Grimm

Grimm

Stáhnout Indonesian titulky

Série 1

Informace o verzi

Grimm S1E11 HDTV
Komentář od Photohenhen
by anisssina

Tagy

HDTV
hdtv
HD
Zveřejněno: 2012-03-03
Stažení: 35
Pro sluchově postižené: Yes

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Hey, Sayang. Ada apa?

Baru sampai ke acara pembukaan.

Maaf aku tak bisa ikut.

Bagaimana menurutmu?

- Bukan seleraku. - Bagaimana?

Ada yang kau suka?

Ya... Karya yang menarik.

Sedikit Modigliani campur Matisse.

Hmm. Kau pria yang lebih suka abstrak.

- Aku rindu padamu. - Aku juga rindu padamu.

Oke, sampai ketemu besok pagi.

Aku tak sabar untuk pulang.

- Aku cinta padamu. - Aku cinta padamu.

Aku membencinya.

Sayang sekali. Menurutku cukup bagus.

Jika kau suka yang ini,

Kurasa aku takkan bisa tidur malam ini.

Mmm... karya ini menampakkan fokus pada penggunaan warna

sebagai ekspresi perasaan.

Dengan menghindari penjelasan sifat manusia yang terlalu literal,

jelas ini menggunakan gaya-gaya dasar fauvisme.

Benarkah?

Tidak berarti ini bagus.

- Apa kau pelukis? - Kenapa?

Aku seorang kolektor.

Apa yang kau koleksi malam ini?

Oh, tidak ada di sini.

Aku baru akan pergi.

Ngomong-ngomong apa kau mau pergi minum

dan menemaniku ngobrol?

Trims, tapi tidak. Aku harus pergi.

Oke. Aku hanya punya satu pertanyaan.

Apa itu fauvisme?

Kau seorang kolektor dan kau tak tahu?

Well, Aku mengoleksi apa yang aku suka saja.

Itu sebuah aliran les fauves,

yang merupakan bahasa Prancis dari "hewan buas liar."

Terdiri dari seniman-seniman modern abad ke-20

yang menggunakan goresan kuas yang liar dan warna-warna terang

sementara subjek seni mereka menampilkan

kesederhanaan dan abstraksi.

Seperti pria yang mencoba menggoda wanita.

Aku mencoba untuk abstrak,

namun kurasa akhirnya tawaranku cukup sederhana.

Semua usaha keras kreatifs yang sukses selalu sederhana.

Jadi aku pasti punya kesempatan.

Wow.

A... Aku benar-benar tak bisa tinggal.

Oh, aku harap lukisan itu tidak membuat suasana hatimu buruk.

Bukan... ini bukan karenamu. Maakan aku.

Begini, kurasa kau hanya perlu rileks sedikit.

Kau tidak mengerti.

Tidak, kau yang tidak mengerti.

Kau tahu dengan jelas kenapa kau datang kemari.

Oke, Sayang.

Oh!

Apakah sudah benar?

Sepenglihatanku sih tidak.

Oh, ya ampun.

Seharusnya sudah benar. Aku tidak mengerti.

Biarkan aku mencobanya.

Jangan, jangan, jangan, jangan, jangan, jangan. Baiklah, sekarang bagaimana?

Apa kau menggunakan input atau output?

Oh!

Oh! Ahh!

- Apa itu? - Kita dilempari telur.

Tetap di sini.

Tidak, aku ikut.

Tidak, tidak kecuali kau punya senjata, dan kau tak punya.

Satu senjata di rumah sudah cukup, terima kasih.

Apa yang kalian lakukan?

Hanya anak-anak.

Oh, Tuhan!

- Lari! - Lari!

Ya, well, mereka melempari jendela kita dengan telur.

Mereka tidak... tidak, ayolah.

Mereka mungkin ketakutan setengah mati.

Ya, mungkin ini agak terlalu berlebihan.

Masa?

Ayolah, kita masuk.

Aku selalu berbuat iseng seperti itu waktu aku kecil.

Maksudku, kau kan masih anak-anak.

Kau menantang teman-teman untuk hal-hal konyol.

Ada seorang kakek yang sangat tua

yang tinggal di blok kami, dan kami pikir

dia kelihatan seperti troll.

Jadi kami adu keberanian lari melewati kebun belakangnya,

yang kelihatan sangat menakutkan.

Well, ayahku bilang ia seorang pahlawan perang

yang terluka parah di salah satu perang.

Itulah sebabnya ia terlihat seperti itu.

Tunggu, jadi maksudmu anak-anak ini

mengira aku monster?

Tidak.

Jangan konyol.

Aku hanya mau bilang kita bukanlah

tetangga yang tenang.

Tidak, kurasa kita bukan.

Mungkin kita harus memperbaiki hal itu.

Dua bocah Eisbiber melempari rumahku dengan telur semalam.

Kau monster di bawah tempat tidur mereka.

Kurasa beberapa Wesen mengetahui kau seorang Grimm

- dan mereka penasaran. - Wesen itu apa?

