Prvních 174 řádků.
Seratus tahun yang lalu, musuh baru muncul di hadapan umat manusia.
Kekuatan musuh baru itu tak sepadan dengan umat manusia.
Tak lama kemudian, umat manusia pun terancam punah.
Umat manusia yang selamat membangun tiga tembok yang bernama: Maria, Rose, dan Sina.
Mereka pun dapat hidup di balik perlindungannya selama seratus tahun.
Tapi...
Mereka Mangsanya dan Kamilah Pemburunya!
Sie sind das Essen und wir sind die Jäger!
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Tak Ada Satu Pun yang Ingat Akan Bunga yang Terinjak
Fumare Ta Hana no Namae mo Shira Zu Ni
Burung yang Turun Menunggu Angin untuk Mencoba Terbang Lagi
Chi ni Ochi Ta Tori wa Kaze o Machiwabiru
Doa Takkan Menolong Kita
Inotta Tokoro de Nani mo Kawara Nai
Hanya Hasrat untuk Bertarunglah yang Bisa Mengubah Dunia Kita
Ima o Kaeru No wa Tatakau Kakugo da
Langkahi Mayat Bergelimpangan
Shikabane Fumikoe Te
Abaikan Para Babi yang Menertawai Semangat Juangmu
Susumu Ishi o Warau Buta Yo
Kepuasan Sebagai Ternak, Memperkuat Realita yang Salah
Kachiku no Annei Kyogi no Hanei
Kita Sebebas Serigala Lapar!
Shiseru Garou no Jiyū o!
Salurkan Penghinaan Akan Keterkurungan pada Kepalanmu dan Lawanlah
Toraware ta Kutsujoku wa Hangeki no Kōshi da
Baik Tubuhmu Terkurung atau Tidak, Engkau Akan Memusnahkan Mangsamu!
Jōheki no Sono Kanata Emono o Hofuru Yēga?
Seiring dengan Membaranya Tubuhmu dengan Dorongan yang Meluap
Hotobashiru Shōdō ni Sono Mi o Yaki Nagara
Segera Ambillah Busurmu dan Tembakkan Panah Membara!
Tasogare ni Hi o Ugatsu Guren no Yumiya
Hari Itu
Kehancuran Shiganshina (Bagian 2)
Sampai saat itu tiba, jiwa kita yang malang ini akan berpisah.
Hamba ini penuh dengan ketamakan.
Sekarang hamba telah menerima hukumannya.
Ketamakan yang berada dalam hati kita, telah menjadi dosa menyebabkan ini semua.
Dalam penyucian jiwa para hamba-Mu ini,
tak ada lagi derita pahit bagi Gunung Derita.
Tidak! Hentikan!
Wahai ketamakan, apa lagi yang akan engkau bebankan pada kita,
karena engkau telah menguras darah kami sampai habis,
apakah ini masih belum cukup bagimu?
Wahai ketamakan, apa lagi—
Eren? Ada apa?
Padahal ibu masih bisa tertolong!
Kenapa kau malah melakukan itu?
Padahal ibu masih bisa tertolong!
Hentikan itu!
Eren!
Eren.
Kau tak bisa menolong ibumu karena kau tak memiliki kekuatan untuk itu.
Aku...
Aku tak bisa menghadapi Raksasa itu,
karena aku tak punya keberanian!
Maaf.
Ah, mulai lagi.
Cepat! Larilah menuju gerbang dalam!
Naiki kapal untuk kabur dari sini!
Cepatlah! Nanti kita bisa dimakan!
Daerah kecil yang mengelilingi tembok seperti Shiganshina, digunakan sebagai umpan bagi para Raksasa,
daerah tersebut berperan untuk meminimalkan biaya pertahanan dan militer.
Karena desain tersebut,
penduduk Shiganshina bisa kabur dari penyerangan para Raksasa dengan melintasi satu gerbang saja.
Tinggalkan semua barang bawaan! Kita masih bisa muat satu orang lagi!
Armin, duduklah.
Tapi Eren dan Mikasa masih belum datang.
Mereka datang!
Eren.
Untuk sekarang biarkan saja dulu.
Kasihan mereka. Dilihat dari wajah mereka sudah bisa ditebak.
Jangan bermalas-malasan! Ayo cepat!
Tunggu apa lagi?
Cepatlah! Mereka sudah di hadapan kita!
Ini bohong, 'kan?
Tuhan, tolonglah hamba.
Hei, apa yang kalian lakukan?
Kapalnya sudah penuh! Sebentar lagi akan berangkat!
Tidak, kumohon biarkan kami naik! Setidaknya biarkan anakku naik!
Maaf, tapi itu tak bisa!
Berangkat!
Biarkan kami naik!
Biarkan kami naik!
Bodoh! Bidik yang benar!
Tapi kalau sasarannya bergerak terus sulit membidiknya!
Tak usah pedulikan itu! Cepat isi lagi meriamnya!
Tak bisa!
Gerbangnya mulai ditutup!
Gawat. Kita akan ditelantarkan!
Hei!
Jangan ditutup dulu! Tunggu sebentar lagi!
Di luar sana masih ada banyak orang!
Kalau gerbang ini sampa ditembus, korban yang jatuh akan jauh lebih banyak lagi!
Umat manusia akan dipaksa mundur ke tembok yang lebih dalam!
Tapi itu bukan berarti kita harus mengorbankan mereka semua!
Cepat tutup gerbangnya!
Para Raksasa sudah datang!
Segera tutup gerbangnya!
Hentikan!
Hei!
Apa-apaan
makhluk itu?
Tembak!
Apa?
Tak mempan!
Sial! Cepat lari!
Pasukan mundur!
Para Raksasa sudah datang!
Tutup gerbangnya!
Cepat! Tutup gerbangnya!
Gerbangnya...
Peta no.1 menunjukkan wilayah aktivitas manusia. Peta ini (diambil dari sumber asli) menggambarkan perkiraan ukuran wilayah aktivitas manusia secara kasar. Belum ada informasi mengenai bagian luar dari Tembok Maria.
Informasi yang Telah Terungkap
Peta no.2 menunjukkan wilayah aktivitas manusia. Ketinggian wilayah aktvitas manusia semakin meninggi jika semakin berada di tengah. Wilayah tersebut kaya akan air, tambang, gas alam, dan sumber daya lainnya.
Informasi yang Telah Terungkap
Tembok Maria di bagian selatan Shiganshina pun hancur, beberapa jam setelah itu,
kabar tersebut menyebar ke seluruh wilayah umat manusia dengan pesat.
Jadi kabar mengenai penyerangan para Raksasa di Shiganshina itu benar?
Wilayah Timur Tembok Rose Distrik Trost
Tak bisa dipercaya. Padahal sudah bertahan selama seratus tahun, kenapa sekarang malah tertembus?
Mau percaya atau tidak,
kapal yang membawa para pengungsi sudah tiba di sini!
Menurut laporan, penumpangnya lebih dari 500 orang.
Masalahnya, apa kita hanya kehilangan Shiganshina, atau masih ada lagi?
Tapi, tak mungkin mereka bisa sampai menyerang tembok Maria.
Untuk sekarang, kita hubungi bagian pusat dan menunggu perintah.
Masalah darurat seperti ini berada di luar kendali kita.
Permisi!
Kita baru saja mendapat kabar!
Tembok Maria telah ditembus, para Raksasa pun telah menyerang wilayah di sekitarnya!
Selesai sudah.
Selesai sudah.
Para Raksasa akan memakan kita semua.
No comments yet. Be the first to leave one.