Prvních 200 řádků.
TELL ME THAT YOU LOVE ME
TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI FIKSI
Berkat kau,
sepertinya aku
akan baik-baik saja selama sisa hidupku.
Aku tak mengerti apa yang kau katakan.
Aku tak paham
apa yang kau katakan.
Terima kasih...
karena telah berusaha keras untukku.
Mari kita putus.
Putusnya kami berarti
kami saling mencintai hingga belum lama ini.
Pergi itu artinya
seseorang telah berada di sisiku hingga belum lama ini.
Dan itu sudah cukup bagiku.
Karena rasanya jauh lebih hangat
daripada saat tidak terjadi apa-apa,
dan tidak ada seorang pun di sisiku.
Mungkin aku sudah tahu.
Melihatku berkata, "Aku baik-baik saja",
tanpa senyuman di wajahku...
Pasti sulit baginya.
Meskipun dia berterima kasih kepadaku
atas usaha yang kulakukan untuknya,
aku telah menjadi seorang pengecut.
EPISODE 16 SIMPATI
TELL ME THAT YOU LOVE ME
Moeun.
Apa rumah kita bau?
Ataukah ada semacam epidemi yang terjadi?
Apa?
Kenapa kau menyapu dan menyeka tempat yang sama berulang kali?
Itu hanya... Ini cepat sekali berdebu.
Mungkin karena kau melihat ke lantai sepanjang hari, bukan?
Mungkin.
Aku sudah selesai.
Jiyu, kau ingin menonton film dan minum bir?
Aku bahkan membeli berondong jagung.
Maaf.
Aku punya rencana dengan Modam.
Ternyata kau ada kencan.
- Baiklah. - Kuharap kau memberitahuku lebih awal.
Tak apa-apa. Kau sebaiknya bersiap-siap.
Kau yakin kau baik-baik saja?
Ya.
Kakakmu membuatku gila akhir-akhir ini.
Kenapa? Apa masalahnya?
Apa dia histeris?
Tidak, dia terlalu baik kepadaku.
Aku harus berbuat sesuatu.
Mari minum dengan Moeun dan Johan hari ini.
Haruskah? Akan kuhubungi dan tanyakan Johan.
- Baik. Dan aku akan menelepon Moeun. - Baik.
Moeun menanyai salah satu kurator kami soal lukisanmu.
Katanya ada seseorang yang ingin membeli lukisanmu apa pun caranya.
Kudengar mereka seseorang yang sangat istimewa bagimu.
Tapi kudengar tidak ada sisa lukisan untuk dijual.
Kudengar mereka tidak sabar menunggu sampai pameranmu berikutnya. Benarkah itu?
Dia agak sakit.
Duduklah.
Aku membeli ini untuk kusimpan sendiri.
Sebagai teman dan rekan yang baik,
itu hadiahku.
Mungkin
yang kurindukan bukanlah kau,
tapi aku yang dulu.
Aku yang tanpa bekas luka.
Aku yang bisa tersenyum begitu polos.
Aku yang bisa mencintaimu
apa adanya, tanpa menginginkan apa pun.
Ketika aku sadar bahwa aku telah banyak berubah,
aku pasti merindukan diriku yang dulu.
Aku pasti berpikir
aku mungkin bisa kembali ke diriku yang lama
jika bertemu denganmu lagi.
Menurutku, saat itu aku
paling cantik saat bersamamu.
Kau keren saat itu dan masih tetap keren sekarang.
Ada hari-hari saat kupikir aku harus melupakanmu,
tapi karena kau punya kehadiran yang begitu besar dalam hidupku,
aku memutuskan untuk mengingatmu.
Serta, menurutku aku tak bisa
melepaskanmu sepenuhnya
atau mempertahankanmu untuk waktu yang lama.
Tiba-tiba aku teringat
masa saat kita berjauhan itu
bagaikan buku harian yang harus diisi.
Walau kita mencoba menulis sesuatu untuk hari-hari yang terlewat itu,
kita bukan diri kita yang dahulu lagi.
Kini, tidak ada artinya menulis sesuatu
untuk masa lalu.
Waktu kita telah...
berlalu.
Itu sudah berlalu, kita harus melupakannya.
Diri kita pada masa lalu.
Kakak mau segelas lagi?
Dengan senang hati.
Baiklah.