Kau tahulah, Blutbaden, Fuchsbau, Wildschwein, kami makhluk

yang berusaha dimusnahkan para Grimm selama berabad-abad.

Ya, tapi kau tahu aku tidak seperti itu.

Sobat, kita sama-sama salah dimengerti.

Mana ada yang percaya aku tidak makan daging.

Seperti yang kubilang waktu kita pertama bertemu

Kami sebelumnya belum pernah melihat Grimm, kau paham?

Kau tidak nyata, kau hanyalah kisah seram yang kita dongengkan pada anak-anak.

"Jadilah anak baik atau Grimm akan datang dan memotong kepalamu."

Oke, jadi sekarang keberadaanku sudah jadi gosip.

Kau berita besar bagi dunia Wesen.

Dengar, bukan mereka yang kukhawatirkan.

Melainkan siapa yang mereka akan beritahu dan siapa yang mereka akan beritahu.

Kau harus menanganinya sebelum bertambah buruk.

Bagaimana kabarnya dengan Juliette? Kau sudah memberitahunya?

Ah! Belum.

Tidak? Sama sekali?

Nol?

Yah.

Kurasa para Grimm tidak seberani itu.

Tidak, tidak. Aku mengerti.

- Kematian memanggil. - Sshh.

- Ya, ada apa? - Semoga harimu indah.

- Di mana? - Korbannya Ryan Showalter, umur 28.

Analis saham di Mindel, Brandt, and Zoic.

Tetangga dengar sesuatu? Ada saksi?

Tidak, belum menemukan satu pun. Kami masih menyelidiki.

- Ini gedung yang lumayan sepi. - Kamera pengawas?

Di lobi dan garasi tempat parkir. Sedang kami download.

Siapa yang menemukan mayatnya?

Pacarnya, Amy Lewis. Dia seorang aktris.

Dia tinggal di sini, tapi dapat audisi di L.A.

Dia kembali sekitar jam 9 pagi, dan menemukan mayatnya.

Itu dia di sana. Dia cukup tertekan.

- Aku pasti juga akan begitu. - Kita yakin itu dia?

Pacarnya mengenali tubuhnya.

Katanya ia kehilangan jam emas Rolex.

Pacarnya yakin dia memakainya.

Katanya jam itu tercatat di perusahaan asuransi.

Tubuhnya benar-benar kering.

Ini tidak mungkin terjadi dalam semalam.

Kapan terakhir kali ada yang melihat korban masih hidup?

Semalam.

Menurut pacarnya,

Showalter termasuk pengunjung sebuah pembukaan galeri seni

jam 8 malam.

Dia bicara dengannya di ponselnya semalam.

Tidak mungkin pria ini semalam masih hidup.

Hey, aku menemukan sesuatu.

Sepertinya tergigit.

Ya, cat kuku.

Pasti jari wanita, tapi entahlah.

Setidaknya kita dapat sidik jari yang jelas.

- Aah! - Apa?

Jarinya bergerak!

Pasti kau gugup.

Kau mau mengambilnya lagi

atau kau mau aku memberimu jari tengah?

Itu Ryan.

Itu mungkin telepon dari pacarnya.

Seberapa baik Anda mengenal Ryan?

Dia membeli beberapa barang dariku, tapi aku tidak begitu

mengenalnya.

- Tunggu, siapa wanita itu? - Aku tak pernah melihatnya sebelumnya.

Aku ingat topinya, tapi aku tak ingat pernah melihat dia.

Aku kira acara ini hanya untuk undangan.

Ya, tapi undangannya berdasarkan daftar nomor

yang diperoleh dari galeri-galeri lain.

Aku tidak mengenal para tamu secara pribadi.

Kami akan membutuhkan daftar itu.

Tentu saja.

Dia pergi.

Dia juga pergi.

Mungkin mereka bertemu lagi di jalan.

Mungkin mereka janjian untuk bertemu nantinya.

Dan dia tidak ingin terlihat pergi dengannya.

Atau wanita itu yang tak ingin kelihatan pergi dengannya.

Jadi siapa yang menggoda siapa?

Menurut pengalamanku...

Wanitalah yang mengatur hubungan.

Well, kalian berdua sepertinya mendapat kasus-kasus menarik akhir-akhir ini.

Bukannya aku mengeluh. Aku suka tantangan.

Well, aku bisa bilang soal penyebab kematiannya.

Korban kalian dipaksa mencerna sesuatu yang sangat korosif.

Semacam zat asam.

Jenis apa? Aku belum tahu.

Tapi mulutnya, tenggorokan, dan bagian dalam lambung

semua terkikis.

Apa pun zat itu, benar-benar mencairkan organ-organnya,

yang kemudian disedot melalui sayatan bergerigi

di sini, di perutnya.

Dan apa yang menyebabkan itu, semacam pompa pembalseman?

Well, benda itu biasanya untuk memompa zat ke dalam, bukan keluar,

tapi kurasa kau bisa membalik fungsinya.

Apa itu menjelaskan proses mumifikasi dalam waktu semalam?

Oh, mungkin.

Bagaimana dengan sayatan di perutnya?

More Indonesian subtitles for Grimm

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left