여고괴담 3: 여우계단
Prvních 200 řádků.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Tujuh.
Delapan.
Sembilan.
Sepuluh.
Sebelas.
Dua belas.
Tiga belas.
Empat belas.
Lima belas.
Enam belas.
Tujuh belas.
Delapan belas.
Sembilan belas.
Dua puluh.
Dua puluh satu.
Dua puluh dua.
Dua puluh tiga.
Dua puluh empat.
Dua puluh lima.
Dua puluh enam.
Dua puluh tujuh.
Dua puluh delapan.
Dua puluh sembilan.
Rubah, rubah.
Kabulkanlah permohonan saya.
Buatlah kami hidup bersama selamanya.
Benar, Jin-sung. Seperti itu.
Bagus.
Lemaskan pinggangmu.
Lemaskan tanganmu.
Kim So-hee.
Putar musiknya.
Baiklah.
Siap.
Lihat ke depan.
Hore!
Terima kasih.
Jangan terlalu cepat.
Bagaimana kalau kita ketahuan?
Itu bukan mata pelajaran pokok kita.
Bagaimana kalau dia memberitahu Mun-jung?
Kalau begitu, bilang jika kamu mengikutiku ke rumah sakit.
Tidak masuk akal.
Kenapa tidak?
Kamu yang ingin pergi melihat konser, kan.
Kenapa kamu begitu khawatir?
- Sial. - Hei, apa kamu mengikutiku?
- Tidak. - Aku tahu kamu mengikutiku.
Hei, kalian berdua.
Hei.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun, Hye-ju.
Selamat ulang tahun.
Tidak.
Aku tidak mau jadi gendut.
Hanya untuk hari ini saja.
Kue krim kesukaanku.
Selamat ulang tahun, Hye-ju.
Ini untukmu.
Apa yang kamu lakukan?
Apa yang kamu sembunyikan?
Hari ini ulang tahunmu?
Apa kamu makan semua kuenya?
Karena itu kamu gendut.
Lihatlah kaca.
Kamu sangat gendut.
Omong-omong, sejak kapan kamu di sini?
Mari kita pakai tempat ini bersama.
Apa kamu mencium sesuatu di sini?
Baunya seperti babi.
Apa kamu sedang mempersiapkan pameran?
Itu tangga rubah.
Dia bisa mengabulkan permintaan.
Menyedihkan.
Itu benar. Jika tangga ke-29 muncul,
permintaan kita akan dikabulkan.
Kamu percaya itu?
Kenapa?
Tidak ada yang tahu.
Para rubah bisa saja mengabulkan permintaan kita.
Apa permintaanmu?
Kamu ingin jadi pemain balet terkenal?
Aku hanya butuh kamu.
Apa? Jangan bercanda...
Itu ibuku.
Kamu celaka. Cepat pulang.
- Kamu masuk dulu. - Pulanglah.
Cepat masuk.
Sampai bertemu besok.
16, 17, 18, 19,
20, 21, 22, 23
24, 25, 26,
28.
Kim So-hee,
terima kasih buat konser tadi.
Aku sayang kamu.
Kamu punya pakaian olahraga?
- Tidak. - Sial...
Kamu seharusnya membawa pakaianmu sendiri.
Baiklah.
Hei, kamu harusnya mencuci ini.
Hei, aku sudah mengatakan padamu.
Tidak, dia berbohong.
Kamu berbohong, kan?
Benar, kan. Kamu mau aku pukul?
Siapa yang kamu cari?
Walaupun tidak akan muat di badanku,
Apa?
Kelas berikutnya adalah kelas fisik...
Kamu butuh pakaian olahraga?
Pakailah punyaku.
Lucu sekali.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Satu, dua, tiga, empat.
Celananya akan jebol.
Padahal akhir-akhir ini ada obat diet, kan.
Berhentilah.
Hei, celanamu akan sobek.
Larilah dengan benar!
Atur formasi.
Satu, dua.
Halo
Halo.
Kamu harus selalu menguncir rambutmu.
Yoon Jin-sung,
apa masalahmu?
Siapa yang menyuruhmu untuk meninggalkan kelas demi konser?
Karena ibu sering memujimu,
jadi kamu berlaku seenaknya?
Ada banyak murid yang lebih baik darimu.
Apa yang sering ibu bilang padamu?
Berlatih, bukan?
Kamu harus berlatih karena kamu tidak begitu baik.
Ini juga berlaku untuk kalian.
Permisi...
Ibu...
Ada apa?
Jin-sung tidak ingin meninggalkan kelas.
Tetapi saya lah yang membawanya.
Apa kalian berdua mencoba mempermainkan ibu?
So-hee, kakimu tidak apa-apa?
Sekarang kamu tidak perlu ke rumah sakit lagi?
- Halo? - Halo?
- Di mana kamu? - Halo?
Di mana kamu?
Aku di asrama.
Sedang apa?
- Halo? - Halo?
- So-hee, suaramu tidak terdengar. - Kamu tidak bisa mendegarku?
Halo?
- Halo? - Aku tidak bisa mendengarmu.
- Halo? - Halo?
Jin-sung.
Hei.
Diamlah.
Hei, pegang aku.
- Kamu menakutiku. - Aku bilang, diamlah.
Aku kabur dari rumah.
Apa yang kamu lakukan?
Aku bisa tidur di sini, kan?
Kenapa kamu begitu kaget?
Ah, perutku.
Kamu tahu kalau ibuku yang menyuruhku belajar balet?
Itu karena dia selalu ingin
menjadi seorang pemain balet.
Aku ingin tinggal di suatu tempat dimana tidak ada ibu dan balet.
Mari kita tinggal bersama ketika kita berumur 20 tahun.
Bagaimana?
Hei, jawab aku.
Baiklah.
Sudah selesai.
Hei,
apa ini?
Dari dulu aku punya bakat menjadi penata rambut.
- Astaga. - Ayo berfoto.
- Tidak mau. - Kamu tampak cantik.
Lihat ke sini.
Kamu tidak bosan?
Makanlah lagi. Aku tidak akan membuangmu.
Kita berteman selamanya.
Kamu juga.
Kamu tidak bosan? Makanlah lagi.
Aku tidak akan membuangmu. Kita berteman selamanya.
Kamu tidak bosan? Makanlah lagi.
- Aku tidak akan membuangmu. - Lima belas.
Enam belas.
Dua puluh tujuh.
Dua puluh delapan.
Dua puluh sembilan.
Rubah, rubah, kabulkanlah permintaan saya.
Saya mau berat badan saya turun.
No comments yet. Be the first to leave one.