Prvních 200 řádků.
"My Perfect Stranger"
Jika diingat kembali, itu sungguh malam yang aneh.
Cuaca sialan, GPS gila,
dan ponselnya.
Saat itulah itu muncul di depanku.
Di sana, panduan menjelaskan cara menggunakan mesin waktu.
Mesin waktu yang muncul di novel atau film.
Pernahkah aku membayangkan dunia tanpa ibuku?
Saat aku bilang, "Ibu," tidak seorang pun di dunia ini
bisa menjawab sekarang.
Tepat setahun dari sekarang, aku akan mati di tahun usiaku 35 tahun.
Itu karena pelaku yang membunuhku adalah pelaku sebenarnya
kasus pembunuhan berantai di Woojung-ri pada tahun 1987.
Ini juga ditemukan di TKP pembunuhanku.
Itu ciri khas pelaku pada tahun 1987.
Ibu.
Kita baru saja tiba di tahun 1987.
Serta tidak ada cara untuk kembali.
Kita terjebak di sini.
"My Perfect Stranger, Episode 2, Alasan Kita Tidak Bisa Kembali"
Pewarta KSBC Yoon Hae Jun yang menghilang
diduga telah dibunuh di tepi sungai di Provinsi Gangwon.
Temuan di TKP mengejutkan banyak orang.
Genangan darah yang ditemukan di TKP diuji DNA. Itu menunjukkan
itu milik Pewarta Yoon.
Keberadaan pewarta tersebut masih belum diketahui.
Orang-orang bertanya-tanya apa ini kasus pembunuhan tanpa jasad.
"'Pewarta Berita KSBC Yoon Hae Jun Menghilang Selama Sepekan'"
"'Apakah Ini Kasus Pembunuhan Tanpa Jasad?'"
"Episode Dua"
Astaga.
Astaga.
Sial.
Astaga.
Pada pukul 22.40 tanggal 9 Mei 1987,
aku baru tiba di sini,
dan satu-satunya jalan keluarku dari sini
telah benar-benar hancur.
Astaga. Aku tidak percaya ini.
"Merayakan Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Seoul"
Ayolah. Ada apa dengan hari ini?
Tunggu.
Kamu baik-baik saja? Dahimu juga...
Ya. Aku baik-baik saja.
Astaga.
Berapa dahi yang akan kulukai hari ini?
Aku harus mengawasi bahuku dengan lebih baik sekarang.
"Bakpao dan Pangsit Jidong"
"Toko Piringan Hitam Matahari dan Bulan"
Astaga.
Maafkan aku. Akan kujelaskan semuanya.
Apa?
Kamu pasti terkejut.
Namun, situasinya lebih buruk daripada dugaanmu.
Kita baru saja
tiba pada tahun 1987.
Tidak ada cara
untuk kembali.
Kita terjebak di sini.
Kamu serius?
Ya. Jangan terlalu takut. Aku akan melakukan apa pun...
Lantas...
Ini sungguhan. Astaga.
Apa...
Permisi.
Kamu tertawa?
Apa kepalamu terluka parah?
Tidak.
Tunggu. Kamu baik-baik saja?
Maaf.
Ayolah.
"Hati-hati dengan anjing"
Jadi, dia bilang ini sungguhan?
Ibu masih hidup sekarang?
Selamat datang.
Halo.
Selamat datang.
"Moon Night"
Ibu.
"Moon Night"
Hei! Satu, dua, tiga, empat!
Yang di sebelah kiri. - Yu Ri.
Yu Ri!
Yu Ri. Di mana toiletnya?
Cari saja sendiri.
Ayo! - Ayo!
"Moon Night"
Ibu. - Apa?
Aku tidak bermimpi, bukan?
Tolong jangan lakukan ini.
Ini sungguhan.
Ini benar-benar terjadi.
Dia nyata.
Ibu.
Ini aku, Yoon Young.
Ibu tidak takut?
Kenapa Ibu pergi begitu saja?
Bagaimana aku bisa hidup?
Tidak, maafkan aku.
Maafkan aku, Ibu.