Moeun, bagaimana jika kau juga makan sesuatu?
Dengan senang hati.
Apa?
Kenapa kau selalu bilang "Dengan senang hati"?
Karena aku suka bir, makanan,
nuansa,
dan suasananya.
Hei, minumlah perlahan.
Moeun, aku tak memintamu berhenti minum.
Makin lambat kau minum, makin banyak yang bisa kau minum.
Tidak, minum saja. Dia harus minum sampai mati.
- Hei. - Baiklah, bersulang, Semuanya.
- Bersulang. - Dia tak kuat minum.
Biarkan saja dia. Bersulang!
- Bersulang. - Terserahlah.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Aku baik-baik saja. - Hati-hati.
- Aku tak apa. - Baiklah.
Ayo, Johan. Moeun, saatnya pergi.
Kau dan Jiyu dulu. Kami akan menyusul.
Tidak. Moeun harus ikut denganku.
Baiklah, Johan. Kau antar dia pulang, ya?
- Moeun harus ikut denganku. - Tidak, semua aman.
- Aku harus berada di sisinya hari ini. - Maafkan aku. Dia mabuk.
- Dia pasti sangat kesal. - Aku lebih kesal.
- Aku lebih kesal. - Aku lebih kesal.
Lihatlah dirimu.
Siapa yang minum secepat itu?
Entah sejak kapan,
tapi kurasa aku mulai berharap untuk hal yang tidak bisa dia lakukan untukku.
Menanyakan apakah aku lapar saat perutku keroncongan,
khawatir dan bertanya jika ada yang salah saat aku berdesah,
dan membaca perasaanku
hanya dari suaraku di telepon.
Selagi aku menginginkan sesuatu darinya
yang tidak mungkin dia lakukan untukku,
aku merengek
soal betapa aku merasa kesepian.
Pasti ada alasan kau merasa kesepian.
Begini,
aku tak tahu semua yang terjadi di antara kalian berdua, tapi...
Aku pernah di posisi itu.
Dia di sana sama seperti saat kali pertamaku bertemu dia,
tapi suatu hari, aku mulai merasa kecewa kepadanya,
merasa jauh darinya,
dan merasa kesepian.
Apa alasannya?
Soal itu...
Aku sangat menyukainya.
Secara diam-diam.
Sepertinya aku tak tahu bagaimana melakukannya.
Dan kau juga.
Ini pertama kalinya kau mencintainya.
Jadi,
meskipun cintamu gagal
dan pada akhirnya kau putus,
jangan terlalu menyalahkan dirimu.
Terima kasih.
Tapi, Johan,
aku selalu merasa berterima kasih kepadamu,
tapi aku bukanlah orang yang seperti itu bagimu.
Jadi, aku sering merasa tidak enak.
Aku sangat berharap kau akan bahagia.
Jangan bertemu seseorang
yang membuatmu merasa kecewa,
jauh, atau kesepian.
Kuharap kau bertemu seseorang
yang melihatmu,
memahamimu, mencintaimu,
dan aku harap kau bahagia.
Jadi...
jangan berusaha terlalu keras atau menderita.
Dan seperti ucapanmu, jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri.
Dan...
berhentilah mengkhawatirkanku juga.
Mari kita lepaskan momen kita saat ini.
NARATAMA 1 GO WOOHEE
Ada yang bisa kubantu?
Apakah kau...
AKU CHA JINWOO. AKU DATANG MENCARI BU GO WOOHEE.
Ternyata kau Pak Cha Jinwoo.
Terima kasih sudah datang.
Baiklah. Mari masuk.
Ini Pak Cha Jinwoo.
Chaewon, kemarilah.
Ibu, kami akan keluar sebentar.
Tidak apa-apa. Kami akan kembali.
- Bagaimana jika kita juga pergi? - Baiklah.
Selamat datang. Senang bertemu denganmu.
Terima kasih sudah datang.
Kami akan berada di luar.
Semoga kau menikmati waktumu bersamanya.
Ini Pelukis Cha Jinwoo.
Kau menangis saat melihat lukisannya di pameran itu.
Kau tak ingat?
Silakan duduk.
Silakan.
Aku akan berada di luar.
Kubiarkan kalian berdua berbincang.
Baiklah.
Astaga. Padahal dia sangat ingin bertemu dengannya...
No comments yet. Be the first to leave one.