaskan Sang-tae?
Berita berikutnya.
Nilai pasar Grup AS jatuh ke luar 20 besar
untuk kali pertama dalam empat tahun.
Pada tahun 2019, keluarga konglomerat ini dituduh menyalahgunakan kekuasaan.
Istri Jeon Gwang-ok dan putra sulungnya
dituduh membagikan dana politik secara ilegal.
Sejak itu, mereka terpuruk…
Yah…
Bagaimana kabarmu?
Mereka terus melaporkan kerugian.
Kini mereka mengalami krisis terburuk.
Pasar…
Sial.
- Ha-yul. - Ya?
Kemarin…
Itu…
Jadi…
Soal kemarin…
Kenapa kemarin?
Maksud Ibu…
Kenapa kau memanggil Ibu "Bibi"?
- Tak apa-apa. - Itu tak masuk akal.
Kau tak suka…
orang asing itu menolong Ibu?
Itu alasannya?
Bukan.
Lalu, kenapa kau lakukan?
Aku hanya berharap Ibu menjadi bibiku pada saat itu.
Itu tak masuk akal.
Ibu tak suka.
Kenapa kau ingin Ibu menjadi bibimu? Aku ibumu.
Dia bibimu.
Bu, apa itu penting?
Ibu tak lihat aku sedang membaca?
Ibu tahu, tetapi…
Apa yang kalian bicarakan?
Apa?
Yang benar saja!
Berhati-hatilah.
Dia cukup cerdas untuk tahu kutukan.
Aku bukan berkencan dengannya. Dia cuma menyelamatkanku saat jatuh.
- Apa pekerjaannya? - Mana aku tahu?
Tunggu. Aku tahu.
Yah…
Berhubungan dengan lumba-lumba…
Entahlah. Katanya dia ayahnya.
Ayah lumba-lumba?
Ya.
Apa maksudnya?
Ha-yul mungkin pura-pura tak peduli, tetapi dia ingat semua.
Kau tak ingat?
Usiamu sepuluh tahun.
Ayah pernah mengundang teman sekelasnya ke rumah kita.
Kau mulai menangis setelah bertemu dia.
Kau terus bertanya siapa dia agar tak masuk ke rumah kita.
Dia harus pergi.
Aku hanya melakukan itu karena Ayah membawa wanita asing.
Aku masih kecil.
Benar sekali.
Ha-yul tampak dewasa,
tetapi dia masih kecil.
Astaga.
Hati-hati.
Aku tak pantas menceramahi orang lain.
"Bayi lumba-lumba bernapas pertama kalinya di atas air.
Ibu lumba-lumba mengangkat bayinya."
Ha-yul.
Kau mau tidur?
Ya.
Kalau begitu, Ibu juga.
Ini.
Ha-yul.
Ambilkan tonik pengar.
Astaga.
Cho Sam-dal, kau berengsek! Kau minum sendirian semalam?
Hormatilah kakakmu sedikit.
Ha-yul.
Aku sangat mual.
Ambilkan aku tonik pengar.
Dasar tukang minum. Astaga!
Kurasa aku akan muntah.
Aku sekarat.
Kau tahu?
Melihat bagaimana Yong-pil dan Sam-dal
segera kembali berpacaran setelah mereka bertemu lagi,
mereka pasti sangat saling merindukan.
Bukankah Yong-pil tetap melajang setelah putus dengan Sam-dal?
Jadi, Yong-pil tak pernah datang ke kencan buta yang diatur ayahnya
karena Sam-dal.
Astaga, malangnya dia.
Sudahlah. Ny. Ko akan mengomelimu jika dia dengar.
Dia benar.
Ny. Ko menyangkal mereka berpacaran.
Itu tak benar.
Mereka pergi ke daratan utama bersama, jadi selesai sudah.
Mereka juga tak akan berteman lagi.
Aku juga di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.