Hanya aku agak malu
sampai mengabaikan Ibu karena aku terlihat terlalu lusuh.
Aku tidak mau
menunjukkannya kepada Ibu.
Itu sebabnya aku mengabaikan Ibu.
Maaf atas perbuatanku, Ibu.
Kupikir
akan ada banyak waktu tersisa untuk kita.
Kupikir Ibu akan menungguku.
Ibu terlihat sama.
Apa kamu...
Ibu mengenaliku?
Kamu mengenaliku?
Ya. - Dia membuka matanya.
Astaga, kamu harta karun kota kita,
dan kamu bisa saja mati sebelum waktumu.
Pak Yoon!
Berhenti! Berhenti memukuliku.
Aku tidak memukulmu. Melihat pendarahannya,
kurasa kita harus membawanya ke rumah sakit.
Benar. - Tidak apa-apa.
Aku harus mencari seseorang.
Astaga,
kamu belum boleh mati, Pak Yoon! - Astaga, ini tidak mungkin terjadi.
Bagaimana kamu bisa mati padahal menyelamatkan anak-anak kami?
Ingat insiden lem super bulan lalu?
Kamu ingat, bukan, Pak Yoon?
Tidak bisa begini. Gendong dia!
Benar juga. Naiklah ke punggungku.
Tidak apa-apa. - Naiklah ke punggungnya.
Aku masih hidup! - Cepat.
Naik saja ke punggungku! - Naik ke punggungnya. Sadarlah.
Hentikan! - Aku baik-baik saja.
Ayo. Apa yang mau Ibu katakan?
Apa kamu...
Apa kamu mabuk lem super?
Apa maksud Ibu?
Kamu mau memukulku?
Aku hanya ingin pulang.
Ibu...
Ibu, ada apa dengan Ibu? Untuk apa aku memukul Ibu?
Ibu.
Ibu, ini aku, Yoon Young.
Ibu, jangan menangis.
Maafkan aku!
Astaga, itu sakit...
"Cintaku"
"Saat angin membuka jendela"
"Biarkan senyum sinar bulanmu bersinar"
"Impian kebahagiaanku akan terwujud"
"Astaga"
Apa itu tadi? Ayolah.
Berhenti di sana!
Ada apa dengannya? - Sial.
Kami akan mulai menindak anak di bawah umur.
Mereka yang membawa KTP, keluarkan.
Yang tidak membawanya,
sebaiknya menyerahkan diri.
Cepat keluar. - Keluar.
Keluar. - Keluar.
Aku baik-baik saja. Aku bisa berjalan.
Tidak, Pak Yoon.
Jangan bergerak. - Kita harus ke rumah sakit.
Di sebelah sana.
Baiklah. - Bertahanlah.
Sungguh...
Ada noda darah di dahinya juga.
Dia punya syal dengan bintik merah di lehernya.
Dia seperti... - Berhenti!
Di mana? - Apa?
Halo, Pak.
Hei.
Di mana kamu melihatnya?
Ke mana perginya gadis dengan syal bintik merah?
Ke sana.
Astaga.
Kamu tidak boleh masuk ke sana.
Namun, Dong Sik ada di sana.
Dong Sik di sini? - Ya.
Terima kasih atas kerja samanya.
Keluarkan KTP kalian lebih dahulu dan siapkan.
Luruskan tangan kalian.
Permisi. Apa yang terjadi?
Kamu tidak lihat?
Mereka memeriksa KTP kita.
Keluarkan KTP-mu.
Kecuali kamu ingin berakhir di kantor polisi bersama mereka.
Jadi, begitulah KTP di sini.
Ada KTP yang terlihat berbeda dari ini?
Itu artinya kamu mata-mata.
Kurasa pilihan kata-katamu salah.
Maaf.
Dasar berandal. Sedang apa kalian di sini?
Pak Yoon. - Pak Yoon.
"Pak. Yoon?"
Sudah kubilang berkali-kali untuk mengendalikan diri.
Beraninya kalian datang ke kelab padahal kalian senior SMA?
Keluarlah.
Pak Yoon...
Tolong maafkan kami!
No comments yet. Be the first to leave one.